Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 42


__ADS_3

(Pagi pukul 06.00)


Lucas kembali ke mansion sendiri sedangkan Denis masih berada di rumah Abigail untuk menemaninya menjaga Raiden.


Saat ini Lucas memasuki kamarnya dengan disuguhkan pemandangan dari istrinya yang sedang tidur. Lucas mencoba mendekati istrinya, lalu mencium pelipis Alika yang memunggungi dirinya. Alika terbangun akibat ulah Lucas. Alika membalikan tubuhnya kearah orang yang menciumi dirinya bertubi-tubi sambil menampilkan wajah tidurnya dengan senyuman dibibir mungil miliknya. Lucas menyapa istrinya, “good morning sweety”, dengan mengecup pipi kirinya.


Alika beranjak dari tidurnya dengan memposisikan tubuhnya duduk.


“Uncle udah pulang? Tapi kenapa pulangnya pagi?”, tanya Alika dengan memberikan kecupan di bibir Lucas.


“I’m sorry, kemarin masih ada yang harus dilakukan”


“Tidak apa-apa, yang terpenting uncle selamat dan tidak terluka, itu sudah membuat Alika senang”, ucap syukur dari bibir Alika. Lucas begitu senang disambut baik oleh istri kecilnya. Lucas kembali mencium begitu lama lalu melepaskan dan mengangkat tubuh Alika. Alika terkejut lalu tersenyum merekah dan kali ini Alika yang bernisiatif sendiri mencium Lucas sampai memasuki kamar mandi.


Sementara Abigail sedang membuatkan bubur untuk Raiden yang mungkin akan bangun dari alam bawah sadar sebab Abigail memiliki feeling yang kuat dan tidak pernah melesat. Sedangkan Denis sedang asyik olahraga di ruang fitnes pribadi milik Abigail.


Setelah selesai memasak dan air putih siap. Abigail siap menyajikan di kamar tamu. Saat Abigail masuk, tebakannya tepat Raiden telah sadar. Abigail segerah menanyakan keadaannya.


“Are you ok?”


Pertanyaan dari Abigail tidak di dengar dan Raiden malah tanya balik dengan memegang kepalanya yang terasa pusing.


“Aku ada dimana? Kenapa tubuhku terasa sakit? Dan kepalaku pusing sekali?”


“Kamu saat ini berada di rumahku...”, jeda Abigail untuk membantu tubuh Raiden dengan posisi duduk.


“Kamu kemarin malam habis tertembak dan sepertinya kamu dihajar habis-habisan oleh orang”, lanjut Abigail. Raiden mencoba mengingat kembali saat malam kemarin.


Flashback


Raiden berlari ketika ketahuan menyelundup mengambil file mengenai penyelundupan barang-barang ilegal dan pembunuhan beberapa keluarga. Lalu tiba-tiba Ozzie bersama beberapa anak buahnya datang dan secara tiba-tiba memberikan kode pada anak buahnya untuk menghajar Raiden secara brutal. Dua anak buah Raiden menyeret, memukul, dan menendang tububnya.


Ozzi tersenyum sinis melihat Raiden yang telah tersungkur dan di bantu oleh anak buahnya untuk memposisikan tubuhnya untuk duduk dengan menarik rambut Raiden. Ozzie mendekat dan mengangkat dagu milik Raiden dengan menatapnya bengis sambil menggeret kursi untuk tumpuan kaki kanannya. Ozzie kemudian menampar keras di pipi kanan kiri lagi dan lagi sampai memuntahkan darah dari bibirnya.

__ADS_1


Ozzie mengatakan pada Raiden, “ kau tidak tahu terima kasih, malah mengkhianati aku sebagai bos kamu. Cuman gara-gara kematian teman kamu sampai mengorbankan aku dan rekan-rekan yang berada di sisi kamu. Kamu bodoh atau pura-pura bodoh malah bergabung dengan Wily, Aslan, Mirza, yang nyalinya sebesar kecoa”, dengan geram sambil mencengkeram dua sisi pipinya lalu di tampar kembali.


Ozzie membalikan badan dengan membelakangi mereka dan mengumpat, “*nj*ng!”, lalu mengembalikan badan kemudian melayangkan tendangan tepat di dada Raiden dengan keras hingga Raiden terbatuk.


Ozzie memerintahkan anak buahnya untuk segerah membunuh dengan melangkah keluar sambil memperlihatkan jari tengah. Setelah Ozzie keluar, Raiden diseret kemudian ditembak bagian dada dan lengan. Raiden ambruk tengkurap dengan bercucuran darah.


Beberapa saat anak buah Ozzie pergi, Raiden terbangun dengan nafas sesak akibat tembakan dan tendangan dari Ozzie yang amat keras. Raiden berusaha bangkit dengan sedikit terseyok dan pandangan sedikit buram. Raiden mencoba untuk menyelamatkan nyawanya agar bisa membongkar informasi yang telah dicuri. Raiden mencari celah untuk keluar dari gedung itu meski terus terjatuh sambil memegang dadanya yang tertembak, untungnya melesat tidak tepat dekat jantung.


Raiden terus berlari di jalanan yang sudah lumayan sepi dengan badan sedikit terhuyung. Matanya mulai buram penuh. Saat tatapan matanya mulai akan menutup, tepat dihadapannya ada sebuah mobil sedan hitam. Lalu Raiden berlari menabrakan tubuhnya agar ada yang menolong sebab Raiden tidak akan menyerah begitu saja untuk tercebur ke neraka, dia masih ingin hidup untuk membongkar siasat busuk Ozzie sebagai pembalasan dendam kematian temannya itu.


Matanya sudah mulai buram amat penuh dan tidak melihat sosok orang itu yang menolongnya. Tapi telinga dia masih bisa mendengarkan suara seperti suara berat seorang pria yang pada akhirnya Raiden pingsan.


End Flashback


Abigail yang melihat ekspresi wajah Raiden dengan tatapan kosong menghampirinya dengan menepuk pundak dan menawarkan sarapan untuknya.


“Raiden untuk kesembuhan kamu makanlah. Aku sudah buatkan bubur untukmu. Tidak perlu paksakan dulu untuk mengingat sesuatu. Saat ini kau aman dan tidak perlu khawatir. Nih buburnya”, ucap Abigail menyerahkan nampan yang diatasnya ada mangkok yang berisi bubur dan gelas berisi air putih untuk dia makan.


Ketika Abigail sedang menemani Raiden makan di kamar tamu tiba-tiba adik perempuannya datang dengan berteriak, “Mr. Abigail! Mr. Abigail!!”, dan memasuki kamar tamu yang sudah diberitahu oleh penjaga mansion milik sang kakak.


“Milka, kenapa kamu ke sini?”, tanya Abigail tapi tidak didengar oleh sang adiknya. Milka malah menatap binar pada Raiden yang sedang duduk di ranjang. Lalu ia mendekatinya.


“Hai nama kamu siapa? “, tanya Milka dengan mata genit.


Raiden tidak kunjung jawab kemudian Milka berinisiatif sendiri memperkenalkan dirinya dengan duduk di samping ranjang.


“Nama aku Milka” senyumnya dengan mata kanan mengedip.


Abigail yang melihat adiknya yang centil membuatnya terkadang frustrasi. Abigail memanggil Milka dengan nada geram dan senyum dipaksakan.


“Little sister bisakah kau keluar, aku ingin bicara dengan kamu. Milka sayang”. Lalu tangan Milka ditarik yang enggan mau mengikuti perkataan kakaknya.


Ketika Abigail menyeret adiknya keluar tiba-tiba Denis datang bersama Lucas dan Leon. Lalu Milka menghempaskan tangan kakaknya yang mencekal lengan miliknya. Dan Milka cemberut di samping Abigail.

__ADS_1


“Hai bro”, sapa Leon


“Abigail, di samping kamu siapa?”, tanya Denis.


“Dia adikku”, ucap Abigail.


“Adik kamu?”, tanya Leon


“Iya, dia adikku. Umur kami jaraknya jauh, sebelas tahun. Jadi dia seperti anakku. Lihatlah bibir manyunnya”, ucap Abigail dengan kekehan.


“Oh ya, Raiden telah sadar. Masuklah dulu. Aku mau menasihatinya”, ucap Abigail meraih tangan Milka tapi adiknya sudah berpindah merangkul tangan Denis sampai Abigail sudah kehabisan kata.


“Milka!”, ekspresi senyum paksa dari bibir Abigail yang sudah geram sejak tadi dengan melambaikan tangan untuk menyuruhnya mendekat tapi Milka malah menggeleng dan kepalanya disembunyikan di lengan Denis.


Leon melerai mereka dengan mengatakan, “sudahlah Abigail, biarkan dia masuk kalau tidak meminta tolong Denis untuk menemaninya”.


“Denis, apakah aku bisa tolong menjaganya sebentar. Dia itu sangat keras kepala”, ucap Abigail yang diangguki oleh Denis.


“Thank you”, ucap Abigail.


Kemudian Denis membawa Milka pergi, sedangkan Abigail bersama rekannya masuk ke kamar tamu menemui Raiden.


Saat Raiden sedang berdiam duduk di kepala ranjang, tiba-tiba suara Lucas terdengar dengan menanyakan kabar dirinya. Lalu Raiden menoleh ke sumber suara.


“Bagaimana keadaan kamu, Raiden Oxford?”, dengan mendekatkan diri pada Raiden.


Raiden tidak menjawab dan hanya diam.


“Apa kau terus menutup mulutmu? “, tanya Abigail.


“Aku baik, dan terima kasih mau menyelamatkan aku”, ucap Raiden dengan tulus.


“No problem, kami juga membutuhkan kamu”, senyum Lucas.

__ADS_1


“Aku tahu, akan kuberikan sesuatu yang bisa membantu kalian untuk melawan Ozzie. Aku juga ingin bergabung dengan kalian untuk membalas dendam atas kematian Johan. Kalian juga sudah tahu jika Ozzie memiliki anak buah di CIA. Akan aku beritahu orangnya, “ ucap Raiden yang langsung pada intinya dengan tangan mengepal mengingat temannya mati mengenaskan. Kali ini Raiden akan mengorbankan nyawanya untuk sahabatnya yang dibunuh.


Lucas, Abigail,dan Leon tersenyum puas dengan apa yang dikatakan Raiden dan flashdisk hitam ditunjukkan oleh Raiden.


__ADS_2