Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 51


__ADS_3

sudah hampir malam mereka mencari namun belum ada hasilnya, walau berat hati papa derent meninggalkan tempat di mana tempat terjatuhnya sang putri. ia harus dibopong masuk oleh Tama, karena sudah tidak kuat untuk berjalan.


Reyhard mencoba untuk menenangkan pikiran sang kakak namun pandangan mata sang kakak kosong, walau di ajak berbicara pun tidak menanggapi nya. begitupun dengan istri kakak nya yang masih menangis walau sudah tidak ada lagi air mata yang keluar.


mama Victoria mengambil sebuah foto putri nya yang ia taruh di dekat meja ruang keluarga nya, ia memeluk erat foto itu seperti sedang memeluk tubuh putri nya sendiri. selama tiga tahun dalam pernikahan nya yang menantikan kehadiran seorang anak dan akhirnya di karuniai Tere, mereka sangat bahagia dengan apa yang mereka dapatkan.


tapi sekarang semuanya hilang begitu saja, walau mereka masih mempunyai seorang anak tapi Tere adalah awal kebangkitan mereka dari keterpurukan mereka dulu.


disisi lain dua orang yang mereka cari saat ini masih belum sadarkan diri, mereka terbawa arus sungai yang berada di bawah jurang. dengan Nile yang masih setia menggenggam erat tangan Tere yang seperti nya ia enggan untuk melepaskan nya walau dalam keadaan tidak sadar kan diri.


pagi menjelang mereka melanjutkan pencarian mereka seperti kemarin, namun sayangnya mereka masih belum bisa menemukan keberadaan Tere. mereka pulang dengan kekecewaan di diri mereka, hingga akhirnya papa derent memutuskan untuk berhenti mencari keberadaan sang putri yang entah bagaimana dengan keadaan nya saat ini.


mereka sudah mencari satu Minggu namun tidak ada hasil nya dan itu membuat papa derent mengambil keputusan untuk memberhentikan pencarian, ia hanya berharap sang putri selamat dari kejadian yang menimpa nya waktu itu.


dari kejadian itu membuat sang adik mengalami trauma berat, sedang kan sang ibu juga selalu menyendiri di dalam kamar tidur putrinya. ia masih bisa merasakan jika sang putri masih di dekat nya, papa derent yang paling sedih diantara putra dan istrinya.


ia harus melihat sang putra trauma karena melihat kejadian sang kakak jatuh ke dalam jurang dan sampai sekarang masih belum bisa di temukan, dan sedangkan sang istri memilih mengurung diri di dalam kamar tidur putri nya.


Steve sendiri juga sama kehilangan nya, ia memilih menyendiri dan mengurung diri nya di dalam kamar tidur nya dengan memeluk foto Tere yang ia ambil dulu. walau di luar kamar nya sedang berisik karena mereka semua memanggil nama nya namun tetap saja ia tidak membukakan pintu kamar nya untuk mereka.

__ADS_1


"kak, tolong buka pintunya! Charlotte mau berbicara dengan kakak." panggil Charlotte dengan mengedor-ngedor pintu kamar sang kakak yang di temani oleh Tama, namun hasil nya tetap sama saja, tidak ada jawaban dari dalam kamar. akhirnya Charlotte memilih turun dengan Tama yang tengah menggandeng tangan nya dengan erat.


"udah sayang jangan sedih, biarkan Steve menenangkan diri sendiri dulu. dia butuh waktu sayang!"ujar Tama dengan lembut, ia sendiri tidak tega melihat keadaan Steve dan juga keluarga uncle nya saat ini.


"iya, kamu benar." jawab Charlotte dengan memeluk tubuh Tama dengan erat, dan kembali berjalan menuju ke ruangan keluarga yang sudah ada kedua orang tuanya dan grandma Monica.


"bagaimana sayang, apa kakak kamu membuka pintu kamar nya?." tanya mommy Clara, ia khawatir jika putra nya berbuat di luar kendali nya.


"tidak mom." jawab Charlotte dengan pelan, sedang kan Dady Mike menghela nafas berat. ia tidak pernah melihat putra seterpuruk ini, dulu waktu ia di tinggalkan oleh kekasihnya tidak seperti ini, pikir nya.


"Tama, bagaimana dengan keadaan derent dan keluarga nya saat ini!." tanya Dady Mike, ia juga sudah tidak datang lagi ke rumah sahabat nya karena ia mengkhawatirkan kondisi putra sendiri saat ini.


"mau sampai kapan mereka semua seperti ini, Tere juga masih belum ada kabarnya sampai sekarang ini." ujar Dady Mike yang tengah frustasi karena keadaan putra nya yang di tinggalkan oleh istrinya, dan sisi lainnya sahabat nya juga kehilangan sesosok putri.


"aku mengkhawatirkan keadaan mereka sayang, apalagi kondisi Victoria saat ini?." ujar Clara kepada sang Suami dan di angguki kepala oleh nya.


"mom tidak perlu khawatir tentang uncle ataupun aunty, saat ini Dady , mommy dan Leo berserta istrinya tinggal bersama dengan uncle saat ini." ujar Tama dengan lembut


"semoga mereka bisa kembali seperti dulu dan menerima kenyataan ini." jawab Tama dan di angguki semua orang, saat mereka sedang berbincang, mereka semua di kejutkan dengan kedatangan Steve yang turun dari kamar dengan keadaan kacau.

__ADS_1


"kamu mau kemana Steve?."tanya mommy Clara namun tidak di hiraukan oleh Steve, Steve terus melangkah kan kakinya untuk keluar. ia ingin memberikan pelajaran kepada seseorang yang di balik ini semua, untuk nya sudah cukup ia bermain dengan nya dan harus kehilangan istri nya karena perbuatannya itu.


Tama dan Charlotte mengikuti Steve dari belakang dan ikut masuk ke dalam mobil yang saat ini sedang di kemudikan oleh Steve dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Steve tidak menghiraukan adik nya maupun Tama yang tengah duduk di kursi belakang penumpang.


Steve hanya fokus dalam jalanan dan ia segera turun setelah sampai di tujuan nya,dengan langkah tegas ia masuk kedalam rumah itu dan di ikuti oleh Tama maupun Charlotte.


namun langkah mereka semua langsung berhenti saat mendengar obrolan seseorang yang berada di dalam sana.


Tama tidak ingin menyia-nyiakan ini semua, ia segera merekam mereka yang sedang asyik mengobrol tanpa mereka tahu jika ada seseorang yang saat ini sedang ingin membunuh nya.


"akhirnya perempuan itu tiada juga, aku sangat puas dengan hasil kerja kalian semua." ujar perempuan itu kepada beberapa anak buah nya yang sedang berdiri di hadapan nya.


"terima kasih nona, tapi bagaimana jika tuan Steve mengetahui nya?." tanya salah satu bawahan salah satu pria itu.


"aku tidak peduli, Steve tidak pernah tertarik dengan perempuan itu. dan aku sudah berhasil membunuh nya dan juga calon anak mereka." Jawab perempuan itu dan tertawa terbahak-bahak, Charlotte dan Tama terkejut mendengar nya. jadi Tere tidak ada bersama dengan anak yang masih ia kandung. Steve semakin mengepalkan tangan nya dengan erat.


"Steve pria bodoh, ia juga tahu jika aku yang mencelakai istri nya dulu tapi ia tetap diam saja. aku memang mengancam Steve untuk menjauhi istri nya atau aku akan membunuh istrinya itu, tapi sayang waktu ia menolak ku, dan aku tidak mempunyai pilihan lain selain benar-benar mencelakai nya tepat di bawah hotel yang aku dan ia janjian untuk bertemu dulu."imbuh nya, kata-kata perempuan itu berhasil memancing amarahnya Tama yang sejak tadi ia sudah mencoba untuk menahan nya, namun entah kenapa perkataan dari mereka berhasil menyulut emosinya.

__ADS_1


__ADS_2