Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 57


__ADS_3

Pertempuran membuahkan hasil menangkap Ozzie dan Christoper yang saat ini dibawa oleh Abigail, Damien, dan Leon bersama dengan pengawalan dari anggota kepolisian juga CIA. Meskipun mereka harus kehilangan dua pengawal yang mengabdi cukup lama bersama dengan timnya.


Mereka juga bersedih dengan luka tusuk di perut Lucas dan atas kejadian tertembaknya Beni pengawal yang terbaik.


Mereka terbang ke Berlin untuk menginterogasi Ozzie dan Christoper.


Sementara Alika sedang berbahagia setelah melahirkan putra pertama dan Alika duduk dengan bersandar di kepala ranjang. Alika mengusap kepala anaknya yang tenang dalam gendongan.


Arletta yang berada di samping Alika yang sedang membawa nampan yang berisi obat-obatan, makanan dan minuman merasa ikut bahagia.


"Alika, anak kamu begitu manis mirip dengan Lucas", ucap Arletta dengan duduk di samping ranjang Alika.


"Iya Arletta, aku tidak sabar melihat Lucas dengan memamerkan bayi mungil ini", ucap Alika.


"Tunggulah sebentar beb, nanti Lucas pasti segera kembali", ucap Arletta.


"Bolehkah aku menggendongnya, siapa tahu aku tertular memiliki seorang anak sembari kamu makan", ucap kembali Arletta.


"Tentu", ucap Alika dengan senyum hangat.


Arletta beranjak dari duduknya dengan menaruh nampan diatas nakas lalu beralih menggendong bayi mungil dihadapannya.


Sedangkan Amanda, Charllote dan Aminah memasak untuk perayaan kecil buat Alika. Tatkala mereka membuat makanan Vio dan Milka menemani Haeun bermain bersama anak dari Charlotte dengan mengajak mengoceh.


Di sebuah gedung besar CIA Abigail bersama anggota lainnya sedang menginterogasi Ozzie dengan bahu terluka yang hanya di rawat sebentar saja.


Abigail memanggil nama Ozzie dengan sinis.


"Ozzie!"


"Kau sungguh luar biasa keji melakukan sesuatu yang tidak bisa dibayangkan dan kelakuan kamu tidak pernah berubah sejak dahulu sampai menghancurkan kehidupan orang yang pernah menolong kamu dan seluruh usaha yang dimiliki oleh keluarga itu menjadi hancur sampai kau bunuh tanpa babi buta", ucap Abigail dengan suara rendah dan dingin. Ozzie yang duduk hanya tersenyum tipis tanpa merasa bersalah.


Abigail yang melihat ekspresi dari Ozzie rasanya ingin dia hajar habis-habisan namun dia tidak bisa melakukan apapun sebab dia dilindungi oleh hukum.


Abigail hanya dapat menghembuskan nafas kasar saja melihat wajah tak berdosanya. Lalu Abigal memasrahkan kepada anggota lain untuk menginvestigasi Ozzie. Dan sebelum Abigail keluar dia memberikan peringatan dan ancaman yang membuat Ozzie meremehkan omongan dari Abigail.

__ADS_1


"Aku akan berikan peringatan jika kamu tidak segera memperbaiki perilakumu aku akan membunuhmu dan aku tidak peduli lagi dengan namanya hukuman yang akan ditegakkan oleh pemerintah. Aku akan membawa Lucas ke sini karena dia memiliki suatu hadiah besar untuk kamu",lirih Abigail di depan wajah Ozzie satu inci dengan tatapan menyalang lalu pergi dengan perasaan yang mendongkol.


Abigail langsung bergegas ke villa dimana para wanita berada di sana untuk menyusul para sahabatnya yang telah sampai untuk menjemput pasangannya.


Setelah kepergian Abigail, Ozzie telah menyusun rencana dengan memasrahkan misi selanjutnya untuk pembalasan dendam kematian teman perempuannya dan hak waris dari ibunya yang seharusnya menjadi milik dirinya bukan menjadi milik hak Lucas bersama lima sekawan yang telah membuat dirinya berubah kepada seorang pria bertopeng dan tidak terinvestigasi sidik jarinya oleh siapa pun.


Sesampainya di Villa, Lucas menggendong anak pertamanya yang telah menginjak dua hari setelah dilahirkan. Lucas begitu bahagia dan rasa sakit diperutnya tidak ia rasakan karena tergantikan rasa bahagia kepada putra pertamanya yang sudah dia beri nama Sean Aldeno.


Abigail yang baru saja tiba langsung memberikan selamat untuk Lucas.


"Hallo gaes!", sapa Abigail dengan melangkah menghampiri teman-temannya yang berada di ruang tengah.


"Selamat bro", ucap Abigail dengan memberikan senyum hangat kepada Lucas.


"Thanks", ucap Lucas yang masih betah menggendong Sean putra pertamanya.


Lalu Daniel menimbrung dengan mengatakan, "aku iri dengan kalian yang sudah ada malaikat kecil hadir di tengah kisah cinta kalian".


"Tenang saja, sebentar lagi kamu juga kehadiran malaikat kecil di tengah kisah cinta kalian", ucap Damien.


"Iya benar yang dikatakan oleh suamiku. Sementara kami belum di karunia seorang buah hati untuk mengisi kekosongan di dalam pernikahan kami dua tahun", ucap Arletta dengan nada sedih


"Arletta janganlah bersedih, kami selalu mendoakan rumah tangga kamu agar di karunia seorang buah hati di rumah tangga kalian", ucap Charllote.


"Iya Arletta, Tuhan tidak pernah tidur dan selalu menyertai di kehidupan kita", ucap Amanda dengan membelai perut buncitnya yang berumur enam bulan.


"Thank you, semuanya", ucap Arletta yang langsung tersenyum.


Alika yang berada di samping suaminya ikut merasakan bahagia karena Lucas kembali dengan selamat dan di kelilingi orang-orang baik. Kebahagiaan Alika begitu lengkap setelah buah hatinya hadir di dunia diantara kisah percintaan dirinya dan Lucas.


Usai berbincang mereka mengajak pasangannya masing-masing pergi ke kamar untuk beristirahat begitupun Abigail yang langsung menarik tangan Vio tanpa kata dan membuat Vio marah dengan terus memukul tangan Abigail. Sampai di kamar dan mengunci pintu Abigail mengunci tubuh Vio dengan dinding. Lalu Abigail menyatukan kening Vio dengan jarak satu inci kemudian mencium dengan kedua tangannya di cekal diatas kepala.


Beberapa saat kemudian, Abigail melepaskan ciuman tersebut dengan membisikan sesuatu di dekat telinga Vio.


"Aku akan menghukummu atas kesalahan yang kamu perbuat setelah aku berikan peringatan sebelum aku berangkat ke Mahattam", dengan tersenyum menyeringai.

__ADS_1


"Oh ya, aku tidak merasa melakukan apa-apa", ucap Vio


"Aku akan memberitahukan bukti yang sudah di rekam oleh Mark", ucap Abigail dengan tatapan mata yang tajam dan melepaskan tangannya lalu menarik Vio ke ranjang dan mengurungnya dibawah tubuh lalu mencium dengan kasar dan melembut. Vio yang berada di bawah Abigail hanya bisa pasrah yang dilakukan olehnya kemudian menendang sesuatu aset miliknya dan dia berteriak sakit dengan rintihan. Abigail membaringkan tubuhnya di sebelah dan Vio beranjak dari tidurnya kemudian pergi keluar tetapi pintunya terkunci.


Vio kembali lagi dan Abigail yang telah bangun langsung memeluk Vio dari belakang lalu membisikan, "apakah kamu kembali karena merasa bersalah, sweety?", tanya Abigail.


"Aku kembali mencari kunci", ucap Vio dengan nada kesal.


"Minggirlah", ketus Vio.


"Dari pada kamu mencari kunci lebih baik kamu mengobati luka di pundakku dan beberapa luka di punggungku", ucap Abigail dengan menggigit pundak Vio.


"Ka...kamu jangan kurang ajar", geram Vio yang tangannya sudah di tarik ke dekat ranjang dan Abigail melepaskan kemeja putihnya dengan terbaring tengkurap. Vio yang melihat luka di belakang milik Abigail merasa sedih.


Kenapa laki-laki ini selalu terluka padahal dia terhadapku selalu berbuat kasar. Dasar pria br*ngs*k yang malang.


Ketika Vio sedang bengong, Abigail memanggil Vio.


"Vio!"


"Vio!!"


Lalu Vio terkejut dan bangun dari acara bengong melihat Abigail terluka.


"Apakah kamu tidak melihat lukaku sudah membuka dan butuh pengobatan darimu Vio?", tanya Abigail dengan menoleh ke arah Vio.


"Ba..baiklah tapi kemana kotak P3Knya. Harusnya kotak itu berada di luar dan kamu mengunci kamar ini", ucap Vio


"Kotak P3K ada di meja sana dekat meja rias", ucap Abigail.


Kemudian Vio mengambil dan mengoleskan obat di punggung dan pundaknya yang terluka. Meski hati Vio begitu kesal dengan perilaku Abigail. Di sisi lain Vio tidak tega melihat luka begitu banyak di punggung pria yang sedang ia obati.


Vio mengobati begitu telaten dan Abigail yang terbaring merasa senang dengan menampakan senyum senang atas perilaku Vio.


Sedangkan Alika terus mengomeli Lucas di kamar karena ketidak jujuran bahwa ia terluka dengan air mata menetes dan Lucas yang berada di sampingnya memeluk tubuh Alika.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak bilang jika terluka? Malah langsung menggendong Sean", omel Alika.


"Aku begitu bahagia sweety. Jadi, jangan menangis humm", ucap Lucas dengan mengusap kepala istrinya. Lalu mendorong tubuh Alika kemudian Lucas menatap intens dan mencium Alika dengan begitu lama.


__ADS_2