
Abigail dan Vio sedang asyik bermain dengan berbagai macam permainan seperti jet sky, melihat terumbu karang di bawah laut sampai naik pralayang. Ekspresi yang terpatri di wajah Vio saat ini begitu bahagia begitupun dengan Abigail.
Usai lelah bermain mereka duduk di pinggir ombak sambil menikmati hembusan angin dan langit yang cerah serta suara ombak yang menyapu pinggiran pantai sampai menyentuh kaki mereka. Abigail memberikan bantalan tangan untuk Vio di bawah terik matahari dengan bingkai kaca mata hitam.
Ketika dalam suasana diam tiba-tiba Vio mencium pipi kanan Abigail dengan mengucapkan terimakasih kepadanya. Abigail terkejut lalu memiringkan badannya ke arah Vio dan menatap wajahnya yang saat sedang salah tingkah yang membuat Abigail tersenyum. Abigail juga menyatakan protes kepada Vio.
"Hei sweety, kenapa terimakasih darimu bagiku masih kurang?", ungkap Abigail.
"Jangan mengada-ada deh uncle!",seloroh Vio.
"Aku tidak suka mengada-ada tetapi beneran lho jika ada yang masih kurang rasa terimakasih darimu",ungkap Abigail lagi.
"Kalau begitu apa?", tanya Vio.
Abigail tersenyum menyeringai dengan membawa tubuhnya diatas tubuh Vio dan Abigail memulai aksinya dengan memberikan ciuman. Vio yang berada di bawah tubuhnya hanya pasrah dengan menikmati ciuman yang diberikan oleh Abigail dengan menutup mata dibawah terik matahari. Beberapa saat kemudian Abigail membawa tubuh Vio ke kamar mandi dengan berbagai adegan yang hanya diketahui oleh orang dewasa.
Tatkala mereka menikmati keromantisan, kali ini Lucas sedang pergi menuju ke tempat kerjanya setelah menitipkan Alika kepada Liana untuk menjaga istrinya.
Lucas mengendarai mobil mewahnya sendiri. Saat di tengah perjalanan ada sosok wanita yang dia kenal dengan mengenakan gaun sexy berwarna biru. Lucas mengamati dari dalam mobil dibalik mengemudi. Saat wanita itu menoleh, Lucas syok melihat sosok wanita yang mirip dengan Raina sahabat Alika yang berada di kota Berlin. Saat Lucas sedang memandang sosok wanita tersebut lampu jalanan sudah berubah menjadi hijau dan mobil-mobil yang berada di belakangnya mengklakson dengan keras membuat Lucas mengharuskan melajukan mobil untuk memberi jalan para pengendara di belakang.
Lucas langsung melesatkan mobilnya dengab melaju kencang agar segera sampai di kantor dan menghubungi teman-temannya.
Beberapa lama kemudian Lucas telah sampai di ruang kerja dengan wajah gusar. Lucas duduk sembari memikirkan istrinya dan temannya apalagi Vio yang saat ini sudah ditangan Abigail.
Aku harus selidiki Raina, aku harus memberitahukan kepada Alika dan Aminah satu sahabat dari Raina. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada mereka setelah aku mengingat perkataan Aminah saat berbincang dengan Alika lewar vidcall.
Lalu Lucas menghubungi Abigail terdahulu yang tengah bersama Vio saat ini. Lucas mengambil ponsel yang dia letakkan diatas meja kerjanya dan men deal up nomor Abigail.
Abigail yang saat ini tengah fokus bekerja diatas ranjang dengan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang tiba-tiba ponselnya berdering dan didepan layar menampakkan nama Lucas. Kemudian Abigail mengangkat sambungan telepon dari Lucas.
"Hallo Lucas, ada apa?"
"Hai Abigail, sorry aku mengganggu liburan kamu".
"Ya, tidak apa-apa. Ada perihal apa kamu menghubungiku".
__ADS_1
"Aku menghubungi kamu sebab kau bersama Vio saat ini. Aku ingin kamu berbicara dengan Vio tentang siasatnya bersama Raina. Aku tadi melihat Raina berada di kota Berlin. Makanya aku menghubungi kamu terlebih dulu".
"Baiklah aku akan berbicara dengannya. Aku juga akan mengajak Steve untuk menyelidiki ozzie dan Christoper selama ia di penjara bertemu dengan siapa saja".
"Baiklah, aku akan hubungi Daniel dan Adam yang saat ini menurutku teman yang ku percaya".
"Kenapa hanya mereka saja Lucas?"
"Sebab kemarin malam aku mendapatkan surat peringatan bahwa ada sosok orang yang mengkhianati diantara kita. Tapi aku belum tahu orangnya. Mereka tidak terlihat mencurigakan. Jadi aku harus waspada dengan mereka", ungkap Lucas.
"Itu lebih baik", senyun Abigail saat melihat Vio datang membawa kopi dan camilan.
"Kalau begitu aku tutup", ucap Lucas dari seberang sana.
Setelah menutup teleponnya, Abigail mengalihkan pandangannya ke arah Vio yang tengah menjatuhkan bokongnya di pinggir ranjang dan mengambilkan makanan dan minuman buat dirinya.
Lalu Abigail menyesap kopinya dengan senyum hangat dan lembut. Vio yang duduk di sampingnya menundukkan kepala saat pikirannya mulai berkecamuk merasa bersalah terhadap keluarga sahabatnya namun dia tidak bisa mengungkapkan begitu saja.
Abigail yang melihat Vio menundukkan kepala dengan memainkan ibu jari, Abigail berinisiatif membuka suara agar Vio dapat mengungkapkan isi dalam pikirannya.
"Coba kamu ceritakan apa yang mengganggu di pikiran kamu", ucap Abigail kembali dengan mengecup tangan kanannya.
Vio masih berdiam dengan kepala menunduk dan tidak berani menatap mata Abigail karena merasa bersalah apa yang dilakukan olehnya.
Seperkian menit Abigail menunggu, akhirnya Vio mengungkapkan isi pikiran yang terus mengganggu.
"Un..uncle!".
"Eh bu..bukan mister", ucap Vio dengan gugup.
"Ada sesuatu yang mengganggu hatiku dan isi pikiranku selama ini", ungkap Vio.
Abigail masih setia menunggu apa yang akan diungkapkan Vio.
"A..aku bukan maksud untuk berbuat buruk oleh siapa pun jika buka karena keadaan yang ku alami", ungkap kembali Vio.
__ADS_1
"Aku tahu perasaan kamu saat ini sweety. Aku akan melindungi kamu seumur hidupku. Aku tidak pernah merasakan jatuh cinta yang membuat jantungku selalu berdetak dan berhenti saat kamu mengalami bahaya bersama Haeun", ungkap Abigail membuat Vio menoleh kearahnya dan menatap wajah pria itu. Abigail juga menatapnya dengan pandangan intens lalu memindahkan tubuh Vio ke dalam pangkuannya. Abigail menyuruh Vio untuk menatap matanya dengan pandangan lurus.
"Apakah kamu akan percaya dengan perasaanku?", tanya Abigail dengan membawa tangan Vio di dada dekat jantungnya yang tengah berdegup kencang. Vio merasakan degupan jantung Abigail.
Pria ini apakah tulus untuk membantuku. Aku ingin menghentikan kegilaan ini dengan mengikuti orang yang telah membeliku. Jika aku bercerita akankah aku akan mati ditangan mereka. Ini semua gara-gara papah. Dia tidak pernah merawatku tiba-tiba melempariku dengan hutang yang banyak dan tidak bisa aku selesaikan sampai ku gadaikan rumah. Ya Tuhan, kenap hidupku seperti ini.
Vio yang sedang menatap Abigail tiba-tiba air matanya menetes dari pelupuk membuat Abigail khawatir. Abigail mengusap air mata di pelupuk mata. Abigail tahu apa yang dirasakan Vio saat ini. Dia tidak bisa memaksa Vio mengungkapkan kejahatan orang-orang disekitarnya.
Ketika Abigail sedang menatap intens wajah gadis belia itu lalu Vio bersuara.
"Ma..maaf aku tiba-tiba seperti ini", ucao Vio.
"No sweety, aku malah senang kamu menangis di depanku. Apapun yang terjadi aku akan menghiburmu sampai kapanpun", ucap Abigail.
"Thank you", lirih Vio menundukkan kepala. Tetapi Abigail mencegah Vio untuk menunduk dan dia mengangkat dagu Vio lalu mencium Vio dengan mendalam.
Vio menikmati ciuman yang diberikan oleh Abigail dan membawa Vio ke alam euforia hingga mereka terlelap tidur.
Sedangkan Lucas sedang bertemu dengan Steve tanpa orang lain ketahui. Mereka bertemu secara rahasia untuk membahas orang dibelakang Ozzie. Mereka bertemu di markas sembunyi.
Steve mengeluarkan beberapa bukti foto orang-orang yang pernah bertemu dengan Ozzie.
Lucas meneliti setiap foto yang diabawa oleh Steve.
Steve menceritakan semua foto tersebut.
"Pria yang berambut hitam dan sedikit botak di tengah dengan berkulit sedikit hitam dia adalah orang utusan dari Ozzie. Dia seorang pengacara yang dahulu pernah digadang-gadang oleh banyak orang namun kariernya tiba-tiba merosot karena skandal dengan mantannya yang pernah di paksa menggugurkan kandungannya sehingga dia dipecat dari perusahaan lawyer terkenal".
"Pria dengan kepala pelontos ini sudah aku selidiki tidak ada identitasnya. Aku mencurigai bahwa dia memakai topeng kulit. Tetapi kecurigaanku belum tentu benar".
"Satu lagi pria dengan rambut hitam legam, bertubuh atletis, dia yang pernah menemui Ozzie dan ada sesuatu saat CCTV menangkap Ozzie memberikan secarik kertas yang ia linting. Entah apa isinya".
Setelah mendengarkan penjelasan dari Steve, Lucas menghubungi Beni untuk membantu menyelidiki pria berambut legam dengan tubuh atletis tersebut. Beni yang berada di seberang sana mengiyakan.
Sedangkan pria misterius saat sedang tertawa senang dan sinis saat Lucas akan menyelidiki anak buahnya. Si pria misterius tersebut menunggu momen permainan yang akan dimulai setelah sidang pengajuan banding Ozzie dan Christoper selesai.
__ADS_1
Dia beranjak dari tempat duduk dengan melepaskan topeng yang merekat di kulitnya dan beranjak pergi seperti sosok pria yang baik dan di percaya oleh orang-orang sekitarnya.