Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 60


__ADS_3

"dad."panggil Charlotte dengan menghampiri orang tuanya, ia segera turun setelah selesai mandi.


"ada apa sayang?." tanya Dady Mike menatap lekat wajah putri nya dengan tersenyum lebar.


"apa Dady benar-benar tidak tahu dimana tempat tinggal orang tua nya kak Tere saat ini?" jawab Charlotte duduk di samping Dady nya, sepertinya ia ingin menjahili kakak nya yang sudah membohongi nya tadi siang.


"Dady tidak tahu sayang, karena kakak kamu tidak memberitahukan kepada Dady."jawab Dady Mike jujur, ia mengusap kepala putrinya yang tengah mode manja pada nya.


me


"yah sayang sekali"seru Charlotte, ia memanyunkan bibirnya saat mendengar jawaban dari Dady nya, niat hati ingin mengerjai kakak nya tapi malah gagal.


"memangnya kenapa hmm?"tanya Dady Mike saat melihat reaksi putrinya yang seperti nya sedikit kecewa dengan jawaban dari nya.


"tentu saja Charlotte ingin menyusul kakak." jawab Charlotte dengan berbohong, tujuan ia bukan menyusul kakak nya tapi mengerjai kakak nya.


"biarkan kakak kamu di sana untuk sementara sayang, siapa tahu setelah dari sana kakak kamu menjadi seperti dulu kan." ujar Dady Mike, putra nya yang sekarang sangatlah dingin terhadap keluarga nya sendiri, bahkan ia tidak segan memukul wajah sepupunya saat sepupunya membicarakan tentang Tere.


"iya dad," jawab Charlotte yang masih memeluk tubuh Dady nya, sedangkan Tama menggeleng kan kepala saat melihat istri nya lebih suka manja dengan Dady sendiri nya dari pada dirinya.


saat mereka sedang asyik mengobrol, ponsel Charlotte bergetar karena ia sengaja tidak memberikan nada dering di ponselnya. Charlotte menatap sebentar layar handphone nya dan ia mengernyitkan keningnya saat melihat nomer asing di ponsel nya, ia membiarkan saja sehingga panggilan itu berakhir dengan sendirinya.


Dady Mike mengernyitkan keningnya saat melihat putri nya tidak menjawab panggilan telepon dari seseorang itu,

__ADS_1


"kenapa tidak di angkat sayang?." tanya Dady Mike, saat melihat ponsel putri nya bergetar lagi karena sedang ada panggilan masuk dan di biarkan begitu saja dengan putri nya.


"nomer asing dad, Charlotte tidak mengenalnya!" jawab Charlotte dengan cuek, ia malas sekali menanggapi nomer yang tidak di kenal nya.


"angkat saja sayang, siapa tahu penting." jawab Dady Mike, ia takut jika panggilan telepon itu sangat penting sehingga menelepon putri nya berkali-kali tanpa jeda sedikit pun.


"tidak ada yang penting dad, lagi pula itu pasti orang iseng yang suka mencari masalah." ujar Charlotte dengan yakin, biasanya teman-teman nya yang dulu suka sekali mengganggu nya dengan menggunakan nomer baru. ia lebih memilih tidak menghiraukan panggilan telepon itu.


"hmm apa kamu yakin sayang, dari tadi ia menelepon kamu lho." jawab Dady Mike dengan menunjuk ke arah ponsel putri nya yang masih bergetar itu. "lebih baik kamu angkat sayang!"imbuhnya, Charlotte yang mendengar nya mendengus kesal. dengan berat hati ia mengangkat telefon nya.


"hallo" ujar seseorang dari seberang telepon nya. Charlotte mengernyitkan keningnya sast mengangkat telefon nya, ia tidak mengenal dengan suara yang menelepon nya.


"dengan siapa" tanya Charlotte tanpa basa-basi,


"siapa?"tanya Charlotte lagi, ia tidak bisa mengenali suara dari orang yang sedang menelepon nya saat ini.


"aku Nessa" jawab orang itu, ingin rasanya ia memukul wajah sepupunya itu. bisa-bisa nya ia melupakan nya,


"hmm ada apa?." jawab Charlotte,ia tersenyum kikuk saat mendengar perkataan dari sepupu jauh nya itu.


"gimana kabarnya semua orang." tanya Nessa, ia ingin kembali namun belum bisa ia lakukan, tidak mungkin bagi nya untuk meninggalkan suami nya sendiri di negara nya.


"kami semua baik-baik saja kak, kapan kembali?." jawab Charlotte seraya bertanya, sudah lama sepupunya pergi dan pindah ke negara lain setelah menikah dulu.

__ADS_1


"belum tahu Charlotte, kakak menunggu suami kakak selesai bekerja dulu. baru bisa kembali ke Jerman,"ujar Nessa ia juga melihat suami nya yang sedang duduk di samping nya.


"oh, salam buat kakak ipar kalau begitu." jawab Charlotte dengan memperhatikan wajah Dady nya yang kini tengah menatapnya dengan tatapan bertanya,


"tentu, nanti kakak sampaikan ke kakak ipar kamu." ujar Nessa dengan sangat senang ia bisa mengobrol kembali dengan adik sepupunya itu, sudah lama mereka tidak mengobrol satu sama lain karena ia harus ikut suami nya pindah keluar negeri Setelah menikah.


"udah dulu ya Charlotte, kapan-kapan aku akan menelepon lagi. titip salam untuk semua orang yang berada di rumah dan maaf karena tidak bisa datang ke pernikahan mu dan juga kepernikahan kakak kamu, sampaikan maaf ku kepada nya."ujar Nessa panjang lebar sebelum mengakhiri panggilan telepon nya,


"tentu kak, Charlotte akan sampai kan nanti." ujar Charlotte yang tidak ambil pusing walau kakak sepupu nya tidak bisa datang, bahkan saudara yang lainnya juga tidak bisa hadir dulu dan itu membuat nya biasa saja.


setelah mematikan telepon nya Charlotte menyampaikan pesan dari Nessa untuk kedua orang tua nya, Dady Mike hanya mengangguk kan kepala nya saat mendengar perkataan dari sang putri. ia tahu jika putri dari adik nya itu, saat tengah tinggal di negara lainnya bersama dengan orang tua mereka.


Dady Mike sendiri tidak mempersalahkan mereka bisa datang ke pesta pernikahan putra, putri nya atau tidak. yang penting buat Dady Mike adalah kebahagiaan kedua anak nya saat ini dan itu sudah cukup membuat nya bahagia.


tapi sayangnya salah satu anak nya dalam keadaan yang tidak baik setelah istrinya menghilang setelah jatuh dari jurang, ia hanya bisa berdoa jika suatu saat nanti kebahagiaan putra nya kembali lagi seperti sedia kala.


di sisi lain setelah ia menelepon sepupunya itu, ia sedikit tenang. lantaran sudah lama mereka tidak bertemu dan saling komunikasi, ia masih setia menemani suami nya yang tengah duduk sambil mengusap kepala seseorang yang tengah berbaring di atas brankar pasien.


ia memperhatikan wajah pucat itu semakin membaik tidak seperti sebelum-sebelumnya saat pertama kali ia di bawa pulang oleh suaminya. pria itu masih memegang erat tangan perempuan yang tengah berada di brankar pasien, ia sangat enggan untuk melepaskan kan nya.


dulu mereka selalu bercanda dan jalan-jalan bersama,sehingga sebuah keputusan membuat mereka menjadi jauh dan pergi dari kehidupan nya, ia tidak tega melihat kondisi perempuan itu sangat lemah bahkan untuk bernafas saja seperti nya sangat susah.


ia menatap ke arah istri nya yang tengah duduk di samping nya dengan menatap nya dengan tatapan mesra nya, walau mereka di jodohkan tapi ia berusaha mencintai suami nya saat ini. walau ia sendiri juga masih belum bisa melupakan mantan kekasih nya dulu dan seperti suami nya saat ini yang masih belum bisa melupakan mantan kekasih nya dulu.

__ADS_1


mereka saling pandang satu sama lain dan tersenyum hangat di wajah mereka, dari dulu tidak pernah ada perdebatan di antara mereka berdua. mereka sama-sama patah hati waktu dan saling menghargai satu sama lain. walau mereka masih belum bisa melupakan mantan mereka, tetapi mereka tetap berusaha untuk saling mencintai satu sama lainnya. walau cinta mereka baru tumbuh satu tahun yang lalu, tapi belum sebesar perasaan mereka terhadap cinta pertama mereka.


__ADS_2