
"tidak perlu meminta maaf kepada ku,itu hanya percuma."ujar Tere menundukkan kepalanya mencoba untuk tidak menangis di hadapan mereka.
"Tere! maafkan papa dan kita semua sayang."
"jangan ada yang menggangguku, aku mau sendiri."ujar Tere dengan berjalan menuju kamar tidur nya
"uncle tidak apa-apa kan."ujar Tama
"yes, uncle baik."ujar papa derent dengan lirih
"apa hubungan kalian ada kemajuan selama di sana."ujar Leo kepada steve, sedangkan Steve mengedik kan bahu nya.
"hah benar-benar menyebalkan."ujar Leo
"maaf sepertinya aku harus pergi ke kantor karena ada meeting penting hari ini."ujar Steve kepada semua orang
"kamu baru kembali Steve!, beristirahat lah dulu."ujar papa Mike Kepada putra nya
"tidak masalah dad,Steve tidak lelah."ujar Steve yang bangkit dari duduknya
"kak! baju kakak sudah di pindahkan ke kamar nya kak Tere."ujar Charlotte dengan menyengir menampilkan deretan gigi nya.sedangkan Steve hanya mengangguk kan kepala nya dan melangkah ke arah kamar yang di tempati oleh Tere.setelah sampai di depan pintu kamar nya Steve mengetuk pintu.
tok tok tok tok tok
"ada apa."ujar Tere setelah membuka pintu kamar nya yang memperlihatkan Steve,sedang Charlotte dengan yang lainnya bersembunyi dari kejauhan.
"aku ingin mengambil pakaian."ujar Steve dengan tersenyum
"masuklah."ujar Tere dengan menggeser posisi nya ke samping dan saat ingin masuk kembali, sekilas melihat adik iparnya beserta yang lainnya sedang mengintip ke arah nya.
"apa mereka semua tidak ada pekerjaan lain."ujar Tere dengan pelan dan masuk ke dalam kamar nya lagi.
"ada apa?."ujar Tere dengan mengernyitkan keningnya saat melihat Steve masih berdiri di belakang tubuh nya.
"tolong ambilkan pakaian untukku sayang,aku ingin mandi sebentar."ujar Steve dengan tersenyum menatap wajah Tere yang masih terlihat kesal.
__ADS_1
"hah... iya."ujar Tere dengan menarik nafas dalam-dalam
"terima kasih sayang."ujar Steve dan berjalan menuju ke arah kamar mandi.tere menyiapkan pakaian untuk Steve ke kantor.
"apa kamu masih marah hmm."ujar Steve dengan memeluk tubuh Tere saat setelah selesai mandi.
"menurut mu."ujar Tere dengan berbalik badan menghadap Steve dan melingkarkan kedua tangannya di leher Steve.
"tidak!. mungkin nanti aku akan pulang sedikit telat nanti."
"tidak apa,kamu selesaikan saja pekerjaan kamu dan tuan muda Steve apa kamu tidak berniat memakai pakaian mu hmm."ujar Tere dengan mengerling kan matanya
"aku akan memakainya sayang."ujar Steve dengan mencium kening Tere dengan mesra
"sayang bisakah kamu memakaikan dasi untuk ku?"ujar Steve setelah selesai memakai pakaian nya
"bisakah kamu yang ke sini Steve!."
"ini sayang"ujar Steve dengan mengulurkan dasi nya ke arah Steve.
"terima kasih sayang,aku berangkat ya."ujar Tere mencium bibir Tere sekilas
"iya hati-hati."ujar Tere
"iya sayang."ujar Steve dan turun ke bawah
"kak! Charlotte bareng sama kakak ya"ujar Charlotte yang melihat kedatangan Steve
"memang nya kamu mau kemana sayang"ujar Steve dengan mengusap kepala Charlotte penuh kasih sayang.
"mau ketemu sama temen-temen kak.boleh ya Charlotte bareng sama kakak"ujar Charlotte dengan memeluk tangan Steve
"boleh,ayo!?"
"yeyyy...... dad, Charlotte pergi dulu ya"
__ADS_1
"iya hati-hati"ujar Dady Mike
"ayo kak."ujar Charlotte dengan menarik tangan Steve, sedangkan sang empunya hanya menggeleng kan kepala nya melihat tingkah adiknya yang tidak pernah berubah menurut nya.
"apa Tere belum juga turun dari kamarnya pa."ujar mama Victoria yang khawatir karena dari tadi pagi hingga siang hari,Tere belum juga turun.sedangkan papa derent menggeleng kan kepala nya sebagai jawaban nya.
"Greyson,tolong panggilkan kakak kamu untuk makan siang sayang."ujar mama Victoria kepada putranya
"oke mam"ujar Greyson dengan berjalan menuju kamar tidur Tere, setelah sampai Greyson mengetuk pintunya
tok tok tok tok
"kak,apa Greyson boleh masuk."ujar Greyson di balik pintu
"masuk saja grey,pintu nya tidak di kunci."ujar Tere dari dalam
"kak ayo turun ini sudah waktunya makan siang."
"iya, sebentar ya pekerjaan kakak juga sudah mulai selesai sayang."
"iya kak,tapi jangan lama.aku sudah laper banget kak."ujar Greyson dengan wajah memelas
"ya sudah ayo kita makan."ujar Tere yang tidak tega melihat wajah sang adik.
"Grey, kenapa kamu lama."ujar mama Victoria yang melihat kedatangan Greyson tanpa Tere
"iya ma nunggu kakak,tapi sekarang kakak sedang mengambil handphone nya yang tertinggal di kamar ma."ujar Greyson dengan duduk di samping mama nya
"kak,sini"teriak Greyson saat melihat sang kakak datang menghampiri mereka
"hmm jangan berteriak grey ini bukan hutan."
"hehe maaf kak"ujar Greyson dengan tersenyum lebar melihat kan deretan gigi nya.kini mereka makan siang bersama dengan tenang.
papa derent sesekali melirik ke arah Tere yang hanya menikmati makanan nya.tere yang menyadari tatapan dari mereka semua pun hanya cuek saja.
__ADS_1