Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 40


__ADS_3

Sore hari setelah ikut Abigail kesana kemari hanya untuk cari informasi lanjut tentang kematian Diego. Akhirnya selesai juga hanya tinggal menunggu hasil otopsi tersebut.


Saat ini di dalam mobil miliknya yang di kemudikan sendiri dengan ditemani oleh Abigail, Lucas meminta tolong untuk memberikan pesan kepada mereka untuk datang ke markas


Abigail :


Gaes kalian datanglah ke markas kita. Ada sesuatu yang harus kita bahas.


Ketika Daniel sedang di cafe bersama Aminah tiba-tiba ada suara dentingan di ponsel begitu juga dengan lainnya. Mereka membuka pesan dari Abigail lalu bergegas pergi kecuali Daniel dengan Leon. Mereka berdua harus mengantar istrinya ke rumah terlebih dahulu baru ke markas.


Daniel mengajak Aminah pulang saat dia sedang asyik makan kentungky.


“Sweety!”


“hmm”


“Aku hari ini ada rapat tiba-tiba, jadi kita menghentikan aktivitas liburnya sampai di sini”


“Yahh”, raut wajah Aminah berubah kecewa dengan mengatakan, “katanya kamu sudah mengambil cuti”, cemberut Aminah.


“Hei, jangan cemberut gitu. Aku janji lain kali kita bisa full bermain. Besok malam minggu ada festival, aku akan ajak kamu pergi kesana seharian”, dengan mengusap kedua tangannya dan mencium.


“Janji ya”, dengan menyodorkan jari kelingking.


“Iya janji”,ucap Daniel dengan menautkan jari kelingking sambil memberikan senyuman lembut dan hangat.


Lalu Daniel membantu Aminah untuk berpindah ke tempat kursi roda. Kemudian mendorong keluar setelah menyelesaikan pembayaran. Mereka melaju kembali ke mansion.


Sedangkan Damien saat akan berangkat harus berdebat terlebih dahulu dengan Arletta mengenai kondisinya yang baru sembuh belum lama itu.


Saat Damien sedang mengambil jaket di lemari dan celana jins panjang tiba-tiba Arletta mengagetkan dengan derap suar.


“Damien! Kamu mau kemana?”, seru Arletta

__ADS_1


“Aku akan pergi ke markas honey”


“Memangnya kamu sudah sembuh?”


“ Tentu”


“Damien, tapi kamu baru sembuh dan belum lama kamu keluar dari rumah sakit. Aku tidak akan mengizinkan kamu pergi”


“Sweety”, dengan menarik nafas untuk memberikan pengertian pelan, “ Aku tahu jika aku belum lama keluar dari rumah sakit. Tapi ini genting sweety, kami hanya membahasa seputar kecelakaan yang lalu dan mengenai pelemparan batu yang terbungkus kertas dengan berisi pesan ancaman. Kami hanya bahas itu bukan untuk perang. Aku janji setelah selesai aku langsung pulang. Aku di sana bersama lainnya hanya membahas tentang kematian musuh kami yang tertangkap tidak lebih sweety. Jika masalah terpecahkan dan selesai semua akan kembali aman terutama keluarga kita dan teman-teman terdekat kita. Kamu tidak mau kan jika ada orang-orang terdekat kita tidak tahu menahu permasalahan kita tapi dia jadi korbannya? Kita yang akan bersalah”, bujuk Damien sambil mengusap dua tangan istrinya. Arletta menganggukkan kepala sebab ia tidak ingin orang-oran terdekatnya menjadi korban. Jadi ia mengizinkannya.


“Ya, aku izinkan. Tapi janji untuk langsung pulang”,ucap Arletta dengan memeluk Damien.


Damien tersenyum dengan mengusap kepala istrinya dan mengecup.


“Thank you”, ucap Damien lembut.


Arletta melepaskan pelukan dengan senyuman dan Damien mengecup ketika Arletta mengangkat kepala.


Perdebatan pun selesai setelah Damien membujuk dan akhirnya di izinkan. Damien lalu pergi bersama dua pengawalnya yang satu mengemudikan mobil dan Damien duduk di jok belakang.


“Kenapa banyak sekali mata-mata di CIA? Berapa banyak lagi pengkhianatan dalam CIA maupun dalam kepolisian?”, tanya Adam bertubi.


“Entahlah, kita pecahkan kasus pembunuhan Diego dan Johan”, ucap Lucas dengan nada rendah.


“Aku..,” ketika Adam akan melontarkan kalimat tiba-tiba Denis datang bersama orang-orang yang di tunggu sejak tadi.


Damien meminta maaf, “sorry bro telat”, sambil berjalan menuju tempat duduk disebelah Adam yang diikuti oleh Daniel dan Denis.


“Tadi ada sedikit masalah bersama Arletta”, jelas Damien.


“Pasti kamu kena larangan sebab baru keluar dari rumah sakit”,sahut Adam di sebelahnya.


“Tahu aja bro”,seloroh Damien dengan terkekeh.

__ADS_1


Lalu Denis mendapatkan pertanyaan dari Daniel.


“Mana daddy kamu?”


“Dia tidak bisa datang sebab dia sedang menghadiri pesta dari salah satu kandidat politik di sana. Dia tidak hanya menghadiri, daddy mendapatkan informasi bahwa Wily berada di sana. Jadi daddy saat ini tidak hanya menghadiri pesta tapi sedang mengorek informasi Wily”, jelas Denis.


Lucas memulai rapatnya setelah berkelit dengan obrolan lain. Lalu Daniel bertanya dahulu dengan to the point.


“Bagaimana Diego bisa terbunuh?”,


“Di sana ada seorang pengkhianat entah dari anggota CIA ataupun kepolisian”, jawab Abigail.


“Apakah kalian menemukan pengkhianat itu?”, tanya Damien. Abigail menggelengkan kepala.


“Kita harus cepat menemukan dalang kematian Diego dan Johan”,ucap Adam dengan ekspresi serius.


“Ya”, ucap Lucas dengan dua tangan di rentangkan dan mengedikan bahu sambil memutarkan tubuh lalu beranjak ke monitor untuk memperlihatkan informasi mengenai Ozzie dan surat dari Diego. Di layar besar itu menujukan dokumen ilegal dan beberapa perusahaan kecil yang di curi Ozzie.


Denis yang melihat isi file itu mengumpat, “gila”, tanpa sadar. Orang-orang yang di dekat tersenyum miring kecuali Lucas.


“Dia terlalu licik, apalagi dia bekerja sama dengan orang di kelompok CIA yang shyco, itu bisa gawat dan bahaya. Jika kita tidak segerah menemukan orang itu”,jelas Daniel.


“Kalau begitu kalian menyerang orang yang berada di CIA terlebih dahulu. Ini mempertaruhkan nyawa untuk orang terdekat kalian. Akan ada banyak berwajah malaikat seperti setan contohnya aku pernah menemukan di film ada seorang gadis rupawan yang cantik dan sering dijuluki malaikat tapi dia membantai orang sekaligus tanpa takut akan kehilangan sesuatu. Polisi yang mencari tahu pelakunya siapa tidak pernah menemukan sampai mereka kewalahan hingga suatu hari si pelaku tertangkap tapi terbebas kembali”, jelas Denis kembali tapi Adam dan Leon meremehkan penjelasan Denis dikira dia bercanda dengan mengaitkan cerita mereka dengan dunia perfilman.


“Denis, kamu malah cerita film bukan membahas mengenai rencana yang harus kita ambil untuk menumpas Ozzie”, seloroh Adam dengan menepuk pundak Denis di sampingnya.


“Betul yang dikatakan Adam, Den. Kita membahas masalah kita bukan dunia film yang pernah kau tonton”, timpal Leon yang berdiri bersandar di tembok dengan bersedekap.


“Menurutku yang dikatakan Denis ada benarnya”, bela Damien.


“Benarnya ada dimana?”, tanya Adam.


“Benarnya di cerita yang sudah dijelaskan oleh Denis. Menurutku orang yang membunuh Diego dan Johan orang yang sudah ahli membantai orang. Buktinya di anggota CIA tidak bisa menemukan pelakunya, apalagi dia sudah menjadi anggota di sana bertahun-tahun. Persembunyian dia sangat rapi. Kita meminta bantuan sampai atas pun tidak bisa menemukan. Kita harus bertindak mengikuti permainan mereka”, jelas Damien.

__ADS_1


“Benar yang kamu katakan Damien, kita pikirkan kembali penyerangan Ozzie. Kita tidak bisa gegabah melakukan itu semua. Kita perlu perhitungan. Saat ini yang terpenting terlebih dahulu kita selamatkan istri dan anak kita”,ucap Lucas yang duduk diujung meja sana dengan kaki kanan menindih kaki kiri.


“Kami setuju”, ungkap mereka bersamaan. Lalu suasana menjadi hening dengan bergelut pikiran masing-masing.


__ADS_2