Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 61


__ADS_3

Di bawah terik matahari yang menyengat Vio duduk di bawah lantai dekat blakon kamar menikmati deru ombak dari atas gedung. Saat ini pikiran dia sedang berkecamuk antara Haeun dalam bahaya dan dirinya mengungkapkan suatu rahasia yang diberikan oleh Raina beserta bosnya dibelakang Raina.


Ketika Vio sedang menatap kosong dalam kehingan tiba-tiba Abigail mengkagetkan dengan menepuk bahu.


"Vio, Vio!", panggil Abigail yang menyadarkan Vio dari acara lamunannya.


"Are You ok?", tanya Abigail yang ikut bergabung duduk di lantai samping Vio. Vio menjawab dengan anggukan kepala.


"Apakah kamu tidak ingin cerita sesuatu untukku?", tanya Abigail dengan pandangan lurus.


"Agar perasaanmu lebih lega jika kau sudah bercerita", ucap Abigail.


Vio berdiam persekian detik dengan menghembuskan nafas paling dalam dan menenangkan pikirannya yang berkecamuk. Lalu Vio memantapkan hatinya dan mulai mengungkapkan perihal dia berada di pesta itu kepada Abigail.


"Mister!", panggil Vio dengan melirik arah Abigail.


"Ya sweety", ucap Abigail yang tidak mengalihkan pandangan ke Vio.


"Bisa tidak kamu panggil aku mister seolah aku tidak dekat denganmu", protes Abigail.


"Iya baiklah akan aku panggil kamu uncle karena jarak kita terpaut terlalu jauh", ucap Vio tersenyum hangat.


"Aku akan ceritakan ini, tetapi kamu harus berjanji untuk melindungi Haeun yang paling terpenting bagiku saat ini", ucap Vio yang membuat Abigail tidak suka dengan arah pembicaraan Vio. Dia ingin melindungi istrinya bukan hanya Haeun saja. Abigail menoleh ke arah Vio dan memaksanya untuk saling berpandangan dengan sorot mata dari hati ke hati.


"Kenapa kamu mengatakan seperti itu? aku tidak suka", dengan memegang erat kedua lengan Vio.


"Aku akan lindungi kalian berdua bahkan seluruh jiwa dan ragaku", ungkap Abigail dengan rahang keras.


"Iya baiklah, aku percaya kepadamu Abigail", ucap Vio tanpa embel uncle sambil menampakkan senyum leganya.


Abigail menarik tengkuk Vio untuk saling bertautan dalam ciuman. Vio menikmati ciuman yang diberikan Abigail dengan tubuh bergetar dan air mata menetes. Abigail merasakan dalam ciumannya ada sesuatu yang asin. Tetapi Abigail tetap meneruskan ciuman itu dan membawa tubuh Vio dalam pangkuannya.


Beberapa lama kemudian Abigail melepaskan dan mengusap air mata yang menetes di pelupuk Vio sambil berkata, "aku akan melindungimu",lirihnya.


"Iya, aku percaya. Makanya aku akan menceritakan sesuatu untukmu", ucap Vio.

__ADS_1


"Biarkan aku duduk sendiri", ucap kembali Vio.


"No, aku ingin tetap kamu dalam pandanganku. Mengerti",ucap Abigail membuat Vio tersenyum geli apa yang dilakukan Abigail untuknya. Vio sangat bahagia setelah bertahun-tahun tidak mendapatkan perlakuan seperti ibu dan neneknya yang telah meninggalkannya selamanya.


"Uncle, aku melakukan ini karena keterpaksaan suatu keadaan. Pada saat itu aku pulang dari kerjaku part time bersama Haeun yang selalu aku titipkan kepada temanku yang sedang galau belum dukaruniai seorang anak. Dia berumur 24 tahun lebih tua enam tahun dariku. Aku pulang kerja tiba-tiba ada dua orang preman bertubuh kekar yang menjaga rumah kecilku itu dengan mata menyalang. Dua prema tersebut tanpa kata menyeretku masuk ke dalam mobil dan membawaku ke klub malam. Saat itu aku berteriak dengan keras hingga Haeun menangis histeris. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Lalu si bos lintenir itu datang dan menjelaskan sesuatu yang begitu panjang kepadaku. Aku terkejut bahwa notabenenya ayahku dia dengan tega melimpahkan segala hutang yang dimiliki keluarga barunya dilimpahkan kepadaku.


Barulah saat aku mengetahui itu nyawaku seperti melayang. Dia tega melemparkan semua hutang miliknya dilimpahkan kepadaku padahal dia sudah mengusirku waktu itu dan sudah tidak menganggapku sebagai seorang anak.


Saat itu Haeun dibawa oleh bos lintenir itu dan aku dijual dalam pelelangan meskipun aku sudah memohon namun dia tidak mengindahkan aku.


Pada saat itu aku hanya pasrah dan akhirnya aku di jual oleh seorang wanita sexy itu beranama Raina. Aku begitu terima kasih. Ketika senyumanku mereka dia mengatakan bahwa dia terbebas bukan hanya untuk cuma-cuma. Aku harus mengganti harga dengan melakukan siasat yang dia rencanakan. Suatu petir menyambar pada diriku.


Dia menyuruhku pergi ke negara ini bersama Haeun jika hidupku dan anakku selamat. Aku pun menuruti dan mengorbankan ujian kelasku ke negara ini untuk menyelesaikan siasat dia lebih cepat.


Ketika dalam pesta adikmu ada suatu peperangan karena, itu sudah di susun. Aku tidak tahu jika temanku adalah adik dari seorang musuh yang memiliki kehidupan rumit.


Aku ke sini untuk mengambil data rahasia yang kau simpan dalam brangkas. Aku mengambilnya data itu saat semua sedang terlelap dengan tanganku bergetar.


Saat aku akan mengirim data itu ternyata telah ada yang menukarnya yaitu kamu...", jeda Vio menatap Abigail yang tersenyum geli.


"Saat aku sebelum berangkat ke sini, suatu ketika aku mencari informasi tentang Raina dan aku mendapatkan semuanya. Entah itu akan berguna nantinya atau tidak. Data itu aku akan gunakan untuk membongkar kejahatannya ketika misi ini selesai namun aku malah terperangkap olehmu", lanjut Vio memandang Abigail menggaruk tengkuk dengan membuang muka.


"Baiklah sweety, maafkan aku. Aku terlanjur menyukai kamu saat pandangan pertama kamu menabrak dadaku dan bibirmu terus mengomel yang membuat jantungku hampir meledak-ledak", kekeh Abigail.


"Terima kasih kamu sudah mencintaiku. Mencintai seorang gadis kesepian yang hanya hidup tanpa tujuan selain membesarkan Haeun", ucap Vio tersenyum hangat dan mencium kening Abigail sedikit lama dan berpindah mencium hidungnya yang membuat Abigail terpaku.


Ketika kepala Vio akan menjauh, dia menahan dan memandang dengan intens lalu menarik Vio untuk memberikan ciuman yang intens.


Sementara Lucas berada di mansion menceritakan kepada Abraham dan Denis untuk melindungi Alika dari kejahatan sahabatnya si Raina.


"Aku kemarin melihat Raina menyeberang jalan saat aku akan berangkat ke kantor", ucap Lucas.


"Raina temannya Alika yang waktu SMU itu", ucap Denis.


"Yap", ucap Lucas.

__ADS_1


"Di emang sudah gila setelah aku mendengar cerita dari Tasya", ucap Denis.


"Apakah kamu sudah ceritakan kepada Alika?", tanya Abraham.


"Aku akan ceritakan kepadanya nanti. Dia juga sudah mendapatkan peringatan dari Aminah", ucap Lucas.


"Syukurlah, paling tidak dia sudah mendengar cerita dari temannya dan kamu harus ceritakan kembali kepada Alika agar berhati-hati dengan Raina", ucap Abraham.


"Tentu", ucap Lucas dengan duduk bersandar di sofa.


"Apa yang akan kamu rencanakan setelah ini? Setelah kamu mengetahui bahwa di balik kejahatan ozzie ada yang mendalanginya", ucap Abraham dengan wajah seriusnya.


"Entahlah, aku sedang memikirkan siapa pengkhianat di balik kejahatan yang terus kita alami saat ini", ucap Lucas dengan menepuk jidatnya yang terasa suntuk menghadapi musuhnya.


"Apakah kamu memiliki arah pandangan seseorang yang kau anggap dia akan mengkhianati kamu?", tanya Denis.


Lucas menjawab dengan mengedikan bahu. Sebab mencari seorang pengkhianat di dekatnya terasa sulit dibandingkan mencari penjahat di luar anggotanya.


"Jika kamu sulit mencari pengkhianat itu. Kamu harus memikirkan siapa yang setia diantara kita? Jangan sampai kita kecolongan orang-orang seperti mereka", ucap Denis yang begitu menyakinkan dengan senyuman menyeringai.


"Benar katamu", ucap Lucas.


Malam hari mereka berkumpul keluarga dengan menikmati makan malam dengan tiba-tiba ada serangan dari luar. Membuat Lucas berwaspada keluar yang diikuti Abraham dan Denis dengan membawa senjata.


Ketika sampai di luar dua anak buah bercucuran darah tepat di jantungnya. Lucas mengambil sebuah kertas yang berisi ancaman.


Tunggulah saatnya pembalasan dendam atas kematian keluargaku. Kalian tidak akan pernah bisa hidup tenang. Kalian harus membayar bertubi-tubi apa yang pernah terjadi di masa lampau. Kalian telah merampas semua harta milik keluarga Courvin.


Setelah membaca Lucas tergugah akan masa lalu yang begitu rumit saat terjadi penembakan antara kelompoknya dengan kelompok beruang.


Abraham yang ikut membaca juga merasakan merinding karena sebuah ke salah pahaman bertahun-tahun dan saat ini menjadi sebuah dendam yang tidak pernah ada selesainya.


Dahulu Abraham juga sempat berfikir jika di jelaskan rinci pun tak akan di percaya bahwa mereka telah diadu oleh geng yang terdahulu dari aliansi hitam.


Bertahun-tahun telah terlupakan. Inilah awal pertempuran karena salah paham akibat pertempuran terdahulu.

__ADS_1


Abraham harus segera menghubungi ayah dari Lucas yang saat ini telah pensiun dari dunia kelamnya. Dia membawa istrinya ke tempat terpencil untuk menghabiskan sisa hidup mereka. Tetapi kali ini mereka akan terusik dengan pembukaan lembar masa lalu yang akan terjadi persengitan kembali atas kelompok beruang yang dahulu pernah di pimpin oleh keluarga Courvin.


__ADS_2