Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 45


__ADS_3

Malam yang bahagia untuk Milka, sebab dia merayakan ulang tahunnya bersama orang terdekat yaitu Abigail. Biasanya Milka merayakan ulang tahun hanya kecil-kecilan bersama teman-temannya dikampus karena Abigail selalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai seorang anggota CIA.


Milka dan Abigail menerima banyak tamu undangan dari adiknya tercinta begitu juga tamu undangan darinya.


"Hai bro!", sapa Adam yang berjalan beriringan bersama Charllote dengan putrinya yang baru lahir.


Sebelum berbicara dengan Abigail, Adam memberikan selamat kepada Milka.


"Hai girl, selamat ulang tahun ke 19, semoga kamu tambah cantik dan banyak disukai pria", ucap Adam dengan menyodorkan tangan yang dibalas Milka dengan bercanda.


"Tentu uncle, aku pokoknya harus bisa memiliki banya pria dan kecantikan yang punya hanya aku saja"


"Bisa saja girl"


"Selamat ya sayang", ucap Charlotte dengan cepika cepiki"


"Thank you"


"Kalau begitu kami ke sana dulu", tunjuk Adam ke arah kakaknya.


"Iya uncle, aku juga masih banyak teman yang aku temui", senyum Milka.


Adam bersama istri dan putrinya menghampiri Abigail. Lalu mereka saling peluk.


" Thanks sudah mau datang", ucap Abigail.


"Tentu bro, mumpung ada makanan gratis", canda Adam.


Kemudian Abigail mengalihkan pandangan pada bayi mungil tersebut.


"Hallo baby, kamu sangat cute" dengan berjongkok untuk bisa menyentuh bayi tersebut. Bayi itu merespon dengan tawa di troli sambil kakinya menghentak-hentakkan. Charlotte yang melihat putrinya pintar berinteraksi pun merasa bahagia.


Beberapa saat kemudian Lucas datang memberikan selamat kepada Milka begitu juga Alika dengan menyodorkan kado untuk Milka.


"Hai girl, selamat panjang umur, semoga tambah cantik" ucap Lucas dengan menyodorkan tangannya yang di balas baik oleh Milka dengan senyuman.


"Thank you", ucap Milka


"Selamat ulang tahun Milka", ucap tulus Alika dengan senyuman hangat.


"Thank you" balas senyum dari Milka.


"Oh ya, ini kado untuk kamu", ucap Alika dengan menyodorkan kado yang terbungkus kertas berwarna biru dengan corak boneka.


"Thank you", ucap Milka.


Beberapa lama kemudian tamu undangan banyak yang berdatangan dan menyambut hari bahagia ulang tahun Milka. Pesta ulang tahun pada malam ini di mulai dengan bernyanyi, berdoa, dan meluncurkan kembang api di langit. Lalu Milka mengakhiri dengan memotong kue pertama untuk Abigail dan menyuapinya sambil berucap, "Thank you my brother, sudah meluangkan waktumu untuk mendekorasi ulang tahunku yang ku impikan", dengan mengecup pipi kiri Abigail.


"Selamat little sister", kecupan di bibir adiknya.

__ADS_1


Kemudian Milka memberikan suapan kedua untuk Raiden dan Denis dengan menggoda menggunakan mata genitnya. Raiden dan Denis tadinya ragu lalu menerima suapan setelah Milka menampilkan wajahnya seperti puppy eyes kayak anak anjing memohon.


Setelah selesai potong kuenya terus mereka menikmati hidangan di meja yang begitu banyak sambil bercanda ria. Sementara para pria yang saat ini sedang bersama Abigail sedang mengamati wanitanya sambil memegang gela berisi wine. Mereka menatap penampilan para wanita di pesta ulang tahun Milka malam ini begitu cantik dengan tawa yang menawan.


Adam yang berada di samping Daniel mengucapkan kata pujian, " tawa mereka sungguh menawan ya bro", dengan menyikut lengan Daniel.


"Iya Dam, apalagi saat mereka di bawah tubuh kita dengan bibir yang terus mengeluh", ucap Daniel yang diangguki oleh Adam.


"Kalian di sini jangan berpikir m*s*m itu tidak baik, "peringatan Abigail.


"Iya, iya, habis terbawa suasana ketika melihat kecantikan mereka. Pikiran jadi kesitu", ucap Adam dengan menggaruk tengkuk tidak gatal.


"Segeralah menikah Abigail, kamu akan merasakan namanya kebahagiaan", ucap Lucas di sampingnya.


"Cepatlah kamu lamar wanita yang bernama..,"jeda Damien


"Olivia!", lanjut Leon.


Abigail yang mendengarkan itu berdecak, "ck", lalu mengungkapkan fakta mengenai Olivia cinta pertama Abigail sang pelayan kafe itu.


"Dia sebentar lagi menikah", curhat Abigail.


"Oh no Abigail, itu sangat mengecewakan", dramatis dari mulut Adam dengan berbalut tawa.


"Tenang Abigail nanti akan aku carikan wanita lebih mempesona", ucap Damien menenangkan Abigail di sampingnya sambil mengusap pundaknya.


Sedangkan para wanita yang sedang duduk sambil satu persatu menyentuh putri Adam dan juga perut Alika yang sudah memasuki lima bulan itu dengan canda tawa dan harapan.


"Hallo putri cantik", sapa Arletta dengan mengangkat tubuh Hana dan bayi mungil itu menikmati dengan sering kali ait liurnya keluar.


"Aku jadi tidak sabar untuk cepat melahirkan", ucap Alika dengan mengusap perutnya yang buncit.


"Tenang, nanti dia gak betah juga keluar", ucap Aminah yang mengunyah sosis besarnya.


"Iya Min, Thanks", ucap Alika


"Aku jadi iri dengan kalian yang sudah pada hamil", sedih Arletta sambil mengusap perut Amanda yang sudah menginjak tujuh bulan.


"Tenang, nanti kamu akan mendapatkan sayang. Aku selalu berdoa untukmu biar anak-anak kita bisa meramaikan persahabatan kita hingga tua", ucap Charlotte yanh diangguki mereka bersama.


Sementara yang memiliki pesta sedang asyik menggoda Raiden yang selalu diabaikan sedangkan Denis sudah memberitahukan bahwa ia memiliki kekasih yang ada di Indonesia meskipun belum menyatakan karena gengsi.


"Uncle Raiden kenapa sih menghindar Milka? Padahal Milka hanya mau berdekatan dengan uncle", dengan merangkul tangan Raiden dengan cekatan. Raiden hanya pasrah apa yang dilakukan oleh Milka.


Tatkala Milka sedang menggoda Raiden, Vio datang menghampiri Milka sambil menggendong putri angkatnya.


"Milka!", panggil Vio yang dari tadi celingak celinguk mencari keberadaan Milka. Lalu namanya yang terpanggil menoleh ke sumber suara.


"Vio!", sapa Milka dengan melepaskan rangkulan tangan di Raiden dan menghampiri Vio sahabat ditempat kerjanya

__ADS_1


"Kamu baru datang, padahal acara tiup lilin dan potong kuenya sudah selesai", ucap Milka.


"Iya aku tahu, aku kesini menyempatkan ke pesta kamu mau memberikan selamat untukmu dan kado", ucap Vio.


"Thank you Vi", ucap Milka.


Lalu mengalihkan pandangan kepada baby Haeun dalam gendongan Vio.


"Ohh, lucunya baby haeun ini", ucap Milka sambil mencubit pipi gembulnya yang menggemaskan. Lalu Haeun menangis gara-gara cubitan Milka dan Vio memarahi Milka, "kamu itu, sering banget buat dia menangis", sambil mengambil botol dotnya. Milka yang kena marah hanya cengengesan.


Kemudian Milka mengajak Vio untuk duduk agar tidak lelah menggendong Haeun kecil itu yang beranjak usia satu setengah tahun.


"Yuk kita duduk ke sana, pasti kamu lelah", ajak Milka.


Sebelum melangkah berjalan Milka berpamitan dengan Raiden dan Denis.


"Uncle aku akan ke sana dahulu.Bye uncle",dengan melambaikan tangan. Raiden tidak merespon hanya ekspresi datar tapi jantungnya berdetak cepat.


"Aku kesa dulu ya Denis", ucap Milka kembali yang diangguki oleh Denis.


Ketika mereka sedang asyik bercanda ria dan menikmati pesta ulang tahun Milka tiba-tiba ada sebuah tragedi penembakan di mansion milik Abigail. Membuat banyak orang berteriak keras.


"Dor...Dor... Dorrr", suara tembakan dari bilik tembok dan depan mansion.


"Arghhh, arghhh, arghh__", suara teriakan para tamu undangan dengan menunduk.


Lucas menghampiri istrinya setelah memukul penembak itu dengan balok di dekatnya.


"Sweety, ayo kita pergi ke tempat aman dan jangan panik", ucap Lucas dengan menarik lengannya dan menyuruh para wanita untuk mengikutinya ke markas rahasia di kediaman Abigail.


Milka yang baru merasakan kebahagiaan, ada saja yang mengusik.


Raiden yang mencoba menyelamatkan Milka dan temannya yang menggendong terkena serangan dengan tembakan melesat di lengan milik Raiden. Milka sampai khawatir keadaan Raiden yang saat ini sedang ia puja.


"Raiden are you ok", khawatir Milka dan Raiden mengangguk. sedangkan Haeun yang berada di gendongannya terus menangis sampai di persembunyian yang aman. Orang-orang yang sudah berada di tempat aman merasa lega kecuali para istri yang saat ini mengkhawatirkan para suami yang sedang bertarung.


Lucas menyuruh mereka pergi ke tempat persembunyian agar aman.


"Semuanya! pergilah ke tempat aman!!", suara berat Lucas menggema begitupun Leon yang terus menggiring para tamu undangan untuk bersembunyi.


Lucas menyuruh Beni membawa mereka.


"Beni bawalah mereka ke tempat aman", sambil memgang pistol dan lengan yang berdarah.


"Baik tuan", perintah diterima oleh Beni.


Mereka mengerahkan segala kemampuan dan energi untuk melindungi orang-orang yang tidak tahu apa-apa dan terkasih. Leon bersembunyi di bilik lemari lalu meluncurkan tembakan. Begitu juga di lakukan oleh orang-orang yang saat ini saling serang.


Selagi mereka berperang, Ozzie yang berada di markas black wajahnya terpancar begitu senang dengan sambutan meriah teruntuk manusia bodoh seperti mereka ditengah pesta. Crishtoper yang berada di samping Ozzie juga ikut menikmati para belalang yang berlarian.

__ADS_1


__ADS_2