
Di gedung area belantaran hutan, Lucas bersama lainnya membuka struktur chip milik anak buah tangan kanan Christoper yang sulit untuk dipecahkan kode dalam pelacakan. Leon saat ini sedang berusaha bersama Adam untuk bisa menemukan informasi mata-mata di CIA.
Sebelum mereka pergi, para wanita yang mereka sayangi telah diamankan di kediaman kubu aliansi tiga di daerah puncak dengan dijaga begitu ketat. Meski Abigail harus lewat perdebatan dengan Vio yang akan pulang ke Indonesia. Membuat Abigail begitu marah sampai membentak hingga menyeret tangannya untuk ikut berjalan. Haeun yang dalam gendongan Milka menangis terus menerus dengan mengikuti Abigail dibelakangnya bersama Raiden memasuki mobil yang berbeda.
Abigail tidak hanya memberikan peringatan, dia juga merampas barang elektronik miliknya yang sudah diberi penyadap oleh musuh dalam elektronik milik Vio dan membuang barang-barang elektronik miliknya di jalanan. Membuat Vio kesal dan marah dengan tatapan menyalang sambil mendengus sebab dia tidak bisa melawannya.
Sekarang ini Abigail dengan lainnya membuka barang elektronik Vio yang tadi dibuang dan dipungut oleh Denis yang mulai ikut andil permasalahan yang rumit dalam dunia bisnis mafia.
Mereka berkutat pada komputer masing-masing. Sedangkan Abraham mengawasi jalannya politik Wily dengan Mirzha.
Semua orang bekerja untuk menemukan tiga pengkhianat di CIA lewat bantuan Steve dari dalam.
"Apakah ada yang bisa membobol situs milik Ozzie?", tanya Lucas.
"Belum, ini sangat sulit untuk melacak mereka apalagi wajahnya di lapisi dengan topeng kulit", ucap Adam.
"Aku menemukan posisi Ozzie dan Christhoper kali ini", ucap Denis.
"Dia ada disebuah hotel mewah bersama dengan kolega membahas bisnis ilegalnya", ucap Damien.
"Aku juga menemukan bisnis ilegal itu akan dikirim lima hari lagi lewat bandara yang telah mendapatkan suapan dari Christoper", ucap Abigail.
"Aku akan menyalin informasi ini dengan flasdishk yang sudah terdapat perlindungan yang tinggi", ucap kembali Abigail.
"Aku sudah melacak gadis itu dan ternyata wajahnya hampir sama dengan angka 75% kecocokan dengan wajah aslinya pada wanita tersebut teman dari istri kalian di SMA", ucap Damien.
Daniel yang sedang fokus langsung mengumpat kasar, "f*ck", dengan amarah.
"Tiga mata-mata itu ditemukan oleh Steve dan saat ini sedang mengejarnya bersama Caesar, Hosea, dan Vinson", ucap Abigail yang telah mendapatkan informasi.
"Bagus, kita bisa mengepungnya dan kita harus segera pergi sebelum dia lolos", ucap Lucas.
Lalu mereka bergegas bersama anak buahnya masing-masing dengan terhubung lewat ponsel yang ditelinganya terpasang aerphone.
"Hallo Steve kamu sekarang ada di mana?", tanya Lucas sambil fokus menyetir.
"Aku ada di dekat pecinan", ucap Steve diseberang sana dengan nafas menderu.
"Baiklah aku, Daniel, dan Adam akan segera ke sana", ucap Lucas mempercepat laju mobilnya.
Sementara Abigail, Denis, Damien, dan Leon kearah pusat perbelanjaan kota yang telah mendapatkan informasi dari Vinson.
Mereka berlari tanpa henti mengejar untuk bisa mengungkap takbir musuh.
Sedangkan para wanita yang ditinggalkan sekarang di jaga oleh Raiden, Beni, dan orang-orang kepercayaan dari Lucas dengan kawan-kawannya.
Saat ini mereka disibukkan dengan acara masak memasak sampai cerita gosip.
"Gaes aku dapat berita ada wanita hamil sambil melakukan vlog", ucap Aminah.
"Itu sudah biasa, yang saat paling mengerikan adalah pelakor. Makanya banyak kalangan artis maupun orang umum pada bercerai", ucap Milka.
"Benar juga, aku aja sampai mau ingin menginjak-injak si pelakor itu. Apalagi jika aku punya laki seperti itu akan aku ratakan mukannya. Biar matanya tidak menjelajah dengan tatapan lapar", ucap Charlotte dengan nada kesal.
"Benar tuh", setuju Aminah.
Sedangkan Vio merasa bosan dengan tubuh masih terasa pegal gara-gara hal kemarin yang dilakukan oleh Abigail dia duduk diantara para wanita penggosip.
__ADS_1
Usai mereka kenyang memakan camilan dan bergosip mereka mengeluarkan barang elektronik dengan mematikan GPS agar tidak di lacak.
Sementara Vio mendekati Alika yang sedang memegang ponsel untuk dapat meminjam ponselnya agar bisa menghubungi orang lain yang berada di negara berbeda.
"Alika, kamu sedang apa?", tanya Vio dengan berkelit.
"Oh, aku sedang melihat fasion yang sedang diskon. Siapa tahu setelah ini bisa beli beberapa pakaian jika ada yang membuatku tertarik", ucap Alika.
Saat Vio sedang mendekat Alika dengan memangku Haeun yang sedang tidur di sebelah Raiden ada seseorang yang mengawasi Vio yang diutus oleh Abigail untuk melarang Vio memainkan barang elektronik.
Vio mulai akan meminjam ponsel dengan suara lirih.
"Lik, apakah aku bisa pinjam ponsel kamu?', tanya Vio.
"Tentu", ucap Alika menyodorkan ponsel dan langsung ditahan oleh sosok pria dengan mengatakan, "maaf nona, anda tidak boleh memegang barang elektronik apapun yang berhubungan dengan internet dan ini perintah dari tuan Abigail".
Milka dan Raiden pura-pura tidak mendengar sedangkan Aminah membela Vio.
"Kenapa dia tidak boleh? sementara kami bermain tidak ada yang melarang", ucap Aminah yang sedang memakan keripik balado.
"Maaf nona, untuk alasan saya tidak tahu dan saya hanya menjalankan perintah saja", ucap pria tersebut dengan kepala pelontos berkulit hitam.
Vio mengumpat kasar kepada Abigail dalam hati.
Dasar pria br*ngs*k!! penuh dengan trik dan akal busuk. Aku doakan kamu segera masuk neraka.
Lalu Vio menoleh ke arah Raiden dan beralih menatap Milka yang membuat Vio merasa kesal. Kemudian Vio pergi ke kamar menidurkan Haeun di ranjang.
Tatkala para wanita di tempat yang aman dengan penjagaan ketat, saat ini para mafia sedang baku hantam dan saling tembak menembak hingga ada yang terluka sampai menghebohkan para pengunjung yang menjadi pusat target operasi mereka.
Beberapa lama kemudian Abigail berhasil menangkap setelah mengalami luka di bahunya dan baku hantam. Sedangkan lainnya pun menyusul menangkap salah satu pria yang pernah membunuh Diego dan Johan. Mereka menangkap tiga mangsa sedangkan satu mangsa pergi setelah memukul bagian belakang kepala Daniel tetapi telah di tangkap oleh Vinson. Akhirnya mereka bisa membawa ke markas bawah tanah dengan menggantungkan tangannya di tiang besi dan diberi hukuman setimpal begitupun tangkapan dari Aslan yang langsung membawanya pergi ke markas lain dengan menutup wajahnya.
Esok harinya ada sebuah berita besar-besaran bersama para pendemo sebagai aksi protes kepada kalangan pemimpin perwakilan rakyat yang telah memberikan dampak buruk untuk perekonomian akibat para koruptor dan menjadikan para rakyat terkena imbas ulah para pemimpin yang tidak amanah.
Ketika Milka akan menonton TV tiba-tiba ada siaran berita yang menghebohkan untuk kalangan politik maupun rakyat pada umumnya.
Berita News
Ada sebuah tragedi kecelakaan yang dialami oleh pejabat. Tragedi itu membuat kerugian yang banyak dan masyarakat terkena imbas oleh orang-orang yang tidak beramanah.
Milka yang sedang menonton kaget dan Aminah menimbrung dengan mengomel, "itulah jika tidak beramanah membuat rakyat semakin menderita", dengan makan camilan.
Milka menganggukan kepala apa yang dikatakan Aminah benar. Sedangkan Vio sedang membuat rencana untuk dapat meminjam ponsel saat anak buah Abigail lengah kemudian kabur pergi ke tempat dimana Abigail tidak dapat menemukan dirinya.
Vio mengendap-endap masuk ke kamar Amanda yang sedang sendirian untuk meminjam ponsel.
"Hai Amanda", sapa Vio.
"Hai Vi, ada apa?", sapa balik Amanda dengan bertanya.
"Aku boleh meminjam ponsel enggak", ucap Vio.
"Tentu", ucap Amanda.
"Syukurlah kamu meminjamkan. Tapi aku juga minta tolong jangan beritahu siapa-siapa ya secara kamu tahu kan aku tidak boleh memegang barang elektronik apa pun oleh Abigail si pria picik itu", ucap Vio dengan nada sedikit kesal.
"Baiklah Vi", ucap Amanda.
__ADS_1
Vio lalu pergi ke balkon menghubungi Jimmy dan Raina tentang masalahnya. Ketika sedang mengetik nomor yang dia ingat tiba-tiba ada sosok bertubuh kekar mengambil ponsel secara paksa dengan tatapan dingin.
Vio terkejut dengan refleks mengomeli orang yang mengambil ponsel.
"Apa yang kamu lakukan?! Aku itu hanya mau menghubungi seseorang yang ku kenal", bentak Vio dengan membalikan tubuh tanpa menyadari siapa yang dia omeli. Saat selesai mengomel Vio terkejut dan tubuhnya menegang sambil memanggil orang tersebut dengan lirih, "A..Abigail".
"Hai sweet girl. Apa kamu sudah puas mengomel dan membentak", ucap Abigail dengan suara dingin.
"Ka..kapan kamu kembali. Bukankah pekerjaan kamu begitu lama sampai memindahkan kami ke Vila di puncak", ucap Vio.
"Jika aku tidak selesai, kamu mau ngapain?", tanya Abigail.
Vio hanya berdiam saja lalu mendorong tubuh kekar Abigail tetapi Abigail tidak menyingkir.
"Ihhh, kamu bisa minggir gak, aku mau menemui Haeun", ucap Vio. Tetapi Abigail hanya diam lalu mengangkat tubuh Vio setelah memasukkan ponsel ke dalam saku celana dan membuat Vio terkejut juga marah.
"Kamu mau ngapain sih", kesal Vio.
"Aku membutuhkan energi untuk misi selanjutnya", ucap Abigail.
"Aku tidak sudi", ketus Vio.
"Oh ya", ejek Abigail.
Abigail menatap Vio dalam sekejap dan membawa ke ranjang lalu memciumnya dengan dalam.
Sementara pasangan lainnya sedang melepas rindu kepada pasangannya yang telah kembali dan duduk di meja makan sembari bercanda.
"Sweety, kamu tidak ada keluhan pada kehamilan kamu kan?", tanya Lucas dengan wajah khawatir.
"Tidak, tapi aku kesepian tidak ada yang mengusap perutku", kekeh Alika.
"Tunggulah sebentar, setelah ini berakhir dalam waktu satu minggu akan aku temani kamu ke rumah sakit untuk melahirkan", ucap Lucas.
"Baiklah", senyum Alika.
"Tenang saja, Alika bersama kita. Jika dia melahirkan di sini juga ada seorang dokter yang kamu utus",ucap Arletta dengan melirik Mark yang sedang menyesap kopi instannya.
"Betul, apa yang dikatakan oleh Arletta", ucap Mark dengan senyum.
"Apakah kalian akan pergi lagi?", tanya Charlotte.
"Ya sweety, kami harus menuntaskan mereka agar kalian tidak kena bahaya", ucap Adam sambil memberikan ciuman pada anaknya dalam gendongan.
"Kalau begitu aku juga akan ikut", ucap Raiden mengajukan diri.
"No, kamu jaga wanita kami", ucap Daniel.
"Aku tidak bisa berdiam diri melihat kalian bekerja keras dan mengorbankan waktu bersama istri kalian", ucap Raiden.
"Kamu juga sedang bekerja keras dengan lainnya Raiden, untuk melindungi para wanita di vila ini", sahut Abigail yang sedang menuruni tangga menghampiri mereka.
"Apa yang dikatakan Abigail benar Raiden", ucap Milka. Abigail yang berada di samping Mark tersenyum melihat adiknya yang begitu lega jika Raiden tidak ikut berperang.
"Its ok", ucap Raiden mengalah.
Sementara Vio di dalam kamar menangis akibat perbuatan Abigail yang seenaknya melakukan sesuatu untuk dirinya. Vio langsung bergegas ke kamar mandi untuk memuntahkan rasa jengkel yang dilakukan Abigail terhadap dirinya dengan mengguyurkan tubuhnya di bawah shower. Vio akan membalaskan dendamnya terhadap Abigail.
__ADS_1
Aku akan membocorkan data secepatnya agar kamu masuk neraka dan aku bisa bebas lihat saja apa yang kuperbuat.