Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 85


__ADS_3

"iya,dia putra ku."


"kamu sudah menikah, kenapa tidak memberitahu ku saat kita mengobrol?" tanya Tere seraya bertanya, pertanyaan dari Tere membuatnya terdiam. diam nya Valerie sudah menjawab semua pertanyaan nya.


"nona, kami akan memindahkan nya di ruangan yang anda inginkan."seru suster tersebut dengan tiba-tiba, Valerie hanya mengangguk.


"Tere, nanti kita ngobrol kembali. aku harus menemani putra ku,"ujar Valerie untuk mengalihkan pembicaraan mereka dengan cara seperti ini.


"eumm iya."Tere melihat kepergian teman nya dengan tatapan yang berbeda, entah mengapa seperti nya ada yang di sembunyikan oleh sahabat nya itu.


Tere menunggu cukup lama, tidak hanya satu jam tapi sampai tiga jam dan bahkan ia melupakan janjinya kepada sang kakak untuk segera pulang.


"Nile bangunlah, aku sudah menemukan orang yang kamu cari selama ini. aku juga tidak bisa menghubungi keluarga mu dan memberi tahu nya tentang keadaan mu saat ini?." seru Tere yang sudah di dalam ruangan.


tidak hanya di kejutkan oleh sahabat nya yang tiba-tiba muncul di hadapannya, dan sekarang di kejutkan dengan kedatangan keluarga Nile. tatapan mereka bertemu dan sepertinya kedua orang tua Nile tidak menyukai Tere, bagaimana tidak? Tere selama ini yang menyembunyikan keberadaan Nile selama ini dan itu syarat Nile kepada Tere waktu bekerja dan bahkan nama nya di ganti oleh Tere.


Nile pernah berkata ia sedang mencari keberadaan seseorang,dan ingin mempertangg jawab kan kesalahan dulu.walau sebenarnya ia tidak mengerti tentang apa yang sedang di katakan oleh Nile dulu tetapi dia tetap membantu Nile mencari orang itu.


karena terlalu banyak menghabiskan waktunya bersama dengan Tere membuat Nile lama kelamaan Nile menaruh hati kepada Tere,


Tere sudah biasa di pandang sebelah mata oleh orang lain seperti yang di lakukan oleh kedua orang tua Nile saat ini.


"kenapa kalian ada disini?" tanya lucas kepada Charlotte dan Steve.


"hai kak lucas, aku menemani Kakak ipar."jawab Charlotte dengan menunjuk ke arah Tere, sedangkan Lucas yang melihatnya terdiam sejenak saat melihat ada seseorang yang tengah berdiri di samping sang kakak.


"lalu kenapa kak lucas bisa ada disini?." tanya charlotte dengan suara pelan.

__ADS_1


"menemui kakak ku."jawab Lucas dengan santai dan menunjuk ke arah Nile dan tentu saja mereka terkejut kecuali Tere yang memang sudah tahu.


Tere yang melihat tatapan tidak suka dari kedua orang tua Nile, memilih untuk keluar dari ruangan tersebut,


"aku pergi dulu Nile, nanti aku ke sini lagi."ujar Tere, dan segera berpamitan kepada yang lainnya, Steve yang melihat perubahan mood istri nya menjadi bingung kembali.


saat Tere ingin pergi, tiba-tiba ia di kejutkan dengan Nile yang tiba-tiba menggenggam tangan nya.


"nona, apa yang anda katakan tadi benar?


apakah anda sudah mengetahui tentang nya."tanya Nile, bahkan ia tidak memperdulikan keberadaan keluarga nya.


"iya, tapi kamu tidak perlu khawatir Nile! dia sudah di pengawasan Steve. jadi kamu tenang saja, kamu istirahat lah supaya cepat sembuh. aku keluar dulu ya!"jawab Tere dengan tersenyum kecil, Nile tahu jika saat ini Tere sedang tidak nyaman tapi dia tidak tahu apa penyebabnya.


"siapa yang sudah membuat mu tidak nyaman Teresa? apakah aku?" tanya Nile dengan lirih ia masih tetap memegang pergelangan tangan Tere, Lucas yang seperti pernah mendengar perkataan dari sang kakak, bertanya-tanya kenapa dirinya sendiri.


sedangkan anggota keluarga yang lainnya terkejut mendengar nama tersebut.


"iya, senang bisa bertemu dengan anda Presdir Lucas."jawab Tere dengan ramah dan mengulurkan tangannya ke Lucas, Lucas menerima uluran tangan dari Tere dan mendapatkan tatapan tajam dari Nile.


"Tere, kamu belum menjawab pertanyaan dari ku!" ketus Nile, ia tidak suka melihat Tere menjabat tangan sang adik.


Lucas tersenyum kikuk saat melihat sang kakak yang menunjukkan suka nya secara terang-terangan bahkan di hadapan suami dari Teresa.


"tidak Nile, kenapa kamu baru bangun sudah mengajak ku ribut? lebih baik kamu istirahat dengan benar karena jika kamu sudah sembuh aku ingin memberikan mu pelajaran." ujar Tere tak kalah ketus, ia juga membuang muka ke sisi lain.


"kenapa kamu ingin memberikan mu pelajaran?" tanya Nile yang tidak tahu kesalahan apa yang sudah ia buat.

__ADS_1


"orang yang selama ini kamu cari adalah sahabat ku dari kecil dan menurut mu apa yang akan aku lakukan terhadap mu, karena kamu sudah melakukan yang tidak-tidak kepada nya."bisik Tere agar tidak ada yang mendengarkan perkataan nya barusan, Nile yang mendengar nya sampai terkejut dan menjauhkan wajah nya dari Tere.


"aku urusan Nile, aku pulang dulu."


"eumm hati-hati di jalan nona dan terima kasih sudah menemani saya."


"sama-sama Nile," ujar Tere dengan tersenyum lembut ia kemudian mengambil ponselnya di atas nakas dan melihat sang papa sudah menelepon nya beberapa kali dan bahkan sang kakak juga.


"hah, sepertinya aku akan terkena hukuman dari kakak. bisa-bisa nya aku lupa dengan janji ku tadi."gumam Tere pelan tapi masih bisa di dengar oleh semua orang, saat hendak menelepon papa Reyhard, mereka di kejutkan dengan kedatangan orang-orang yang berpakaian hitam dan kaca mata hitam.


Tere memiliki firasat buruk tentang ini semua.


"nona, tuan Vincent ingin berbicara dengan Anda."ujar salah satu orang tersebut yang ternyata utusan sang kakak.


"silahkan nona!"seru yang lainnya dan menyerahkan ponsel miliknya , Tere mengambil nya dan siap-siap mendapatkan amukan dari sang kakak.


"Teresa gristovert pulang sekarang juga atau kakak akan memotong kedua kaki kamu hah."teriakkan Vincent membuat semua orang terkejut, Tere segara menjauhkan ponselnya dari telinga nya.


"ini aku juga akan pulang kak, hehe Tere lupa dengan janji Tere." ujar Tere, ia menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba gatal akibat mendengar teriakkan sang kakak.


"lebih baik kamu segera pulang, mereka akan sampai sebentar lagi!"seru Vincent di sebrang telepon dan tentu saja ia masih kesal terhadap adiknya ini.


"iya kak, Tere matikan ya."ujar Tere dan segera mematikan panggilan telepon sebelum di telan hidup-hidup sang kakak.


"ayo kembali Greyson, di rumah sudah ada singa yang mengamuk." ujar Tere sedangkan para bodyguard yang mendengarkan perkataan tere menahan tawa mereka semua,


"Nile aku pergi dulu, sebelum si singa itu menerkam ku hidup-hidup di sini."timpal nya dan melambaikan tangan nya kepada Nile, Nile hanya tersenyum lebar mendengar perkataan dari Teresa.

__ADS_1


__ADS_2