
“Bagaimana pengintaian kalian mengenai Wily dengan dua rekannya itu?”, tanya Saddam.
“Kami tidak mampu lagi mengorek informasi mengenai Wily dan lainny”, ucap Abraham dengan menyesap kopi hitam yang disuguhkan oleh Sea.
“Sebab mereka tiba-tiba sikapnya berubah 180 derajat dan tidak memperdulikan lagi persoalan perebutan politik maupun masalah ambisi tentang kekuasaan”, ucap Denis.
“Itu sangat mencurigakan”,sambung Alam. Saddam tersenyum menyeringai setelah mendengar informasi dari ketiga pria yang mengikuti Wily.
Wily, Wily, Wily, apa yang sedang dia rencanakan dan buat untuk masalah politiknya ataupun usahanya. Aku penasaran apa yang sedang kamu rencanakan?
Lusa pukul 09.00 kini Vio sedang di dandani layaknya sang ratu satu hari karena dia akan sah sebagai istri Abigail. Vio kini di duduk di meja rias dengan perasaan gugup. Milkha yang tengah mendampingi Vio di dalam kamar menenangkan perasaan gugup yang kini di alami Vio.
“Vio tenanglah, kamu jangan gugup”, ucap Milka.
“Si..siapa yang gugup?”, ucap Vio dengan keras kepala.
“Iya, kamu tidak gugup. Tapi, aku mendengar suara nafas kamu yang terus berhembus beberapa kali. Coba tanya Haeun. Iya kan Haeun”,ucap Milka.
Setelah selesai di rias Vio tinggal menunggu di panggil naik ke altar pernikahan. Vio meminta Milka untuk memberikan Haeun kepadanya.
“Milka, berikan Haeun kepadaku. Aku mau memeluk putriku”, ucap Vio.
Ketika Haeun di pangkuannya tiba-tiba Haeun bersuara dengan mengatakan, “mama antik (mama cantik)”.
“Iya mama kamu cantik. Sebentar lagi kamu akan memiliki daddy”, sela Milkha.
Pada saat mereka tengah mengobrol tiba-tiba teman-teman dari Abigail datang dengan senyuman merekah. Para wanita itu memberikan selamat kepada Vio dan meminta berfoto bersama. Salah satu dari mereka memanggil pelayan yang tengah lewat untuk mengambil gambar hari bahagia Vio dengan Abigail.
Usai mendapatkan jepretan beberapa kali lalu mereka mengobrol bersama.
“Vio, bagaimana perasaan kamu saat ini? Kalau aku dahulu saat menikah dengan Leon, aku gugup”, ucap Amanda.
“Aku biasa saja”, bohong Vio.
“Dia bohong gaes, Vio sejak tadi sudah gugup saat di rias dan kakinya terus bergerak di bawah meja”,sela Milkha dan para wanita pada tertawa. Membuat Vio kesal dan malu.
Sedangkan di ruangan lain, Abigail tengah menikmati minuman anggur bersama sahabat-sahabatnya.
__ADS_1
“Tak terasa kamu akan menikah juga Abigail”, ucap Damien.
“Yah, maybe”, ucap Abigail.
“Tapi, pernikahan yang kamu lakukan sangat normal dibanding dengan ketiga laki-laki dihadapan kita ini”, sindir Adam.
“Maksud kamu siapa?”, tanya Daniel.
“Cobalah bertanya dengan diri sendiri”, ucap Adam dengan meledek sambil memainkan kedua alisnya.
“Sudahlah, kalian jangan bertengkar. Pernikahan aku akan segera dimulai. Aku mau meminta tolong denganmu Rayden untuk mendampingi Vio menuju di atas altar. Karena kamu sebentar lagi akan menjadi saudara iparku”, ucap Abigail.
“Tunggu dulu!”, teriak Alam yang baru saja datang dan menguping pembicaraan Abigail dengan teman-temannya.
“Hai bocah kamu kenapa”, tanya Adam tetap Alam tidak mengindahkan pertanyaanya. Dia malah mengajukan diri kepada Abigail untuk mendapingi Vio ke atas altar.
“Apakah boleh, jika aku saja yang sebagai pendamping Vio naik ke atas alatar sebagai terakhir kalinya untuk mengubur perasaanku kepadanya. Anggaplah aku kakaknya Vio yang mengantar dia menuji pelaminan”,ucap Alam.
Abigail menatap mata Alam dengan dalam sambil menimang permintaan dari Alam.
Lalu Abigail mengambil keputusan dengan mengatakan, “aku mengijinkan kamu untuk mengantar Vio sampai ke atas altar dan setelah dia jadi istriku kuburlah persaanmu dengan dalam-dalam”.
Pembawa acara memulai siaran langsung pernikahan Abigail dan Vio secara sederhana sesuai permintaan calon istrinya yang sebentar lagi sah.
“Hallo para hadirin yang berbahagia, kita mengucap syukur sampai kini diberikan sehat dan bahagia bersama pasangan kita. Bagi yang masih belum mempunyai pasangan jangan sedih kalian juga masih diberi kesempatan untuk mencari pasangan hidup kalian. Percayalah, bahwa Tuhan telah mengatur pasangan kalian. Tinggal kalian harus lebih berusaha.
Hari ini adalah hari bahagia dimana dua pasangan akan segera melangsungkan pernikahan untuk melanjutkan kehidupannya berumah tangga. Kita sambut saja Abigail untuk segera naik ke atas altar”, ucap Adam
Abigail berjalan naik ke atas altar dengan rasa sedikit gugup.
Lalu Adam melanjutkan sesi acaranya.
“Setelah menyambut pengantin pria, selanjutnya kita sambut pengantin wanita untuk segera naik ke atas altar”, ucap Adam
Vio yang berada di balik pintu begitu gugup dan Alam yang berada di sampingnya menyuruh Vio untuk tenang. Vio menoleh ke samping dengan senyum hangat sambil berbisik, “terima kasih”. Alam mengangguk kepala.
Vio berjalan menuju ke arah Abigail yang tengah menunggu kedatangan dirinya. Abigail terpaku dengan wajah cantik Vio dan keindahan tubuhnya memakai gaun putih pengantin begitu terlihat bersinar. Sampainya di hadapan Abigail. Ia membisikan kepada Vio, “kamu sangat cantik sweety”, puji Abigail.
__ADS_1
Alam yang berada di samping Vio menyerahkan tangan Vio kepada Abigail sambil berkata, “jagalah dia dengan baik-baik. Apabila kau menyakiti, aku akan membawa lari Vio sejauh mungkin sampai kamu tidak bisa menjangkau. Ingat itu”.
Abiagil tersenyum menyeringai dan berkata, “aku akan selalu menjaga istriku ini. Jadi, segeralah turun dan jangan banyak mengancamku”.
Alam pun turun dari altar setelah menyerahkan Vio kepada Abigail. Kemudian sesi selanjutnya mereka mengucapkan janji suci di hadapan pendeta.
Lalu dilanjutkan dengan tepukan meriah dari para tamu undangan. Abigail sangat bahagia pada akhirnya memiliki Vio seutuhnya. Kemudian Milkha membawa Haeun untuk naik ke atas altar dan Vio merentangkan tangannya untuk memeluk putrinya dengan memberikan ciuman pipi kanan dan kiri.
Vio sangatlah bahagia karena akhirnya memiliki seseorang dalam hidupnya selain Haeun.
Vio memberikan senyuman hangat untuk suaminya dan dibalas dengan kecupan dikening Vio.
Usai acara berakhir dengan sesi photo. Kini Abigail mengajak Vio untuk bercumbu. Abigail memberikan sensasi yang membuat Vio mengeluh. Abigail selalu memberikan hasrat untuk Vio sampai Vio kelelahan. Lalu mereka tidur saling berpelukan untuk malam pertama setelah pernikahan.
Keesokan paginya, Abigail membangunkan Vio yang tengah terlelap dalam tidurnya dengan membawa nampan yang berisi susu hamil dan makanan.
"Sweety, bangunlah. Isi perut kamu dahulu", ucap Abigail.
"Sweety!", panggil Abigail dengan mengusap pipi.
"Sweety!", panggil Abigail kembali dengan mencium bibir Vio.
Lalu Vio terbangun dengan merenggangkan kedua tangannya dan mengusap matanya yang sedikit perih.
"Abigail sekarang pukul berapa?", tanya Vio.
"Sekarang pukul 10.00",jawab Abigail.
"What's?!", terkejut Vio dengan beranjak bangun sampai penutup tubuhnya turun membuat Abigail menelan salvinya.
Abigail membisikan kalimat di telinga Vio yang tidak menyadari bahwa tubuhnya tidak memakai sehelai kain.
"Sweety, apa kamu ingin menggodaku?"
"Menggoda apa?"
"Lihatlah ke bawah".
__ADS_1
Vio menatap ke bawah dan kaget langsung menutup tubuhnya. Abigail tersenyum menyeringai dan menggigit pundak Vio sampai dirinya mengadu. Abigail hanya tertawa melihat ekspresi Vio yang wajahnya telah memerah.