Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 99


__ADS_3

Di tengah persengitan polemik politik Wily sudah memerintahkan kepada pria bertopeng itu untuk menutup bisnis ilegalnya baik pasar gelap maupun perdagangan barang terlarang. Kali ini politik yang tengah terjadi di tahun ini diperketat. Mereka menyelidiki para calon menteri maupun dewan perwakilan rakyat.


“Bagaimana dengan akses pasar dan dagangan yang kita miliki”, tanya Wily.


“Kami sudah menutupnya dengan rapat dan menghilangkan jejak berkat tuan bertopeng”, ucap salah satu anak buahnya.


“Kerja bagus”, ucap Willy.


“Kalian sudah siapkan donasi untuk memberikan dana kepada peserta pendukungku?”, tanya Willy.


“Sudah beres tuan”, ucap anak buahnya.


“Selangkah lagi aku akan mendapatkan segalanya”,monolog Willy yang sedang memandang pemandangan di luar.


Seluruh peserta dewan rakyat tengah berlomba-lomba untuk mendapatkan dukungan dari dalam maupun di luar. Willy pun juga tak mau kalah.


Kehebohan itu dinikmati oleh pria bertopeng karena selangkah dia akan bisa menghancurkan aliansi musuh bebuyutannya.


Lucas bersama rekan dan ayahnya membahas mengenai polemik politik yang dilakukan oleh Willy dan pria bertopeng itu.


“Bagaimana pasar gelap milik Willy?”, tanya Lucas.


“Mereka menutup pasar gelap dan menghilangkan jejak secara rapi”, jawab Alam.


“Dia memiliki partner yang benar-benar bisa diandalkan untuknya”,monolog Saddam yang dapat di dengar oleh orang-orang disekitarnya.


“Benar yang anda katakan dan partner itu kemungkinan besar anda mengenalnya”, sela Vio yang tiba-tiba masuk entah lewat mana. Abigail dan semua orang yang berada di markas itu terkejut.


“Vio, kamu datang lewat mana dan dari mana saja selama ini kamu menghilang”, tanya Alam dengan melangkah mendekati wanita yang selama ini di pandang berharga untuknya. Kedekatan Vio dan Alam membuatnya dibutakan rasa cemburu.


Vio menjawab dengan senyuman saja. Namun Alam tidak peduli dengan jawaban dari Vio. Alam hanya bersyukur Vio dapat kembali dengan sehat. Alam memeluk tubuh Vio dengan erat. Abigail tidak tahan sehingga memaksa Alam untuk melepaskan pelukkan itu dengan mendorong tubuhnya dengan kuat.


“Alam, kamu harus tahu batasan”,peringatan Abigail dengan mata tajam.


Vio tidak tahan dengan suasana saat ini sehingga Vio mengalihkan masalah kecemburuan Abigail dengan menyapa orang – orang yang ada di sana.


“Hallo semua”, sapa Vio melangkah mendekati para pria di meja diskusi.


“Syukurlah kalau kamu sehat-sehat”, ucap Lucas.


Vio memberikan senyum.


“Sekarang kembali ke inti permasalahan yang tadi kamu ucapkan”, ucap Saddam.


“Siapa pria yang kamu maksud?”, tanya Lucas.


“Pria itu ada dalam masa lalu keluarga Saddam maupun keluarga Courvien”, jawab Vio.


“Lebih baik to the point deh girl. Membuatku tak bisa berfikir”, kesal Adam.


“Apa aku mengenal sosok itu”, monolog Abraham.


“Anda juga kemungkinan mengenal tuan”, ucap Vio.


“Kita persingkat waktu saja”, ucap Daniel.


“Uhmm..uhmm.., berarti kalian kalah dari musuh yang kalian akan hadapi”, ucap Vio.


“Maksudmu?”, tanya Daniel.


“Iya, maksudku kalian itu tidak secerdik musuh-musuh anda semua. Kalian saja sudah malas untuk menebak musuh yang kalian akan tangani. Bagaimana nanti kalian membuat rencana?”, ucap Vio yang membuat suasana ruangan terasa mencengkam karena ucapan yang dilontarkan Vio.


“Lebih baik kamu jangan main-main girl”, kesal Adam.


Vio menjawab dengan mengedikkan pundak.

__ADS_1


“Lama-lama aku kesal dengan tebak-tebakan ini”, keluh Daniel dengan menghembuskan nafas kasar.


“Apa yang dikatakan Vio itu benar”, ucap Lucas menyetujui ucapan dari Vio.


“Baiklah nak, uncle akan menebak orang tersebut”, ucap Saddam.


“Saya hanya mengetahui musuh masa lalu saya yaitu pertama Ellios, dia tidak akan bisa kembali karena dia meninggal dalam kobaran api di markasnya, kedua Raymond, dia telah meninggal tepat di depan mataku, Lucas dan Daniel, ketiga Courvien, itupun juga gak mungkin, keempat Emrat, sekarang dia sudah tak mampu untuk menjatuhkan bisnis kami”, jelas Saddam.


“Kemungkinan besar musuh yang masih hidup ada di sekililing kami adalah Christoper, Willy, dan pesaing usaha entah dari Lucas ataupun dari milik Daniel, Damien, maupun lainnya yang sudah lama menjalin kerja sama ini”, sambung Abraham.


“Semua yang kalian jelaskan cukup rinci dan cukup masuk akal”, ucap Vio.


“Willy dan Christhoper terlihat jelas di depan mata kita namun dibalik rencana yang cerdik dan fantasi merupakan sosok orang yang sudah dianggap meninggal oleh tuan Saddam maupun tuan Abraham. Mana mungkin orang meninggal bisa menggerakkan bisnis itu begitu lancar apalagi dia dapat memanfaatkan polemik politik milik Willy yang terjadi saat ini. Lalu mana mungkin dia bisa membunuh Raymond dengan racun mematikan yang memiliki kadar zat kimia yang bisa melumpuhkan saraf diotaknya ketika kalian sedang saling menyerang. Sebelum serangan itu di luncurkan sebenarnya Raymond telah meminum arak yang dicampur dengan racun oleh salah satu anak buahnya yang masih setia dengan sosok pria itu”, jelas Vio.


“Orang yang dapat membuat obat-obatan itu di masa lalu hanyalah Ellios”, ucap Saddam.


“Jadi, kemungkinan besar Ellios masih hidup”, ucap Abraham.


“Orang dibalik topeng yang selama ini kita mengira Christoper itu ternyata Ellios”, ucap Chalvien.


“Mana mungkin orang yang meninggal dapat hidup kembali”, ucap Adam dengan rasa tidak percaya.


“Christoper hanya alihan saja, sementara orang yang selama ini dibalik topeng itu Ellios”, ucap Saddam.


“Bingo!”, ucap Vio dengan keras dan membuat orang-orang yang tegang tadi kaget.


“Sweety, kamu gak mengarang kan?”, tanya Abigail yang masih tidak percaya.


“Kenapa situasi ini membuat bulu kudukku berdiri”, ucap Chalvien dengan mengusap tengkuk di lehernya.


“Sejauh mana nak, kamu menyelidiki orang-orang bahaya itu?”, tanya Abraham.


“Sejauh yang aku mampu”, senyum Vio.


“Abigail, kamu harus terus melindungi istrimu. Dia bisa jadi dalam bahaya jika kemungkinan besar Ellios”, ucap Saddam.


“Honey, kamu tidak perlu khawatir. Aku sudah membuat pertahanan untukku maupun keluarga kita. Aku sudah mempertimbangkan konsekuensi itu dan aku sudah siapkan semuanya”, bisik Vio dengan memberikan kecupan di pipinya.


“Aku akan percaya”, bisik Abigail di depan wajah Vio.


“Thank you”, senyum Vio.


“Nah, kalau begitu kita harus mengulang rencana untuk menjatuhkan Willy dan menghancurkan pria bertopeng itu!”, ucap Vio dengan semangat.


“Apakah kamu memiliki bukti mengenai mereka?”, tanya Chalvien.


“Mana mungkin..”, jeda Vio dengan memperhatikan ekspresi para pria di ruangan itu.


“Tenang saja aku memiliki. Tanpa memiliki informasi ngapain aku menyelinap di markas tersembunyi ini yang di lengkapi dengan sensor keamanan”, ucap Vio.


“Walaupun aku dibilang anak kemarin namun aku lebih baik dari pada kalian”, sambung Vio.


“Dimana komputer untuk aku agar aku bisa presentasi menunjukkan data para musuh?”, tanya Vio.


“Abigail sepertinya istrimu terlahir kembali setelah terkena racun itu dan mengalami koma”, bisik Lucas.


“Ck”, Abigail berdecak dengan tersenyum smrik.


“Baiklah, kamu bisa menggunakan laptopku yang sudah aku modifikasi keamanan dan tak akan server itu bisa bocor sampai ke tangan musuh”, ucap Chalvien.


“Bagus, aku akan menampilkan data yang ku dapat untuk kalian lihat”, ucap Vio.


Vio menancapkan USB ke lubang laptop tersebut. Vio membuka file yang ia dapat saat bekerja sama dengan William. Vio menjelaskan detail mengenai orang-orang yang menyangkut entah keluarga para mafia maupun keluarga Vio sendiri.


“Willy Elanor Loco usia 38 tahun. Ia dikenal pembisnis dalam urutan ke 40. Dia memiliki usaha yang bisa memumpuni pengusaha lain. Ia andil dalam dunia politik. Dia telah mengeluarkan dana sebesar 10 million dolar. Dana itu ia dapat dari perdagangan pasar gelap, manusia mulai dari kalangan anak-anak sampai remaja, dan dia memiliki koneksi bersama Emrat. Putra Emrat bernama Hushin ikut andil mendanai politik milik Willy. Dari semua penghasilan yang ia dapat juga dari penggelapan uang.

__ADS_1


Ke dua pria bertopeng bernama Ellios sekarang menginjak usia 48 tahun. Pria tersebut ahli dalam meracik racun ataupun penetralan. Ia pernah mengalami luka bakar sekujur tubuhnya dua puluh tahun yang lalu. Dia dapat tertolong nyawanya berkat anak buahnya yang setia bernama Nico. Alih-alih untuk menyembunyikan wajah terbakarnya, ia memakai topeng. Lalu dia mengajak mantan anak buah dari Raymond setahun lebih untuk membuat siasat baru. Ellios menyembunyikan identitasnya dengan cara bersembunyi di balik punggung Christhoper untuk mengalihkan musuh dan melancarkan siasat miliknya. Ada dua perusahaan yang menunduk dibawah kuasa Ellios. Perusahaan itu bernama Central green dan real eastad ground.


Di balik polemik politik Willy di dukung penguasa berpengaruh dan dua profesor yang ikut andil dalam kepolitikan Willy.


Empat pria sisanya hanya sebatas pribadi dan keuntungan untuk mencapai keberhasilan dalam membangun destinasi kepolitikan miliknya.


Sekarang mereka tengan menyembunyikan barang bukti pasar gelap dan perdagangan ilegal di dalam suatu markas di tengah hutan area bawah tanah di balik lemari. Sisanya mereka simpan dalam brangkas di salah satu bank swasta”, jelas Vio.


“Kita buat rencana lebih cerdik, licik, dan memanfaatkan dunia calon kandidat yang ikut politik”, ucap Vio dengan menggelar peta rencananya diatas meja. Lalu mereka terkejut dengan peta rencana Vio yang hampir sempurna.


“Nak, kamu lebih cerdas dalam membuat rencana daripada anggota mafia”, puji Saddam.


“Kamu lebih cerdik daripada anggota-anggota kami yang hanya mampu mengomel saja”,puji Abraham dengan melirik beberapa lelaki yang sejak tadi hanya dapat kesal saja.


“Iya dong”,ucap Vio dengan memainkan dua alisnya. Abigail menggeleng kepala dan mengusap kepala istrinya.


“Cara kerja dengan mengesampingkan emosi itu lebih baik daripada orang-orang yang cara kerjanya lebih mengunggulkan emosi sehingga cara kerjanya tidak pernah berhasil”, sindir Abraham melirik ke arah Lucas, Adam, Daniel, dan Saddam.


“Sudahlah, kita mulai membahas siasat kita saja”, kesal Adam.


“Itulah pria yang seringkali menggunakan emosi daripada otaknya”, ucap Chalvien dan mendapatkan pelototan dari Adam.


Vio yang merasakan suasana gak enak mengalihkan dengan membahas peta rencana.


“Guys, kita harus bisa menggaet orang dari kalangan politik. Kandidat yang pernah di khianati oleh Willy bernama Morris, Alfa, dan Arland”, ucap Vio.


“Aku pernah mendengar kasus Morris dengan Willy. Dia menaruh dendam kepada Willy. Aku melihat wajah amarahnya di sebuah pertemuan pembisnis. Kemungkinan besar ia mendapatkan kerugian yang terlalu besar”, ucap Abraham.


“Benar apa yang dikatakan oleh tuan. Tuan Morris mengalami kerugian 70% dari harga saham. Dia menjual murah kepada Willy lalu teralihkan ke tangan Ellios. Apabila Ellios mendapatkan semua yang diinginkan akan membahayakan bagi beberapa perusahaan mulai rangking 25”,jelas Vio.


“Ternyata kamu tahu banyak tentang masalah komersial orang-orang yang tak ada sangkut pautnya denganmu girl”, ucap Adam.


“Siapa bilang tidak ada sangkut paut denganku. Lihatlah foto yang berwajah lokal. Ia terlihat orang dari negara lain namun dia memiliki bisnis di dunia pasar gelap bersama Willy dan Ellios. Orang itu pernah menculik putrinya untuk dijual namun pada akhirnya seorang nenek yang menjadi korban keganasan dari mantu laki-laki tersebut. Istrinya pun ia korbankan demi keserakahan dirinya”, ucap Vio.


“Siapa dia?”tanya Damien.


“Dia bernama Danu sebenarnya ayah kandungku”, ucap Vio dengan wajah datar.


“What?!”, terkejut semuanya.


“Ya, itu kenyataan hidup. Dia pernah menewaskan beberapa wanita yang bermasalah dengan perekonomian. Raina juga pernah menjadi korban dari dia. Aku baru tahu setelah meretas semua data miliknya. Saat aku sudah sadar di malam hari saat Abigail kelelahan aku mendapatkan pesan dari seorang anonim yang dititipkan oleh suster di rumah sakit itu. Setelah membaca aku menjalankan rencana dengan menghilang sementara dari hadapan Abigail dan keluarganya untuk bisa menyelesaikan rencana yang kubuat”, jelas Vio.


“Manusia itu terlalu kejam”,umpat Chalvien.


“Makanya aku benar-benar mau ikut berjalan diatas seutas tali bersama kalian. Aku mau menebus semua kesedihan mereka yang pernah di hancurkan oleh pria itu”, ucap Vio.


“Tentu sweety, aku akan mendukungmu kali ini”, ucap Abigail.


“Kami akan mendukungmu nak apa yang kamu putuskan”, ucap Saddam.


“Baiklah, kita bisa melanjutkan besok untuk membagi peran”, ucap Abraham.


“Baiklah”, ucap Vio.


“Sebelum kita keluar, kita harus mencari barang tersembunyi di mobil-mobil kalian. Lalu kita membersihkan tempat ini”, lirih Vio.


“Tapi.. tempat ini bukankah sudah bersih apalagi untuk kita bersihkan?”, tanya Adam.


“Tuan Lucas, apakah kamu percaya arti perkataanku kan. Walaupun markas ini kadang tidak pernah ditemukan atau dipakai namun tetap saja debu yang menempel harus dibersihkan bukan”, ucap Vio.


Lucas mengerutkan dahinya mengenai ucapan Vio begitupun Abigail yang berada di samping Vio.


Apakah ada sesuatu yang berbahaya? Tapi debu dalam ruangan ini apa? Jangan-jangan alat pelacak atau penyadap”,batin Abigail dengan melotot bersamaa Lucas yang menyadari perkataan Vio.


“Kita harus membersihkan debu agar kotoran tidak menempel kemana-mana”,ajak Lucas langsung bergegas mencari alat tersebut begitu juga dilakukan Abigail, Saddam, Chalvien, dan Abraham. Sisa lainnya masih belum konek pikirannya. Lalu akhirnya mereka ikut andil mencari barang tersebut setelah melihat alat kecil itu area bawah meja.

__ADS_1


Usai membersihkan kekacauan di markas sampai hampir tengah malam, Lucas masuk ke kamar dengan mengendap-endap agar tidak membangunkan istrinya yang terlelap. Lucas melepaskan kemeja setelah mencuci wajah dan ikut bergabung dengan istrinya sambil memberikan pelukan hangat untuk istrinya.


“Good night sweety”, ucap Lucas dengan mengecup kening Alika di hadapannya.


__ADS_2