Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 105


__ADS_3

hari semakin larut namun belum mendapatkan kabar apapun dari suaminya, Charlotte yang tidak bisa tidur terus saja memandangi ponsel milik nya dan berharap jika suaminya segera menelepon diri nya dan mengatakan bahwa dia baik-baik saja.


perasaan nya semakin tidak enak, sejak tadi dia berusaha tenang agar Clarisa tidak ikut khawatir seperti diri nya.


Charlotte bangun dari tidur nya dan memilih jalan-jalan di dalam kamar nya, cukup lama ia ber jalan-jalan dan menghentikan langkah kaki nya saat mendengar suara langkah kaki seseorang dari dalam rumah nya.


Charlotte mencoba membangunkan Clarisa dengan cara menggoyang kan lengan dan menepuk pipi Clarisa, Clarisa yang terganggu dengan semua itu segera menggercap-gercapkan mata nya dan menajamkan penglihatan nya.


"ada ap.....? " tanya nya terhenti saat Charlotte menaruh jari telunjuknya di bibir nya.


"ayo bangun dan ikut aku, pelan-pelan saja." Charlotte berbicara sambil berbisik-bisik agar orang yang berada di luar tak mendengar suara mereka, Clarisa menganggukkan kepalanya.


kemudian ia bangun dengan sangat hati-hati sambil berpegangan tangan Charlotte dengan cukup kuat, Charlotte berjalan ke arah lemari pakaian kemudian ia menekan sebuah tombol rahasia dan terbuka lah pintu rahasia di balik lemari pakaian tersebut.


dengan cepat mereka masuk ke dalam ruangan tersebut, Charlotte menyalakan lampu dan menatap ke arah luar lemari pakaian tersebut.


mereka bisa melihat dari dalam orang yang datang dengan jelas tapi dari luar mereka tidak akan bisa melihat nya.


Clarisa berdiri tepat di belakang tubuh Charlotte karena dia benar-benar ketakutan saat ini, tidak hanya diri nya sedang di buru oleh para pembunuh tapi mereka juga harus berurusan dengan para penyusup sekarang.


"Charlotte.. "


"ada apa, apa kau mengantuk? " tanya nya dengan pelan, Clarisa menggelengkan Kepala nya dengan cepat dan dia semakin kuat mencengkram lengan tangan Charlotte.


"lalu kenapa? "tanya nya tanpa mengalihkan pandangan nya.

__ADS_1


"aku takut, bagaimana jika mereka berhasil menemukan kita di sini? "


"tenang saja aku bisa menjaga mu tapi jika lawan kita hanya tiga orang saja jika lebih seperti nya aku tidak akan sanggup, karena perut ku semakin besar dan membuat ku susah untuk bergerak." ucap nya dengan santai dan benar saja ada beberapa orang maduk ke dalam kamar tempat mereka tidur tadi sambil membawa pisau, pistol dan juga pedang yang sangat panjang.


Clarisa yang melihat nya gemeteran akibat ketakutan, tapi Charlotte masih bersikap tenang dan sesekali ia mengusap perut nya yang sudah besar itu dengan perasaan campur aduk.


"ada pengkhianat di antara mereka! " gumam Charlotte dengan pelan hanya orang-orang daddy dan juga suami nya yang tahu tempat nya bersembunyi saat ini tapi mereka tidak tahu tentang tempat rahasia nya.


Charlotte terus memperhatikan mereka dari dalam, Orang-orang itu mengobrak-abrik semua isi kamar dan lemari pakaian nya dan sesekali orang itu menusuk-nusukkan pisau nya ke arah lemari pakaian tersebut.


Clarisa semakin gemetaran dan kaki nya mendadak jadi lemas tak berdaya, ia terdudik di lantai dengan deru nafas yang tak beraturan sama sekali. Charlotte ingin menenangkan nya tapi ia harus tetap mengawasi orang-orang itu agar tidak tahu jika ada pintu rahasia di balik lemari pakaian tersebut.


cukup lama mereka berada di dalam kamar hingga membuat mereka menyerah dan keluar dari dalam kamar tersebut, tapi ia harus tetap memasang wajah waspada musuh bisa saja datang kapan pun itu.


"mereka sudah pergi, ayo tidur." Charlotte membantu Clarisa untuk bangun dan membawa Clarisa ke ruang bawah tanah yang kebetulan ada tempat tidur nya di sana, ia juga bisa mengawasi mereka dalam sana menggunakan CCTV yang dia pasang di beberapa sudut ruangan itu.


"tenang saja, jika mereka bisa masuk mereka juga tidak akan bisa masuk ke tempat kita sekarang ini dan hanya aku dan kakek yang mengetahui tempat ini." jawab nya dengan tenang, ia berusaha menjauhkan pikiran buruk nya tentang suami nya yang paling penting sekarang adalah keselamatan calon anak nya yang masih berada di dalam perut nya saat ini.


"cepat lah datang sayang, jangan membuatku semakin khawatir aku benar-benar tidak menyukai perasaan ini." batinnya, ia menoleh ke arah Clarisa yang sudah kembali tertidur dengan pulas, Charlotte mencoba memejamkan mata nya agar bisa tidur tapi justru diri nya rak dapat ridur dan tiba-tiba perut nya merasa sakit, mungkin perut nya sedang kram karena sedari tadi dia belum istirahat sama sekali dan terlebih lagi pikiran nya juga sedang tidak baik-baik saja saja saat ini.


"akhhh.... tenang ya sayang, daddy sebentar lagi pasti akan datang menjemput kita di sini, kamu tenang ya." ucap nya dengan pelan sambil mengusap perut nya dengan pelan, bayi yang ada di dalam perut nya merespon dengan tendangan dan itu membuat Charlotte semakin bahagia.


"daddy mu pasti senang jika dia bisa merasakan tendangan mu saat ini, mommy benar-benar mengkhawatirkan keadaan daddy mu sayang.


apa daddy baik-baik saja sekarang tapi kenapa dia belum memberikan kabar apapun kepada kita." ucap nya lagi dengan lirih, jam dua malam Charlotte masih belum bisa memejamkan matanya, dia berdiri bangun dengan cepat sast mendengar suara langkah kaki kembali di dalam kamar tadi.

__ADS_1


tak lama dia tersenyum lebar saat melihat suaminya berada di luar sana, tapi ia mengurungkan niat nya untuk keluar saat tidak mendapati adik ipar nya di samping suaminya.


"siapa dia, kenapa dia mirip dengan tama? "tanya dengan pelan terus memperhatikan gerak gerik orang itu, Charlotte madih diam saja karena orang itu tidak memberikan kode yang sudah ia sepakati dengan suami dan juga leo.


tak berselang lama orang itu keluar dari dalam kamar, lalu ada dua orang yang datang melalui kaca jendela mereka menggunakan topi dan masker kemudian mereka membuka nya dan ternyata itu suami nya dan dia tidak bisa mempercayai begitu saja dengan orang itu sebelum mendapatkan kode dari kedua orang itu.


tama dan leo sama-sama memberikan kode yang sama dan itu membuat Charlotte tersenyum lebar, lalu ia membuka pintu rahasia itu tapi melalui pintu rahasia yang lainnya untuk berjaga-jaga.


"sayang" panggil Charlotte dengan tersenyum lebar, tama pikir istri nya sudah tertidur tetapi ternyata istrinya tengah menunggu kedatangan nya, Charlotte memeluk erat suami nya dan memcium agama darah di tubuh tama.


"kamu terluka? "


"hanya luka kecil saja sayang, ayo maduk sebelum orang-orang itu kembali datang." leo menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan sang kakak, Charlotte kembali menutup pintu rahasia tersebut setelah mereka bertiga sudah masuk kedalam.


"Clarisa masih tidur, tadi dia sempat ketakutan tapi sudah membaik." ucap nya dengan pelan, leo mendekat dan memeluk istri kakaknya walau usia nya lebih muda dari istri nya tapi dalam keadaan bahaya seperti ini hanya dia yang ia percayai untuk menjaga istri nya.


"Terima kasih.. " ucap nya dengan tulus, Charlotte menepuk-nepuk punggung leo.


"Sama-sama kita kan keluarga jadi harus saling tolong menolong, dan juga kita harus membahas pengkhianat di antara mereka." leo melepaskan pelukan nya kemudian mengangguk, kejadian ini seperti nya memang sudah di rencana dengan sangat matang hingga membuat mereka sedikit kewalahan.


"kamu benar sayang, tapi bagaimana caranya kita mengetahui siapa dalang dari semua ini. jika kita mengatakan ingin pergi sendiri otomatis mereka semua juga berkumpul di sana dan itu membuat kita akan kesusahan untuk mencari tahu siapa pengkhianat yang sebenarnya."


"atau kita perlu berbicara dengan mereka dengan cara mengelompokkan mereka dan memberi tahu tempat kita tapi di beda-beda tempat, jika mereka datang bersama dengan musuh kita itu arti nya dalam kelompok tersebut ada pengkhianat nya." timpal nya.


"aku setuju dengan yang terakhir" ucap leo kemudian ia beralih menatap ke arah istri nya yang masih terlelap dalam tidur nya.

__ADS_1


"apa di sini hanya ada satu tempat tidur saja? " tanya leo, tama melemparkan bantal sofa ke arah sang adik, bida-bisa nya dalam keadaan genting seperti ini pikiran malah tertuju ke arah sana.


__ADS_2