Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 82


__ADS_3

Saddam pergi melancarkan aksinya bersama aliansi lain. Saddam mengerahkan tenaga untuk menumpas para penjahat. Abigail pun ikut berperang secara diam-diam sedang ibunya terbaring karena lelah setelah ikut membantu para pelayan membuat masakan dan mencuci peralatan masak.


Abigail menyelinap masuk ke dalam mobil bagasi belakang. Untungnya para pria dewasa dan beberapa wanita yang ikut andil pun ikut bertarung.


Malam ini merupakan puncak dimana mereka akan saling serang dan menyerang antar teman yang telah menjadi musuh.


Di malam yang dingin ini adalah malam sebagai saksi dimana antar kawan lama berperang saling menyakiti.


Courvien dan Ellios memimpin perang setelah menggambar strategi untuk memenangkan peperangan dengan dua aliansi yang dipimpin oleh Saddam.


Sedangkan Joni masih tidak percaya bahwa Courvien akan menerima peperangan yang dinyatakan oleh Saddam. Joni mencoba melangkah mundur untuk keluar sebentar mencari angin. Joni mengadahkan kepala sambil memegang senapan yang dibawanya. Ketika Joni sedang menghembuskan nafas, Joni mendengar sesuatu dari dua orang pria yang lewat di depannya. Joni mencoba membuntuti secara diam-diam. Joni mendengar bahwa Lucas di culik oleh Raymon dan Ellios. Joni juga mendengar jika Ellios hanya ingin menghancurkan mereka lewat siasat mengkambing hitamkan antara Courvien dan Saddam.


Tak hanya itu yang didengar oleh Joni. Joni juga mendengarkan bahwa Lucas disekap di ruang belakang dibalik pintu lemari. Joni langsung bergegas ke ruang yang disebutkan oleh dua pria yang di depan. Joni langsung bergegas ke ruangan dimana Lucas di sekap.


Joni mengendap-endap dan melihat arah CCTV. Joni mencari cara untuk tidak tertangkap oleh rekaman CCTV. Joni mencari cara untuk menutupi CCTV yang berada diujung ruangan.Joni melihat kain di kursi. Joni mendapatkan ide dengan melemparkan kain ke CCTV untuk menutupinya. Setelah beberapa kali percobaan akhirnya Joni bisa turun dari kursi dan mencoba mencari cara untuk membuka lemari tersebut. Pada saat akan mencoba menarik buku satu persatu tiba-tiba Raymon dari bilik almari sepertinya akan keluar. Lalu Joni mencoba mencari tempat persembunyian namun nihil tidak ada tempat lagi dan jalan satu-satunya mencoba memojok di meja ujung sana. Dengan harapan tidak ketahuan dan tidak terlihat olehnya.


Raymon keluar dari bilik lemari rak buku itu dengan senyuman licik dengan pergi berlalu keluar. Untungnya Raymon tidak melihat Joni yang memojok. Setelah punggung Raymon tak terlihat Joni mencoba menarik-narik buku di posisi lemari dimana Raymon keluar dari situ. Beberapa menit kemudian Raymon berhasil membuka rak buku itu. Raymon mencoba mengendap-endap dengan melihat kanan kiri. Lalu setelah melihat situasinya aman Joni melangkahkan kakinya menuju tubuh Lucas yang di sekap saat ini.


Joni melihat tubuh Lucas dari jarak dekat dan membuat Joni terkejut melihat beberapa luka lebam mulai dari wajah dan di beberapa bagian tubuhnya begitu sangat miris.


“Nak, kamu sungguh miris sekali dengan keadaan kamu saat ini. Uncle akan menolong kamu boy”, ucap Joni.


Kemudian Joni segera membuka ikatan itu dan mengangkat tubuh mungilnya sebelum ketahuan oleh anak buah Ellios.


Sementara Saddam terus memberikan serangan berkali-kali kepada Courvien. Banyak bawahan milik mereka tumbang dan akhirnya Saddam memukul mundur serangan tersebut setelah mengenai bagian tubuh Courvien atas kemurkaan Saddam.


Joni membawa Lucas ke rumah sakit tetapi mansion milik Courvien sedang dikepung dan saling menyerang dengan Saddam sehingga Joni mencari cara panjat tembok belakang mansion.


Setelah menaruh Lucas masuk ke dalam mobil. Joni melajukan mobilnya ke rumah sakit. Joni berteriak memanggil dokter, “dokter! dokter! dokter!”, sambil menggendong Lucas yang lemas.


Suster menghampiri dengan membawa brankar untuk meletakkan pasien yang sakit. Lalu Joni ke bagian administrasi dan menyuruh suster bagian administrasi untuk menghubungi orang tuanya. Sebab Joni tidak bisa menghubungi Saddam karena dirinya masih bagian dari Courvien.


Setelah suster menghubungi keluarga Lucas, Joni pergi meninggalkan rumah sakit itu. Joni mengemudikan untuk kembali ke mansion Courvien.


Namun Joni berhenti ditengah jalanan sepi untuk menenangkan diri dengan berteriak di balik kemudi dan memukul setir sambil mengeluarkan air mata.


Kenapa kalian itu mudah diadu oleh musuh kita yang sebenarnya ada di dalam.


Raymon dan Ellios benar-benar brengs*k. Satu paman dan satu ponakan tidak tahu terima kasih. Terlebih Ellios yang mengajarkan Raymon berbuat kejahatan seperti ini.

__ADS_1


Aku harus mengatakan dengan Courvien. Tapi, akankah dia percaya jika aku memberitahukannya mengenai musuh dalam dan terdekat dirinya.


Aku tidak tahu, bagaimanapun caranya aku harus membukakan mata hati Courvien. Dia mau percaya atau tidak aku harus mengungkapkan perbuatan paman dan ponakan itu.


Joni mengusap air matanya dan melajukan mobilnya pergi menuju mansion milik Courvien.


Sementara Sea berlari ke rumah sakit dimana Lucas sedang di tangani oleh dokter di ruang ICU.


Sea menangis di dekapan ibu mertuanya yang berada di sampingnya. Beberapa lama kemudian pintu ruang ICU terbuka dan dokter keluar. Lalu Sea menghampiri dokter tersebut menanyakan keadaan putranya.


“Bagaimana keadaan putraku dokter?”, tanya Sea.


“Ahhhh”, dokter tersebut menghela nafas. Lalu memberitahukan kepada Sea, “nyonya kami sudah berusaha sekarang putra anda dalam keadaan koma akibat tendangan diwajahnya mengakibatkan cedera di kepala akibat tumpuan benda keras yang mengenai kepala miliknya dan di punggungnya mengalami penuh luka. Dia sepertinya disiksa dengan setruman dengan berkali-kali”.


“Apakah saya boleh masuk melihat putraku dok?”, tanya Sea.


“Tentu, tetapi kami akan pindahkan dia di ruang rawat dahulu”, ucap Dokter.


“Baik dok”, ucap Sea.


“Ketika menemui pasien jangan masuk lebih dari dua orang. Agar tidak terkontimasi”, ucap dokter.


“Baik dok, makasih”, ucap Sea.


“Boy maafin momy yang tidak bisa menjaga kamu”, ucap Sea dengan mengusap dahi milik Lucas sambil menangis.


“Momy berjanji akan melindungimu dengan ekstra. Segeralah sembuh boy”, cium Sea di dahi putranya.


Sedangkan di kediaman Courvien, Ellios marah besar saat mengetahui jika Lucas telah dibebaskan oleh seseorang. Ellios memukul Raymon yang telah menjaga Lucas dengan tidak becus sampai sudut bibirnya mengeluarkan darah. Ellios menghukum Raymon dengan push up enamp puluh kali sambil memukul pantat miliknya.


Setelah selesai Ellios menghukum Raymon, Ellios mengajak Raymon ke ruangan laboratorium yang selama ini telah di bangun secara diam-diam di kediaman Courvien.


Raymon terperangah melihat ruangan laboratorium yang luar biasa. Ellios memanggil Raymon yang sedang mengagumi ruangan laboratorium yang dibangun olehnya.


“Raymon! Kemarilah, aku akan ajarkan kamu membuat obat racun untuk mematikan musuh dalam sekeja”, ajak Ellios.


“Baik, uncle”, ucap Raymon.


Raymon mengamati pamannya dengan cermat cara mencampurkan bahan kimia ke dalam tabung dan cairan tersebut dapat menjadi obat kapsul ataupun obat keras.

__ADS_1


Di tempat yang sama dengan ruangan berbeda kini Courvien sedang berbaring diatas ranjang dan tengah diobati oleh dokter pribadinya. Ketika Courvien sedang dalam penanganan dokter, tiba-tiba suara ketuka terdengar dan Courvien menyuruh orang diluar masuk.


“Masuklah!”, teriaknya sambil meringis kesakitan.


Joni kemudian masuk ke kamar Courvien setelah mendapatkan perintah masuk.


Courvien melihat Joni drngan senyuman sinis.


“Kamu darimana saja? Kenapa tidak ikut andil dalam pertempuran dengan Saddam? “, tanya Courvien dengan nada dingin.


“Maaf tuan, saya bukan bermaksud tidak ingin ikut andil dalam peperanga”, ucap Joni dengan menundukkan kepala.


“Ada perihal apa kamu mencariku?”, tanya Courvien dengan nada sinis.


“Saya ke sini untuk menyampaikan sesuatu dan membuka mata hati anda tuan”, ucap Joni.


“Cepat katakan dan jangan terbelit-belit”, ucap Courvien.


“Saya mau memberikan informasi bahwa musuh kita ada di dalam mansion kita. Dia yang sudah mengadu domba anda dengan kelompok aliansi lain terutama dengan Saddam. Sebenarnya musuh anda yaitu Ellios dan Raymon walaupun Raymon masih terlihat remaja namun dia sudah didik dengan cara yang salah oleh pamannya sendiri...,”ungkap Joni dengan di potong oleh Ellios yang baru saja muncul.


“Maksud kamu apaan? Kamu bisa-bisanya menuduhku tanpa bukti!”, ucap Ellios dengan nada marah.


“Saya memiliki bukti tuan. Dia yang telah menculik Lucas untuk mengadu anda dengan Saddam. Jadi, anda sebagai kambing hitamnya Ellios tuan”, ucap Joni.


“Apakah itu benar Ellios?”, tanya Courvien.


“Semua itu tidak benar tuan”, ucap Ellios.


“Kalau anda tidak percaya, saya akan bawa anda ke tempat persembunyian Ellios yang berada di area belakang rumah”, ucap Joni.


“Kalau itu saya sudah tahu jika Ellios telah membangunkan tempat aman untuk keluargaku di belakang rumah dengan modifikasi taman”, ucap Courvien.


Joni terus mendesak membuka mata hati Courvien.


“Tapi..., tuan.., saya melihat di bangunan itu ada sebuah lemari penghubung lainnya. Saya melihat dengan mata saya sendiri. Dan saya yang menyelamatkan Lucas dari penyekapan medeka tuan”, ucap Joni.


“Oh! Jadi, kamu tidak ikut andil karena masih saja mengkhawatirkan pihak musuh. Saya sangat kecewa dengan sikap kamu uang sudah ku anggap keluargaku sendiri”, ucap Courvien.


“Sekarang keluarlah dari kamarku. Aku sudah tidak mau mendengar omong kosong kamu lagi. Jika sekali lagi kamu terus melindungi keluarga musuh. Aku akan membuatmu tidak bisa bangkit kembali”, ancam Courvien sambil mengusir Joni.

__ADS_1


Joni menghembuskan nafas kasar di depan kamar utama milik Courvien


Sementara Ellios tersenyum menyeringai saat mendengar bahwa Courvien tidak mempercayai apa yang diucapkan oleh Joni.


__ADS_2