Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 31


__ADS_3

Sekarang ini Daniel sangat bersyukur karena istrinya telah terbangun dari tidurnya. Ia terus mengecup kening dan kedua mata. Aminah yang mendapatkan perlakuan seperti itu merasa senang dan kesal kepada Daniel.


Setelah selesai melepaskan kerinduan, Daniel membuka percakapan.


“Thank you sweety, kamu telah mendengarkan mantra yang selama ini aku gumamkan di depan kamu”, ucap Daniel dengan mencium tangan mungil Aminah.


“Daniel, kamu kok tambah tua aja. Kata dokter aku hanya tertidur satu minggu. Kenapa wajah dan penampilan kamu ini seperti orang tua”, ucap Aminah yang dibalas senyuman oleh Daniel.


“Aku akan merubah penampilanku ini”, ucap Daniel yang masih betah mencium tangan Aminah.


“Segerahlah, penampilan kamu membuatku sakit mata sebab semua yang melekat ditubuhmu tidak enak di pandang”, ucap Aminah


“Baiklah, sweety. Tapi biarkan aku kali ini bersama kamu seharian penuh”, ucap Daniel dan Aminah membalas dengan anggukan kepala. Akhirnya rasa resah, penat, dan khawatir semuanya telah terhempas melihat istrinya terbangun dan tidak membencinya setelah apa yang terjadi. Daniel juga berjanji setelah dia sembuh total, dia akan menceritakan semua dari A sampai Z dan melindungi dari mara bahaya.


Sedangkan sahabat-sahabat Aminah dan orang tuanya juga merasakan kelegaan setelah melihat mereka akur tanpa perdebatan. Wulan sebagai orang tuanya sekaligus ibu Aminah berharap setelah kejadian ini akan ada sebuah kebahagiaan yang tiada tara.


Alika bersama teman lainnya juga Denis dan Tasya pergi pamit pulang dahulu kepada orang tua Aminah dan mbak Nella.


Alika berpisah dengan teman-temannya lalu melesat pulang bersama Lucas. Di dalam mobil Alika tidak pernah lepas dari rasa bahagia dan seulas senyum sampai Lucas bertanya dengannya.


“Sweety, sepertinya kamu bahagia dan tersenyum terus, apakah ada momen yang membuat kamu menjadi seperti ini? “, sambil mengemudikan mobil.


“Ih..uncle gimana sih”, sambil memukul lengan kokoh Lucas, “ gimana Alika tidak bahagia dan tersenyum terus, tadi kan uncle juga berada di sana. Melihat teman uncle sudah tidak berlarut-larut bersedih dan Aminah terbangun dari komanya”, cemberut Alika. Lucas yang melihat istrinya seperti anak kecil tersenyum tipis dan mengusap kepalanya dengan tangan kanan dan tangan kiri untuk menyetir.


“Iya sweety, aku juga senang melihat mereka akhirnya kembali bahagia. Semoga tidak ada lagi kesedihan yang menyayat hati dua sejoli itu”, ucap Lucas dengan tulus.


“Amin”, ucap Alika dengan mengecup pipi milik Lucas dengan singkat. Lalu Lucas merasa tidak puas dan meminta lebih dari Alika. Tetapi Alika tidak mau. Kemudian Lucas menghentikan laju mobil dan mencium Alika membuatnya terkejut namun Alika juga menikmati dan merangkul kedua tangannya di pundak. Kemudian di tengah ciuman Lucas melepaskan sabuk pengaman milik Alika dan membawa tubuhnya ke pangkuan hingga mereka melepaskan ciuman itu ketika ada sebuah klakson panjang dari belakang.


Lucas melajukan tanpa memindahkan Aminah ke kursi samping sambil berkata, “kita lanjutkan di rumah baru kita”, Alika menautkan kedua alisnya lalu bertanya, “rumah”, dan Lucas menganggukkan kepala,”iya rumah baru untuk kita sementara, agar aku bisa berduaan dengan kamu. Setelah kamu lulus kita pergi ke Jerman untuk tinggal di sana selamanya”, ucap Lucas dengan mengecup singkat dibibirnya.


“Tapi uncle...”, ucapan Alika terpotong oleh Lucas, “aku tahu, kamu akan rindu rumah kelahiran kamu, makanya aku membuat mansion di sini jika sewaktu-waktu kamu ingin kesini untuk melepas rindu”.

__ADS_1


“Thank you uncle”, ucap Alika.


“Tidak perlu sweety, itu sudah jadi kewajibanku”, senyum Lucas dengan tulus.


Lucas turun dari mobil dengan masih menggendong tubuh Alika meski tadinya ada sedikit perdebatan karena ia malu. Tetapi akhirnya Alika kalah. Lucas membawa Alikan pergi ke kamar utama untuk melanjutkan aksinya hingga malam hari.


Lalu mereka terbangun di tengah malam saat merasa lapar setelah olahraga ranjang. Alika mengusap wajahnya dan mata. Lucas juga ikut terbangun dan menyenderkan bada di kepala ranjang.


“Lucas aku lapar”, rengek Alika dengan mengusap perutnya yang masih rata.


“Tunggulah sweety, aku akan masakan untukmu”, ucap Lucas beranjak dari ranjang dengan tubuh telanjang berjalan mengambil kaos putih dan celana pendek. Alika yang melihat tubuh telanjang Lucas merasa malu dan membuang muka. Lucas yang melihat reaksi Alika tersenyum lalu menghampiri dengan mengatakan, “kita sudah melihat sama-sama”, lalu pergi meninggalkannya yang termangu.


“Dasar gila”, umpat Alika.


Ketika Lucas sedang berkutat membuag steak sapi, Alika memeluknya dari belakang dengan mengenakan kemeja putih milik Lucas.


“Uncle baunya harum”, ucap Alika.


“Bukan bau tubuh uncle, tetapi bau masakan yang dimasak oleh uncle”, kesal Alika.


“Siapa yang mengatakan bau tubuhku harum, aku hanya berkata Thank you”, bantah Lucas sambil berkutat dengan masakannya.


“Iya, ya”, ucap Alika terkekeh lalu pergi duduk di meja makan menunggu Lucas selesai masak.


Beberapa lama kemudian masakan telah usai dengan didampingi obrolan yang membuat Alika tiap kali kesal. Namun kekesalan pada dirinya hanya sekejap setelah menerima makanan dan menyantap steak yang dibuat Lucas bersama minuman orange jus.


“Wahh, rasanya enak uncle, lain kali kita tidak perlu ke restoran. Minta uncle saja untuk membuatkan makanan”, ucap Alika dengan menyantap steak di mulutnya.


“Boleh, tapi kita tetap membeli makanan di restoran sekali-kali untuk membantu mereka dalam perekonomian. Jika semua masak di rumah siapa yang akan menafkahi mereka?”, ucap Lucas.


“Iya juga, uncle ternyata pintar dan memiliki hati nurani”, ucap Alika dengan terkekeh.

__ADS_1


Setelah menghabiskan makanan Alika meminta kembali berhubungan, entah karena menikmati atau bawaan bayinya yang membantu daddy-nya melakukan itu. Yang terpenting bagi Lucas sangat menikmatinya. Ia juga berharap Alika tetap terus begini di hari-hari yang dilaluinya.


Sementara Axel pergi bermain ke klub malam untuk menghilangkan rasa sakit hati yang belum move on dari Alika. Membayangkan Alika bersama suaminya tiap kali dadanya sesak sehingga ia melampiaskan patah hatinya berhura-hura di klub bersama para wanita sexy di tengah dance floor sampai ia mabuk.


Gilang sebagai sahabatnya yang terdekat dihubungi oleh ibunya Axel menanyakan keberadaannya. Tetapi Gilang tidak tahu.


"Hallo, Gilang. Aunty mau tanya, apakah Axel saat ini bersama kamu? Karena aunty sudah berkali-kali menghubunginya tidak diangkat", ucap momy nya Axel.


"Kurang tahu, aunty. Saya sekarang berada di rumah. Coba nanti Gilang akan cari dia", ucapnya.


"Thank you Gilang, aunty khawatir sekali dengan Axel akhir-akhir ini", ucap momy nya Axel.


"Iya, aunty sama-sama", ucap Gilang lalu mematikan ponselnya.


Gilang menghela nafas, "haah", dan berpikir dimana Axel pergi.


"Jika dia pergi bermain kemana, selalu mengajakku atau sekedar mengabariku. Aku hubungi siapa? atau jangan-jangan dia pergi ke klub. Aku tadi melihat dia pergi diam-diam karena melihat kemesraan Alika bersama suaminya", batin Gilang.


"Masa bodohlah, sekarang yang terpenting aku segerah mencarinya", gumam Gilang dengan mengenyahkan pikiran buruk dan beranjak mengambil jaket lalu mencari Axel.


Saat sedang menghidupkan motornya, tiba-tiba ada suara deringan ponsel. Lalu Gilang mengambil ponsel di saku jaket kanannya dan melihat nama tertera di layar depan ponsel. Ternyata nama yang menghubungi Gilang yaitu Axel. Gilang langsung mengangkatnya.


"Hallo Xel, kamu dimana? Momy mu mencari kamu tuh", ucap Gilang.


"Hallo, jemput hic aku", ucap Axel yang terkapar di sofa merah milik gedung klub malam.


"Kamu mabuk ya, sekarang kamu dimana?', ucap Gilang.


"Xel! "


"Axel!" teriak Gilang.

__ADS_1


Axel menjawab obrolan dengan ngelantur kemana-mana. Sehingga Gilang mematikan ponsel dan pergi melesat ke beberapa klub malam untuk menemukan Axel.


__ADS_2