
Esok paginya pukul 08.00 mereka mulai bekerja sesuai rencana yang sudah di diskusikan.
Rayden, Damien, dan Daniel mengamankan para wanita ke tempat lebih jauh dimana mansion tersebut sudah diamankan dan dijaga lebih ketat oleh anak buah pilihan dari William.
Sebelum mereka berpisah dengan istri masing-masing para suami dan keluarga saling berpelukan sebagai salam perpisahan.
(Dikediaman Lucas)
“Sweety, jagalah baik-baik anak kita. Aku akan segera menemui kalian setelah semua telah usai. Aku akan merindukan kamu”, ucap Lucas dengan memegang dua pipi istrinya.
“Aku juga begitu”, ucap Alika dengan nada sedih.
“Cup”, kecupan melayang diwajah Alika bertubi-tubi lalu berciuman dengan intens.
“Tolong kembalilah dengan selamat dan jangan lupa bawalah oleh-oleh untuk kami. Kami sangat menginginkannya”, ucap Alika.
“Tentu”, ucap Lucas.
Begitupun yang dilakukan rekan-rekan dari Lucas terhadap pasangannya dengan tarikan nafas yang berat dan gugup untuk menentukan nasib mereka dalam berperang melawan musuh.
__ADS_1
Sedangkan dikediaman Abigail, mereka bersiap mengumpulkan senjata dan alat-alat untuk melumpuhkan musuh setelah mengamankan Milka dan bayi-bayi mungil tersebut.
Setelah semua barang siap mereka pergi dengan mobil masing-masing. Sebelum berpisah dengan Vio, Abigail menarik pinggang Vio lalu mencium dengan intens untuk mendapatkan energi dari istrinya yang akan ikut berperang. Kemudian membisikkan kepada Vio untuk meminta ia menjaga diri begitupun Vio juga meminta Abigail agar berhati-hati dan berpulang dengan selamat lalu Vio berinisiatif memberikan kecupan singkat dan pergi dengan melambaikan tangan.
Abigail masuk ke dalam mobil yang disetir oleh Abraham. Sementara Vio pergi bersama Alam menuju klub. Vio meretas CCTV yang ada di gedung itu. Saat malam tiba Vio menyamar sebagai wanita sexy. Ia mengenakan gaun hitam dengan memakai topeng silikon yang dibentuk menyerupai wanita lain. Ia berjalan memasuki ruang VIP dengan segerombolan wanita penghibur. Vio duduk di samping Willy. Vio mencoba melayani dengan baik untuk mendapatkan bukti kelicikan orang-orang di VIP bersama Ellios yang sejak tadi memperhatikan Vio. Vio harus menyakinkan Ellios dengan memberikan mata genit. Ellios tersenyum sinis.
“wanita ini sangat menarik”, batin Ellios bersamaan dengan Christoper.
Aksi yang dilakukan Vio memberikan percikan api kepada singa jantan. Abigail harus meninggalkan Abraham di kantor milik Willy dengan mengendarai mobil milik Abraham dengan kecepatan penuh.
“Shit, tunggu aku sweety. Kamu akan mendapatkan hukuman”, umpat Abigail dengan mata menyalang.
Beberapa lama kemudian wanita itu di bawa ke ruang hotel oleh pelayan setelah bernegosiasi dengan orang-orang VVIP. Ellios mengiyakan tanpa curiga. Namun Ellios tetap mengikuti pelayan itu yang membawa wanita penghibur sampai di depan pintu hotel. Ellios melihat perempuan itu di tarik dengan sebuah tangan kekar sampai Vio terkejut dan mengungkapkan kekesalannya terhadap orang tersebut.
“Kamu siapa?!..”, amarah Vio terendam ketika memandang wajah itu dengan mata penuh amarah. Vio tak bisa berkutik.
“Kenapa?”, tanya Abigail dengan suara rendah.
“Lepaskan topeng mu. Kamu harusnya tidak melakukan penyamaran. Kamu bisa menyewa orang lain”, ucap Abigail dengan gigi mengetat dan memegang lengan Vio dengan erat sehingga Vio merasa sakit.
__ADS_1
“Ma..maaf. Tolong le..lepaskan tanganku. S..sakit A..Abigail”, ringis Vio. Abigail melepaskan dengan mengusap wajah dengan kasar.
“Kamu harusnya profesional menjalani misi ini. Kamu harus bisa memisahkan hal pribadi dan pekerjaan”, omel Vio dengan melepaskan topeng.
“Trus kamu menggoda pria itu dengan menikmatinya. Janganlah bertindak seperti wanita murahan”, geram Abigail dengan mendorong Vio dan mencengkeram dua pipinya.
“Sa..sakit”, ringis Vio.
“Ka..kamu harus menahan demi menghancurkan mereka. Jika nanti...”, ucapan Vio terpotong karena Abigail langsung menyumpal mulutnya dengan bibir Abigail. Vio terus meronta namun tenaganya tak sebanding dengan Abigail walaupun Vio sudah melatih otot-ototnya setiap hari.
Di sisi lain tempat berbeda Adam merasa bersalah telah mengirimkan video mengenai bagaimana Vio menjalankan misi. Daniel tak bisa habis berfikir dengan sikap Adam yang kekanakan.
“Kamu harusnya melakukan dengan serius bukan main-main. Jika gagal dalam rencana ini. Keluarga kita dalam bahaya”, omel Daniel dengan mendesah.
“I’m sorry. Aku tidak tahu bakalan seperti ini”, ucap Adam.
“Sudahlah, kalian tidak perlu berdebat. Sekarang yang kita pikirkan yaitu mempublikasikan bukti-bukti dana gelap dan lain-lain ke internet. Kita harus memilah data itu semua saat Willy mempromosikan dalam panggung”, sela Saddam.
“Rayden kemana?”, tanya Saddam.
__ADS_1
“Ia pergi dengan Lucas”, jawab Daniel.