
pagi harinya
Charlotte masih terlelap dalam tidur nya di dalam pelukan nya Tama, Tama memeluk erat tubuh istrinya yang masih tidur di samping nya, mereka masih kelelahan dengan kegiatan panas mereka tadi malam.
Charlotte melenguh saat sinar matahari masuk ke dalam kamar nya melalui celah-celah jendela kamar milik nya, Charlotte membuka matanya perlahan dan menatap wajah Tama yang masih tidur sangat nyenyak itu.
Charlotte tersenyum sendiri saat mengingat kembali masa kecil nya bersama dengan Tama, walau hanya sebentar kebersamaan mereka dulu tapi ia tidak menyangka jika anak laki-laki yang selalu mengganggunya dan selalu mengikutinya kemana pun dia pergi dulu, namun kini anak laki-laki itu menjadi suami nya.
"selamat pagi sayang." sapa Charlotte dengan mencium pipi Tama, sedang kan Tama tersenyum lebar mendengar panggilan dari sang istri.
"pagi sayang! morning kiss." ujar Tama dengan mendekatkan wajahnya ke Charlotte, dan mencium bibir Charlotte dengan lembut.
"tolong lepas pelukannya sayang! aku mau mandi, pagi ini aku ada kelas." ujar Charlotte yang mencoba untuk melepaskan pelukannya, bukan nya terlepas justru Tama mengeratkan pelukannya.
"lima menit lagi sayang." jawab Tama dengan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang istri yang menjadi candu nya, Charlotte hanya bisa pasrah saat Tama memeluk nya semakin erat.
"benar ya lima menit."ujar Charlotte yang akhirnya menyerah dan membiarkan Tama tidur kembali.
"iya sayang." seru Tama dan kembali tidur sambil memeluk tubuh Charlotte dengan erat, sedangkan Charlotte menghela nafas panjang saat melihat Tama yang kembali tidur.
lima menit berlalu dan Charlotte melepaskan pelukannya dengan pelan agar tidak membangunkan Tama, Charlotte menutup tubuhnya dengan selimut yang lainnya dan segera masuk ke dalam kamar mandi.
saat di dalam mandi Charlotte teringat pertemuan terakhir nya bersama dengan kakak ipar nya Tere, Charlotte berendam cukup lama dan menyudahi nya saat mendengar suara ketukan dari luar kamar mandinya.
Charlotte membuka pintu nya setelah ia menggunakan handuk nya untuk membatu tubuh nya, saat membuka pintu yang pertama ia lihat adalah Tama yang sudah berdiri di depan pintu dengan tersenyum menatap nya.
__ADS_1
"aku sudah siap kan air untuk mu." ujar Charlotte dengan lembut, ia menggeser tubuhnya agar Tama bisa masuk kedalam kamar mandi.
"terima kasih sayang, aku mandi dulu." jawab Tama dengan mencium kening Charlotte dan berlalu pergi masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu nya.
Charlotte segera berganti pakaian dan setelah itu ia menyiapkan pakaian untuk Tama ke kantor nanti, walau awalnya ia sedikit kesusahan untuk menyiapkan nya tapi justru sekarang ini ia sudah terbiasa untuk menyiapkan pakaian untuk suaminya.
Tama keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai handuk yang melilit di pinggang nya, Charlotte sudah terbiasa dengan pemandangan di depannya itu, ia segera keluar dari walk in closed untuk merapikan tempat tidur nya.
"sayang tolong pakaikan dasi nya." ujar Tama saat sudah di belakang tubuh Charlotte dan menyodorkan dasi kepada Charlotte.
Charlotte segera memasangkan dasi untuk suaminya walau sedikit usaha karena Charlotte sendiri kesulitan untuk memasang kan nya karena tinggi badan mereka tidak sama.
tama membungkukkan badan saat melihat istri nya kesusahan untuk memasang kan dasi untuk nya.
"sudah"seru Charlotte dan merapikan jas suami nya yang sedikit berantakan, setelah selesai bersiap mereka berdua turun ke bawah untuk bergabung dengan yang lainnya yang sudah berada di ruang makan.
Charlotte menggandeng tangan Tama dan tersenyum lebar, ia sangat bahagia hidup bersama dengan tama.walau terkadang mereka sering berantem dan adu mulut seperti mereka saat masih kecil namun itu tidak membuat mereka bertengkar dengan waktu yang lama.
"pagi Dady, mommy." sapa Charlotte dengan tersenyum dan mencium pipi kedua orang tuanya, dan duduk di kursi sebelah kiri Dady Mike.
"pagi sayang"jawab Dady Mike dan mommy Clara, dan tersenyum ke arah anak dan menantu mereka.
Charlotte mengambilkan makanan untuk Tama dan setelah itu baru dia yang mengambil makanan untuk dirinya sendiri, Dady Mike tersenyum lebar melihat perlakuan Charlotte kepada suaminya.
Dady Mike bahagia setidaknya salah satu anak nya hidup dengan baik dan bahagia dengan pasangan nya, Dady Mike melirik ke arah tempat duduk yang dulu di tempati oleh Tere.
__ADS_1
dulu Tere juga selalu mengambilkan makanan untuk nya.
Charlotte yang melihat wajah sang Dady berubah sedih pun, mengikuti arah pandang sang Dady. sepertinya mulai hari ini mereka harus terbiasa tanpa kehadiran Tere yang dulu selalu mengambilkan makanan untuk mereka, masakan nya dan yang biasanya Tere lakukan saat tinggal bersama mereka.
Tama melihat menu pagi ini dan menatap nya sendu, semua menu yang ada di meja adalah makanan kesukaan Tere sepupunya, sepertinya makan pagi ini adalah untuk mengenang kembali masa Tere saat bersama dengan mereka.
mereka makan dengan tenang dan tanpa ada obrolan di antara mereka, setelah selesai sarapan Charlotte dan Tama berpamitan untuk pergi.
"dad, mom, Charlotte berangkat kuliah dulu ya!." pamit Charlotte dengan mencium pipi kedua orang tuanya, dan di angguki oleh kedua orang tuanya.
"Tama juga pamit berangkat kerja dulu dad,mom."pamit Tama dan di angguki oleh kedua orang tua istrinya, Tama dan Charlotte berjalan keluar rumah dan menuju ke dalam mobil mereka. kali ini Tama mengantarkan sang istri kuliah tanpa adanya supir yang menemani mereka.
Tama menggenggam tangan Chaterine dan sebelah nya ia gunakan untuk menyetir mobilnya, Tama melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi namun tetap berhati-hati,
di dalam perjalanan tidak ada obrolan di antara mereka, Charlotte memandang ke arah Tama yang tengah menyetir mobil yang terlihat sangat fokus.
sesekali Tama melirik sang istri yang tengah sibuk menatap nya, ia hanya tersenyum kecil melihat tingkah istri nya itu.
"aku masuk dulu ya sayang." ujar Charlotte sebelum turun dari mobil, Tama menahan tangan Charlotte dan menarik nya agar lebih dekat dengan nya.
"semangat belajar nya sayang."jawab Tama dengan nada lembut dan mencium kening, pipi, mata dan terakhir bibir istri nya.
"iya, kamu hati-hati di jalan ya sayang."ujar Charlotte dan keluar dari mobil sambil melambaikan tangannya ke arah Tama yang masih di sana, Tama yang melihat Charlotte sudah masuk kedalam gedung, ia segera menjalankan mobilnya dan berputar arah untuk ke perusahaan nya.
namun sebelum ia pergi ke perusahaan nya, Tama mendatangi tempat Teresa dulu. iya sangat merindukan sepupunya itu, setidaknya Setelah dari sana ia akan merasa lebih baik dari sebelumnya.
__ADS_1