Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 26


__ADS_3

Usai ujian terakhir Alika langsung bergegas menemui Axel tanpa pamit dengan dua sahabatnya. Sedangkan Axel sedang berkemas memasukkan buku untuk bergegas pergi ke tempat nongkrongnya namun saat melangkah Alika mencegahnya di depan kelas lalu menarik lengan Axel. Alika membawa Axel ke tempat gedung olahraga yang tidak banyak orang lalu Alika melepaskan tangan Axel.


“Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu membawaku ke arena olahraga?”, tanya Axel bertubi dengan ekspresi kesal.


“Maaf Axel, aku tiba-tiba menarik kamu ke gedung olahraga tanpa izin. Aku ingin meminta waktu sepuluh menit”, ucap Alika sambil memperlihatkan sepuluh jari.


“Maaf Alika, aku sudah memiliki janji”, ucap Axel akan pergi namun ditahan oleh Alika dan dia memohon dengan negosiasi waktu.


“Kalau begitu lima menit, please. Dengarkan aku semua penjelasan. Aku ingin menyelesaikan semua, aku tidak mau hidupku resah karena merasa bersalah dengan kamu Axel”, ucap Alika sambil memohon. Axel melihat ekspresi wajah Alika yang memohon membuatnya tidak tega sehingga ia mengumpat, “oh Sh*t”, dengan membalikan tubuh sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


“Baiklah, lima menit. Kamu jelaskan”, ucap Axel


“Thank you Axel”, ucap Alika dengan perasaan lega.


“Kita cari tempat duduk”, ajak Axel dengan pergi berjalan mendahului Alika.


“Sekarang berbicaralah”, ucap Axel.


“Axel, pertama aku minta maaf kepadamu karena aku terlalu memberikan harapan palsu untukmu. Sebenarnya awal bertemu dengan kamu aku juga menyukaimu namun jiwaku sudah terikat dengan orang lain. Aku sebenarnya tidak merasakan apa-apa terhadap pria itu. Katakanlah aku egois telah memanfaatkan cinta tulusmu Axel. Ketika aku sedang mengandung entah kenapa perasaan itu berubah menjadi mencintainya tanpa syarat. Apa karena janin diperutku atau perasaan yang selalu aku mengelaknya. Aku dahulu membenci pria itu sebab dia selalu memaksakan kehendakku yang tidak mencintainya. Dia terlalu kejam, dingin, dan semaunya. Tetapi entah sejak kapan aku mencintainya. Maaf Axel aku mengecewakan perasaan tulusmu itu. Aku tidak berniat menyakitimu”, ucap Alika dengan jantung berdetak dag dig dug sambil menundukkan kepala dan tangan meremas kain rok abu-abu. Axel yang mendengarkan seksama sebenarnya dia merasa kecewa tetapi takdir berkehendak lain menurut hati dan pikiran Axel sambil menghembuskan nafas kasar, “uhh...ahhh”.


“Alika!”, panggilnya sambil memegang kedua tangan dan mengusap, “Aku sudah memaafkan kamu, mungkin wanita di depanku bukanlah jodohku. Sehingga Tuhan tidak menghendaki aku untuk bersamamu. Namun aku bisa menjadi teman cerita untuk kamu, jika suamimu itu membuat hatimu tersakiti biarlah aku yang melindungimu”, ucap Axel dan kepala Alika terangkat dengan menatap Axel. Lalu ia memeluk tubuh Axel dengan tangisan lega karena ia memaafkan dan masih mau untuk menjadi teman.

__ADS_1


“Terima kasih Axel, kamu pria yang baik”, ucap Alika sambil melepaskan pelukannya dengan mengusap air mata.


“Iya”, ucap Axel dengan mengusap kepala sambil memberantaki rambutnya lalu mereka terkekeh bersama.


Sementara Aminah dan Daniel sedang bertengkar hebat soal photo yang di kirim oleh seorang anonim.


“Wah, hebat ya abang Danielku juga sama denganku menggoda sana sini namun bedanya kalau aku sekedar main-main tapi kalau abang Daniel sampai tidur di ranjang”, sindir Aminah setelah pulang sekolah dengan duduk di sofa sambil meminum susu kotak dan camilan keripiknya.


“Apa maksud kamu Min? Tiba-tiba pulang dan mengatakan yang membuat aku tidak mengerti”, ucap Daniel denagn bingung.


“Oh ya, pura-pura gak ngerti atau sebenarnya mengerti namun tidak ingin mengetahui”, ucap Aminah.


Daniel mencoba menghampiri Aminah dengan menahan emosi yang tersulut.


“Masa gak tahu padahal kan yang melakukan itu kamu”, ucap Aminah dengan nada sinis.


“Aku benaran tidak ngerti Aminah”, sambil gigi mengetat.


“Kamu jelaskan, atau aku paksa kamu untuk menjelaskan dengan cara lain”, kesal Daniel dengan menggertak.


“Kenapa kamu yang marah? Seharusnya aku yang marah Daniel!”, bentak Aminah dengan berdiri dan melemparkan selembaran photo di wajah Daniel.

__ADS_1


“Itu lihat, photo tidur kamu dengan seorang perempuan yang bekerja sebagai pramugari privat kamu. Kamu selalu bilang cemburu, cemburu, nyatanya kamu lebih gila dibanding aku. Kamu renggut semua kebebasan dan nafas aku setiap kali aku hanya bermain. Tapi lihat siapa yang menelan ludah. Kamu lebih picik. Picik. Dan picik”, jengkel Aminah dengan tangisan histeris dan berjalan pergi meninggalkan mansion milik Daniel namun di cegah oleh anak buahnya lalu Aminah berteriak dengan lantang, “Minggirlah! Aku bilang minggir ya munggir!”, dengan mendorong tubuh kekar anak buahnya kemudian berlari.


Daniel yang masih termangu melihat photo itu baru menyadari jika Aminah pergi berlari. Lalu ia menyusul dengan bertanya anak buahnya yang bengong.


“Kemana Aminah?”, tanya Daniel.


“Dia pergi lari keluar tuan”ucap salah satu anak buah dengan takut.


“Kenapa tidak cegah? Kalian benar-benar tidak becus”, ucap Daniel dan langsung lari melesat dengan mengabaikan lontaran kaliamt t yang dikeluarkan anak buahnya.


Daniel terus mencari dengan menengok kana kiri jalanan luas hingga hampir frustrasi dengan mengusap wajahnya yang tiba-tiba gatal dengan kasar. Sambil berteriak, “arghh”.


Lalu Daniel bergumam dengan terselimuti rasa khawatir di hatinya, “kamu dimana Min?” dengan meneteskan air mata.


Saat anak buahnya mencoba melihat ke depan melihat seorang wanita mirip dengan istri bosnya lalu ia berlari menghampiri Daniel.


“Tuan itu nyonya, ia berlari di tengah jalan tanpa melihat ada kendaraan tuan”, ucap suara keras anak buahnya. Kemudian Daniel berlari mengejar Aminah dan saat itu Daniel melihat mobil dari arah berlawanan mengarah pada Aminah lalu Daniel berteriak, “Aminah!Aminah awas!”, sambil berlari menyelamatkan Aminah tetapi terlambat tubuhnya telah terhantam dengan mobil hitam itu. Lalu Aminah tergeletak di jalanan dan Daniel menangis histeris, “Aminah! Aminah! Bangun, jika tidak bangun akan aku beri kamu hukuman”, dengan menggoyangkan tubuh Aminah yang penuh ceceran darah.


“Pokoknya kamu harus tetap hidup, aku tidak bisa hidup tanpamu”, ucap Daniel dengan memeluk tubub Aminah.


Anak buah Daniel telah memanggil ambulan. Lalu tubuh Aminah diangkat dengan ditemani oleh Daniel dengan isak tangis. Daniel mengucapkan mantra untuk Aminah agar tetap di sisinya.

__ADS_1


"Aminah, tolong jangan tinggalkan aku. Akan aku jelaskan semua permasalahan di photo itu. Sweety aku sangat mencintaimu. Jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa lepas darimu saat pertama kali kita bertemu. Aku janji tidak akan merenggut semua kebebasan kamu asalkan jangan menggoda pria lain", ucap Daniel dengan terus mengajak bicara dan mengecup kening dan tangan berkali-kali tanpa henti hingga memasuki pelataran rumah sakit.


__ADS_2