Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 82


__ADS_3

"tapi menurutku jika di lihat baik-baik sebenarnya kak Tere tidak marah lho sama kakak kamu, tapi justru yang aku lihat kak Tere sedang memberikan pelajaran kepada kakak kamu saja,"seru Clarissa, Charlotte mengangguk setuju dengan ucapan dari Clarissa.


"aku sebenarnya juga merasa begitu tapi ya terserah kak Tere saja, lagi pula kak Steve memang patut mendapat kan balasan dari kak Tere." ujar Charlotte dengan enteng, setelah hampir sampai mereka baru berhenti mengobrol karena di sana juga sudah ada kakak nya Steve.


"apa kak Tere belum bangun kak?" tanya charlotte setelah duduk di samping Tama,


"sudah."jawab Steve singkat dan membuat sang adik kesal kepada nya.


"pa! Greyson mau pulang saja." ujar Greyson yang sedang duduk di samping sang papa dan mamanya, ia juga menggoyang kan tangan sang papa.


"nanti setelah keadaan kakak kamu lebih baik, kita baru pulang grey." seru papa derent dengan tersenyum kecil,


"Greyson mau nya sekarang pa!" rengek Greyson,


"cukup grey, biar kakak kamu sembuh dulu baru pulang. jika kamu tetap mau pulang, kakak bisa mengirim mu sendiri."bentak Vincent kepada Greyson, ia juga memberikan tatapan tajam kearah Greyson.


"jangan pernah membentak Greyson kak! aku tidak suka itu." seru Tere dari kejauhan, ia mendengar Vincent sedang membentak sang adik dan itu membuatnya marah.


"sejak kapan kamu berani berteriak kepada kakak Teresa gristovert?" tanya Vincent dengan dingin bahkan nada nya juga tinggi.


"sejak kakak membentak Greyson, aku tidak suka jika ada yang membentak ataupun memarahi Greyson termasuk kakak,"jawab Tere dengan tegas bahkan ia menarik tangan sang adik untuk bersembunyi di belakang tubuh nya.


"apakah begini cara kamu berbicara dengan kakak kamu Tere?"


"Kakak yang memulai nya lebih dulu, jangan pernah membentak Greyson lagi kak." jawab Tere dengan nada lembut,ia beralih menatap ke arah Greyson yang sedang berada di belakang tubuh nya.


ia kemudian mengacak-acak rambut Greyson yang sedang menundukkan kepalanya itu,


"mau pergi jalan-jalan bersama kakak tidak," seru Tere dengan menjajarkan tubuh nya agar sejajar dengan tinggi badan sang adik.


"mau kak."ujar Greyson dengan antusias, ia memeluk tubuh sang kakak.


walau ia melakukan kesalahan tetapi kakak nya tidak pernah memarahinya.

__ADS_1


"minta izin dulu kepada papa dan mama, jangan lupa minta maaf kepada kak Vincent." ujar Tere, dia memang tidak pernah memarahi sang adik tapi bukan berarti dia tidak mengajarkan nya hal yang baik.


"iya kak."jawab Greyson sambil mengangguk kan kepala nya, ia kembali berjalan menuju kedua orang tua nya.


"pa, ma, Greyson boleh pergi sama kakak sebentar kan." tanya Greyson, dan mendapatkan anggukan dari kedua orang tua nya.


"kak Vincent, maafin Greyson ya! Greyson tahu Greyson salah," ujar Greyson dengan memegang kedua telinga nya sambil berdiri di depan Vincent, Vincent yang mendengar nya melirik ke arah Tere.


"hmmm ya sudah kakak maafin, jangan lama-lama jalan-jalannya." ujar Vincent dengan mengusap kepala Greyson,


"Tere! ingat kamu harus segera kembali nanti."timpalnya yang mengingat kan Tere agar tidak lupa.


"iya kak! kami pergi dulu ya,"jawab Tere dengan menggandeng tangan sang adik, Steve dengan yang lainnya pun mengikuti nya dari belakang.


"kak kita mau kemana?"tanya Greyson setelah di luar rumah.


"eumm kerumah lama," jawab Tere, ia ingin melihat rumah yang dulu pernah di tinggali nya.


"dulu memang tinggal di sini sayang, tapi setelah kakak masuk sekolah menengah kita pindah."


"apa rumah nya juga sebesar rumah ini dan rumah kita kak?"


"rumah nya tidak besar sayang, nanti Greyson akan tahu sendiri setelah sampai di sana." jawab Tere dengan tersenyum lebar, ia menjadi gemas melihat adiknya.


saat ingin masuk kedalam mobil, Tere melihat Nile yang sudah berpakaian rapi.


"apa kamu pergi sekarang Nile?"tanya Tere dengan berjalan menuju Nile.


"iya nona, saya izin pulang nona." jawab Nile dengan menundukkan kepalanya, setelah nya ia menatap Tere dengan sangat lekat. walau banyak yang memberikan tatapan tajam kepada ia pun tidak peduli.


"aku akan mengantarkan mu ke bandara kalau begitu."


"tidak perlu nona,"

__ADS_1


"aku tidak ingin mendengar penolakan dari mu Nile"seru Tere lalu ia mendekatkan diri nya kepada Nile, ia membenarkan dasi Nile yang sedikit berantakan. sedangkan Nile tersenyum kecil melihat apa yang sedang di lakukan oleh Tere kepada nya. walau dengan perhatian kecil dari Tere itu sudah membuatnya sangat bahagia,


"lain kali perhatikan penampilan kamu dengan benar Nile! bagaimana bisa kamu pergi dengan seperti ini."omel Tere kepada Nile dan justru membuat Nile tersenyum mendengar nya.


Tere yang melihat Nile tersenyum, memiliki niat jahil kepada Nile. ia menarik kuat dasi Nile hingga membuat Nile membungkukkan tubuhnya.


"berani kamu tersenyum di saat aku mengomeli mu Nile,"ujar Tere


"maaf nona,"jawab Nile dengan pelan, bukannya melepaskan tangannya dari dasi Nile justru Tere menariknya sampai di depan pintu mobil dan baru melepaskan nya.


"saya bisa melaporkan anda ke pihak berwajib nona karena anda bersikap kasar kepada bawahan Anda."seru Nile sambil melonggarkan dasi nya sedikit, Tere justru tertawa terpingkal-pingkal mendengar nya.


"laporkan saja."ujar Tere dengan bersedekap tangan, "ayo masuk Nile, atau kamu akan ketinggalan pesawat nanti."


"tinggal nunggu penerbangan selanjutnya saja nona, apa susah nya."


"ck, berbicara dengan mu tidak akan pernah selesai Nile. cepat masuk atau ku potong penuh gaji mu bulan ini Nile"


"hmm saya akan segera masuk nona," ujar Nile yang pada akhirnya ia selalu kalah saat berdebat dengan Tere dari pertemuan pertama mereka.


"grey, kamu duduk di belakang ya sayang." seru Tere dan masuk terlebih dahulu dan duduk di depan bersama dengan Nile yang duduk di bagian supir.


mereka menuju ke bandara terlebih dahulu, di dalam perjalanan hanya ada kesunyian.


diam-diam Nile melirik ke arah Tere yang sedang memainkan ponselnya, pandangan Nile tak luput dari pengawasan mata Steve, Tama dan Leo.


kini mereka sudah sampai di bandara dan Tere menemani Nile hingga pria itu benar-benar masuk kedalam pesawat dan lepas landas.


mereka kembali masuk kedalam mobil nya dan duduk di bangku belakang karena Tama dan Charlotte terlebih dahulu masuk.


Tere memberikan arah jalan untuk menuju tempat tinggal nya dulu, tidak butuh waktu lama mereka kini justru sudah sampai di depan rumah tersebut.


Tama memandang dengan tidak percaya, sepupunya pernah tinggal di rumah sekecil ini dulu nya,

__ADS_1


__ADS_2