Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 70


__ADS_3

Alika yang berada di ruang tengah seraya menunggu Aminah, akhirnya dirinya tertidur.


Sementara Aminah cemberut karena suaminya terus menggodanya di ruang tengah.


“Sweety, ternyata mereka terkena wabah penyakit karena suara sumbang kamu”, tawa Daniel terus meledak sejak di kamar para pelayan.


“Daniel, bisa diam tidak”, kesal Aminah dengan menutup wajahnya dengan bantal sofa.


“Habisnya kamu lucu lho sweety”, tawa Daniel yang mulai mereda.


“Kamu senang kan jika aku menderita. Kalau begitu jika kamu meminta sesuatu hal aku tidak akan menuruti kamu. Kamu tidurlah di kamar lain”, kesal Aminah dengan cemberut dan pergi meninggalkan Daniel. Lalu Daniel pergi menyusul Aminah karena hati tersambar petir sebab dirinya harus tidur di kamar lain. Pundak Daniel merasa luruh. Daniel pergi ke kamar namun pintunya terkunci. Kemudian Daniel mengetuk keras namun tidak ada jawaban. Daniel hanya mampu menghembuskan nafas kasar dan kembali ke ruang tengah. Sedangkan Aminah terus bersenandung sambil menikmati televisi di kamarnya.


Seraya menunggu Aminah keluar dari kamar, Daniel menyibukkan diri dengan mengerjakan dokumen yang menumpuk di dalam tas. Daniel mengerjakan di ruang tengah untuk menunggu Aminah keluar.


Sedangkan Abigail pergi ke markas menangani kasus tersangka lainnya sembari mencari keberadaan Vio yang telah lama menghilang.


Ketika di sela kesibukkannya Denis dan Abraham datang dan menyapanya.


“Hai Abigail”, sapa Abraham dengan melangkah duduk di bangku meja kerja milik Abigail dan diikuti oleh Denis.


“Tumben kamu kesini. Pasti ada yang ingin kamu bicarakan”, ucap Abigail dengan beranjak pergi ke pembuatan kopi untuk tamunya.


“Kamu tahu saja, Abigail”, ucap Abraham.


“Apakah kamu sudah menemukan Vio dan penjahatnya?”, tanya Abraham.


“Aku belum ada informasi dan aku juga belum menemukan dia. Aku berharap dia masih hidup dan kembali untu Haeun seenggaknya”, ucap Abigail dengan membawa dua secangkir kopi.


“Penculik itu pasti suruhan oleh pria yang masih spansiur”, ucap Abraham.


“Ya, perencanaan mereka sungguh bersih”, ucap Abigail.


“Ada berita apa sampai kalian datanh ke sini? “, tanya Abigail dengan menjatuhkan bokongnya ke kursi kerjanya.


“Kami ke sini untuk meminta bantuan menyelidiki masa lalu Alika. Kami menemukan bahwa Alika itu anak Courvin. Tapi kami belum mendapatkan informasi secara kompleks. Ini ada hubungannya masa lalu. Sementara Lucas sedang mengurus perusahaan di paman sam. Dia juga sedang menyelidiki pria itu di keluarga Courvin yang masih hidup”, ucap Abraham.


“Jadi, kalian ingin aku dan Steve menyelidiki anak Courvin yang masih hidup dan telah lama menghilang”, ucap Abigail.


“Bingo!”, ucap Denis.

__ADS_1


“Ini masalah benar-benar rumit tapi jika kita menemukan di tengah-tengah kerumitan. Pasti kita dapat memecahkan secara keseluruhan”, ucap Denis.


“Apabila kita menunggu informasi dari mulut Ozzie, kita tidak akan menemukan apa-apa. Soalnya di mata dia kita itu musuh yang telah merebut harta miliknya”, ucap Denis kembali.


“Baiklah, kami akan menyelidiki itu”, ucap Steve dari belakang.


“Tapi, kita menyelidiki ini secara diam-diam. Sepertinya atasan kita ada yang ikut berkompromi dengan sekutunya Ozzie”, lanjut Steve.


“Benar, yang kamu katakan Steve, Kita harus menyelidiki ini secara diam-diam”, ucao Abraham.


“Kami akan membantu mencari Vio untukmu”, ucap Denis.


“It’s ok”, ucap Abigail tersenyum sinis.


Mereka mulai melakukan pencarian mengenai pria yang memiliki balas dendam terhadap masa lalunya.


Sementara Vio yang berada di kediaman Joni sedang meretas milik Raina agar dapat menemukan informasi atasannya bersama Alam.


Ketika meretas dokumentasi milik Raina hanya informasi tentang siasat saja. Vio membaca siasat milik Raina dengan seksama. Vio menemukan informasi bahwa atasannya ternyata dari keluarga Courvin. Vio juga menemukan siasat milik Raina dari atasannya yaitu menghancurkan keluarga Saddam bersama Aliansi. Di sana juga ada beberapa foto dan lebih mengejutkan foto Joni terpampang di balik siasat Raina.


Joni yang tengah datang melihat dirinya yang terpampang di layar monitor juga mengejutkan untuknya. Dirinya juga masuk ke dalam daftar hitam dari keluarga Courvin. Itu membuat dirinya tercengang.


“Saya tidak apa-apa nak. Ternyata dia sudah mengetahui bahwa aku hidup. Kamu segeralah menutup wajahmu agar ia tidak mengenalimu. Dia sepertinya lebih pintar dari ayahnya nak”, ucap Joni.


“Ayahnya itu Courvin”, ucap Vio.


“Iya, Courvin itu ayahnya. Dahulu Courvin pernah berkerja sama dengan aliansi yang didirikan oleh keluarga Saddam. Namun diakhir tragedi dia terbunuh dengan memercayai musuh dan mengkhianati kami”, ucap Joni.


“Ternyata, masa lalu belum selesai”, sinis Joni.


“Segeralah untuk mengcopy sebelum mereka menyadari orang yang telah meretas dan segera hapus sebelum mereka mencari tahu”, ucap Joni dengan meninggalkan ruang bawah tanah.


Vio langsung membereskan pekerjaan setelah selesai mengcopy data.


Sedangkan di mansion milik Lucas, Alika terbangun dari tidurnya dengan kepala terasa sakit seperti di tusuk oleh jarum.


Alika beranjak dari sofa untuk pergi ke kamarnya melihat Sean apakah sudah bangun atau belum?


Alika pergi ke lantai atas menuju kamar dengan memegang kepalanya yang seperti tertusuk jarum. Alika merasa tidak tahan dengan kepalanya yang begitu sakit.

__ADS_1


Sampainya di dalam kamar dengan berjalan tertatih, Alika mendengar suara tangisan dari bibir mungil Sean yang meraung-raung.


Alika berusaha menghampiri dengan kepalanya yang semakin sakit yang tak tertahankan dan mengeluarkan darah dari lubang hidung.


Raymon melihat skenario perencanaannya berhasil, dia tertawa terbahak-bahak. Raymon menghubungi pelayan yang telah mengkhianati Lucas. Raymon memberikan pujian dan memberi uang tambahan untuknya atas keberhasilannya.


Kini Lucas dalam perjalanan pulang ke kota Berlin dengan membawa sesuatu yang diberikan kepada Alika. Lucas sudah tidak sabar bertemu istri kecilnya dengan tersenyum yang terpatri di wajahnya.


Malam hari, Lucas telah tiba di kediamannya. Setelah hampir seminggu terpisah dengan istri kecilnya karena dinasnya.


Lucas mengendap-endap masuk ke dalam rumah dan naik ke atas menuju kamar. Di sana ia disuguhkan oleh banyak pelayan yang mengerubungi kamarnya dan Lucas merasa marah.


“Kenapa kalian ada di kamar saya?”, tanya Lucas dari belakang dengan wajah dingin.


Para pelayan menoleh ke sumber suara. Para pelayan hanya menunduk kepala. Sedangkan Mrs, Samantha membuka suara.


“Maaf tuan, kami bukan maksud mengerubungi kamar anda. Kami sedang khawatir dengan nona Alika yang tiba-tiba pingsan dan saat bangun dia memuntahkan darah tuan...”, ucapan Samantha di potong dengan suara keras yang mengejutkan dari Lucas. Lucas langsung berlari ke kamar dengan ekspresi sedih dan khawatir. Sementara Mark masih memeriksa keadaan Alika. Setelah selesai memeriksa beberapa tahap dan mengambil sampel darah lalu Mark bersuara.


“Lucas, sepertinya istri kamu sakit parah”, ucap Mark.


“Kita harus bawa dia ke rumah sakit”, ucap Mark kembali.


“Baiklah, bawa dia ke rumah sakit. Apapun caranya yang terpenting adalah kesembuhan istriku”, ucap Lucas.


Kemudian Lucas mengangkat tubuh istrinya di bawa ke dalam mobil untuk pemeriksaan selanjutnya. Sedangkan Sea yang baru tiba menyambangi rumah Lucas, Sea terkejut melihat Alika dalam gendongan suaminya. Sea berlari menghampiri Lucas.


“Ada apa Lucas, dengan Alika?”, tanya Sea.


“Entahlah mom, aku akan bawa dia ke rumah sakit dahulu. Setelah itu baru aku kasih kabar”, ucap Lucas dengan terburu-buru bersama Mark. Sebelum masuk ke dalam mobil, Lucas meminta tolong kepada momy nya.


“Mom, tolong jaga Sean, selama aku pergi ke rumah sakit”,ucap Lucas.


“Baik nak, momy akan menjaga Sean. Cepatlah pergi”, ucap Sea.


“Thank you mom”, ucap Lucas dengan pergi berlalu masuk ke dalam mobil di bagian jok belakang.


Sea yang ditinggalkan berdoa untuk mantunya.


“Semoga Alika tidak kenapa-napa. Aku berharap dokter dapat mengatasinya dengan cepat sehingga mantuku terselamatkan. Tuhan kabulkan doa yang ku panjatkan. Amin”, panjat doa Sea.

__ADS_1


__ADS_2