
"eumm kak Tere kok bisa punya foto kak Steve waktu kecil sih?"tanya charlotte setelah menyerahkan foto tersebut, Tere yang mendengar nya mengernyitkan keningnya. sejak kapan ia punya foto Steve waktu kecil.
"kakak tidak punya Charlotte,"jawab Tere, tapi pandangan nya masih ke sebuah foto di tangan nya.
"yang kakak pegang itu foto kak Steve loh kak Tere! kalau kakak tidak percaya tanya saja sama mommy.” ujar Tere dengan menunjuk ke sebuah foto yang berada di tangan Tere saat ini.
"i...ini maksud nya."seru Tere ada nada tidak percaya sebenarnya, ia menunjukkan foto itu kembali ke Charlotte dan mendapatkan anggukan kepala dari Charlotte.
Steve yang melihat foto tersebut tersenyum lebar, itu adalah foto pertama kali ia bertemu dengan Tere waktu kanak-kanak dan bahkan dulu dia sering mengganggu Tere. dan ternyata Tere masih menyimpan nya dengan baik.
"tapi bagaimana mungkin? si kutu buku dan anak aneh itu adalah Steve!"seru Tere, ia bahkan melihat ke arah Steve yang tengah tersenyum ke arah nya, itu artinya Steve tahu dari awal jika mereka pernah bertemu.
"apanya yang tidak mungkin sayang? apa foto anak laki-laki itu sama sekali tidak mirip dengan ku sehingga membuat mu terkejut seperti ini hmm,"ujar Steve dan tambah membuat Tere semakin terkejut.
"lagi pula aku heran sama kak Steve, kenapa harus berpenampilan seperti kutu buku seperti itu sih!"seru charlotte yang masih memperhatikan wajah terkejut nya Tere, sepertinya kakak iparnya benar-benar tidak tahu soal ini.
lamunan Tere buyar saat mendengar nada dering ponsel nya, ia lalu melihat ke arah handphone miliknya dan ternyata nomer baru dan ia memilih tidak mengangkat nya tapi sepertinya orang tersebut ingin mencari masalah dengan nya, dan terpaksa Tere mengangkat nya.
"hallo"seru Tere dengan nada kesal,
"hallo nona, apa benar anda mengenal pasien atas nama Nile?" tanya seseorang dari sebrang telefon dan membuat Tere gelisah.
"iya"jawab Tere
"nona, sekarang ini tuan Nile sedang di rawat di rumah sakit xx di Italia karena suatu insiden dan keadaan sedang kritis, bisakah anda datang ke sini nona!" seru orang tersebut, Tere mematung mendengar nya. bukankah tadi Steve sudah masuk kedalam pesawat dan bagaimana bisa sekarang ia ada di rumah sakit.
"oke."jawab Tere dengan singkat dan mematikan panggilan telepon nya secara sepihak.
__ADS_1
"Greyson, ayo pergi sayang." seru Tere dan mengambil semua barang-barang yang ingin ia ambil.
"ada apa sayang?." tanya Steve yang melihat kekhawatiran di mata sang istri.
"bisakah kamu mengemudi sedikit cepat nanti Steve, tolong antar kan aku ke rumah sakit xx sekarang."seru Tere, ia khawatir jika terjadi sesuatu kepada Nile dan bukan berarti dia memiliki sebuah perasaan untuk Nile tentu tidak, Steve yang kebingungan tapi tetap mengikuti ke ingin Tere.
Steve melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan di saat menuju ke rumah sakit tidak ada obrolan sama sekali di antara mereka, Tere memilih diam dan menatap keluar dengan tatapan kosong. orang yang selalu ada di sisi nya dan sekarang ini sedang melawan maut nya.
setelah sampai di rumah sakit Tere segera turun dari mobil dan berlari keluar, ia bertanya ke resepsionis tentang nama Nile yang di rawat, setelah mendapatkan ruangan Nile berada Tere berlari sangat kencang dan meninggalkan mereka semua.
bahkan ia tidak memperdulikan tentang diri nya sendiri, Steve yang mendengar nya awal terkejut dan sekarang ini ia sangat marah saat melihat istri nya sedang mengkhawatirkan pria lain.
tapi pandangan Tere justru terfokuskan pada seseorang yang tengah menunggu di ruangan tempat Nile berada, ia merasa pernah melihat orang itu tapi di mana.
saat dokter keluar dari ruangan tersebut Tere menanyakan tentang keadaan Nile saat ini.
"pasien baik-baik saja nona, kami sudah mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuh nya."jawab dokter tersebut dengan ramah.
"syukurlah, terima kasih dokter."ujar Tere kini ia merasa lega, dan pandangan nya kembali tertuju kepada perempuan yang tengah menundukkan kepalanya.
"nona,putra anda sudah melewati masa kritis nya."seru dokter perempuan itu, perempuan yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya kini tersenyum lebar mendengar nya.
"terima kasih dokter, tapi apa saya sudah boleh melihat putra saya."ujar perempuan itu dengan lirih.
"maafkan saya nona! untuk sekarang anda masih belum bisa masuk untuk sekarang ini tapi anda bisa melihatnya setelah di pindahkan nanti."
"baiklah dokter terima kasih banyak atas bantuan nya."
__ADS_1
"sama-sama nona, kalau begitu saya permisi!."seru dokter tersebut dan mendapatkan anggukan kecil, saat perempuan itu berbalik betapa terkejutnya ia saat melihat sahabat kecilnya ada di depan nya sekarang dan tidak hanya dia,Tere juga terkejut tapi setelah nya ia memeluk sahabatnya dengan erat.
"kenapa kamu di Italia tidak memberitahu ku?"tanya Tere dengan perasaan senang,
"aku hanya sebentar saja Tere! bukannya kamu ada di Jerman ya seharusnya." ujar Valerie Dominguez, ia juga senang bisa melihat sahabatnya di Italia.
"iya, ada sedikit masalah."ujar Tere tersenyum kikuk.pandangan Valerie teralihkan saat melihat suster memindahkan seorang pasien yang tidak lain adalah putra nya.
"suster tolong tunggu sebentar."pinta Valerie, ia mengusap kepala putra nya dengan lembut.
"maafkan mommy sayang, cepat lah sembuh jagoan kecil mommy."gumam Valerie dengan pelan sambil mengecup kepala putra nya.
Tere lebih terkejut lagi saat melihat wajah Nile tapi versi kecil, Tere menggelengkan kepalanya dengan cepat dan kembali melihat wajah anak kecil tersebut. Tere kemudian tersenyum lebar saat penglihatan nya tidak salah.
"kamu harus berterima kasih kepada ku Nile, aku menemukan orang yang kamu cari selama ini."gumam Tere dengan kegirangan, bahkan ia sampai melompat-lompat dan tentu saja membuat mereka semua khawatir termasuk Steve, dengan langkah cepat ia berjalan menuju Tere dan memeluknya agar sang istri berhenti melompat.
"jangan seperti ini sayang?, apa kamu lupa jika kamu tidak sendirian lagi sekarang?:"seru Steve, Tere tersenyum kikuk mendengar nya. kemudian ia menatap wajah Steve yang tengah mengkhawatirkan nya saat ini.
"Steve, aku butuh bantuan mu!" seru Tere dengan pelan agar tidak ada yang bisa mendengarkan perkataan nya.
"ada apa?"tanya Steve dengan penasaran.
"tolong bantu aku untuk mengawasi perempuan itu."jawab Tere dengan suara yang amat pelan,
"apa imbalan nya jika aku menahan nya?"
"eumm, apa saja"jawab Tere asal dan membuat Steve mengangguk kan kepalanya.
__ADS_1
"Valerie, dia putra kamu?"tanya Tere yang mendekat ke arah sahabatnya, ia ingin memastikan dari jarak yang dekat.