Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 56


__ADS_3

sudah tiga jam lebih mereka dalam perjalanan namun belum juga sampai, Steve sempat berpikir jika papa derent sedang menipu dirinya. ia sempat terkejut saat memasuki sebuah hutan yang jauh dari kota, bahkan sudah tidak ada rumah di sini.


mobil masih melaju dan sampai di sebuah rumah yang tidak terlalu besar dan tidak kecil, Steve memberhentikan mobilnya saat melihat Greyson yang sedang duduk di depan pintu rumah itu dan Steve menebak jika itu adalah rumah baru mereka.


Steve keluar bersama dengan papa derent, dan berjalan ke rumah. Greyson yang sedang berada di Tiras terkejut saat melihat Steve yang sedang berdiri tidak jauh dari nya, Greyson berlari ke arah Steve dan memeluk tubuh nya.


Steve membalas pelukan dari Greyson, Greyson menatap lama ke arah Steve dan menarik tangan kakak ipar nya untuk masuk ke dalam rumah. papa derent yang melihat putra nya senang pun ikut senang, sepertinya putra nya merindukan orang-orang di dekat nya dulu.


mama Victoria sempat terkejut dengan kedatangan Steve namun ia dengan bahagia menyambut kedatangan menantu mereka itu, bahkan mama Victoria sampai lupa jika sang suami juga berdiri di samping Steve. namun hanya Steve yang ia sambut, papa derent menggeleng kan kepala nya melihat reaksi putra dan istrinya itu.


"bagaimana kabar mama?." tanya Steve, ia sangat senang kedatangan nya di sambut baik oleh keluarga istri nya, walau awal nya ia berpikir jika mereka tidak akan menerima nya kembali namun yang di pikir kan nya salah.


"mama baik Steve, maafkan mama Steve! saat kamu sedang sakit mama tidak ada menjenguk mu di rumah sakit." jawab mama Victoria dengan lirih, mereka ingin berkunjung waktu itu, tapi Greyson tidak ingin keluar sama sekali.


"tidak apa-apa ma! Steve mengerti." ujar Steve perhatian, ia kembali menatap ke arah Greyson yang sekarang duduk di sampingnya. jika di perhatikan dengan seksama wajah Greyson sangat mirip dengan Tere, bahkan saat mereka tersenyum.


"kamu mau minum apa Steve?." tanya mama Victoria kepada sang menantu, ia sangat senang melihat keadaan Steve yang sudah baik-baik saja.


"tidak perlu repot-repot ma, sebentar lagi Steve harus pergi ke perusahaan." jawab Steve dengan sopan, tapi jawaban dari Steve justru membuat Greyson kembali sedih dan itu terlihat jelas di mata nya.

__ADS_1


"ada apa grey?." tanya Steve dengan mengusap kepala Greyson penuh sayang, Greyson mendongak kan kepalanya untuk menatap Steve. dulu kakak nya sering sekali melakukan hal yang sama seperti ini tapi sekarang kakak nya bahkan tidak ada lagi di sampingnya.


"kakak baru saja datang, sudah mau pergi lagi."jawab Greyson dengan menundukkan kepalanya, ia sangat ingin berjalan-jalan seperti dulu tapi rasa nya cukup takut untuk keluar dari dalam rumah nya.


"apa kamu mau ikut dengan kak Steve." tanya Steve dan masih menatap wajah Greyson yang masih menundukkan kepalanya, Greyson yang mendengar nya langsung menggeleng kan kepala dengan cepat.


"tidak kak, Greyson mau di rumah saja." jawab Greyson dengan pelan, dan sekarang ia melepaskan tangannya dari genggaman tangan Steve.


"setelah selesai pekerjaan kakak akan segera datang lagi ke sini."ujar Steve pelan, Greyson yang mendengar nya kembali mendongak kan kepalanya menatap wajah Steve dengan dalam.


"benarkah itu kak." jawab Greyson dengan mata berbinar, dan langsung di angguki kepala oleh Steve..


"hati-hati ya Steve, ingat jangan mengebut di jalan." jawab mama Victoria dan di angguki oleh Steve, kemudian ia beralih menatap Greyson dan menundukkan tubuh nya. ia menyerahkan game terbaru ke Greyson, Greyson pun menerima dengan senang hati.


setelah itu Steve kembali ke kantor nya, walau perjalanan nya cukup melelahkan tapi tidak bagi Steve saat ini. justru saat ini perasaan nya sedikit membaik setelah bertemu dengan orang tua dan adik dari istrinya.


setelah sampai di perusahaan Steve segera masuk ke dalam ruangan nya dan saat membuka pintu ia di kejutkan dengan kedatangan seseorang yang tengah duduk di kursi miliknya.


"kamu dari mana son, kenapa baru sampai?.tanya Dady Mike yang khawatir dengan putra nya yang tadi sempat tidak ada kabarnya, walau hanya sebentar tapi tetap saja Mike khawatir tentang nya.

__ADS_1


"ke tempat nya tere dad, tadi Steve juga sempat mengantarkan papa pulang." jawaban dari Steve tentu saja membuat nya terkejut, bagaimana bisa putra nya bertemu dengan derent.


"kamu bertemu dengan derent dimana son?" tanya Dady Mike yang ingin tahu lebih tentang derent dan keluarga nya.


"di tempat nya Tere dad."jawab Steve yang sudah fokus pada berkas-berkas yang sedang di depan matanya saat ini.


"bagaimana dengan keadaan derent dan keluarga nya son?." tanya Dady Mike, sekarang ia sedikit tenang, jika melihat putra nya saat ini. seperti nya putra nya ini sedikit membaik setelah pergi ke sana.


"mereka baik-baik saja dad, tapi Greyson masih tetap tidak mau keluar dari rumah." jawab Steve, setelah itu ia baru ingat jika ia akan kembali ke rumah papa derent untuk menemui Greyson nanti nya. " oh iya dad, nanti Steve mau menginap di rumah papa!." ujar Steve seraya minta izin dulu kepada Dady nya.


"baiklah, nanti biar Dady memberitahu ini kepada mommy, agar dia tidak khawatir saat kamu belum pulang. kalau begitu Dady masuk ke ruangan Dady dulu." ujar Dady Mike dan di angguki oleh Steve, Dady Mike berjalan keluar dan berjalan menuju ke arah ruangannya. setelah masuk ia segera memberikan kabar ini kepada Reyhard, karena sahabatnya itu masih mencari keberadaan keluarga kakaknya.


dengan begini ia dan sahabatnya sedikit lega, saat mendengar kan kabar tentang Steve. mereka juga tidak bisa menyalah derent dengan keputusan nya yang menyendiri begitu lama, bagaimana pun juga mereka juga membutuhkan ketenangan.


disisi lain Charlotte masih kesal lantaran sahabatnya masih suka menggoda nya, walau ia sering marah dengan teman nya tapi sepertinya mereka tidak ada jeranya saat menggoda nya.


tapi hari ini Charlotte sangat tidak bersemangat untuk belajar, apa lagi setelah sang kakak bersikap dingin dan cuek terhadap nya. sesekali ia menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar, ia benar-benar berharap jika kakak ipar nya masih selamat dan sedang tertidur di rumah sakit di tempat lainnya.


nata yang kembali melihat sahabatnya menjadi murung menghela nafas berat, ia ikut prihatin dengan kondisi keluarga sahabat nya saat ini. ia juga sangat ikut sedih saat tahu Tere hilang saat terjatuh dari jurang dan bahkan mereka masih belum bisa di temukan, walau mereka masih merasa yakin jika Tere masih hidup tapi sampai sekarang justru seperti tidak ada harapan lagi.

__ADS_1


__ADS_2