
"hai sayang" sapa Tama dengan mengecup kepala Charlotte yang tengah terduduk lesu, Charlotte yang mendengar suara suaminya segera mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Tama dengan sendu.
Tama mengernyitkan keningnya saat melihat tatapan mata istrinya, sepertinya istri nya masih kepikiran tentang Tere. leo menghampiri Tama yang tidak jauh dari tempat duduknya,
"kak!."panggil Leo dari arah belakang dan menepuk pelan pundak kakak nya, kebetulan ia bertemu dengan kakak nya di restoran yang sama hari ini.
karena sesuatu yang memang ingin ia bahas dengan Tama, dari kemarin -kemarin dia dan kakaknya sangat sibuk hingga tidak punya waktu untuk mengobrol. Tama menatap sang adik sekilas dan mengangguk kan kepala nya,
"ada yang ingin aku bicarakan dengan kakak!." ujar Leo, sudah cukup untuk nya beberapa hari ini, ia selalu melihat sepupunya yang sedang di jalanan.
"soal apa." jawab Tama seraya duduk di samping istrinya, Leo pun menarik kursi di dekat nya untuk bergabung dengan lainnya.
"Tere…"seru Leo yang mana membuat mereka semua terpaku di tempatnya, bahkan clowi dan Naura sampai keringat dingin.tama menatap ke arah Leo, ia awal nya tidak tertarik tapi setelah menyebutkan nama Tere, ia menjadi tertarik dengan obrolan nya.
"ada apa dengan Tere?." tanya Tama dengan menaikkan satu alisnya, ia curiga jika adik nya juga bertemu dengan Tere di jalan.
"aku bertemu dengan Tere tiga hari yang lalu, bahkan berturut-turut"jawab Leo dengan mengecilkan suara nya, jika sepupunya masih hidup tentu berita ini adalah hal baik nya
"tadi aku juga melihat Tere di taman kita bermain waktu kecil."jawabannya Tama membuat nya shock, Tama yang melihat reaksi wajah istri tersenyum kecil.sepertinya Charlotte juga bertemu dengan Tere, setelah melihat reaksi dari sang istri.
"ada apa sayang?." tanya Tama dengan menyenderkan kepala Charlotte di bahu nya, Charlotte menatap sebentar Tama dan menghela nafas berat nya.
"aku juga bertemu dengan kak Tere disini tadi," ujar Charlotte dengan melihat ke arah tempat Tere berdiri tadi. "jika kak Tere masih hidup kenapa tidak menemui kita?." imbuh nya lirih
__ADS_1
"apa mungkin Tere mencari keberadaan uncle kak?." tanya Tere menatap ke arah Tama,
"mungkin,"jawab Tama, jika benar Tere masih hidup mereka tentu saja bahagia, tapi yang menjadi pertanyaan Tama kenapa sepupunya tidak menemui mereka secara langsung, dan malah menemui mereka dengan cara seperti ini akan membuat mereka takut.
saat mereka mengobrol, mereka dikejutkan dengan kehadiran Steve di sana, mereka saling pandang dan kembali menatap Steve dari kejauhan.mereka memastikan apa yang sedang Steve beli di restoran tempat mereka saat ini.
Steve tersenyum lebar melihat pesanan nya sudah selesai, ia menatap sebentar dan saat ingin keluar dari dalam restoran. ia di kejut kan dengan kedatangan adiknya bersama Tama dan Leo.
"kakak sedang apa disini?." tanya Charlotte dengan memeluk tubuh Steve dengan erat, Steve membalas pelukan sang adik dengan ekspresi wajah datarnya.
"membeli kue."jawab Steve dengan menunjukkan paper bag yang ia tenteng, Charlotte mengernyitkan dahi saat melihat nya.
"untuk siapa? setahu Charlotte kakak tidak terlalu suka makan manis kan." tanya Charlotte lagi,
"Tidak ada." jawab Charlotte tersenyum kikuk, Steve beralih menatap wajah Tama dan Leo bergantian.
"kakak pergi dulu!"ujar Steve, namun langkah nya terhenti saat sang adik menahan tangannya.
"kakak mau kemana?." tanya Charlotte, ia khawatir dengan keadaan kakak nya yang seperti ini,
"kakak ada janji dengan teman." bohong Steve, ia padahal ingin kembali ke rumah papa derent dan menginap di sana untuk beberapa hari, mungkin dengan cara ia berada di dekat keluarga istrinya, rasa rindunya akan sedikit berkurang terhadap istrinya.
"oh, nanti malam kakak pulang kan!" ujar Charlotte dengan menatap dalam ke arah mata Steve, dan mencari kebohongan di mata sang kakak.
__ADS_1
"hmm mungkin."jawab Steve, seraya meninggalkan adik nya yang masih terdiam mendengar perkataan dari sang kakak.
Tama memandang kepergian Steve dengan rasa kasihan, dulu teman nya tidak sedingin ini terhadap adiknya. tapi setelah kepergian Tere, Steve berubah drastis.
setelah kepergian Steve,Tama yang lainnya kembali ke tempat duduk mereka. mereka makan siang bersama dengan tenang, namun tidak untuk clowi dan Naura.mereka merasakan tertekan dan mereka menjadi takut untuk keluar malam, nata sendiri cuek saja dengan ekspresi wajah kedua temannya.
setelah selesai makan, Tama dan Charlotte kembali pulang. mereka kembali ke mansion keluarga young, di dalam perjalanan menuju pulang tidak ada pembicaraan di antara mereka.
saat mereka sampai di sana sudah ada orang tua Tama dan bahkan adik nya Leo sudah berada di sana juga, seperti nya ada hal penting yang sedang mereka bicarakan saat ini. Tama dan Charlotte menghampiri mereka dan menyapa nya.
"kenapa Dady sama mommy datang kemari tidak memberitahu Tama sebelumnya?
dan kamu Leo kenapa tidak mengatakannya tadi jika ingin ke sini?" tanya Tama kepada Dady Reyhard dan adiknya Leo, bahkan ia menatap tajam ke arah Leo. sedangkan sang empunya hanya cuek bebek dan tidak menanggapi nya.
Leo sendiri juga kesal karena sang Dady memintanya datang ke rumah Steve tanpa mengatakan apapun kepada nya, untung saja ia sedang tidak meeting dengan klien dari perusahaan lain nya. jika tidak maka ia akan mengalami kerugian yang sangat besar hari ini.
"apa ada yang penting dad?."tanya Charlotte dengan menatap lekat wajah sang Dady.
"Steve sudah menemukan keberadaan derent saat ini, dan ia juga akan menginap di rumah derent untuk beberapa hari ini." ujar Dady Mike dengan tenang, tentu saja perkataan dari nya membuat mereka semua terkejut, terutama Charlotte, Tama, Leo, dan Clarissa yang sempat bertemu dengan Steve tadi. mereka saling pandang satu sama lainnya, bahkan saja isi pemikiran mereka sama. yaitu Steve membohongi mereka semua artinya.
tetapi di sisi lain mereka senang akhirnya uncle mereka bisa di temukan dan sekarang tinggal keberadaan Tere yang masih belum bisa mereka temukan, Charlotte menghela nafas panjang saat mengetahui jika sang kakak membohongi diri nya tadi, ia bahkan merapalkan cemoohan untuk sang kakak yang sudah berani membohongi nya,
apa susah nya untuk berbicara jujur kepada nya, ia juga tidak mungkin melarang sang kakak yang ingin pergi menemui mertua nya dan tidak akan mengkhawatirkan keadaan kakak nya saat ini.walaupun dengan perasaan kesal, marah dan yang lainnya ia tetap tidak bisa marah kepada sang kakak, apalagi mengatur kehidupan kakak nya.
__ADS_1