Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 63


__ADS_3

Setelah kepergian Raina, Vio merasa lega dengan menghembuskan nafas kasar sambil mengusap dada. Ketika Vio mengatakan rasa syukur Abigail datang dengan mengagetkan dari belakang dan membuat berjingat. Abigail duduk di samping Vio.


"Bagaimana perasaan kamu bertemu dengan Raina?", tanya Abigail meminum orange juice milik Vio.


"Begitulah", ucap Vio.


"Apa yang dia bisikkan untukmu?", tanya Abigail memakan steak milik Vio.


"Dia memberikan peringatan untukku", ucap Vio.


"Sudahlah aku ingin bertemu Haeun. Aku mau pulang", ucap kembali Vio.


"Baiklah, mari kita pulang", ucap Abigail mengikuti Vio berjalan.


Raina yang ada di balik pengemudi melihat Vio berjalan dengan Abigail tersenyum sinis dan mengatakan, "sangat menarik", sambil memainkan rambut panjang miliknya.


Abigail melajukan mobil menuju ke mansion. Vio melihat dari kaca spion melihat mobil Raina masih bertengger di area parkir membuat bulu kuduk merinding. Vio juga merasa bersyukur belum memberitahukan kepada Abigail soal flashdisk.


Syukurlah, aku belum kasih tahu kepada Abigail soal flashdisk yang aku bawa saat ini. Jika iya, aku bisa gawat dilihat Raina mengenai kesetiaan aku terhadapnya.


Raina yang berada di belakang Vio memberika kode kepada Abigail yang sejak tadi Vio telah mengamati mobil milik Raina.


"Abigail sepertinya dia mengikuti kita", ucap Vio.


"Ya, aku sudah tahu. Berpura-puralah tidak tahu", ucap Abigail sambil fokus menyetir.


"Wanita Bodoh", gumam Abigail yang masih terdengar di telinga Vio. Abigail melajukan mobil dengan berputar-putar di jalanan yang membuat Raina merasa lelah dan akhirnya Abigail bisa lolos dan pergi tanpa diikuti oleh Raina. Abigail melajukan mobil ke mansion dengan senyum menyeringai. Sedangkan Raina memukul setir kemudi dengan mengumpat kasar, "Br*ngs*k".


Sesampainya di mansion saat Vio akan turun Abigail meminta sesuatu kepada Vio.


"Vio, apakah kamu tidak memberikan aku kecupan", ucap Abigail.


"Apaan sih uncle. Jangan mulai lagi", ucao Vio yang akan membuka pintu namun lengannya di tarik dan mencium membuat Vio mendelik tapi Abigail tidak peduli. Dia menarik kepala Vio dengan menekan agar ciumannya mendalam dan beberapa detik Abigail melepaskan ciumannya dengan kening saling menyatu sambil mengatakan, "I love you", senyum Abigail dengan mengecup kening Vio yang tubuhnya membeku setiap kali bibir Abigail menyatakan keromantisan.


Vio turun dari mobil mencari Haeun.


"Haeun!".


"Haeun!! mama pulang!"


Ketika sampai di ruang keluarga Vio menemukan Haeun sedang bermain dan Vio berlari dengan memeluk tubub mungil anaknya dengan mengatakan, "sayang mama kangen dengan kamu", dan mengecup pipi gembulnya yang semakin menggemaskan.


Haeun berbicara dengan menyebut Vio, mama dan membuat Vio merasa senang dengan mengecup wajahnya bertubi-tubi. Abigail melihat Vio begitu bahagia merasa sangat senang setelah terlepas dia bercerita tentang kejahatan yang di perintahkan oleh Raina.


Milka yang berada di samping Vio menggoda.

__ADS_1


"Vi, bagaimana bulan madunya. Lancar tidak?", tanya Milka.


"Bulan madu apaan. Dia itu menculikku dengan sekenanya. Janganlah percaya dengan pria brengs*k seperti mereka", ucap Vio dengan melirik Abigail yang tersenyum miring.


"Kalau pria seperti Abigail sih emang begitu tetapi Raiden berbeda", ucap Milka dengan merangkul lengan Raiden yang amat dia cintai.


"Aishh", ucap Vio menatap sinis.


Milka hanya terkekeh saat membanggakan pria yang dicintainya.


Sementara Abraham pergi ke pulau terpencil dimana Saddam dan Sea berada. Abraham berangkat dari siang hari akan memakan waktu yang sangat panjang. Abraham sudah menyiapkan untuk perjalanan ke pulau terpencil menuju tempat Saddam berada dengan di temani dua pengawal memakai pakaian biasa agar tidak menarik perhatian orang-orang sekitar.


Malam hari Abraham bergegas pergi setelah istirahat satu jam setelah perjalanan dari helikopter. Dia pergi bersama dua pengawalnya ke tempat Saddam. Sampainya di kediaman Saddam Abraham langsung menyapa saat melihat Saddam sedang asyik berbincang dengan beberapa temannya di pelataran depan halaman rumahnya.


"Hai bro!", panggil Abraham dengan suara keras sampai mereka menoleh kepadanya.


Saddam beranjak dari duduk dengan tersenyum hangat yang tidak pernah Abraham lihat semenjak dia berpindah. Abraham memeluk tubuh Saddam lalu memperkenalkan Abraham kepada beberapa temannya di sana.


"Eddy, Jacob, Ronald, kenalkan dia teman lamaku yang pernah aku ceritakan kepada kalian. Dia Abraham", ucap Saddam memeluk pinggang Abraham. Kemudian mereka saling memperkenalkan diri dengan sambutan hangat. Lalu di tengah perkenalan Sea yang datang membawa camilan dan teh hangat terkejut. Dia meletakkan nampan beserta isinya dengan memeluk Abraham yang sudah lama tidak bertemu.


"Ya, ampu Abraham! Sudah lama kita tidak bertemu",ucap Sea yang merasa senang.


"Tentu, itu sudah sangat lampau", kekeh Abraham.


"Kalau begitu kita berbincang sambil duduk. Biarkan Sea bersama teman-teman wanitanya", ucap Saddam.


"Thank you", ucap Abraham sambil duduk di kursi yang tersisa.


Setelah kepergian Sea, Saddam mulai berbincang kembali.


"Kamu ke sini dengan siapa?", tanya Saddam.


"Bersama dua pengawal di belakang ku", ucap Abraham.


"Apa kalian berteman sejak kecil?", tanya Eddie.


"Ya, dalam satu lingkungan", ucap Saddam.


"Dahulu ayah saya bekerja untuk keluarga Saddam dan saya selalu di bawa ke rumahnya untuk bermain bersamanya. Lalu lama kelamaan kami sering bertemu dan akhirnya keluarga Saddam memperbolehkan untuk tinggal satu atap seperti saudara sendiri", cerita Abraham.


Mereka beroh ria setelah mendengarkan cerita dari Abraham dan bersulang ketika minuman milik Abraham datang dengan tertawa bersama.


Setelah rentang waktu lama mereka berpamitan dan hanya tinggal berdua dengan Saddam dan Sea yang masih di dalam membersihkan piring dan gelas kotor.


Kemudian Saddam berbicara serius dengan Abraham saat pertama menyapa Abraham yang sudah lama tidak mengunjungi tiba-tiba berkunjung tanpa memberi kabar.

__ADS_1


"Ada apa kamu ke sini?", tanya Saddam sambil menuangkan anggur setelah dibawakan Sea sebelum mengambil cucian kotor.


"Ada hal yang harus kita buka kembali masa lalu", ucap Abraham.


"Aku sudah tidak menginginkan lagi tentang masa lalu", ucap Saddam sambil meminum anggur hingga tandas.


"Tetapi itu akan menyangkut nyawa putra, menantumu, dan cucu kamu yang baru lahir", ucap Abraham.


"Cucu!", teriak Sea yang dari belakang saat mendengar kata cucu membuat dia tersenyum bahagia.


"Ya, kamu memiliki cucu. Apakah kalian tidak tahu kabar itu?", tanya Abraham dan mereka menggeleng kepala.


"Sungguh ironis kehidupan kalian setelah lima tahun melakukan pertengkaran namun kalian malah belum akur", ucap Abraham dengan meminum anggur.


"Apakah cucuku sehat?", tanya Sea dengan antusias sambil mengambil tempat duduk di samping suaminya.


"Iya, dia terlahir tampan", ucap Abraham dengan mengambil rokok di saku kemejanya.


"Berarti dia laki-laki", ucap Sea yang diangguki oleh Abraham.


"Oh my god honey, kita memiliki cucu laki-laki", ucap senang Sea.


"Siapa namanya Abraham?", tanya Sea.


"Dia diberi nama Sean", ucap Abraham sambil mematik rokok untuk dia hisap.


"Honey, kita harus mengunjungi cucu kita", ucap Sea.


"Baiklah sweety, sekarang kamu bisa membersihkan diri. Tolong biarkan kami berbicara soal sesuatu yang harus kami pecahkan", ucap Saddam.


"Baiklah", ucap Sea dengan beranjak dari tempat duduk dan masuk ke dalam meninggalkan mereka berdua.


Setelah kepergian Sea, Abraham menceritakan yang terjadi saat ini.


"Saat ini ada seseorang yang mengusik selain Ozzie dan Wily. Kehidupan rumit yang di alami saat ini akibat masa lalu. Ozzie mau menerima pekerjaan ini karena masala harta tetapi di balik dalang Ozzie dia menginginkan keluarga kita hancur. Masa lalu yang kita alami begitu memilukan saat perpecahan aliansi kita atas kesalahan dari bujukan Charles menjadikan keluarga Courvin menjadi korban. Lembaran masa lalu kita memberikan boomerang untuk anak, cucu kita Saddam. Aku ingin kamu kembali dan kita selesaikan masalah ini sebelum ada yang bercerai berai", ungkap Abraham dengan mengajak Saddam untuk membersihkan tentang masa lalu yang terjadi.


"Baiklah, aku sudah lama tidak mengalami suatu tantangan semenjak di depak oleh putraku", kekeh Saddam.


"Aku akan hubungi orang-orang dari masa lalu kita", ucap Abraham.


"Ok, aku setuju", ucap Saddam.


"Oh ya, ada satu lagi yang harus kamu ketahui yaitu bahwa kamh memiliki menantu dari darah Courvin", ucap Abraham membuat Saddam terkejut.


"Mungkin itu sebuah takdir", pasrah Saddam yang sudah tidak ingin ambil pusing.

__ADS_1


Abraham yang melihat Saddam telah berubah membuat Abraham merasa senang meski sudah tidak berjumpa kembali dengan amatlah lama. Perubahan Saddam ditimbulkan oleh Sea dan membuat Saddam sudah dapat mengendalikan emosi tidak seperti dahulu.


__ADS_2