
setelah selesai dengan kegiatan mereka, kini mereka semua menunggu kurir datang untuk mengantarkan makanan untuk mereka dan kali ini mereka harus Hati-hati saat memesan makanan tersebut.
tama dan leo menunggu di sebuah gang sambil menyamar agar tak di ketahuilah sedang kan para istri mereka tengah duduk santai di dalam rumah, dan tak berselang lama pesenan mereka datang.
tama dan leo saling melirik saat merasakan ada beberapa orang yang tengah memperhatikan mereka dari kejauhan, tama dan leo memilih untuk berpencar agar tak ketahuan dan seolah-olah mereka hanya dua orang asing yang tidak mengenal satu sama lainnya.
para musuh berpencar menjadi dua karena meraka merasa curiga dengan orang tua itu, tama berjalan dengan sangat santai kemudian ia duduk di taman bersama para orang tua lainnya sedangkan leo tengah duduk di antara para orang tua yang sedang bermain catur.
mereka mengawasi cukup lama karena merasa tak ada yang mencurigakan dari kedua orang tua itu pun mereka kembali pergi dan bwtjaga di sana, tama dan leo yang sudah terbebas pun segera pergi karena istri nya pasti sudah sangat kelaparan saat ini.
tama dan leo betgegas masuk ke sebuah ruangan rahasia tempat mereka bersembunyi, mereka segera menghampiri masing-masing istri mereka yang tengah sibuk dengan dunia nya sendiri sehingga tak menyadari kehadiran mereka berdua saat ini.
"sayang" panggil tama dengan pelan, Charlotte mendongak kan kepala nya ke atas dan melihat suami nya sudah datang.
"ayo makan." timpal nya kini mereka berempat makan bersama dengan tenang dan tidak ada yang berbicara saat makan, sesekali Charlotte melirik ke arah tama dan bergantian ke arah leo, apakah dia harus memberitahu mereka atau tidak tentang kondisi kakak ipar nya.
Tama yang menyadarinya menatap balik ke arah Charlotte, seperti nya ada sesuatu yang ingin di sampai kan oleh istri nya tapi apa?.
setelah selesai makan mereka kembali diam, Charlotte yang serba salah dalam posisi nya segera memberitahukan kepada suami dan adik ipar nya.
"sayang.." panggil Charlotte dengan nada lirih ia takut jika suami nya akan marah kepada nya karena sudah merahasiakan keadaan tere saat ini.
"ada apa hmmm? "
"apa kamu sudah mendapatkan kabar dari kak tere? "
"daddy belum menghubungi kami! "
"aku dapat kabar dari mommy tadi pagi, jika keadaan kak tere semakin drop, pagi ini detak jantung kak tere sempat berhenti." tama dan leo secara spontan menatap ke arah Charlotte apakah pendengaran mereka sedang bermasalah saat ini.
__ADS_1
"mommy juga bilang, jika kita harus segera pergi ke Italia secepatnya, mommy tidak ingin melihat kita merasa bersalah jika terjadi sesuatu kepada kak tere karena kita belum bisa melihat nya.
kita bisa pergi dan membawa dokter untuk berjaga-jaga selama perjalanan, mommy juga bilang kalau keadaan kak tere entah mengapa semakin memburuk, tidak hanya detak jantung nya yang sempat berhenti tapi juga kak tere juga sempat di nyatakan meninggal saat daddy dan mommy baru sampai di sana."
"kita tidak mungkin pergi dalam keadaan yang belum aman sayang, jika takdir menginginkan kepergian tere, kita bisa apa! jika itu bisa membuat nya tidak merasakan sakit lagi aku akan mengikhlaskan kepergian nya walau itu sangat sulit bagi kami. bagaimana dengan keadaan Steve disana? " karena dia tahu orang yang paling kehilangan dan terpuruk saat ini adalah steve.
"kak steve tidak mau berbicara dengan siapa pun bahkan dia juga menyiksa diri nya sendiri saat ini." Charlotte sangat sedih mendengar kabar tentang kakak nya yang tidak pernah makan dan minum, kakak nya selalu berdiri di depan ruangan kakak ipar nya sambil menggendong Robert, anak kecil itu sering menangis saat tak di izin kan bertemu dengan mommy nya.
"kita akan datang menghibur nya setelah keadaan nya mulai aman kembali, kita hanya bisa berdoa untuk kesembuhan tere saat ini."
mereka berdua berusaha untuk tenang walau perasaan mereka sudah mulai tidak nyaman sast mendengar kabar tentang tere, tama berusaha menyembunyikan rasa khawatir nya dengan menyibukkan diri dengan ponsel milik nya. sedangkan leo sibuk mengusap perut istrinya, ia tidak menyangka nasib sepupu nya akan menjadi seperti ini, dulu mereka sangat berharap agar bisa melihat sepupu nya bahagia walaupun mereka harus menjaga tere dari kejauhan dan penjagaan nya dulu kurang baik hingga membuat tere kecelakaan.
"kamu harus kuat tere, buktikan jika kamu wanita yang kuat dan pantang menyerah. jika bukan untuk dirimu sendiri setidaknya kamu harus bertahan demi satu-satu nya putra mu." batin tama, di saat keponakan nya masih kecil harus menghadapi cobaan yang begitu besar.
"jika kamu pergi bagaimana dengan putra mu, bertahan lah setidak nya untuk putra mu." batin leo, kemudian ia baru teringat dengan seseorang yang mungkin bisa menyembuhkan tere saat ini.
"siapa?"
"kamu tahu siapa yang aku maksud kak, gadis kecil itu!" tama mencoba mengingat siapa yang di maksud oleh sang adik, kemudian ia tersenyum lebar setelah mengingat nya bagaimana bisa mereka melupakan seseorang yang begitu terkenal akan kehebatan medis nya di dunia mafia.
tanpa berpikir panjang tama menghubungi nya, diri nya sungguh berharap jika orang itu mau mengangkat telepon dari nya.
"hallo" ucap seseorang dari sebrang telepon, tidak lupa tama menyalakan pengeras suara agar yang lainnya juga bisa mendengar nya.
Charlotte dan Clarissa mengernyitkan kening mereka saat mendengar suara anak kecil.
"masih ingat dengan ku? " tanya tama, sedangkan orang di sebrang sana tertawa kecil mendengar nya.
"apa yang membuat kak tama menghubungi ku? aku pikir kakak sudah melupakan ku begitu saja." sindir nya
__ADS_1
"aku butuh bantuan mu. "
"seorang tama meminta bantuan dari ku, seperti nya ini bukan sifat kak tama." tama tersenyum kecil mendengar nya.
"bukan untuk kami tapi untuk sepupu kami! " seru leo.
"woahhh.... kak leo, kalian sedang bersama! kak madih bisa memikirkan keadaan orang lain bagaimana dengan keadaan kalian sendiri saat ini dan aku yakin orang-orang yang mengejar kalian tadi malam masih mencari keberadaan kalian saat ini, apakah menyenangkan menjadi buronan."
"kamu tahu tentang kejadian tadi malam? "
"kebetulan aku sedang berada di Jerman sekarang ini, dan kebetulan juga aku melihat kalian di kejar-kejar beberapa orang.
aku sendiri heran kepada kalian, kenapa kalian masih saja betah memelihara seorang pengkhianat di antara mereka? "
"pengkhianat itu akan kami beres kan secepat mungkin, apa kamu bisa membantu kami untuk menyelamatkan nyawa sepupu kami? "
"aku akan berusaha untuk menolong nya lagi pula aku juga sudah berjanji kepada kakak dulu jika kalian butuh bantuan dari ku kalian bisa meminta nya secara langsung."
"sepupu kami sedang berada di Italia untuk menjalani pengobatan nya dan kakak berharap kamu bisa menyembuhkan nya."
"jika aku bisa menyembuhkan luka nya apa yang akan kakak berikan kepada ku sebagai hadiah nya? "
"apapun yang kamu ingin kan, dan selagi aku masih bisa memenuhi nya akan aku lakukan dan berikan kepada mu."
"baik lah, aku akan membantu kakak, kapan kita akan pergi? "
"satu minggu lagu, aku membutuh kan waktu untuk membereskan para pengkhianat itu." orang di seberang telepon bertepuk tangan mendengar nya entah mengapa ia mendapat kan sebuah kesenangan tersendiri.
"aku tunggu, sampai jumpa lagi kak." setelah nya pangilan telepon pun berakhir sepihak tanpa menunggu jawaban dari tama atau pun dari leo.
__ADS_1