Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 38


__ADS_3

setelah perbincangan nya dengan detektif kepercayaan nya, Tere mematikan telepon dan menatap wajah saudarinya dengan tatapan tajam.


Tama mengetahui tatapan itu di tunjukkan bukan untuk nya melainkan untuk sang adiknya yaitu Leo, dengan senyum jahil nya Tere melayangkan sebuah pertanyaan yang membuat mereka terdiam.


"Leo !" panggil Tere dengan memicingkan matanya menatap Leo


"ada apa"ujar Leo yang mempunyai firasat buruk tentang apa yang akan di bicarakan oleh sepupu nya itu.


"kamu ingin menikah duluan, bukan karena kekasih kamu hamil duluan kan Leo?"ujar Tere dengan menatap tajam kearah saudara nya


Leo dan Clarissa tersentak saat mendengar kan perkataan dari Teresa,begitu pun Tama yang tidak kalah terkejutnya. sedangkan Tere hanya acuh melihat reaksi mereka bertiga.


"kau yang benar saja Tere ! mana mungkin kami melakukan nya sebelum kami menikah." ujar Leo dengan melotot kearah Tere, sedangkan Clarissa menundukkan kepalanya karena malu.


"jangan sampai aku membongkar rahasia kamu yang lainnya juga Leo!"ujar Tere dengan tersenyum kecil, Leo yang tahu arti senyuman itu segera membujuk Tere agar tidak mengatakan apapun lagi.


"jangan memikirkan yang tidak-tidak Tere ! kami akan melakukan nya jika kami sudah menikah nanti."ujar Leo dengan memalingkan wajahnya, agar tere tidak sadar jika wajah nya sudah merah seperti tomat.


"hmm" ujar Tere hanya deheman saja


"hai sayang!"ujar seseorang pria yang mengecup kepala Tere dari belakang, membuat sang empunya menoleh kebelakang dan mendapati sang suami sedang berdiri di belakang nya dengan tersenyum menatap nya.

__ADS_1


walau Tere belum bisa sepenuhnya melupakan mantan kekasih nya, namun iya berusaha membuka pintu hati nya untuk Steve, masa depan nya.


"apa kamu baru sampai sayang!" ujar Tere dengan mengalungkan tangannya di leher sang suami.


"iya ! apa kamu sedang sakit sayang ? kenapa wajah kamu sedikit pucat hmm!"ujar Steve memeluk pinggang Tere dengan menatap mesra, dan melupakan keberadaan seseorang di antara mereka.


"emm aku hanya kelelahan saja sayang !"ujar Tere yang sengaja memamerkan kemesraan nya di hadapan sepupunya.


"bagaimana kalau kita ke rumah sakit saja sayang!"ujar Steve menyisipkan rambut Tere kebelakang telinga.


"tidak perlu sayang ! aku hanya butuh istirahat saja, nanti juga akan sembuh."ujar Tere


"ehemmm..... kalau mau bermesraan jangan di sini ! merusak pemandangan saja!" gerutu Leo yang sudah tidak tahan dengan tingkah sepupunya.walaupun sebenarnya dia senang melihat Tere yang menjaga perasaan Steve.


"duduk lah dulu, aku ambilkan minuman untuk kamu !" imbuh nya kepada Steve


"tidak perlu sayang ! aku ingin bersih-bersih dulu?"ujar Steve yang masih memeluk tubuh Tere dengan eratnya.


"kalau begitu aku siapkan airnya untuk mu dulu ya!"ujar Tere yang ingin melangkah pergi namun di tahan oleh Steve


"aku akan naik bersama dengan mu sayang"ujar Steve menempel kan badannya ke tere, sedang kan Leo dan Tama menggeleng kan kepala nya melihat tingkah Sahabatnya yang sangat lengket dengan sepupunya.

__ADS_1


"kak!" ujar Leo


"hmm"


"apa hubungan antara mereka berdua akan baik-baik saja, jika masa lalu mereka datang kembali dalam kehidupan mereka suatu saat nanti!" ujar Leo yang khawatir dengan hubungan sepupunya


"entah lah, kamu juga tahu sendiri kan ! jika Steve juga belum bila melupakan perempuan itu sepenuhnya dan begitu juga sebaliknya!" ujar Tama menatap punggung Tere dengan tatapan berbagai pertanyaan.


"aku harap hubungan mereka semakin membaik!." harapan Leon dengan melihat punggung sepupunya semakin menjauh.


Saat memasuki rumah, Tere maupun Steve tidak melihat keberadaan keluarga nya yang lain. walaupun mereka sedikit merasa aneh, tetapi mereka tetap pergi ke kamar mereka.


Sedangkan beberapa orang yang bersembunyi di dapur, hanya bisa tersenyum melihat kedekatan mereka berdua.


"Aku siapkan airnya dulu!." ujar Tere yang ingin melangkah pergi ke dalam kamar mandi. sebelum benar-benar pergi Steve menahan tangannya, dan memeluk nya dari belakang, sambil membisikkan sesuatu di telinga nya.


"kita mandi bersama saja sayang?"jawab Steve yang membuat Tere terkejut dengan perkataan dari sang suami.belum menjawab perkataan dari Steve, tiba-tiba ia di gendong Steve menuju kamar mandi.


"Steve, kamu mandi saja sendiri! aku akan mandi nanti saja." tolak Tere dengan pelan.


"tidak sayang, setelah selesai mandi, aku ingin kita segera tidur aku sangat lelah. aku tidak akan bisa tidur tanpa memeluk sayang!." ujar Steve mempererat pelukannya, agar Tere tidak memberontak lagi.

__ADS_1


"baiklah."jawab Tere yang sudah pasrah, Steve yang mendengar nya tersenyum lebar.setelah masuk kedalam kamar mandi, Steve menurunkan Tere dengan pelan dan mengisi air untuk mereka berdua mandi bersama.


__ADS_2