Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 108


__ADS_3

"siapa yang kalian telepon tadi? " tanya Charlotte dan Clarissa secara bersamaan, mereka penasaran dengan siapa yang di telepon oleh suami mereka apa lagi mereka terlihat sangat akrab satu sama lain.


"seorang kenalan! kalian akan tahu nanti." jawab mereka bersamaan,


tidak terasa mereka di tempat persembunyian sudah enam hari, selama itu pula mereka mengetes anak buah mereka siapa yang setia dan siapa yang berkhianat.


setelah tahu siapa orang nya kini mereka bisa pergi ke Italia dengan tenang, mereka berempat sudah berada di bandara dan hanya menunggu satu orang saja yang belum datang.


"kenapa kita tidak membawa dokter? " tanya Clarissa


"tidak perlu, nanti sudah akan ada dokter yang menemani kita selama perjalanan." jawab leo, kedatangan seorang anak kecil yang baru berusia sebelas tahun di depan mereka membuat Clarissa dan Charlotte terkejut kecuali suami mereka.


"kamu terlambat." ucap leo sambil melihat ke arah pergelangan tangannya, gadis kecil hanya tersenyum kecil mendengar nya.


"aku tidak telat, bahkan aku sudah datang satu jam lebih awal dari kalian! aku di restoran itu sedari tadi."


"kenapa baru temui kami kalau sudah datang? " sedangkan para istri hanya bisa menyimak obrolan mereka bertiga, apakah dia yang di maksud oleh suami mereka.


"sengaja, kakak membuat ku menunggu lama lalu aku hanya membalas perbuatan kakak itu! " jawab nya acuh lalu pergi ke tempat di mana pesawat pribadi mereka sudah menunggu, mereka tidak perlu antri untuk masuk karena mereka memiliki hak tersendiri.


"jangan naik pesawat kakak, kita naik pesawat ku saja, aku masih ingin hidup."tama dan leo mengikuti permintaan gadis kecil itu jika sudah berbicara seperti itu pasti ada sesuatu yang tidak beres di pesawat yang akan mereka naiki.


" nona kecil."sapa seseorang yang sudah menunggu di luar pesawat.


"periksa kedua orang yang berada di belakang mereka, jika ada yang mencurigakan segera lumpuhkan." perintah nya sambil menunjuk ke arah asisten pribadi tama maupun leo, sedangkan para asisten mengangguk paham mau bagaimana pun gadis kecil yang ada di depan mereka bukan lah orang yang bisa mereka singgung begitu saja.


setelah melakukan pemeriksaan dadakan itu kini mereka sudah berada di dalam pesawat, selama penerbangan tidak ada obrolan lagi antara tama, leo dan gadis kecil itu.


Charlotte terus memperhatikan gadis itu yang tengah duduk sambil membaca sebuah buku, dia terlihat sangat serius saat membaca nya dan itu membuat Charlotte gemas sendiri melihat nya.


setelah perjalanan yang cukup memakan waktu kini mereka sudah tiba di Italia, sesampainya di Italia mereka semua langsung menuju ke rumah sakit karena bagi mereka sudah cukup istirahat mereka selama di dalam pesawat.


sesampainya di rumah sakit mereka di kejutkan dengan suasana yang ada disana, bagaimana tidak jika para orang tua mereka sedang menangis begitu juga dengan Steve yang hanya diam tanpa ekspresi. mereka berjalan cepat menuju keluarga nya untuk memastikan sesuatu yang mereka sudah bisa menebaknya.


"mom." panggil leo, mereka semua menoleh ke arah sumber suara. leo memeluk sang mommy sedangkan tama sudah lebih dulu memeluk aunty nya.


di saat mereka tengah bersedih tiba-tiba mereka dikejut kan dengan suara pintu di tendang begitu kencang.

__ADS_1


"apa yang kamu lakukan? " tanya Steve dengan marah karena ulah gadis kecil itu bisa jadi perawatan istri nya terganggu.


"xia" namun orang yang di panggil nya tidak menghiraukan panggilan itu, kemudian ia memerintah kan anak buah nya untuk membawa dokter beserta suster keluar dari ruangan tersebut.


"bawa mereka keluar, jika mereka tidak mau lakukan apa pun yang kalian mau lakukan." perintah xia, Steve semakin marah dan mencoba mendekati gadis kecil itu namun tama dan leo menghalangi nya.


"tenanglah Steve, kita lihat apa yang akan di lakukan oleh nya! percayalah dia tidak akan melukai tere."


"kenapa kalian membawa anak kecil ini? " tanya uncle derent tapi tatapan nya seolah menatap putri nya.


xia tak hiraukan pembicaraan mereka, xia lebih memilih menghampiri anak kecil laki-laki yang terus menangis di dalam gendongan Steve.


"jangan menangis, anak laki-laki tidak boleh menangis jika kamu suka menangis siapa yang akan melindungi mommy mu nanti." ucap nya sambil mengusap pipi anak kecil itu kemudian ia beralih menatap ke arah Steve. mereka cukup terkejut karena gadis kecil itu bisa membuat Robert berhenti menangis.


"seberapa besar kakak ingin dia sembuh, jika harus mengobarkan nyawa kakak apa kakak sanggup." ucap nya dan melakukan hal yang sama.


"apapun akan aku lakukan asal dia bisa sembuh termasuk mengorbankan nyawa ku sendiri, lebih baik aku yang tiada dari pada harus melihat nya menderita seperti ini. aku ingin dia benar-benar bisa sembuh seperti dulu lagi."


"kak tama, apa kakak yang ada di dalam sana yang kakak ingin aku rawat."


"iya, aku tahu kamu pasti bisa."


"apa yang kamu ingin kan, katakan lah."


"aku mau dia, dan juga kakak itu." jawab nya sambil menunjuk kearah greyson dan juga Steve. perkataan itu membuat mereka semua terkejut bukan main.


"aku tidak bisa memberikan mereka kepada mu! " tolak tama dan leo bersamaan, xia menatap sebentar kearah tama dan leo tapi pandangan nya kembali tertuju kepada target nya.


"jika kakak tidak bisa maka aku tidak mau memeriksa keadaan sepupu kakak! keputusan ada di tangan kalian pikir kan baik-baik keputusan kalian."


"xia kamu bisa meminta yang lainnya, aku janji akan memberikan apapun yang kamu mau tapi untuk mereka berdua aku tidak bisa."


"aku hanya mau mereka."


"apa yang kamu inginkan dari kami? " tanya Steve dengan penasaran.


"apa kakak tidak merasa ada sesuatu di dalam tubuh kakak? apa kakak tidak merasa jika akhir-akhir ini tubuh kakak ada yang sakit."

__ADS_1


"apa hubungannya? "


"kakak dengan adik ipar kakak itu bisa pergi bersama dengan orang ku, kakak akan tahu apa yang mereka akan lakukan. aku janji mereka tidak akan melukai kalian berdua tapi jika ada yang menyakiti kalian selama di tempat ku itu arti nya mereka sudah siap kehilangan nyawa mereka."


"apa aku bisa memegang janji mu itu, apa kamu juga bisa menyembuh kan istri ku jika kami ikut bersama mu? "


"iya kakak bisa memegang janjiku, akan aku usahakan." kemudian anak buah nya keluar membawa dokter dan juga dia suster dengan paksa.


"kalian cukup pintar, membunuh orang dengan secara perlahan siapa yang mengirim kalian untuk datang kesini!"


"memasukkan sebuah racun melalui infus dan memberikan obat yang salah apa yang harus aku lakukan kepada kalian hmm? "tenth saja perkataaan dari día membuat mereka sexual terkejut kecuali Tama dan Leo yang menang sudah tahun SIAPA Xia sebenarnya.


"bawa mereka pergi dan berikan mereka hukuman yang setimpal untuk membayar perbuatan mereka." perintah nya


"baik nona"


"aku ingin menemui nya dulu sebelum pergi apa bisa. " xia menganggukkan kepala kemudian meraih Robert untuk dia gendong dan lagi-lagi mereka terkejut melihat Robert yang menurut kepada gadis kecil itu.


"kamu sangat tampan tapi sayang kamu masih anak kecil jika tidak pasti sudah aku minta daddy membawa mu pulang." ucap nya dengan pelan, Robert yang seolah mengerti perkataaan dari Xia tertawa kecil mendengar celotehan dari xia.


Steve keluar dari ruangan tere dengan ekspresi wajah sedih tapi ia kembali tersenyum saat melihat outrageous nya sudah bisa tertawa lagi.


"apa kamu mengerti yang aku katakan? Ahh kamu benar-benar manis, kamu ikut pulang aku saja ya nanti aku belikan main and yang banyak untuk mu! kalo kamu tetap tinggal bersama mereka nanti kamu Akan tumbuh menjadi pria yang cengeng seperti daddy dan kedua uncle mu itu."


"katakan sekali lagi." ucap Leo dengan Penekanan, Clarissa yang melihat tatapan mata suaminya yang memerah pun menepuk bahu Leo dengan cukup kuat Sehingga membuat mereka menahan tawa mereka.


Gadis kecil itu hanya diam saja dan kemudian mask kedalam ruangan Rawat tere, banyak alat medis yang terpasang di tumbuh tere.


"jika kakak tidak rela pergi maka jangan pergi tapi jangan salah kan aku jika terjadi sesuatu kepada kalian berdua, kakak itu bisa saja sembuh tapi setelah dia sembuh akan menjadi janda karena kakak sendiri tidak mau mendengarkan perkataan ku."


"kami akan pergi.


" pak zang, tolong siap kan kamar pribadi untuk kedua tamu ku nanti nya dan pastikan memperlakukan mereka dengan sangat baik, nanti kalau sudah selesai segera kirimkan catatan medis mereka.


"baik nona" jawab Pak zang dengan sopan.


"ingat pak zang mereka tamu bukan musuh, perlakukan mereka dengan sangat baik jika sampai aku tahu ada yang berusaha menyakiti mereka aku sendiri yang akan menghukum pak zang beserta yang lainnya.

__ADS_1


" saya mengerti nona."


"pergilah kakak, saat kakak datang kembali lagi kesini kakak akan melihat keadaan istri kakak sudah membaik." Steve mengangguk setelah nya mdia pergi bersama dengan greyson, xia membisikkan sesuatu kepada pak zang setelah nya pak zang pergi dari sana.


__ADS_2