
Kini Lucas tengah berusaha melakukan penyelidikan bersama Saddam dan beberapa sahabatnya yang ikut membantu melakukan pencarian lokasi dimana Sea dan Alika disekap oleh sosok pria yang tak dikenalnya.
“Apa kalian menemukan lokasi dimana mereka disekap?”, tanya Lucas.
“Aku tidak menemukan lokasinya lewat anonim tersebut”, ucap Adam yang ahli melacak.
“Aku pun juga begitu”, ucap Denis
“Begitu pula denganku”,ucap Daniel.
Mereka tidak menemukan lokasi dan membuat frustrasi bagi orang terdekatnya.
Ketika mereka tengah beradu dengan pikiran masing-masing tiba-tiba ada sebuah notif masuk lewat email yang memberikan petunjuk mengenai musuh di ponsel Lucas dan Saddam.
“Lucas, ada apa?”, tanya Abraham.
“Guys, aku menemukan sebuah notif lokasi dimana mereka berada”, ucap Lucas.
Saddam pergi menghanpiri Lucas dan melihat pesan yang sama dengan miliknya.
“Lucas sepertinya orang itu mengirim pesan yang sama”, ucap Saddam.
Lucas mengernyit melihat notif email yang sama.
“Benar pak tua, pesannya sama”,ucap Lucas.
“Kalau begitu kita tinggal mencari orang yang menyekap istri kalian dan masalah pengirimnya kita bisa mencari tahu setelah istri kalian diselamatkan”, sela Abigail.
“Benar katamu Abigail”,ucap Saddam.
“Kalau begitu kita memasang sebuah strategi untuk melepaskan mereka”, ucap Lucas.
“Kita lebih baik menyelinap di tengah malam dimana para penghuni biasanya tengah beristirahat”,ucap Daniel.
“Kita juga harus tahu markas mereka seperti apa sebelum kita menyelinap”, ucap Abraham.
“Itu bisa diatur, kita memiliki seseorang yang bakat dalam mengecek lokasi lewat sistem”, ucap Abigail dengan melirik Alam. Alam merasa di lirik lalu ikut menyahut pembicaraan mereka.
“Aku akan mencoba menerobos sistem markas mereka”, ucap Alam.
Pada saat Alam membuka sistem komputernya, tiba-tiba ada sebuah notif email yang masuk dengan nomor id yang sama. Alam memanggil Lucas.
“Tuan Lucas, kemarilah. Saya mendapatkan pesan email dengan id yang sama dengan anda!”, ucap Alam.
__ADS_1
Lucas menghampiri Alam bersama Abigail dan lainnya.
“Iya sama id yang ada di emailku”,ucap Lucas.
“Sepertinya orang tersebut berpihak dengan kita”,ucap Abraham.
“Tapi, siapa orang yang berpihak dengan kita?”, ucap Daniel.
“Apakah kita mengenal sosok yang menolong kita?”, tanya Denis.
“Kita menyampingkan sosok orang yang membantu. Kita utamakan bagaimana cara menyelamatkan mereka”, ucap Saddam.
“Maaf, jika aku egois dan lebih mengutamakan keluargaku”,ucap Saddam kembali agar mereka tidak tersinggung.
“Tentu Saddam, kami akan mengutamakan untuk menyelamatkan istri dan menantu kamu”, senyum Abraham.
“Thank’s guys”, ucap Saddam.
Setelah tahu posisi lokasi penyekapan istrinya, Lucas bersama Abigail, Saddam, Daniel, dan Adam pergi ke markas untuk menyelinap pergi menyelamatkan dua wanita keluarga dari Saddam.
Sedangkan anggota yang tersisa berada di markas untuk memantau situasi dari jarak jauh.
Lucas, Saddam, Abigail, dan Daniel turun dari mobil sementara Adam memantau situasi dari di luar dari mobil. Mereka pergi dengan mengendap-endap dengan bersembunyi melihat penjagaan di luar markas. Lucas membertahukan penjaga yang diluar markas menggunakan aerphone yang terpasang di telinganya.
“Guys, kalian harus berhati-hati. Di sisi belakang ada dua penjaga dengan memegang senjata api”,ucap Lucas.
Saddam menembakkan obat bius tepat di tengkuk dan berjalan mendekati markas lewat dinding.
Sementara pria setengah bertopeng tengah berpesta di diskotik setelah memberi ancaman untuk musuhnya. Di kala pria itu sedang asyik berpesta, markas miliknya tengah diserang oleh keluarga Saddam. Mereka saling menyerang dengan menggunakan senapan sampai lengan milik Abigail terluka. Namun tekadnya untuk membantu sahabatnya tidak padam. Dia terus memberikan serangan balik sampai musuhn lumpuh.
Lucas telah sampai di ruang bawah tanah dimana ibu dan istrinya disekap. Lucas mencoba membuka pintu kode itu berulang kali gagal sehingga ia meminta bantuan dari Abigail yang sudah sampai dihadapannya.
“Abigail, tolong pecahkan kode pintu sialan ini”,ucap Lucas.
Abigail menjawab dengan anggukan dan mencoba memecahkan kode untuk membuka pintu tersebut. Beberapa menit kemudian Abigail berhasil memecahkan kode dan pintu terbuka. Lucas berlari menghampiri istrinya dan momy-nya dengan melepaskan lakban dibibirnya. Lucas memeluk Alika dengan rasa bahagia.
“Lucas, aku begitu takut”,ucap Alika dalam tangisannya yang pecah dengan tubuh bergetar.
“Ussst, kamu sekarang sudah baik-baik saja”, ucap Lucas menenangkan hati istrinya.
Lalu Lucas melepaskan tali yang menjerat tangan dan kaki milik Alika begitu juga Sea yang dibantu oleh Abigail. Mereka pergi meninggalkan markas tersebut melewati beberapa penjaga yang tergelatak mati dan tak sadarkan diri sambil memberikan informasi kepada lainnya.
“Hallo pak tua, kami akan segera pergi keluar dan kami berhasil membawa mereka”, ucap Lucas.
__ADS_1
“Good”, puji Saddam.
Seluruh pasukan Lucas berlari keluar meninggalkan tempat sebelum pria setengah bertopeng datang. Sedangkan orang yang membantu aliansi milik Saddam tersenyum lega melihat mereka keluar dari jeratan markas milik para penjahat lewat monitor dari atas atap.
Setelah kepergian aliansi dari Lucas, perempuan itu ikut menyusul meninggalkan markas milik pria setengah bertopeng itu. Usai kepergian mereka, pria setengah bertopeng baru tiba ke markas dengan wajah bengisnya.
Pria setengah bertopeng itu lalu mengamuk dengan segala barang yang ada didekatnya sampai salah satu pengawalnya menjadu sasaran amarahnya dengan melayangkan peluru tepat bagian dada dekat jantung dan para bawahannya sedikit menghindar dengan menundukkan kepalanya karena takut akan menjadi sasaran oleh bosnya.
Pria setengah bertopeng itu berteriak seperti frustrasi, “arghhhhh!!!!!!”
Lalu mengumpat, “sh*t”, dengan menjatuhkan bokongnya di sofa singel dan ekspresi wajahnya masih garang, bengis, dan dingin.
Wanita yang ikut membantu menyelamatkan dua wanita itu merasa senang dan dia kini sedang berolahraga dengan sit up di sebuah gedung terbengkalai dengan menikmati alunan musik korea kesukaannya.
Sedangkan di mansion nan megah, Lucas tengah memeluk tubuh mungil Alika karena rasa khawatir yang menggerogoti dalam pikirannya dan mencium begitu dalam sampai tidak memperdulikan orang di sekitarnya. Setelah melepaskan ciuman itu Alika baru menyadari bahwa di mansionnya masih ada orang banyak hingga Alika merasa malu dengan pipi bersemu merah dan menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Lucas. Lucas membantu menyembunyikan wajah Alika yang menggemaskan bagi Lucas. Di tengah kebahagiaan mereka membuat Abigail merasa iri dengan momentum hangat saat bersama orang terkasih. Namun Abigail menghempaskan pikiran itu dengan menetralkan ekspresi sedih menjadi dingin. Sementara Sea berdehem melihat tingkah Alika dan Lucas.
“Hem, hem, hem”.
“Lebih baik kita duduk untuk mengobrol paling enak”, ucap Sea di samping Saddam.
“Benar katamu Sea”,ucap Abraham dengan tersenyum hangat.
Sedangkan Alika berlari menuju kamar dimana putranya tengah terlelap tidur untuk menutupi rasa malunya. Lucas tersenyum melihat tingkah istri kecilnya yang pemalu itu dengan rasa gemas.
Di kamar Alika merasakan perutnya merasakan sakit. Alika duduk di lantai sambil memanggil Lucas namun suaranya tercekat karena menahan perutnya yang sakit. Alika menangis dengan sendirian ketika melihat seauatu di antara kedua kakinya yang mengalir. Hingga Alika tumbang.
Lucas yang selesai berbicara dengan Saddam, Abigail, dan Sea, Lucas pergi menyusul istrinya di kamar. Saat membuka pintu Lucas terkejut dengan berlari menghampiri Alika yang terbaring di lantai dengan bersimpuh darah di antara kedua kakinya. Lucas memanggil seisi rumah dan mereka berlari tergopoh-gopoh. Saddam dan Sea pun terkejut.
“Lucas, apa yang terjadi?”, tanya Sea.
“Tolong hubungi ambulan!”, teriak Lucas.
“Ambulan, ya, ambulan”, ucap Sea mencari ponselnya. Namun tidak ketemu ponsel miliknya. Lalu Saddam menghubungi ambulan dengan rasa panik.
Di rumah sakit, Alika tengah ditangani oleh dokter. Lucas yang berada di luar IGD wara wiri dengan raut wajah khawatir hingga ruangan IGD tersebut terbuka.
Lucas langsung menghampiri dokter tersebut.
“Bagaimana kedaan istri saya?”, tanya Lucas.
“Dia akan segerah bangun. Hampir saja bayi yang ada di kandungannya sudah kami percepat eksekusi diawal kelahiran dan dia baik-baik saja. Jenis kelamin bayi tersebut perempuan. Namun bayi itu harus kita periksa kembali karena akibat benturan dari sesuatu yang keras saat dalam kandungannya. Saya harus periksa kembali untuk melihat kesehatannya. Anda tidak perlu khawatir, kami akan berikan yang terbaik untuk anak anda”, ucap dokter itu.
“Baik dok, tolong putri kami”, ucap Lucas.
__ADS_1
“Iya dok, tolong cucu saya”ucap Sea dengan mengusap air matanya.
“Baik, saya permisi dahulu”, pamit dokter tersebut.