Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 62


__ADS_3

Abraham sedang mondar mandir kesana kemari memikirkan tentang masa lalu yang dia tahu telah terlupakan ternyata masa lalu memberikan pukulan besar.


Abraham menghubungi Saddam ayah dari Lucas yang saat ini sedang memancing ikan bersama mantan tentara. Mereka bercerita tentang ikan yang pernah mereka dapat. Sementara Abraham di seberang sana yang sedang menghubungi Saddam ternyata sinyal tidak tersambung membuat Abraham menghela nafas kasar dengan menjatuhkan diri di kursi kerjanya sambil menyandarkan punggungnya dan mengadahkan kepala karena pusing menghadapi banyak masalah di masa lalu.


Abraham telah mengalami hal-hal yang hampir membuat dirinya terbunuh saat tertangkap oleh musuh. Dia sudah tidak ingin membayangkan namun momen itu terus terbesit dalam pikiran dan mimpi yang menghantuinya.


Sudah bertahun-tahun dia menanggung semua beban di masa lalu untuk mencari anak dari keluarga Courvin yang tersisa namun nihil, dia tidak menemukan dan dinyatakan meninggal bersama keluarganya yang hangus terbakar.


Sebenarnya Abraham ingin mempercayai, tetapi di dalam mimpi menyatakan jika dia masih hidup.


Di saat pikiran Abraham sedang melayang kemana-mana. Denis datang dengan mengetuk pintu keras. Lalu Abraham menyuruhnya masuk.


Kemudian Denis membuka pintu melangkah mendekati Abraham dengan wajah lelahnya.


"Dad, apakah ada yang sedang mengganggung pikiran kamu?", tanya Denis dengan duduk di kursi meja kerja ayahnya.


"Ya, pikiranku sedang melayang kemana-mana dude", ucap Abraham.


"Apakah soal masalah masa lalu?", tanya Denis memastikan. Lalu Abraham menjawab dengan mengangguk kepala.


"Aku menemukan sesuatu di masa lalu dad", ucap Denis yang membuat Abraham tergugah dari pikirannya yang berkelana.


"Menemukan masa lalu?", tanya Abraham dengan mengernyit dahinya.


"Yap",ucap Denis.


"Apa yang kau temukan di masa lalu daddy?", tanya Abraham penasaran.


"Dahulu waktu kita mengadopsi Alika dengan memasukkannya di kartu keluarga. Aku memiliki pikiran yang terbesit saat memandang wajah Alika pertama kali dibawa oleh Lucas dad.. ", jeda Denis dengan menghembuskan nafas sejenak.


"Coba daddy perhatikan wajah Alika. Dia itu sangat berbeda dengan orang asia pada umumnya. Dia seperti keturunan darah eropa", ungkap Denis yang membuat Abraham menggebrak meja dan membuat Denis kaget sambil menyandarkan punggungnya di kursi.


"Sepertinya Daddy dan Lucas tidak mengetahui bahwa ibu Alika memiliki hubungan dengan Courvin", ungkap Denis.


"Kamu dapat mengetahui dari mana dude?", tanya Abraham.


"Ketika aku menginjak SMU", ucap Denis.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak beritahu daddy?", tanya Abraham.


"Aku belum yakin selama penyelidikan itu belum komplit dan pasti", jawab Denis.


"Daddy akan bantu menyelidiki identitas Alika yang sebenarnya", ucap Abraham.


Sementara Lucas meminta bantuan dengan Daniel dan Adam untuk menyelidiki kasus masa lalu setelah mendengar perkataan Abraham yang tiba-tiba langsung pergi.


Lucas mengundang Daniel dan Adam ke mansionnya.


Saat ini Daniel dan Adam telah tiba di kediaman Lucas lalu mereka memencet bel. Bunyi bel terdengar oleh Alika dan orang-orang di dalam. Mrs. Samantha keluar membukakan pintu mansion dengan melangkah lebar. Mrs Samantha membukakan pinti dan menampakkan wajah teman dari Lucas. Mrs. Samantha mempersilahkan mereka masuk. Adam dan Daniel melangkah masuk melewati Mrs. Samantha. Lalu Adam bertanya kepada Mrs Samantha.


"Mrs., apakah Lucas ada?", tanya Adam dengan tangan kanan sembunyi di balik saku celananya.


"Ada tuan, dia ada di ruanv kerja. Saat ini tuan Lucas seharian penuh berada di ruang kerja semenjak kejadian di malam hari waktu itu", ucap Mrs Samantha.


"Thank you, kami akan ke sana dahulu", ucap Daniel dengan berlalu pergi melangkah ke ruang kerja Lucas di sudut ruangan keluarga dengan diikuti oleh Adam.


Sampainya di depan pintu kerja Lucas, Adam mengetuk pintunya dengan keras. Lucas yang berada di dalam saat sedang melamunkan sesuatu mendengar suara ketukan pintu keras dari luar. Lalu Lucas mempersilakan orang yang berada di luar masuk dengan suara keras.


Adam dan Daniel membuka pintu setelah mendapat izin dari dalam. Mereka melangkah mendekati Lucas dan duduk di depan meja kerja milik Lucas.


"Aku memanggil kalian untuk meminta bantuan menyelidiki tentang Courvin", ucap Lucas.


"Courvin?", tanya Daniel.


"Yap Courvin", tandas Lucas.


"Keluarga Courvin yang meninggal karena akibat ulah pengkhianatan dari saudara sepupu yang mengakibatkan keluarga milik Saddam dan keluarga Courvin berseteru antara dua belah pihak soal pembagian saham yang telah diakusisi oleh Wily dibalik insiden berpuluh-puluh tahun yang lalu", ungkap Adam yang sudah mendengar cerita dari Abraham dan ayahnya.


"Jadi kamu tahu soal insiden masa lalu yang terjadi", ucap Lucas.


"Yaa hanya sekedar informasi dari Abraham dan daddy ku yang dahulu pernah terlibat insiden perpecahan aliansi yang membuat orang-orang terdekat terbunuh", ungkap Adam.


"Lebih baik kamu tanyakan saja kepada Abraham dan Saddam, ayah kamu", ucap Daniel.


"Akan aku tanyakan, tetapi sepertinya Abraham tidak ingin bercerita insiden masa lalu", ucap Lucas.

__ADS_1


"Makanya aku meminta bantuan kepada kalian untuk mengorek masa lalu yang terjadi", ucap Lucas.


"Baiklah, akan kami usahakan", ucap Daniel.


Sementara Abigail mencoba membantu Vio untuk memecahkan masalah dengan menemui Raina. Kini Vio sedang berbicara di sebuah restoran unik di Jerman.


Vio dan Raina sedang memesan makanan yang ada di menu lalu mereka membuka suara soal siasat yang diperintahkan oleh Raina.


"Bagaimana misinya? Apakah lancar ataukah kamu ketahuan? Apabila kamu ketahuan, kamu sudah tahu konsekuensi yang akan kamu hadapi untuk membayar hutang-hutang yang sudah aku tebus untuk melindungi kamu dari para lelaki lapar", ucap Raina.


Vio yang mendengarkan ucapan dari Raina sampai tidak bisa menelan air liur dalam tenggorokan. Namun Vio harus relaks untuk menjatuhkan semua penjahat terutama yang telah merugikan dirinya yaitu ayahnya dan keluarga baru tersebut.


"Iya, aku sudah tahu konsekuensinya. Makanya saat dapat perintah darimu untuk datang menemui aku langsung melesat ke sini", ucap Vio.


"Aku mau memberikan file yang sudah pernah gagal mengambil file dalam brangkas tersebut", ucap Vio sambil memberikan flasdish yang telah terprogram virus lewat bantuan Steve teman dari Abigail.


"Baiklah, akan aku terima", ucap Raina.


Ketika mereka sedang mengobrol pelayan datang membawa menu hidangan yang mereka pesan setelah meletakkan menu hidangan sang pelayan perempuan mempersilakan menikmati kepada pelanggannya lalu pergi kembali ke dapur.


Vio mengambil orange juice untuk menyegarkan tenggorokan yang terasa gatal dan kering dengan menatap Raina yang tengah mengiris daging. Lalu Vio memberanikan diri untuk mengajak mengobrol.


"Rain, kenapa kamu tidak bilang sih jika target yang kamu incar itu adalah milik temanku", ucap Vio dengan detak jantung berdegup.


"Itu bukan urusanku. Aku hanya menjalankan perintah dari atasannya saja", ucap Raina yang menikmati daging stik sapi.


"Kamu menginap dimana?", tanya Vio.


"Kamu tidak perlu tahu. Kerjakan saja tugas yang sudah aku berikan", ucap Raina.


Kemudian Vio hanya berdiam dan makan dengan suasana hening.


Sedangkan Abigail yang sedang mengintai begitu serius juga ikutan tegang saat melihat Vio gugup.


Beberapa lama kemudian dalam keheningan, akhirnya Raina pamit pergi dahulu setelah menerima pesan dari atasannya.


"Vi, aku pergi dahulu. Jangan lupa kamu tancapkan flasdishk yang sudah di program virus ke komputer milik Lucas. Lakukanlah, cara apapun", bisik Raina di depan wajahnya.

__ADS_1


Vio yang mendapatkan perintah itu merasa gugup sewaktu Raina mendekatkan wajahnya.


__ADS_2