
Di sekolah saat ini Aminah sedang heboh menggoda banyak cogan dengan penuh bahagia, Raina dan Alika yang berada di sampingnya merasa malu karena sifat gesreknya mulai muncul kembali.
“Hallo abang Azril”,sapa Aminah pada ketua OSIS
“Hallo juga Min”, sapa Azril kembali.
“Abang Azril mau aku ajak ke kantin tidak”, ajak Aminah dengan merangkul lengannya sambil menggoda dengan mengedipkan dua mata.
“Maaf Min hari ini ada banyak kegiatan sebelum ujian di mulai. Jadi kamu makan sendiri aja dahulu”, ucap Azril sambil melepaskan tangan Aminah di lengannya dan pergi berlalu.
“Yah, abang Azril malah tidak mau. Aminah mentraktir karena sedang bahagia sekarang jadi sedih”, gumam Aminah. Saat Aminah ditinggal Azril tiba-tiba Anisa muncul dengan dua kruculnya dengan menabrak pundak Aminah.
“Min, kamu beneran kayak j*l*ng yang gak laku”, ejek Anisa dengan tertawa bahak-bahak.
“Iya, benar, kamu Nis. Min aku bilangin ya, minimal nih kamu berjuang lebih lagi kayak tuyul, dia itu kalau berjuang tidak kayak kamu suka nongol, banyak omong, tapi hasilnya tidak ada”, ejek Winda sambil terkekeh. Lalu Aminah membalas omongan musuhnya.
“Kalian itu jangan banyak gaya dan sombong suka ngejek orang, nantinya juga di panggil Tuhan”, ucap Aminah dengan berpamitan tiga mak lampir, “bye!”, dengan berjalan menuju kanthin menyusul Raina dan Alika.
“Hair girls”, panggil Aminah dengan menepuk pundak ke duanya dari belakang membuat mereka terkejut.
“uhuk.. uhuk.., sial kamu Min”, ucap Raina yang tersedak.
“Sorry deh”, ucap Aminah.
“Min, kamu sudah selesai godain cogan?”, tanya Alika sambil menyeruput kuah bakso.
“Sudah, aku simpan dahulu energi buat godain cogan entar buat nanti ataupun besok”, ucap Aminah sambil mengambil saos dan sambal untuk mie ayam.
“Tadi berhasil dengan bang Azril tampan itu?”, tanya Raina.
“Tidak..,,” sambil menggeleng kepala dan makan mie ayamnya, “ tapi suatu saat dia pasti akan terpesona denganku”, ucap Aminah.
“Iuuuhhh”, ejek dua sahabat Aminah.
Saat mereka sedang mengobrol berbagai macam tiba-tiba suara bel masuk berbunyi. Mereka bergegas masuk ke kelas, setelah itu tiba-tiba ada pengumuman bahwa mereka di pulangkan lebih awal. Semua siswa bersorak gembira. Apalagi dengan Aminah yang lebih bahagia.
Mereka keluar beriringan tiba-tiba berpapasan dengan Anisa dan dua krucul sedang membujuk Axel di sampingnya Gilang.
“Axel, ayolah aku akan traktir kamu deh”, ajak Anisa
“Iya, Xel, kasihan dia malah sudah berusaha”, ucap Lisa sambil melirik Gilang.
“Sorry, aku tidak bisa hari ini aku sudah ada janji”, ucap Axel sambil melepaskan tangan Anisa. Namun ketika berpapasan dengan Alika, Aminah, dan Rain, mereka mulai tidak suka dan memberikan sinyal permusuhan.
“hohoho, siapa ya, yang tidak laku. Katanya belajar dari tuyul yang kerjanya gak banyak omong, bertingkah, gak suka nongol tetapi ini apa coba..,” sindir Aminah dengan mengitari Anisa di samping Axel sambil memegang pundak lalu membisikkan, “ cinta itu ibarat mobil dan motor, meski cinta itu buta tapi cinta tidak salah milih”, bisik Aminah sambil menarik tangan Axel dan Gilang pergi keluar dengan diikuti dua sahabatnya sedangkan Anisa marah dengan menghentakkan kakinya.
Aminah tertawa dengan puas setelah meninggalkan Anisa yang wajahnya merah karena marah. Gilang lalu mengucapkan pada Aminah, “thanks ya Min”, dengan diangguki oleh Aminah.
“Yuk kita pergi jalan-jalan dan aku haus”, ucap Aminah berjalan ke depan. Tetapi mereka tidak mengikutinya. Aminah yang merasakan tidak diikuti mulai menoleh dan kembali mengajak dua sahabatnya.
“Kalian itu kenapa sih? Berdiri saja di sini. Ayo”, ajak Aminah dengan menarik tangan dua sahabatnya dan diikuti dua lelaki.
“Aku itu bilang haus, tapi kalian tidak peka”, sungut Aminah.
__ADS_1
“Jika kamu haus harusnya minum disekitar sini kan ada”, ucap Gilang.
“Iya, benar kata Gilang”, ucap Axel membuka pintu mobil.
“Maksud Mina bukan haus karena kehausan namun haus menggoda cogan”, ucap Alika
“Itu kalian peka”, ucap Aminah dengan duduk diantara Gilang dan Raina. Mereka lalu terkekeh.
Sementara Daniel sedang mengadakan konferensi pres untuk perusahaannya yang selama ini iya bangun. Saat ini Daniel sedang berpidato di depan banyak wartawan di London mengenai resort yang ia telah kembangkan ke penjuru beberapa negara dengan bantuan Lucas dari bawah.
“Terima kasih untuk para hadirin yang telah hadir dan menyaksikan saya di atas pondium. Di sini saya akan menyampaikan beberapa petuah sebagai rasa terima kasih kepada orang yang telah membantu saya hingga dapat meningkat pesat dalam membangun perekonomian perusahaan ataupun lainnya yang selama ini saya hormati beliau bernama Mr.Lucas dan Mr. Damien. Mereka adalah orang-orang yang memberikan saya dukungan baik secara material, psikis, dan lainnya. Saya tidak akan bisa sampai ke atas sini jika bukan karena dukungan, doa, dan motivasi yang diberikan oleh dua sahabat saya. Maka saya memanggil mereka untuk naik podium, Mr. Lucas dan Mr. Damien tolong beri mereka tepuk tangan..,,” petuah Daniel
Lalu Lucas memberikan pidato setelah dipersilakan oleh Daniel, “Saya terima kasih kepada Daniel telah mewujudkan janjinya kepada saya. Hari ini saya sangat bangga padanya yang tidak pantang menyerah meski harus mengalami terseyok dan hari ini saya ucapkan selamat kepada rekan sekaligus sahabat saya yang telah mencapai keberhasilan hingga menjulang keatas”.
Kemudian pidato selamat di berikan oleh Damien atas keberhasilan Daniel dan mereka melakukan sesi foto bersama untuk mengabdikan foto mereka dengan tema tiga sahabat yang berhasil membangun usaha hingga mencapai titik paling puncak. Seluruh wartawan memiliki firasat baik jika mereka ditaruh pada halaman depan, mereka akan menjadi berita paling hot di negara Eropa dan ledakan akan membuncah bagi perusahaan percetakan.
Selah selesai mereka merayakan keberhasilan di mansion milik Daniel yang telah jadi di London dengan berbagai cerita mengenai wanitanya hingga bisnis lalu tertawa.
Malam gulita saat ini Alika sedang merindukan Lucas. Ia tidak bisa tidur hanya berbolak balik sisi kanan-kiri. Ketika Alika sedang gundah gulana tiba-tiba ada suara pintu “ckrek”, knop pintu bergerak menandakan ada orang yang masuk. Alika melihat dengan samar-samar karena lampunya ia matikan agar bisa tertidur dan Alika berharap yang masuk Lucas namun sayang ternyata yang masuk aunty Liana.
“Aunty”, panggil Alika sambil menyalakan lampu di atas meja nakas samping tempat tidur.
“Sayang, ternyata kamu belum tidur. Ini sudah lewat tengah malam lho”, ucap Liana dengan menatap jam dinding di kamar Alika.
“Iya aunty, Alika tidak bisa tidur. Aku paksakan tetap tidak bisa tidur”, ucap Alika
“Coba saja Lucas berada di sini. Malam ini aku bisa tidur. Hmm sebal kenapa ia tidak pulang sih”, batin Alika meski masih memusuhinya ia tetap merindukan sosok lelaki tersebut.
“Yaudah, aunty akan menemani kamu”, tawar Liana sambil mengusap kepalanya lalu Alika menganggukkan kepala dan Liana berbaring di samping Alika.
“Good night, sayang”, ucap Liana sambil mengecup keningnya.
Paginya Aminah tebar pesona dengan menggoda cogan yang datang lebih awal.
“Hallo, pagi, abang Azril”, sapa Aminah di belakang punggung Azril dan ia tersentak.
“Pa..,pagi Min,tumben datang awal”, ucap Azril dengan tersentak.
“Abang kalau liat Aminah suka kagetan, kayak ketemu hantu saja”, rajut Aminah.
“Habisnya kamu kayak jelangkung sih Min, datang tak dijemput dan pulang tak diantar”, sahut Novel samping Azril.
“Enak saja aku jelangkung, aku itu ibarat kuntilanak yang suka getayangin abang Azril agar tidak bisa melupakan aku di saat tidur”, ucap Aminah.
“Serem dong Min”, kekeh Noval dan kekehan diikuti lainnya.
“Iya serem, lama-lama aku yang akan gentayangin kamu”, kesal Aminah sambil menjulurkan lidah layaknya anak kecil, “blee” dengan berlalu meninggalkan mereka.
“Min jangan marah gitu dong, lama-lama kamu tidak jadi cantik”, teriak Noval. Tetapi Aminah terus berjalan dan menabrak guru baru, bruk.., auch”, adu Aminah, “ Maaf”, ucap guru laki-laki itu saat Aminah akan melontarkan kalimat dengan menatap orang yang telah menabrak dirinya namun ia urungkan karena pria itu tampan membuat Aminah paginya semakin mood.
“Ouwhh ya, tidak apa-apa. Anda siapa?”, ucap Aminah
“Saya, Fadil guru baru disini”, ucapnya
__ADS_1
“Ouwh Fadil..,” Aminah menelisik dari atas sampai ke bawah tampan juga.
“Apa boleh saya nanya?”,
“Boleh, bapak tampan mau tanya apa?”,
“Ruang kepala sekolah dimana ya mbak?”
“Kok mbak sih, panggil saya sis”
“baik, saya panggil kamu sis”
“Bapak itu suka mancing orang cantik gini bilang sis, perkenalkan nama saya itu Aminah singkatan dari
Amanah, Murah Iman, Adil dan Hati baik”
“Ya,baiklah Aminah, saya mau bertanya dimana ruang bapak kepala sekolah?”, tanya Fadil.
Aminah lalu merangkul lengan milik Fadil dan ia terkejut dengan menggelengkan kepala.
“Nih, anak pasti buat susah nantinya”, batin Fadil
“Ayo pak jalan”, ajak Aminah dan dituruti Fadil. Mereka berjalan beriringan dan di goda oleh Noval, “ciee dapat gebetan cogan lagi Min”, teriaknya. Dan Fadil seperti merasa risih. Namun ia tahan untuk mendapatkan ruang kepala sekolah.
Sesampainya, Fadil melepaskan rangkulan lengannya dari Aminah. Lalu Aminah pura-pura protes.
“ihh pak Fadil kok di lepasin sih rangkulan Aminah saat telah sampai, kayak pepatah habis manis sepah dibuang, itu keterlaluan lho pak bagi bapak sebagai gur..”, ucap Aminah dengan pura-pura kesal dan ekspresi Fadil biasa saja.
“Namun gak apa apalah pak, soalnya bapak itu baru, jadi Aminah tidak akan mempermasalahkan. Selamat datang di SMU sini pak”, ucap kembali Aminah.
“Ya, makasih. Saya sekarang akan masuk. Jadi kembalilah ke kelas kamu”, ucap Fadil.
“Siap”, hormat Aminah seperti sedang menghadapi komandan, “saya laksanakan”, ucap Aminah lalu pergi pamit, “bye pak Fadil. Sampai ketemu nanti”, goda Aminah membuat Fadil geleng kepala.
Ketika Aminah masuk ke kelas melihat dua sahabatnya sedang bersendau gurau dan Aminah menimbrung dengan mengagetkan mereka dari belakang, “baaaa”, mereka kaget dengan berteriak bersamaan, “Aminah!”, kesal mereka dan Aminah terkekeh.
“Tumben berangkat pagi Mi?”, tanya Raina
“Iya, lagi mood Rain”, jawab Aminah sambil duduk di meja sebelah Alika.
“Kalau kamu datang pagian, terus kamu kemana saja sih?”, tanya Alika.
“Aku habis menghilangkan rasa haus dan refresing mata”, ucap Aminah menyeruput susu kotak.
“Nanti ketahuan, dikurung sangkar lagi, nangis-nangis”, sindir Raina
“Apaan sih Rain”, kesal Aminah
“Emang apa sih, dan siapa yang mengurung Aminah?”, tanya Alika. Mereka diam dan Aminah menyahut, “simbah aku”, asal Aminah.
Alika beroh-ria saja karena dia tidak mau ambil pusing.
Sedangkan Daniel tang berada di mansion mendapati foto dari anak buahnya tersenyum miring melihat Aminah yang suka godain laki-laki lain.
__ADS_1
“Lihat saja sweety”, gumam Daniel untuk menyiksa Aminah.
Bel pulang telah berbunyi, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundak Aminah saat berjalan di belakang Raina dan Alika lalu dibius tanpa sepengetahuan lainnya.