
Hidup bagaikan roda yang terus berputar. Pada saat ini Raymond memerintahkan anak buahnya untuk memberikan obat dalam minuman milik Alika. Kini Lucas meninggalkan Alika di mansion sendirian namun masih ada yang menemaninya yaitu para pelayan dan penjaga di mansion besar itu terutama putranya. Kali ini Liana tidak bisa menemani Alika sebab ada urusan di Indonesia. Liana sedang mengurus restoran dan butik yang sedang dia kembangkan di negara Indonesia.
Alika sedang menggendong Sean di halaman belakang sambil bersenandung dan mengusap kepala anaknya di bawah sinar mentari di pagi hari.
Sementara anak buah Raymon sedang menjalankan aksinya di dalam kamar pembantu dengan terus mondar mandir.
Beberapa lama kemudian Alika masuk membawa anaknya ke dalam kamar untuk di baringkan ke dalam boks bayi. Sambil memberikan kata indah di depan wajah anaknya.
“Putra momy, tidurlah dengan nyenyak dan bermimpilah yang indah”, dengan mengecup dahi putranya.
Setelah selesai menidurkan, Alika pergi ke ruang tengah sembari menonton televisi sambil bermain ponsel dengan berkirim pesan lewat chat dengan Aminah.
Alika:
“Aminah!! Kamu sedang apa? Aku rindu dengan kamu”.
Aminah yang sedang bernyanyi di ruang tengah dengan suara yang menggelegar di seluruh penjuru mansion milik Daniel dan membuat para pelayan dan penjaga menutup telinganya sebab tidak betah dengan suara Aminah yang terlalu sumbang apalagi di dominasi dengan suara cemprengnya.
Mereka hanya pasrah mendengar suara Aminah meskipun ingin sekali memarahinya. Para pelayan pada mengeluh. Mereka ingin memarahi nyonyanya namun terhalang oleh status mereka.
Aminah yang merasa asyik terus bernyanyi dengan microfon tanpa memperdulikan nasib orang-orang di mansionnya. Aminah terus berteriak dan berjoget sampai dentingan ponsel pun ia tidak mendengarkan.
Sedangkan Daniel sibuk dengan pekerjaannya di kantor. Daniel sedang mengamati harga saham pasaran di global.
Ketika sedang fokus tiba-tiba ada suara deringan ponsel dengan nama Markus di depan layar ponsel. Lalu Daniel mengangkatnya.
“Hallo, ada apa?”, tanya Daniel sambil tetap fokus membaca lembaran-lembaran kertas yang ada di meja.
“Hallo tuan, ini gawat...”, ucap Markus penjaga mansion.
“Gawat kenapa?”, tanya Daniel.
“Para pelayan pada kelelahan di mansion saat saya kembali ke mansion anda tuan”, ucap Markus.
“Kenapa mereka bisa kelelahan. Apakah karena Aminah terus menyuruh mereka bekerja terlalu berat?”, ucap Daniel.
“Mungkin, saya kurang tahu tuan. Mereka duduk terkapar. Ada yang bersimpuh di lantai dan ada yang mual tua”, ucap Markus yang baru kembali mengurus pekerjaannya di luar.
“Baiklah, kamu tanyakan mereka satu persatu. Jika mereka sakit panggil dokter dan bawa ke mansion. Saya akan segera kembali ke mansion”, ucap Daniel sambil membereskan dokumen-dokumen untuk dikerjakan di rumah.
“Baik tuan, saya laksanakan”, ucap Markus.
Sementara Aminah duduk di sofa sambil makan keripik kesukaannya sambil bersenandung setelah bernyanyi. Kini ia lelah, Aminah hanya dapat menonton televisi. Dia juga sudah puas dengan nyanyiannya yang menggelegar. Kini Aminah mengambil ponsel di atas meja dan membuka. Ketika membuka ponsel ada beberapa chat dari Alika.
Alika:
“Aminah!!! Aku kangen. Kok gak di balas-balas sih😢😢”.
Alika:
“Kamu tidur ya”.
Alika:
“Min sudah sepuluh menit. Kamu dimana?”
Alika:
__ADS_1
“Min! Min! Min! Aku kesepian!! Cepetan balesnya!!😫”
Aminah yang melihat isi chat dari Alika terkikik geli. Lalu Aminah membalas chat dari Alika.
Aminah:
“Sorry, Lik. Kamu menungguku”.
Aminah:
“Aku sedang konser di rumah nih🙈”.
Dentingan ponsel Alika berbunyi saat sedang meminum teh buatan pelayan dengan ditemani camilan cookies kesukaannya.
Alika :
“Konser apaan Min!!”
Aminah:
“Ya konser, nyanyi gitu. Aku sebentar lagi mau di undang ama Selena Gomez🙈. Mumpung di luar negeri hehe”.
Alika:
“Wah, bahaya Min🙉 Kasihan Selena gomesnya hehe😂😂”.
Aminah:
“Wah kamu jangan meremehkan aku yang sebelas dua belas dengan Syahrini ya😡😡”.
Alika:
Aminah:
“Awas ya, kalau aku sudah jadi artis. Tidak aku tanda tangani kalau kamu yang minta meski memohon kepadaku😡😡”.
Alika:
“Jangan dong Min, aku kan sahabat kamu hehe”.
Ketika Aminah sedang asyik berkirim pesan lewat chat dengan Alika. Daniel datang tiba-tiba dengan ekspresi khawatir sambil memegang kepalanya.
“Sweety, kamu tidak kenapa-kenapa kan?”, tanya Daniel.
“Aku itu tidak apa-apa Daniel. Kamu itu kok pulang cepat. Padahal ini masih pagi”, ucap Aminah.
“Aku khawatir dengan kamu, sweety”, ucap Daniel.
“Emang aku kenapa?”, tanya Aminah.
“Kata Markus di mansion para pelayan dan para penjaga kelelahan dan mual-mual sayang”, ucap Daniel dengan mengecup kening Aminah.
“Lho kok bisa, aku aja dari tadi di sini. Padahal tadi para pelayan habis melayaniku membuat minuman dan camilan”, ucap Aminah.
“Tidak tahu sweety.Tapi aku bersyukur kalau kamu tidak kenapa-napa”, ucap Daniel.
“Kalau begitu kita ke kamar para pelayan yang tengah sakit dan tanyakan kenapa mereka bisa seperti itu”, ucap Aminah.
__ADS_1
“Baiklah, sweety. Tapi kamu pakai masker”, ucap Daniel.
“Tidak perlu, dan tak usah khawatir. Mungkin mereka sakit salah makan”, ucap Aminah.
Aminah berjalan pergi ke kamar para pelayan dan penjaga dengan diikuti oleh Daniel. Sampainya di kamar Daniel bertemu Markus yang mendampingi mereka yang terkapar lemas.
“Kenapa mereka bisa begini?”, tanya Daniel.
“Maaf tuan, mereka begini karena...”, jeda Markus karena takut apabila atasannya tersinggung setelah mendengarkan cerita yang mengeluh kepadanya.
“Karena apa?”, tanya Daniel.
“Iya karena, kenapa?”, tanya Aminah juga.
Markus melihat ekspresi mereka sebenarnya tidak enak hati.
“Markus, karena apa?”, tanya Daniel.
Lalu Mark yang berada di belakang mereka menjawab tanpa peduli ekspresi mereka.
“Karena istrimu”, tuduh Mark.
“Istriku?”, ucap Daniel dengan mengernyit.
“Iya, dia yang sudah membuat para pekerja kamu lemas begitu sampai ada yang mual”, ucap Mark.
“Salahku? Maksudnya apa?”, tanya Aminah kesal.
“Iya salah kamu, coba kamu ingat kembali. Kenapa semua para pekerja di mansion ini sampai terkapar begitu?”, ucap Mark dengan teka teki.
“Jangan membuat teka teki dong, aku pusing nih. Mendingan to the point aja”, kesal Aminah dengan tangan bersedekap di dada.
“Benaran, mau jujur keluhan mereka”, ucap Marka melihat ekspresi Aminah.
“Iya”, ucap Aminah.
“Kalian tidak akan memberhentikan mereka dari pekerjaannya kan?” tanya Mark kembali.
“Iya, Iya, cepetan dong”, ucap Aminah dengan marah.
“Mereka sampai begini karena suara sumbang kamu Aminah”, ucap Mark.
“Whats?!”, terkejut Aminah.
“Gak mungkin, suaraku sampai membuat mereka terkapar begini. Padahal suaraku sebelas dua belas dengan Selena Gomes”, ucap Aminah yang bikin tertawa namun mereka tahan agar tidak marah.
“Coba aku mau dengar suara kamu”, ucap Mark.
“Baiklah”, ucap Aminah yang tidak mau kalah.
Lalu Aminah menyanyikan lagu soundtrack Frozen.
“Let it go! Let it go!! I will...”, suara Aminah dipotong oleh Mark.
“Itu suaranya yang bikin mereka seperti itu Aminah”, ucap Mark.
“Yaudah, maaf kalau aku bikin kalian seperti ini. Aku tidak akan bernyanyi lagi pakai microfon deh. Aku akan tetap bernyanyi dengan senandung saja”, ucap Aminah.
__ADS_1
Para pelayan yang berada di kamar kompak mengatakan jangan.
Kemudian Mark dan lainnya tertawa. Daniel pun juga ikut tertawa melihat tingkah istrinya yang terus menggemaskan meski suaranya jelek.