Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 47


__ADS_3

"Hei Milka! kamu mau membawaku kemana?", panggil Abigail dengan bertanya.


Ketika telah sampai halaman belakang Milka melepaskan tangannya yang tadi menarik lengan kakaknya. Lalu Milka berbicara empat mata.


"Abigail tadi kenapa kamu berantem dengan temanku?", tanya Milka.


"Tadi itu teman kamu nabrak dada bidangku lalu hidungnya sampai berdarah, tapi saat aku akan mengucapkan maaf dia sudah mengumpat kasar jadi aku urungkan untuk minta maaf dan dia malah mengajak berkelahi", ucap Abigail dengan nada kesal.


"Oh my god Abigail, di sini jadi siapa yang salah?", tanya Milka.


"Wanita itu, teman kamu", ucap Abigail menyalahkan Vio dengan tangan menunjuk ke arah dalam.


"Sebenarnya kamu dapat teman seperti dia dari mana sih?", tanya Abigail.


"Aku sebenarnya mengenal dia dari temanku Naomi dan kami kenal selama dua tahun, kemudian sampai sekarang saat Naomi telah tiada", cerita Milka dengan ekspresi sedih.


"Tapi dia baik kak", ucap Milka


"Kamu jangan lihat tingkah baik saja, itu belum tentu menggambarkan kepribadiannya", terang Abigail.


"Iya aku tahu Abigail, tapi dia benaran baik. Anak yang dia gendong itu anak temanku yang meninggal dan ditelantarkan oleh keluarganya yang tidak menerima sebab Naomi lebih memilih pasangan yang sudah terjalin lama di Indonesia namun keluarganya tidak menyetujui sebab pasangan temanku tersebut bukan dari keluarga yang setara atau pembisnis. Jadi mereka tidak menerima dari darah daging pria tersebut", jelas Milka


"Aku juga tidak ngomongin tentang itu saja. Jadi Abigail ummm...", jeda Milka dengan menggaruk tengkuk tidak gatal.


"Apa?", tanya Abigail


"Aku mau minta izin dengan kamu sebenarnya, tapi situasinya kalian malah bertengkar", ucap Milka.


"Kamu mau minta izin apa? dan hubungan dengan wanita itu apa?", tanya Abiga bertubi.


"Begini kak, aku kan agak lama tinggal di rumah ini dan gadis itu sudah berjanji untuk menemaniku beberapa minggu kedepan di kos jika aku selesai pesta berulang tahun tapi aku ingin tinggal di mansion ini...," jeda lama Milka dan ditunggu Abigail sambil mengerutkan alis.


"Aku mau minta izin gadis itu bisa tinggal di sini bersamaku. Dia rumahnya berada di Indonesia dan aku tidak enak membatalkan janji itu", lanjut Milka.


"What!", terkejut Abigail.


"Iya, cuman setengah bulan saja, please", mohon Milka dengan menunjukkan wajah puppy eyes.


Abigail yang melihat adiknya memohon mau tidak mau mengizinkan wanita itu untuk tinggal di mansionnya dengan berkacak pinggang dan wajahnya mengarah ke atas untuk mempertimbangkan permohonan Milka.


"Baiklah,tapi kamu harus menyuruh dia untuk menjaga sikapnya", ucap Abigail yang diangguki oleh Milka. Lalu Abigail pergi meninggalkan Milka dan menjadi pemandangan teman-temannya yang tadi melihat saat dirinya bertengkar dengan wanita itu.

__ADS_1


Sementara Vio sedang bermain dengan Haeun di kamar menunggu Milka kembali. Saat Milka kembali dia langsung bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan Vio masih asyik bermain dengan Haeun.


Beberapa lama kemudian Milka usai membersihkan badan dan telah berganti pakaian lalu menghampiri Haeun dan Vio.


"Haeun main apa sih?", ucap Milka dengan gemas sambil mengangkat tubuh Haeun. Haeun hanya bicara yang belum dimengerti dengan mengatakan, "ain, ain", sambil menujukkan dua gigi yang baru tumbuh.


"Ain humm", senyum Milka lalu mencium pipi gembulnya sampai ia menangis.


"Yahh nangis lagi, kamu sih Mil", tuduh Vio dengan mengambil alih tubuh Haeun.


"Sorry", ucap Milka dengan menampilkan senyuman.


"Maafin aunty Haeun", dengan mencium kembali.


Vio menggendong Haeun sambil menepuk punggungnya agar berhenti menangis.


Saat sedang memberikan susu, Milka mengajaknya turun untuk makan pagi.


"Vi kita turun dan ikut sarapan bersama dengan mereka", ajak Milka.


"Tapi suasana pasti akan canggung Milka. Aku di sini kan orang asing",


"Kamu mau membawaku kemana?"


"Sudah ikut aja"


Vio mengikuti langkah Milka yang menarik tangan menuju ke tempat meja makan. Milka menggeserkan kursi untuk Vio dan dirinya ikut bergabung. Lalu Alika yang membawa nasi menyapa.


"Good morning girl's"


"Morning Alika", sapa balik dari Milka.


"Uhmm, masakannya enak sekali", puji Milka dengan menampilkan senyuman.


"Morning semua", ucap Daniel bersama lainnya yang dibelakang.


"Kalian sudah sembuh", ucap Milka


"Yahh, sedikit ada luka yang belum kering", ucap Adam.


Abigail yang berada dibelakang menatap Vio tidak suka begitu juga Vio. Mereka menampakkan perseteruan satu sama lain. Abigail duduk di meja makan yang diikuti lainnya.

__ADS_1


Sedangkan Haeun tiba-tiba menangis seperti tidak nyaman orang yang baru ia temui. Vio pamit kepada Milka untuk menenangkan Haeun.


"Milka, sepertinya sarapan aku nanti saja. Aku tenangin putri cantik ini dulu", ucap Vio yang diangguki oleh Milka dan Vio berpamitan dengan sedikit canggung kepada orang-orang yang baru di temui.


"Saya permisi dulu, buat menenangkan Haeun", pamit Vio menggendong Haeun ke pelataran belakang.


Setelah kepergian Vio mereka mulai kepo dengan temannya Milka.


"Milka, sepertinya teman kamu masih kecil, tapi sudah memiliki anak sebesar itu", ucap Arletta


"Ouw anak perempuan tadi, dia itu sebenarnya bukan anak kandungnya, dia hanya merawat anak oranh yang telah tiada dan tidak diakui oleh keluarganya sebab dia bukan dari darah daging pria yang setara atau pengusaha ", jelas Milka dengan mengunyah makanan.


"Ayahnya kemana?", tanya Alika


"Ayahnya meninggal juga, nasib mereka tidak begitu beruntung", ucap Milka


"Iya, tapi mereka bertemu di alam sana, tapi sayang tidak melihat anaknya", ucap Alika


"Mereka mungkin tidak melihat dari dekat namun mereka bisa tersenyum di alam sana sebab dia di rawat oleh temannya dengan baik", ucao Aminah yang ikut menimbrung.


"Sweety kamu begitu rasional sih", puji Daniel dengan terkekeh.


Sedangkan Vio sedang mentitah Haeun di latar belakang mansion milik temannya dengan memberikan canda dan tawa pada gadis kecil itu.


Sementara orang-orang yang berada di tempat meja makan telah usai sarapan lalu mereka pergi membereskan alat makan beserta wadah kotor. Sedangkan para pria pergi ke ruang tengah membahas untuk rencana selanjutnya.


Milka yang tidak ikut membersihkan, kini dia pergi ke belakang menemui Vio dengan membawakan sandwich dan susu kotak untuk mengisi perut.


"Vi, makanlah buat isi perut kamu biar Haeun aku titahkan", ucap Milka dan Vio menerima sarapan dari Milka. Namun Haeun tidak menyukai lalu ia menangis dan Vio mengambil alih Haeun. Lalu Milka mengatakan, "I'm sorry babby", dengan mengusap kepalanya.


"Kamu harus sering bermain dengannya deh Mil", saran Vio.


"Iya Vi, aku akan terus menggendongnya", ucap Milka dengan tawa bersama.


Tatkala mereka sedang bercanda tiba-tiba teman-teman Abigail menghampiri.


"Hallo, apakah kami boleh ikut bergabung?", tanya Alika.


"Tentu", ucap Milka.


Para wanita sedang bercanda ria bersama dua gadis kecil nan imut dan para pria saat akan menghampiri sampai di ambang pintu mereka urungkan. Mereka lebih memilih melihat para wanita dari kejauhan untuk melihat tawa yang menawan dari pasangan mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2