Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 53


__ADS_3

Vio datang membawakan baskom yang berisi air hangat dan kotak P3K di tangannya. Saat Vio kembali, Milka sudah tidak ada di samping Abigail. Sedangkan Abigail memandang Vio dengan senyuman.


Vio bertanya kepada Abigail saat menaruh baskom berisi air dan kotak P3K di meja.


"Milka kemana?"


"Dia tidur karena matanya sakit akibat menangis yang berlarut-larut"


"Terus kamu?"


Abigail beranjak dari duduknya menatap Vio dengan mengikis jarak namun Vio melangkah mundur tetapi lengannya ditarik oleh Abigail. Lalu Abigail mengusap pipinya dengan jari secara perlahan yang membuat Vio gugup dan geli.


"Ap...apa ya..yang kamu lakukan?", dengan menelan air liur dengan kasar.


Abigail hanya memandang dengan sorot mata lembut dan tanpa izin menciumnya begitu dalam sampai Vio akan mendorong namun tangannya tercekal dan tengkuknya ditarik dengan kuat. Lalu ciuman itu terlepas untuk mengambil oksigen dengan mengatakan, "kamu yang akan mengobatiku", dengan senyum yang menyeringai setelah menyentuh lembut bibir ranummya.


Vio merasa kesal dengan perlakuan Abigail lalu Vio menginjak kakinya dengan mengumpat kasar, "dasar b*rengs*k". Abigail mendengarkan umpatan tersebut hanya tersenyum lalu menarik tangan Vio untuk mengajaknya duduk ke sofa dan Abigail berbaring membuka baju. Vio yang melihat tubuhnya begitu banyak luka ikut prihatin. Tanpa sadar Vio menyentuh luka di tubunya dengan mengatakan, "ini pasti sakit", Abigail hanya diam.


Lalu menggoda Vio yang menatap nanar.


"Apakah kamu menyukai tubuhku yang six pack sampai kamu tidak terlepas menatap tubuhku sambil mengusap?"


Vio tersadar dengan salah tingkah.


"A..aku bukan menganggumi tubuh kamu yang six pack tapi aku melihat luka yang ngeri di seluruh tubuh kamu begitu banyak", dengan bibir cemberut.


"Obatilah lukaku", ucap Abigail.


Vio mengobati tubuh yang penuh luka dengan telaten dan pelan. Sementara Abigail memandang wajahnya yang serius mengobati tubuhnya yang penuh luka dengan tersenyum tanpa bosan.


Beberapa lama kemudian Vio selesai mengobati tubuhnya, lalu beralih pada wajah Abigail yang sudah mengubah ekspresi biasa.


Ketika Vio sedang mengobati, Abigail malah mencekal tangan Vio dan membuatnya bertanya, " ada apa? sakitkah?", dengan menatap mata bernetra biru Abigail yang menyorot tajam.


Abigail membenahi posisi untuk duduk lalu menarik lengan Vio dan menciumnya. Vio terkejut dengan perlakuan Abigail sejak pertama dia akan mengobati. Vio akan meronta namun tidak bisa dengan posisinya sekarang sebab tangan kanannya dicekal sedangkan tangan kiri hanya bisa memukul tangannya.

__ADS_1


Sementara Lucas berjalan ke kamar dengan mengendap-endap agar Alika tidak terbangun. Lucas membuka kemeja untuk bertelanjang dada sebab dia tidak bisa tidur dengan memakai pakaian. Lalu Lucas duduk di samping ranjang dengan pelan dan menggeser tubuhnya untuk mendekati Alika kemudian memberikan kecupan dikeningnya dan terlelap tidur setelah hampir seharian mengurusi masalah mengenai mafia.


Begitu juga yang dilakukan oleh para suami kecuali Aminah yang mengagetkan Daniel di kamar yang padam.


"Daniel!", panggil Aminah yang membuat Daniel terkejut.


"Ngapain kamu mengendap-endap", ucap Aminah yang sedang makan kue cookies sambil minum jus kotak.


"Hai sweety, aku kira kamu sudah tidur", ucap Daniel dengan menghampiri Aminah dan duduk di sebelahnya.


"Aku tadi sudah tidur terus karena lapar aku jadi terbangun", ucap Aminah.


"Apakah kamu mau cookies?", tanya Aminah sambil menyodorkan piring yang berisi kue cookies. Daniel mengambil cookiesnya dan menggigit.


"Enak juga", puji Daniel dengan manggut-manggut.


"Iyalah enak karena banyak cocho chip yang di tabur dalam kue diatasnya", ucap Aminah.


"Iya sweety", ucap Daniel.


"Apakah tadi kalian berhasil membebaskan Abigail?", tanya Aminah.


"Ya, kami berhasil tetapi tadi kami harus berseteru dengan penjaga kepolisian dahulu", ucap Daniel.


Setelah selesai mengobrol Daniel menyuruh Aminah untuk segera tidut tetapi dia menolak untuk tidur dengan alasan matanya belum mengantuk. Lalu Daniel menemani Aminah mengobrol hingga menjelang pagi pukul 03.00 baru mereka mulai terlelap dengan saling berpelukan.


Matahari menyinari setiap sudut kota dan melalui celah jendela. Abigail yang tadi malam memaksa Vio untuk menemaninya mengobrol saat ini Abigail sedang memandang wajahnya Vio yang terlelap di sampingnya yang tertidur miring menghadapnya.


Tangan kekar menyentuh pipinya sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantiknya lalu tangannya menelusuri mata yang tertutup kemudian turun ke hidung yang tidak terlalu mancung dan ke bibir ranum yang begitu lembut. Abigail memandang wajahnya dengan senyuman hangat.


Lalu Abigail membisikan di telinga Vio dengan mengatakan, "kamu sungguh cantik" dan memberikan ciuman di setiap sudut wajahnya yang tidak di sadari Vio. Abigail kemudian bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badan walaupun perih ketika terkena guyuran air.


Sedangkan Vio terbangun dari tidurnya dengan gelagapan sebab dia terbangun begitu kesiangan. Vio menelisik sudut ruangan yang terlihat berbeda seperti bukan kamar milik Milka. Vio baru ingat jika anaknya saat ini membutuhkan susu. buatannya. Saat akan beranjak, Abigail memanggil, "Vio!", dengan rambut basah dan menggunakan handuk hanya sepinggang. Vio menoleh ke arah sumber suara berat dengan tatapan melotot lalu membuang muka dan Abigail hanya mencengir.


"Ada Apa?", tanya Vio yang tidak menatap ke wajah yang memanggil namanya.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?", tanya balik Abigail.


"Aku mau ke kamar Milka, takut Haeun mencari aku", ucap Vio yang punggungnya merasakan ada yang menempel dan bau wangian menyeruak di hidungnya begitu dekat.


"Baiklah, tapi sebelum pergi kamu harus mengobati lukaku dahulu", bisik Abigail di dekat telinganya yang membuat Vio menegang dan menelan salvina begitu kasar.


"Se..sejak ka...kapan kamu berdiri dibelakangku", gugup Vio. Abigail tersenyum menyeringai dengan membalikkan badan Vio lalu mengangkat dagu miliknya dengan tatapan tajam dan dia mendekatkan wajahnya untuk mengikis jarak yang membuat jantung Vio segerah meledak dan Vio langsung mendorong tubuhnya dengan berteriak, "kamu mau ngapain!", Tetapi Abigail hanya diam dan tangan besarnya menarik kepala belakang dengan menempelkan bibirnya. Kemudian Abigail menyatukan dahinya dengan berkata, "setelah kamu mandi, tolong obati tubuhku yang terluka ini", lalu mengecup dahinya.


"I..iya, aku mandi dulu", ucap Vio dengan membuka pintu begitu kasar dan berlari dengan menutup wajahnya yang memerah. Sedangkan Abigail tersenyum melihat tingkah teman adiknya yang begitu menggemaskan.


Saat akan membuka pintu, Vio melihat Haeun sedang bermain dengan Milka dan Raiden di kamar. Milka yang melihatnya memanggil Vio.


"Vi!"


"Ya", ucap Vio melangkah mendekat.


"Kamu baru bangun?", tanya Milka.


"Ya, tadi malam aku harus bergadang gara-gara kakak kamu", kesal Vio dengan menghampiri Haeun yang sedang mengoceh sambil bermain dengan berjongkok. Lalu Milka melihat ada sesuatu di leher Vio dengan badan mencondongkan ke depan Vio dan menyingkirkan rambut panjang di lehernya ke belakang. Vio bertanya, "Apa yang sedang kamu lakukan Milka?".


"Vi, dileher kamu ada bercak merah deh. Coba kamu lihat di kaca", ucap Milka.


Vio berlari ke kamar mandi lalu melihat lehernya lewat kaca dan membuka sedikit bajunya kemudian berteriak, "Abigail b*r*ngsekkkkkkk!!!!!". Suara teriakan Vio menggemparkan kamar Milka dan dapat membuat Haeun kaget untungnya Milka sudah menutup telinganya dalam hitungan jari. Raiden yang tadinya tidak memahami situasi baru dia menyadari apa yang diperbuat oleh Abigail.


Milka mengumpat untuk kakaknya dalam batin.


**** gila Abigail membuat gadis itu sampai marah segitu parahnya. Apakah Abigail sudah tidak tahan lagi. Ck, semua pria sama saja mungkin Raiden juga. Tetapi dia tidak berani menyentuhku karena Abigail. Enaknya jadi pria berbuat semaunya.


Milka menggeleng kepala. Kemudian Milka mengangkat tubuh Haeun yang sedang asyik bermain dalam gendongan untuk turun ke ruang tengah dengan mengajak Raiden setelah membereskan mainan.


Sedangkan Abigail cuman tertawa terbahak di dalam kamar yang tidak terdengar oleh siapa pun setelah di perkirakan bahwa Vio akan berteriak histeris.


Di kampus Tasya saat ini begitu riang gembira setelah mendapatkan pernyataan cinta dari Daniel dua minggu yang lalu setelah berkali-kali di tolak oleh Tasya sebagai pembalasan dendam karena Denis yang sok jual mahal. Angel sebagai sahabatnya ikut berbahagia melihat Tasya begitu ceria. Begitupun dengan Denis yang saat ini mulai lega setelah pernyataan cintanya diterima oleh Tasya setelah cintanya yang dia nyatakan ditolak terus.


Denis saat ini sedang mengelola perusahaan milik ayahnya sejak dua bulan lalu. Denis disibukkan dengan dokjmen pemasaran yang yang harus dia baca satu persatu agar resortnya meningkat dalam dunia wisatawan.

__ADS_1


Di Mahattan, markas besar Ozzie sedang mengadakan strategi pertempuran untuk melawan Lucas dan kawan-kawannya. Sementara Wily di gedung nan megah sedang mengatur strategi untuk kemenangan di dunia politik bersama Mirzha agar bisa melawan kelompok Ozzie dan kelompok milik Lucas meski dengan cara pengecut.


__ADS_2