
Lucas langsung bergegas pergi ke markas setelah mengantar kembali Alika bersama putranya.
Lucas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Di tengah perjalanan ada seorang anak kecil yang berlari dengan bercucuran darah. Lucas langsung membawanya pergi ke markasnyaa sebelum dua paruh baya itu melihat pria kecil di hadapannya. Dua pria paruh baya mengumpat ketika tidak mendapatkan bocah itu yang berlari.
“Sial! Kemana bocah itu berlari?!’,umpat pria paruh baya dengan mata codet.
“Mungkin hidupnya tidak akan lama lagi bos. Sudahlah, lebih baik kita kembali ke markas”, ucap pria gundul.
“Tapi, kita tidak dapat sesuatu yang berharga miliknya”, ucap pria dengan mata codetnya.
“Sudahlah, kita masih memiliki banyak dan uangnya juga tetap mengalir”,ucap pria gundul itu.
Mereka pergi ke markas dengan hembusan nafas kasar.
Sementara Lucas langsung membawa masuk bocah itu ke dalam markas. Mark dan lainnya ikut membantu. Mark bergegas mengambil peralatan medis sed lainnya bertanya kepada Lucas.
“Lucas, kamu mendapatkan bocah ini dari mana?”, tanya Abraham.
“Saat perjalanan menuju ke sini”, jawab Lucas.
“Sepertinya bukan hanya kekerasan saja. Dia juga dipaksa untuk melakukan operasi besar oleh komplotan para penjarah dan preman”, ucap Adam.
“Benar yang kau katakan”, ucap Steve.
“Apakah akhir-akhir ini kamu tengah menghadapi kasus ini?”, tanya Abraham.
“Ya, banyak anak jalanan menjadi korban para preman di pasar gelap”, ucap Steve.
“Kemarin aku mendapatkan tubuh perempuan yang berumur sekitar 18 tahun dan sekujur tubuhnya terdapat jahitan operasi”, ucap Steve kembali.
“Kamu tahu dalang dibalik semua ini?”, tanya Lucas.
“Aku belum menemukan dalangnya namun aku sudah menemukan markas untuk transaksi mereka”, ucap Steve.
“Kita harus cari tahu segera, aku memiliki feeling ini ada sangkut pautnya dengan Wily dan pria setengah bertopeng”, ucap Denis.
“Bisa jadi”, jawab Mark sambil mengobati luka bocah laki-laki itu.
“Bagaimana kasus mengenai Wily? Apakah menemukan sesuatu yang mencurigakan?”, tanya Lucas.
“Kami tidak menemukan hal yang mencurigakan. Semua terlihat bersih. Akhir-akhir ini Wily melakukan kebaikan dengan memberikan sokongan untuk kaum dhuafa, fakir miskin, dan panti asuhan”, ucap Alam.
“Kami menyelidiki dan mewawancarai beberapa panti dan rumah-rumah yang dikunjungi oleh Wily”, ucap Denis.
__ADS_1
“Mereka memberikan jawaban baik dan sama”, ucap Abraham.
“Uhh ..”, hela nafas kasar dari bibir Lucas dan Abraham.
“Kita harus selidiki ulang Wily, sebelum menanjak menjadi menteri. Jika dia menjadi menteri akan berbahaya tidak hanya untuk kita namun masyarakat umum juga”, ucap Lucas.
“Kita lebih baik memasang strategi lain dan kita mencari informasi dari mulut bocah itu ketika ia sadar dari pingsan nnya”,lanjut Abraham.
“Bingo”, ucap Steve.
Sedangkan dua preman yang mengejar pria cilik itu kini dihajar habis-habisan oleh tiga preman bertubuh kekar dengan wajah babak belur sambil mengeluarkan darah dari bibirnya.
“Kalian tahu apa kesalahan kalian?!”,bentak pria setengah bertopeng.
“Iya tuan, kami mengaku salah. Maafkan kami tuan”,ucap dua pria itu.
“Baiklah, kalian aku ampuni”,ucap pria itu.
“Namun ada syaratnya..”,lanjut pria setengah bertopeng.
“Syaratnya apa tuan?”, tanya pria gundul dengan wajah babak belur.
“Kalian harus cari tahu bocah itu dan culik wanita yang bernama Sea itu”,ucapnya.
“Kalian juga harus menculik ketiga wanita itu”, ucapnya.
“Baik tuan, kami akan melaksanakan perintah anda”, ucap dua preman yang babak belur.
Di rumah sakit nan megah, Abigail terkejut setelah kembali dari kamar VIP yang di tempati oleg Vio. Di sana Vio tidak ada berada di atas ranjang. Membuat Abigail kelimpungan mencari di sudut ruangan.
Lalu Abigail menghubungi anak buahnya untuk mencari Vio di sekitaran rumah sakit namun nihil setelah melakukan pencarian empat jam lebih.
Tubuh Abigail merosot ke lantai dengan menarik rambutnya karena frustrasi.
“Vi, kamu kemana perginya?”, monolog Abigail.
“Aku harusnya tidak beranjak dari ruangan ini”, monolog Abigail dengan berulang-ulang sehingga Milka hanya dapat memeluk tubuh besar Abigail akibat frustrasi menghilangnya Vio dari kamar inap.
"Kak, pasti kita menemukan Vio", ucap Milka menenangkan Abigail.
Vio yang tengah dicari kini berada di sebuah gedung yang terbengkalai dengan wajah sedikit pucat.
Vio mencoba menggantikan pakaian rumah sakit dengan kaos hitam dan hoodie hitam. Lalu melatih otot yang telah lama tidak digunakan sehingga Vio berlatih dengan mandiri ototnya yang lemas.
__ADS_1
Dia melakukan berbagai olahraga seperti push up, sit up, dan berlari di area gedung yang di tempatinya untuk menumpas para penjahat yang telah membuatnya lumpuh berbulan-bulan.
Sementara Abigail masih setia menunggu ruang inap Vio hingga menemukan hasil pencarian lewat hacker program keamanan dalam mencari Vio tetapi tetap saha nihil. Abigail sampai menduga bahwa penculikanya merupakan sisa anak buah dari Raymond.
"Abigail, maaf, kami tidak menemukan jejak Vio", ucap Denis dengan ekspresi menyesal.
"Aku tahu, kejadian ini pasti akan terjadi", ucap Abigail dengan pasrah.
Paginya Abigail melakukan aktivitas seperti biasanya dengan bergabung bersama Lucas untuk memata matai Wily sembari pencarian Vio. Segalanya telah berubah setelah Vio menghilang 1 kali 24 jam. Ekspresi Abigail kini tidak seperti dahulu ada senyuman. Di ekspresi wajahnya hanya ada ekspresi yang menakutkan.
Abigail tidak pernah pulang kembali ke rumah semenjak Vio menghilang setelah sekian lama terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma.
"Kalian bisa bekerja tidak sih?!", bentak Abigail di ruang rapat.
"Ma..maaf tuan, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan produk kita",ucap salah satu karyawan pria berdasi polkadot.
"Kalian bilang berusaha! Ini yang namanya berusaha keras dan semaksimal mungkin! Harusnya tidak begini hasilnya!", bentak Abigail dengan melempar kertas dan berserakan.
"Saya mau kalian ulangi kinerja pemasaran ini",lanjut Abigail dengan pergi berlalu dan diikuti oleh Raiden.
Para karyawan hanya dapat melampiaskan kekesalannya dengan mengomel.
"Kenapa dengan bos kita sih?", ucap karyawati.
"Entahlah", ucap karyawati di sampingnya.
"Apa gara-gara istrinya menghilang?", tanya karyawan pria itu.
"Emang istri mister Abigail kemana?", tanya karyawati itu.
"Katanya aku dengar, istri pak Abigail di culik di ruang rawat inapnya oleh musuh terbesarnya",ucap karyawan pria itu.
"Ooo pantesan pak Abigail lebih menyeramkan tidak seperti biasanya",ucapnya.
Raiden yang berada di ruang yang sama mengajaknya mengobrol.
"Abigail, harusnya kamu jangan terlalu kejam terhadap karyawan kamu", ucap Raiden.
"Apakah aku harus menerima sikap leha-leha mereka?", tanya Abigail.
"Apakah aku harus memuji kinerja buruk para karyawan atau aku harus menunggu perusahaan ini hancur karena ketidakmapuan mereka?", tanya Abigail dengan sedikit emosi dan geram.
"Bukan begitu Abigail..", frustrasi Raiden.
__ADS_1
"Tenangkan suasana hatimu dulu. Aku akan belikan makanan untukmu", ucap Raiden meninggalkan ruangan kerja Abigail.