Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 85


__ADS_3

Matahari menjulang ke atas, dua sejoli masih asyik berpelukan dibawah selimut putih. Tapi, tiba-tiba ada seseorang yang mengganggu tidurnya dengan sebuah ketukan keras dari luar. Lalu Daniel terbangun dengan mengusap wajahnya dan beranjak dari ranjang dan memakai kaos putih yang tergeletak di lantai. Kemudian berjalan ke pintu untuk membukakan orang yang menganggunya yang tengah asyik berpelukan.


“Siapa!”, teriak Daniel.


Saat Daniel membuka pintu, anak buahnya langsung memberikan salam hormat dan memberitahukan keadaan mansion milik tuannya.


“Salam tuan, maaf mengganggu. Saya ke sini menginformasikan bahwa anak buah anda banyak tergeletak di luar mansion dan setiap sudut mansion yang dijaga mereka. Lalu alat pengamanan banyak yang rusak”, ucap pria itu.


“Apa?!”, terkejut Daniel.


“Kalau begitu mari kita keluar”, perintah Daniel.


Pada saat melihat pemandangan yang luar biasa mengejutkan, Daniel mencoba menghubungi Lucas.


Orang yang tengah dihubungi sedang asyik bermesraan dengan istrinya.


“Sweety, aku rindu dengan kamu. Berikan aku rasa manis darimu sweety”, ucap Lucas.


“Apaan sih Lucas. Aku tidak mau”, ucap Alika.


“Sweety, please”, mohon Lucas.


“Baiklah, tapi kamu harus tutup mata dahulu”, ucap Alika.


“Baiklah, aku akan turuti permintaan kamu”, ucap Lucas.


Pada saat Alika memajukan wajahnya dengan satu inci tiba-tiba ada suara nada dering dari ponsel suaminya dan menjadikan Alika mengurungkan niatnya untuk memberikan sapaan manis untuk suaminya yang tengah kesal dan membuat Alika geli dengan ekspresi merajutnya.


Lucas tidak mengangkat dan menyuruh istrinya melanjutkan namun ponsel tersebut terus berbunyi sehingga Lucas mengangkat dengan nada kesal.


“Halo Daniel, ada apa?!”, tanya Lucas.


“Halo Lucas, sepertinya mereka sudah bergerak”, ucap Daniel.


“Apa?”, tanya Lucas untuk memastikan pendengarannya.


“Semalam mereka sudah bergerak, mereka membawa pergi Amanda. Aku saat ini di ruang pengamanan”, ucap Daniel.

__ADS_1


“Baiklah, kalau begitu kita bahas nanti siang di markas besar”, ucap Lucas.


“Kalau begitu, aku akan siap-siap dahulu”, ucap Daniel.


Setelah selesai berbicara dengan Daniel, Lucas beranjak dari tempat tidur dan menghubungi para aliansi yang sudah dibentuk secara diam-diam tanpa sepengetahuan Beni yang notabenennya seorang pengkhianat.


Beberapa lama kemudian, Lucas mempersiapkan diri dan makan pagi bersama istrinya lalu pamit dengan mencium kening Alika.


“Sweety, doa kan aku agar bisa membereskan semua pekerjaan dan kita bisa berkumpul setelah ini bersama malaikat kecil kita”, ucap Lucas.


“Tentu Lucas, aku akan doakan kamu. Tuhan selalu menyertaimu”, ucap Alika dengan mengecup pipi suaminya.


“Thank you, kalau begitu aku pergi”, pamit Lucas.


“Bye Lucas”, ucap Alika dengan memberi senyuman hangat untuk suaminya.


Lucas melambaikan tangan dan membalas senyuman istrinya.


Lucas pergi bersama dengan Mark yang akan ikut turun ke medan perang meringkus Raymond.


Rasa cemburu itu, Abiagail menepisnya untuk kebaikan Vio juga dirinya.


Abigail berangkat dengan Joni ke markas yang sudah dijanjikan.


Sedangkan Ozzie yang masih membeku dalam penjara akhirnya bisa terlepas atas bantuan Raymond. Begitupula dengan Crishtoper. Mereka bersatu kembali dan merampas aset yang seharusnya mereka miliki.


Sementara Vio yang tengah melihat kepergian Abigail mulai aksinya untuk membalaskan dendam terhadap para prema yang pernah menculiknya sesuai dengan strategi.


Vio berjalan ke kamar untuk mengambil ponselnya yang disembunyikan di bawah kasur. Lalu Vio mematikan GPS yang dipasang oleh Abigail.


Kemudian Vio beranjak dari duduknya mengambil hoodie dan topi hitamnya bersama senjata yang disembunyikan di belakang lemari.


Alam yang menunggu Vio merasa bersalah dengan Joni sebab mengingkari pesan yang diberikan oleh Joni. Namun Alam tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti keinginannya.


Vio memberikan dua kopi cangkir dengan dimasukkan obat tidur agar dapat lolos dari mereka.


“Hallo tuan-tuan, aku bawakan kopi untuk kalian dan camilan. Kita dapat makan bersama sambil mengobrol. Kita tidak perlu saling canggung, anggap saja kita layaknya seorang teman mengajak bercanda sambil minum”, up Vio.

__ADS_1


Dua penjaga itu saling memandang dan mereka memutuskan bergabung sambil minum secangkir kopi buatan Vio.


“Oh ya mister, kalian pernah ke Disneyland belum?”, tanya Vio.


“Kami belum pernah, tapi kami hanya lewat untuk bertugas saja saat ke Disneyland”, ucap salah satu pria berambut hitam legam.


“Kapan terakhir kalian mengajak keluarga pergi berkunjung ke area bermain?”, tanya Vio.


“Saya... Ishhh...”, ucapan mereka terpotong dengan rasa kantuk dan jatuh tertidur. Vio tersenyum senang dan segera bergegas pergi bersama Alam yang tengah menunggu di balik kemudi mobil.


Vio membuka pintu mobil dan menyuruh Alam untuk segera melajukan mobilnya ke tempat musuh.


Alam melajukan mobilnya dengan mengganti sedan mobil menjadi motor gede dengan menyewa milik temannya.


Vio membawa motor gede sendirian setelah melakukan transaksi.


Vio dan Alam telah sampai ke mansion milik Leon. Vio dan Alam memantau dari jarak cukup jauh untuk membaca situasi di mansion milik Leon. Lalu Vio dan Alam mencoba masuk ke situs pemrograman virus untuk menghacker keamanan milik Leon.


Ketika memasuki situs keamanan Leon, laptop milik Alam diserang balik dan mereka harus segera mematikan komputernya dan mengeluarkan hardisk dalam laptop tersebut agar tidak terlacak. Mereka bisa bernafas lega setelah membongkar laptop itu.


Di ruang keamanan mereka telah berhasil menyerang balik namun tidak dapat menemukan identitas virus yang mencoba memasuki situs keamanan yang di program oleh anak buah Raymond.


Pria itu pergi melaporkan kepada atasannya mengenai penyerangan lewat situs data keamanan.


Leon menggebrak meja dengan tatapan mata yang tajam. Raymond yang berada di dekat Leon langsung menuduhkan penyerangan itu dilakukan oleh Lucas tanpa ragu.


“Sh*t”, umpatnya.


“Kita harus bergerak cepat untuk mengalahkan mereka. Kita tidak boleh kalah dengan mereka. Kita susun rencana sekarang. Panggil semua yang ada di mansion ini untuk menggencarkan senjata”, ucap Leon dengan nada dingin.


“Baik tuan”, ucap pria itu dengan berlalu pergi.


Raymond yang berada di samping Leon tersenyum menyeringai.


Bagus, rencana ini di luar dugaan. Aku akan segera memiliki seluruh aset yang pernah dimiliki oleh Saddam bersama aliansi terdahulu. Aku juga bisa menggegam para penguasa untuk tunduk dibawahku setelah aset itu jatuh ke tanganku. Aku tidak pernah ragu dengan rencanaku ini.


Di dalam Markas mereka membuat siasat untuk menjatuhkan Leon dan kedua aliansi itu. Raymond telah mempersiapkan racun untuk melumpuhkan mereka. Raymon memerintahkan anak buahnya untuk segera membunuh Raina yang sudah tidak berguna lagi. Setelah memberikan perintah Raymon mencoba menembakkan tacun jitunya kepada tikus putih. Ketika uji coba berhasil Raymond mengumpulkan racun-racun itu masuk ke dalam tas dan menunggu dimana akan ada badai yang terulang kembali. Membuat Raymond tidak sabar dan dia melampiaskan kemarahannya dengan mendengar suara tembakan yang melesat di tubuh Raina yang sudah tidak bernyawa dengan tertawa keras sampai terdengar seisi ruang di markasnya.

__ADS_1


__ADS_2