
Setelah wisuda satu minggu berlalu, saat ini Alika sedang mengadakan pesta perpisahan kepada kedua sahabat dan teman-teman terdekatnya di sebuah restoran ternama yang sudah di biayai oleh Lucas.
“Yaampu Alika..,” keterkejutan Raina, “ini kan restoran termahal, bushet dah”, ujar Raina.
“Kamu lagi banyak duit ya?”, ucap Aminah di kursi roda.
“Bukan aku yang punya banyak duit tapi Lucas, dia itu yang lagi ngobrol dengan teman-temannya”, ucap Alika.
“Aku bersyukur banget, soalnya dapat makan gratis dari suami kamu”, ucap Aminah.
“Bisa aja eneng ini”, ucap Alika dengan kekehan sambil mendorong kursi roda Aminah.
Setelahnya Alika masuk dan semua menu dihidangkan. Teman-teman Alika terus bertanya sambil menguyah makanan terutama Tasya dan Raina.
“Lik kapan kamu akan pindah ke Jerman dan ikut Lucas kesana? “, tanya Raina.
“Besok, makanya hari ini aku ingin membuat momen bersama kalian dan syukuran tiga bulanan ini”, ucap Alika dengan mengusap perut yang sedikit membuncit.
Tasya yang belum tahu bahwa Alika hamil, ia terkejut dengan mengatakan, “oh my my”, Alika terkekeh dan Tasya langsung memeluk tubuh Alika dengan mengucapkan, “selamat ya Lik, semoga jambang bayinya lahir dengan sehat dan selamat sampai waktunya tiba”, dengan mengusap perut milik Alika.
Lalu Alika mengucapkan terimakasih dengan tulus. Mereka mengobrol dengan asyik tiba-tiba Gilang datang dengan menarik tangan Axel. Aminah dan Tasya langsung heboh dan ngegombal.
__ADS_1
“Axel!”, teriak Aminah dengan memutar kursi roda mengarah ke Axel lalu memeluknya dengan ceria sedangkan Daniel yang melihat dari kejauhan merasa cemburu tapi ia tahankan sampai mengatakan dalam hati dengan heran, “apa yang disukai Aminah dengan ketampanan milik pria itu dengan ku?”, dengan mengepalkan tangan kiri dan satu tangan memegang gelas anggur dengan erat.
“Dia siapa Min? Dia tampan sekali. Bolehlah aku menaklukan hatinya”, ucap Tasya dengan mata berbinar. Alika yang berada disampingnya mendengarkan ucapan Tasya lalu bertanya, “bagaimana dengan kak Denis?”, Tasya menjawab, “yaa tidak di gimana-gimanain, aku kan sudah berusaha maksimal dengan kakak kamu tapi dia cuek, jadi cari lagi gak apa-apa dong. Aku kan lagi dalam proses pencarian, siapa tahu pri ini yang jadi jodoh aku”, dengan senyum dan mengedipkan mata di depan Axel dengan genit.
Axel yang mendapatkan godaan dari Tasya hanya tersenyum kikuk sedangkan Raina dan Alika menggelengkan kepala dengan mengatakan dalam batin yang sama, “dasar saudara dengan gen sama. Sama-sama genit dan ahli gombal”.
Tasya memulai aksinya, “hallo, nama kamu siapa? Biarkan kakak cantik ini tahu namamu, biar nanti ku ukir dalam hati kakak cantik ini”, dengan mengedipkan dua mata genit sambil menyodorkan tangan.
Axel membalas dengan menerima tangan Tasya dan memperkenalkan diri, “nama ku Axel”, dengan memberikan senyuman hangat.
Tasya mulai lebay ketika dapat senyuman dari Axel, “Ya ampun!namamu indah seperti wajah kamu yang tidak bisa mengalihkan dunia”, kemudian Aminah yang mendengarkan itu langsung menyindir, “bagaimana mengalihkan dunia, dia sudah di depan mata kamu kak”. Alika, Raina, dan dua teman perempuan Lucas tertawa begitupun Gilang.
“Axel jangan tergoda dengannya, lebih baik kamu tergoda dengan kehadiranku saja meski aku terlihat cacat tapi hatiku sempurna untuk mencintai dan mengukir nama kamu”, goda Aminah.
Tasya tidak pernah mau kalah, mereka bertarung sengit sedangkan teman-temannya menikmati momen itu dengan tertawa.
Tasya menarik lengan Axel tetapi Aminah mencekal menjadikan mereka tarik menarik dan Axel hanya pasrah kemudian para pria yang melihatnya menghampiri para wanitanya.
“Ada apa ini?!”, ucap tegas Daniel yang dari tadi menahan api kecemburuan. Aminah lalu melepaskan lengan Axel dengan menggaruk tengkuk yang tidak gatal dan sedikit meringis. Sedangkan Tasya merasa bersyukur karena belum memiliki pasangan, jadi dia sah-sah saja menggandeng lengan Axel walaupun sorot mata Denis mengisyaratkan api kecemburuan yang tidak diketahui oleh Tasya.
“Daniel, marahin saja itu Aminah, sudah tahu memiliki suami masih saja godain calon hati ku”, ucap Tasya dengan merangkul lengan Axel dengan possesive.
__ADS_1
Gilang dan Axel yang tidak mengetahui jika Aminah memiliki suami terkejut sebentar lalu mengubah ekspresi sedia kala. Sementara Lucas dengan lainnya merasa bersyukur jika istrinya tidak genit dengan pria lain dan mereka menghadiahkan ciuman di pelipis. Suasana menjadi kikuk ketika Daniel memarahi Aminah. Sebaliknya Tasya membawa kabur Axel untuk berpindah ke tempat lain sambil mengusap lengannya dan memberikan perhatian agar Axel tidak merasa bersalah.
“Axel sudah tenang saja, tidak perlu menghiraukan mereka dan bersalah sejak awal Aminah dan Daniel sudah komitmen untuk menyembunyikan identitasnya hingga Aminah lulus dari kelas tiga SMU. Lebih baik kamu makan. Kamu mau pesan apa?”, ucap Tasya.
“Aku terserah kamu saja”, ucap Axel.
“Baiklah, tapi harus panggil aku Tasya jangan ada embel-embel kak ya, biar kita seumuran”, ucap Tasya dengan melambaikan tangan kepada pelayan lalu memesan menu kesukaannya kemudian pelayan itu menuliskan nama menu setelah itu mengundur diri.
Selagi Tasya memperbaiki riasan Axel menatap nanar melihat Alika yang bermesraan dengan suaminya. Dia tidak bisa terus meratapi nasib yang cintanya bertepuk sebelah tangan dan Axel berkomitmen untuk semua segera pergi ke Perancis.
Usai selesai memperbaiki riasan Tasya mengajak ngobrol Axel agar tidak bengong.
“Xel, kamu teman Aminah sejak kapan? Aku kok tidak pernah di ceritain”, ucap Tasya sambil membantu menata makanan yang di taruh oleh pelayan.
“Kami mengenal setengah tahun dan belum lama”, ucap Axel dengan meneruskan kalimat dalam hati yang tidak bisa di dengar oleh Tasya, “saat aku mulai jatuh cinta pada pandangan pertama bertemu Alika dan menabraknya”, dengan ekspresi kecut yang tidak terlihat oleh Tasya yang sedang memotong steak daging sapi.
Tasya mengatakan dengan beroh ria. Dan Tasya kembali memberikan obrolan kepada Axel dengan kata manis dan Axel hanya memberikan senyuman saja. Sedangkan Denis tidak tahan melihat perlakuan Tasya yang begitu dekat dengan pria lain. Saat memandang Tasya bersama Axel tiba-tiba Abraham menepuk pundak anaknya dengan menasehati, “jangan terus jual mahal, kasihan Tasya yang sudah berusaha. Mulailah untuk membuka kedua tangan kamu nak dan peluk dia lalu mengatakan bahwa kamu mrncintainya”.
Denis yang mendengarkan perkataan Abraham yang telah mengetahui kehidupan Denis dengan Tasya yang mendapatkan cerita dari Liana. Membuat dia bisa menasehati anaknya yang jual mahal itu. Denis menganggukan kepala dengan mengucapkan, “thank you dad”, dengan tersenyum hangat.
Denis meneguhkan dalam hati dengan menghampiri Tasya namun tidak jadi. Lalu Denis mengatakan pada dirinya akan mengatakan di kampus tentang hatinya. Abraham yang melihat tingkah Denis menggeleng kepala dengan berkacak pinggang.
__ADS_1