Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 38


__ADS_3

Setelah satu minggu Damien dirawat di rumah sakit, teman-temannya datang kembali menjenguk dengan serempak. Di ruang rawat inap VIP, mereka tidak hanya menjenguk keadaan dari Damien, tapi mereka juga sedang membalas serangan balik untuk Ozzie.


“Bro, bagaimana keadaan kamu. Maaf aku baru jenguk hari ini”, kata Adam.


“Iya, tidak apa-apa. Aku tahu situasimu. Selamat ya, atas kelahiran istri kamu”, ucap Damien dengan tulus.


“Thanks bro”, ucap Adam


“Ngomong-ngomong aku belum menjenguk istri dan anakmu. Semoga sehat-sehat selalu ya bro. Nama anak kamu siapa?”, cakap Daniel.


“Aku dan Charlotte menggabungkan nama yang sudah kami siapkan masing-masing untuk mengambil jalan tengahnya. Charlote bersikukuh memberikan nama Hana dan aku memiliki ide untuk anakku dengan ku beri nama Keynara. Jadi kami menggabungkan menjadi Hana Keynara Daisy Hosea”,tutur Adam dengan bangga.


“Bayimu berarti perempuan?”, tanya Daniel dengan diangguki oleh Adam


“Nama yang indah Adam”,puji Lucas


Lalu di tengah kebahagiaan Adam yang sedang memamerkan photo anaknya, Abigail mengalihkan dengan pembicaraan mengenai Ozzie.


“Bagaimana rencana kalian untuk membalas balik Ozzie?”, tanya Abigail


“Benar, kita harus cari informasi lengkap dari Diego”,pungkas Lucas.


“Abigail, apa kamu sudah menginterogasi Diego?”, tanya Daniel dengan tangan dimasukkan ke dalam kantong celana.


“Aku tidak dapat informasi apa-apa dari dia. Aku hanya dapat suara tawaannya yang kencang. Entah dia depresi atau apalah aku tidak tahu”, ungkapnya.


“Apa kamu sudah mendapatkan informasi dari Johan?”, tanya Daniel kembali.


“Itu akan sangat sulit bagi kita untuk membuka mulut Johan. Kita harus cari cara lain agar Diego bisa membuka mulutnya. Dia begitu mudah untuk di provokasikan. Setelah depresinya berkurang”,pinta Abigail dengan duduk si sofa.

__ADS_1


“Kita tidak bisa menunggunya”, lontar Lucas.


“Benar yang dikatakan Lucas, tapi... kita harus menjaga Diego agar tidak terbunuh di sel tahanan. Sebab kita tidak tahu apakah ada penyusup, mata-mata maupun pengkhianatan di anggota kepolisian”, ucap Damien.


Mereka menarik nafas bersamaan, “haah”.


Adam memberikan ide di saat mereka terdiam memikirkan tentang bagaimana cara untuk dapat menemukan informasi dalam dunia politik lalu Adam mengagetkan lainnya dengan suara lantangnya.


“Ahaa! Kita bisa meminta bantuan dari Kana”, ucap Adam.


“Benar juga, kalau begitu aku akan hubungi dia”, ucap Lucas.


Beberapa lama kemudian Arleta datang, dan orang-orang yang dari tadi bersama Damien pun berpamitan.


“Damien sebaiknya kami pulang, aku harus cepat-cepat menemui putriku”,papar Adam.


“Kami pamit dulu ya Arleta, cepatlah menyusul, sebentar lagi Lucas akan memiliki penerusnya”, lontar Abraham.


Setelah mereka berpamitan Arleta menuju ke ranjang Damien dan membantu menyuapi suaminya.


“Damien aku membawakan bubur yang kamu sukai”, ucap Arleta sambil membuka bekal yang dibawa dengan ditutupi kain taplak merah.


Lalu Arleta menyuapi pelan-pelan dengan meniupkan makanan yang panas dengan telaten. Damien merasa senang lalu memberikan hadiah sebuah kecupan, “cup”, di pipi kirinya.


“Thank you sweety”, ucap tulus Damien dengan senyuman hangat.


Sementara Lucas bersama Abigail dan Daniel pergi ke markas CIA untuk menemui Diego yang sedang menatap kosong entah pikirannya melayang kemana. Lucas mencoba mendekati di ruang interograsi lalu duduk di depannya dengan saling berhadapan. Lucas mengeluarkan rokok dengan dengan mengambil satu batang lalu dihidupkan dengan pematik korek untuk menenangkan pikirannya kemudian membuka obrolan.


“Diego!”, panggil Lucas dengan lugas sambil mengepulkan asap rokok dengan melihat ekspresi wajah yang terpatri begitu tidak enak dilihat apalagi tatapannya yanh kosong. Lalu Lucas menggebrak meja, “brakk!”, agar Diego terbangun dari acara melamunnya. Prediksi Lucas tepat, dia terkejut mendengar gebrakan meja yang keras dan menatap Lucas yang sedang sinis.

__ADS_1


Lucas mendekati lebih dekat di ujung meja dengan memegang pundak Diego sambil mengatakan, “kamu penjahat yang bodoh dan sangat_ bodoh yang tidak pernah aku temui”, sambil meremas pundak Diego.


“Apalagi kamu telah salah berhadapan dengan Ozzie. Dia hanya memanfaatkan kebodohan kamu dan mempermainkan kamu saja”,ejek Lucas dengan ekspresi dingin dengan berjalan kembali ke tempat duduk sambil melihat ekspresi dan tatapan Diego yang terguncang jiwanya dengan tubuh gemetar.


“Aku tahu, siapa yang mengirim Sarah untuk menghancurkan Daniel? Aku juga telah mengetahui kehidupan masa lalumu yang pernah bekerja menjadi karyawan Damien. Semua__nya aku mengetahui. Sebenarnya aku kasihan pada hidupmu yang pendedam namun tidak pantas menjalankan aksi kamu menjadi penjahat. Hanya tampang kamu saja penjahat tapi perilakumu tidak pantas. Kamu pantas sebagai pengecut! Seperti domba kehilangan induknya”, cela Lucas dengan sarkastisme dan penuh rasa geram terhadap musuhnya itu. Daniel yang berada di luar hanya menatap dibalik jendela kaca dan monitor saat ini sedang mengepalkan kedua tangan erat seperti ingin melampiaskan kekesalan terhadap kejahatan Diego atas kehilangan janin dan hampir kehilangan nyawa istrinya. Abigail yang berada di sampingnya mencoba menenangkan dengan mengusap pundak Daniel.


Ketika Lucas beranjak akan keluar mata Diego mengeluarkan peluh air mata dengan mengantuk antukkan kepala pada meja. Lucas yang menoleh melihat Diego yang sedang kesal tersenyum sinis lalu pergi meninggalkan dia yang sedang frustrasi akibat kebodohannya sendiri.


Saat Lucas keluar Daniel mencerca berbagai pertanyaan,” kenapa kamu tidak menyuruhnya menjawab? Kenapa kamu membiarkannya Lucas? Kita membutuhkan informasi dari mulut pengecut itu?”, emosi Daniel yang sejak awal melihat wajah muak milik Diego. Abigail yang berada di dekatnya menyuruhnya tenang. “Tenanglah bro”,tutur Abigail dengan mengusap pundak Daniel. Lalu Daniel menarik nafas kasar, “haah__”.


Abigail tahu maksud Lucas dibalik ia tidak mengorek informasi dari mulut Diego. Abigail mengetahui jika Lucas sejak tadi hanya menyerang psikologi Diego agar mengguncang jiwa Diego yang saat ini sedang membuncah. Dengan memanfaatkan psikolog Diego, maka akan mendapatkan informasi dari mulut pengecut itu dengan sendirinya. Abigail begitu memuji kecerdikan Lucas.


Sampai di ruang kerja Abigail, Daniel meminta jawaban atas pertanyaan yang tadi ia cerca.


“Ok aku mengerti maksud kamu. Aku ingin dia mengatakan sendiri informasi itu tanpa paksaan dengan memanfaatkan psikologi dia yang sedang membuncah. Makanya tadi kamu lihat ekspresi Diego itu di monitor. Dia meneteskan air mata di pelupuk matanya dengan mengantuk-antukan kepala. Kita tinggal menunggunya lewat informasi dari Abigail saat dia ingin mengatakan”,ucap Lucas. Daniel yang mendengarkan ucapannya emosinya terendam. Mereka beristirahat dengan mengobrolkan berbagai macam rencana membalikan musuh apalagi mereka masih memiliki musuh disekitarnya yaitu Wily bersama kawan-kawannya.


Tatkala sebelum Lucas pulang, Alika sedang menyiapkan makan malam. Alika sedang menikmati meranjang dan memasak yang dibantu oleh pelayan di mansion ini yaitu Mrs. Magareth bersama Mrs. Samantha. Ketika Alika tengah keasikan memasak, Alika tidak menyadari Lucas datang dan secara diam-diam menyuruh dua pelayan kepercayaannya pergi. Lalu Lucas mendekati tanpa sepengetahuannya.


Alika meminta tolong kepada Mrs. Magareth yang telah tidak ada di sampingnya untuk mengambilkan solet untuk menggoreng tetapi yang mengambilkannya adalah Lucas tanpa kata. Kemudian menyuruh kembali mengambil beberapa alat masak, wadah, dan lain-lain membuat Lucas geram lalu memeluknya dari belakang dengan membisikan, " kamu nakal sweety", dan Alika terkejut ketika merasakan pelukan tangan kokoh yang bertengger di perutnya dan suara bisikan dengan hembusan nafas hangat. Lalu Alika memanggil namanya, "uncle Lucas!", dan Lucas menjawab, "ya, sweety", dengan lirih dengan mencium kepala belakang Alika.


Kemudian Alika menyuruh Lucas untuk melepaskan pelukan erat itu. Tetapi Lucas tidak mau dan tetap memeluknya.


"Lucas tolong lepaskan tangan kamu yang membelenggung diperutku. Nanti masakannya gosong", ucap Alika.


"Aku tidak mau sweety", tolak Lucas.


"Please, nanti kalau gosong kita tidak bisa makan malamnya",jelas Alika.


Lucas membalikan tubuh Alika dengan mematikan api kompor kemudian menarik tengkuk Alika dan menciumnya mendalam. Usai melepaskan ciuman itu, Lucas mengatakan, "aku merindukan kamu sweety", dengan meninggalkan Alika yang tersenyum merona sambil masih memegang solet. Alika membalikan tubuhnya dan kembali memasak.

__ADS_1


__ADS_2