Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 52


__ADS_3

Lucas yang sedang berkutat dengan tablet duduk di sofa ruang tengah Alika datang membawa dua cangkir teh dan cookies lalu duduk di samping Lucas.


"Lucas!", panggil Alika


"Ya, sweety", ucap Lucas dan masih fokus dengan tabletnya.


"Aku kemarin lupa buat tanya dengan Aminah mengenai Raina", ucap Alika.


Lucas lalu meletakkan tablet dan menoleh ke istrinya yang bergelayut manja dengan memberikan kecupan kepadanya.


"Sweety, kita bisa tanyakan lewat vidcall daripada lewat telepon itu lebih baik karena kita bisa saling memandang meski tidak langsung", ucap Lucas.


"Oh ya, kamu benar honey", ucap Alika dengan terkekeh dan kecupan di pipinya.


"Hai sweety, kamu tadi panggil apa?", tanya Lucas yang pura -pura kurang jelas.


"Sudahlah uncle jangan suka aneh begitu, aku akan menyambungkan vidcall ke Aminah", ucap Alika dengan senyum.


Lucas merasa kecewa sebab Alika tidak mau mengulangi kembali namun Lucas akan selalu menunggu kata-kata manis dari istri kecilnya.


Alika sedang menunggu Aminah untuk menerima vidcall. Sepuluh menit berlalu akhirnya Aminah menerima Vidcall dari Alika yang sejak tadi setia menunggu si penerima.


"Hallo Aminah", sapa Alika dengan lambaian tangan.


"Hallo Lik, tumben kamu vidcall. Ada apa?", ucap Aminah yang berada di taman belakang mansion bersama Daniel.


"Aku mau bertanya tentang sahabat kita", ucap Alika.


"Siapa?", tanya Aminah yang asyik makan camilan.


"Siapa lagi kalau bukan Raina", ucap Aminah yang duduk di bawah sofa dengan beralas karpet tebal namun hangat.


"Oo Raina", ucap Aminah.


"Ada apa dengannya?", tanya Aminah yang masih asyik mencomot keripik baladonya.


"Kamu tahu nomor baru tentang Raina tidak?"


"Nomor baru, aku tidak punya Lik. Emang dia ganti nomor baru?"


"Gak tahu, makanya aku tanya kepada kamu Min, Min sayang"


"Aku tidak punya, mungkin aku harus cerita kepadamu deh Rain. Kemungkinan ini sudah saatnya kamu untuk tahu mengenai sahabat kita tersayang...," ucap Aminah dengan menghembuskan nafas panjang dan Alika masih tidak mengerti dengan menautkan dua alis saling tabrakan.


"Kamu jangan lagi berurusan dengan Raina..,"ucapan Aminah terpotong dengan teriakannya.


"Kenapa?!"


"Ada persoalan rumit yang dihadapi oleh Raina dari cerita mamaku Lik. Makanya kita sudah lama tidak terhubung dengannya"


"Apakah kamu bisa menceritakan kronologinya?"


"Tentu, akan aku ceritakan. Awal mula Raina berubah itu karena masalah dengan Gilang yang meminta putus. Kemudian dia patah hati dan cerita kepadaku. Beberapa lama kemudian dia menghubungiku bahwa ia sudah mendapatkan pengganti dari Gilang yang bernama Juna. Dia menceritakan seluruh kebaikannya. Aku bilang itu sangat bagus untukmu sebagai awal kamu berkelana.


Tiba-tiba suatu hari dia memutuskan seluruh kontak dan mamaku, aku hubungi. Dia bilang Raina saat itu sedang kacau begitu dengan keluarganya. Mereka menutup diri untuk melindungi aib anaknya.


Katanya dia dibohongi Juna saat berpacaran. Dia itu berpacaran dengan Raina karena ada sesuatu yaitu menyerahkannya kepada seorang gigolo untuk menghasilkan uang. Satu minggu dia tidak memberitahu orang tuanya.Tetapi lama kelamaan orang tuanya mengetahui dan melaporkan polisi si Junanya. Lalu Raina di kurung oleh orang tuanya setelah hasil pemeriksaan keluar bahwa ia tidak mengalami penyakit kelamin. Membuat kedua orang tuanya bersyukur.

__ADS_1


Tetapi setelah setengah bulan terkurung, Raina melarikan diri dan berubah menjadi wanita hina. Raina juga tidak sungkan berkelahi dengan anak jalanan maupun dengan wanita lain. Dia lebih kejam dan wataknya mulai beringasan. Kedua orang tuanya hanya pasrah sampai ayahnya sakit. Sekarang Raina menjadi bahan gosip di kampung halaman karena sikapnya seperti wanita murahan.Sekarang aku tidak tahu kehiduoan dia. Lebih baik kita jangan dekati dulu Raina sebab dia bukan Raina dahulu", cerita Aminah dengan nada kecewa juga ekspresi wajah yang berubah sedih.


"Bukankah kita jadi sahabat memberika support", ucap Alika dengan raut sedih.


"Iya aku tahu. Tapi kali ini aku memohon dengan kamu jangan dekati Raina dulu. Dia orangnya saat ini begitu rumit permasalahannya sampai urusan dengan hukum, polisi dan para istri orang", ucap Aminah.


"Jangan sekali-kali menampakkan apapun pada Raina", ucap kembali Aminah.


"Pokoknya jika kita suatu saat bertemu dengannya, anggaplah biasa saja dan jangan menonjolkan sesuatu yang kamu ketahui untuk melindungimu sendiri dan keluarga kamu", peringatan Aminah.


"Iya, makasih Aminah", ucap Alika.


Selesai mereka mengobrol lewat vidcall, Lucas yang berada di sampingnya memeluk tubuh istrinya untuk memberikan ketenangan dengan mengecup kepala Alika.


Sementara Abigail sedang diributkan dengan kebocoran data di CIA. Hari ini dia harus melembur kerja. Abigail harus menangani kebocoran pemrograman virus bersama anggota CIA lainnya.


Mereka fokus mencari orang yang membocorkan data hingga ada orang yang beranggapan bahwa Abigail yang membocorkan meski sudah membantah. Lalu Abigail meminta bantuan Adam dan Leon untuk mencari tahu data mengenai tersangka di CIA.


Abigail saat ini sedang di kurung dalam penjara karena kasus pembocoran data CIA. Orang yang telah membocorkan tersenyum sinis saat melewati lorong penjara dimana Abigail di kurung.


Adam yang pernah bergabung di CIA meminta bantuan kepada temannya yang di percaya yang telah memasuki pangkat tinggi.


Sedangkan Lucas yang mengetahui bahwa Abigail di fitnah dengan tuduhan palsu Lucas langsung bergegas ke markas dengan beberapa temannya. Daniel yang asyik menjaga, dia juga harus ikut andil untuk permasalahan temannya dan bisa-bisa tuduhan itu merambat sampai masalah isu mereka. Lucas dan lainnya beragumen jika yang membuat permasalahan itu merupakan mata-mata dari Ozzie. Seperti yang terpatri dalam pikiran Raiden mantan anak buah Ozzie.


Sampainya di lokasi Lucas menanyakan permasalahan mengenai keterlibatan anak buah Ozzie maupun Christoper.


Di kediaman Abigail banyak anggota CIA berdatangan. Milka sebagai sang adik dari Abigail terus berteriak marah dan memaki petugas sampai menghalangi kamar milik Abigail ataupun ruang kerjanya.


"Kalian itu tidak bisa asal menuduh dong"


Milka terus berjalan memohon dan meminta untuk berhenti memanipulasi kakaknya.


"Kalian para petugas b*jin*n!!"


"Aku peringatkan jika kalian tidak segera hentikan, aku akan permasalahkan ke ranah hukum" dengan menangis.


Vio yang berada di samping Milka tidak bisa menghentikan kegudahan dari Milka untuk membela kakaknya. Sedangkan Haeun terus menangis di gendongan Vio.


Salah satu petugas memperingatkan kepada Milka untuk bekerja sama.


"Nak, kerja samalah dengan kami, jika kamu ingin mempersulit silahkan saat nanti kamu di pengadilan", ucap petugas pria berambut putih tersebut.


Vio hanya bisa menenangkan Milka karena dia belum paham dengan situasi di rumah sahabatnya.


Ozzie yang berada di Mahattam sekarang sedang bersenang-senang dengan menghamburkan uang. Tatkala diatas kesenangan Ozzie dan Christoper bersama anak buahnya, saat ini Abigail sedang menderita menerima cambukan dari anggota CIA untuk mendapatkan kejujuran dengan kedua tangannya menggantung di besi dengan telanjang dada.


"Jawab dengan jujur, apakah kamu membocorkan dokumen penting milik aset pemerintah?", tanya ketua CIA


"Aku tidak pernah membocorkan", dengan berteriak saat cambukan itu mengenai tubuhnya.


"Apakah ada kaitan dengan teman-teman kamu?"


"Tidak"


"Bohong"


"Tidak!!", lirih Abigail karena mulai letih dan petugas tersebut menghentikan dan meninggalkan Abigail.

__ADS_1


Sedangkan di markas mereka di sibukkan mencari pelaku sampai malam pukul 09.00 dan akhirnya mendapatkan kiriman video dari temannya Adam bahwa laki-laki tersebut mengenakan topeng dan tingginya berbeda dengan Abigail saat memasuki ruang kerja Abigail.


Lucas bersama Adam dan Leon langsung menuju ke markas meski sudah terlambat. Namun mereka tidak akan membiarkan Abigail untuk terus menderita.


Saat akan masuk markas CIA Lucas bersama dua kawannya dicegat.


"Maaf tuan, anda tidak boleh masuk. Saat ini kami sedang menangani kebocoran data", ucap petugas pria dari kepolisian.


"Saya tahu, dan kami ke sini memberikan bukti bahwa Abigail tidak bersalah", ucap Adam dengan nada emosi.


"Maaf, apakah sudah membuat janji?",


"Belum, justru kami ke sini untuk menyelamatkan teman kami yang dituduh", geram Lucas.


"Berikan bukti itu kepada kami"


Lucas berdecak dengan memutar tubuhnya dengan memberikan kode untuk mencekal tubuh petugas tersebut. Adam lalu mencekal bersama dengan Leon dan Lucas berlari menghindari para petugas yang mengejarnya sampai ke tempat pimpinan CIA dengan menyelonong ke tempat kerjanya dengan pintu terbuka keras.


Kemudian Lucas meminta maaf kepada para anggota yang sedang berdiskusi.


"Sorry, aku kesini mau membebaskan Abigail dan aku telah menemukan pelakunya", ucap Lucas dan kemudian dua petugas mencekal lengannya. Lalu cekalan itu dilepaskan atas perintah pimpinan CIA.


Lucas langsung menancapkan flashdisk ke dalam laptop tersebut dan menjelaskan pelakunya.


Di dalam mansion, Vio masih menenangkan Milka sampai tengah malam dan Haeun sudah ditidurkan dalam kamarnya Milka.


"Vi, aku harus bagaimana untuk menghadapi persoalan ini?"


"Aku taku, hanya Abigail satu-satunya keluargaku", ucapnya dengan menangis tiada henti dalam pelukan Vio. Vio yang berada di samping Milka hanya dapat menenangkan dan tidak bisa berkata-kata.


Saat tangisan Milka sedang pecah tiba-tiba Abigail datang bersama Raiden dan Vio yang sedang memeluk Milka di ruang tamu memanggil Milka.


"Milka!"


"Milka, kakak kamu sudah keluar dari penjara. Lihatlah", ucap Vio dengan mendorong bahu Milka dan memaksa kepalanya untuk menoleh ke arah Abigail.


Lalu Milka berteriak histeris, "Abigail!!", dengan berlari dan memeluk kakaknya sambil mengomel, "kamu membuatku takut, kenapa kamu bisa terperangkap oleh musuh. Kamu bodoh!", dengan marah dan memeluk kembali.


Abigail mengusap kepala Milka. Setelah itu mereka duduk di sofa. Milka melihat wajah Abigail yang babak belur seperti itu dengan raut sedih.


"Kenapa kamu seperti ini sih, Abigail. Kamu harusnya menjaga diri. Aku takut hampir mau mati tahu gak", omel Milka.


"Aku tidak apa-apa, sekarang aku butuh kamu mengobatiku", ucap Abigail dengan senyum.


"Tentu akan aku obati", ucap Milka lalu menoleh ke hadapan Vio.


"Vi, tolong ambilkan air hangat dan kota P3K di lemari yang pernah ku tunjukan", perintah Milka.


"Baiklah", ucap Vio dengan berlalu. Sembari menunggu Vio kembali mengambilkan kota P3K dan air hangat, Milka memarahi Abigail.


"Lain kali kamu jangan buat aku cemas kembali, mengerti", ucap Milka dengan nada marah.


"Baiklah, little sister", ucap Abigail dengan mencubit dua pipinya.


"Oh ya Abigail, aku sangat lelah. Mintalah bantuan kepada Vio. Aku harus menemani Haeun tidur. Lihatlah mataku sudah bengkak. Aku tidak mau esok hari mataku sakit karena bengkak", ucap Milka dengan mengedipkan mata kanannya. Abigail tersenyum miring melihat tingkah adiknya. Milka menarik Raiden untuk menemaninya tidur yang sudah diangguki oleh Abigail.


Di dalam kamar Milka berharap Vio yang jadi istri dari Abigail bukan dokter perempuan itu maupun Olivia.

__ADS_1


__ADS_2