Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 91


__ADS_3

Kini Vio terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma setelah sekian lama menahan rasa sakit. Semenjak Vio mengalami penurunan kesadaran, Abigail telah mengundurkan diri menjadi anggota CIA. Dia lebih fokus mengelola perusahaan yang kadang kala di bantu oleh Rayden ketika dirinya tidak bisa melakukan pergi dinas karena lebih fokus menunggu istrinya yang terbaring dengan alat bantu monitor setelah empat bulan lebih.


Ketika Abigail tengah fokus mengerjakan berkas-berkas laporan keuangan pemasaran, Milka datang dengan membawa Haeun bersama Raiden mengantar makanan untuk dirinya.


“Daddy, Haeun datang!”, teriak Milka. Lalu Raiden menurunkan Haeun dalam gendongannya dan gadis kecil itu berlari menuju ke arah Abigail.


“Hallo sweety”, sapa Abigail dengan mencium pipi gembilnya.


“Haeun bawa makanan untuk daddy”, ucap Milka.


“Oh ya, thank you sayang”, ucap Abigail.


“Daddy akan memakannya”, ucap Abigail dengan mengusap kepalanya.


“Momy kapan bangunnya, dad?”, tanya Haeun.


“Dia akan bangun kalau Haeun selalu berdoa untuk momy”, ucap Abigail.


“Apa Haeun mau duduk di sebelah momy?”, tanya Abigail. Haeun menjawab dengan anggukan kepala.


Lalu Abigail menggendong Haeun mendekati Vio yang tengah tertidur dan kapan. Akan terbangun dari alam mimpi.


Abigail membantu mengarahkan tangan Haeun menyentuh pipi milik Vio.


“Momy ini Haeun. Haeun rindu dengan momy”, ucap Abigail membantu Haeun mengutarakan perasaannya.


“Sweety cepatlah bangun, aku merindukan kamu yang terus cerewet itu. Begitupun dengan putra kita”, ucap Abigail dengan mengecup kening Vio. Lalu Haeun ikutan memberikan kecupan di pipinya.


Sementara Abraham ikut menghadiri pertemuan politik Wily di hotel. Di sana Abraham melihat sosok pria setengah bertopeng di samping Wily dengan gerik-gerik mencurigakan. Sehingga Abraham menghubungi Alam dan Denis untuk menyelidiki pria yang setengah bertopeng itu lewat chat.


Abraham:


Denis, kamu segera selidiki pria setengah bertopeng yang kamu lihat dari atas lewat rekaman CCTV.


Denis:


Baik dad.


Setelah membalas chat dari Abraham Denis mengajak Alam untuk pergi ke tempat pengamanan. Denis mencoba masuk ke ruang pengamanan namun dicegah oleh petugas penjaga monitor keamanan hotel.


“Maaf tuan, anda tidak bisa masuk selain petugas ataupun kepolisian. Jika anda ingin masuk bawalah surat ijin dari pihak berwajib”, ucap petugas itu.

__ADS_1


“It’s ok, no problem”, ucap Alam.


Denis dan Alam pergi meninggalkan tempat itu ke kamar hotel untuk meretas keamanan hotel untuk mendapatkan wajah pria setengah bertopeng. Alam dan Denis tengah fokus untuk mencuri data rekaman hotel sedangkan Abraham berbasa basi mengobrol ke beberapa pembisnis dan para kandidat sambil memperhatikan sosok pria yang selalu memgikuti Wily. Namun secara tidak sengaja ada sosok pelayan yang menabrak Abraham dan membuat gaduh di pesta itu. Sehingga Abraham kehilangan jejak sosok pria yang tengah diintainya.


Setelah mendapatkan wajah pria setengah bertopeng itu, Alam mengunduh dan dipindahkan ke dalam ponselnya untuk dibahas bersama.


Alam dan Denis pergi ke luar arena parkir untuk meninggalkan hotel. Sebelum pergi mereka menunggu Abraham keluar dari pesta tersebut. Beberapa lama kemudian Abraham masuk di sebelah pengemudi mobil dan menyuruh Denis untuk melajukan mobilnya. Mereka kemudian bernafas lega setelah keluar dari arena bahaya.


“Uhh, rasanya lega”, ucap Abraham.


Denis tersenyum dengan ekspresi mengejek membuat Abraham sedikit kesal.


“Dude, kamu jangan tersenyum seperti itu. Itu terlihat tidak enak untuk dipandang”, ucap Abraham.


“Ok dad”, ucap Denis.


“Bagaimana hasil kerja kalian?”, tanya Abraham.


“Good”, ucap Alam dengan menyerahkan tab berisi photo pria setengah bertopeng.


“Kita bisa berikan kepada Saddam dan lainnya untuk kita cari tahu”, ucap Abraham.


Di mansion baru nan megah dua sejoli tengah masih asyik berpelukan sampai tidak terdengar suara tangisan putranya. Alika melenguh terbangun ketika tangisan Sean mereda karena lelah.


“Oh my god, anak momy, maaf. Momy tidak mendengar suara tangisan kamu”, ucap Alika dengan raut wajah sedih sambil mencium pipi Sean yang tengah digendongnya.


Alika menggendong Sean dengan menepuk bokongnya agar tenang lalu ia tidur kembali. Alika meletakkan Sean setelah ia mulai tenang ke ranjangnya. Lalu Alika pergi meninggalkan Sean ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ketika tengah menikmati guyuran shower tiba-tiba ada tangan kokohnya memeluk dirinya. Alika tersentak, “Lucas”, dengan suara rendah.


“Ya, sweety”, ucap Lucas memulai adegan sampai mereka berganti pakaian fan keluar untuk sarapan pagi.


Pada saat tengah sarapan pagi, Lucas mengajak Alika pergi ke rumah sakit setelah sarapan usai.


“Sweety, apa kau mau ikut ke rumah sakit untuk menjenguk Vio istri Abigail?”, tanya Lucas.


“Mau honey, Ini sudah empat bulan lebih Abigail menunggu istrinya yang terbaring dalam keadaan koma. Kasihan Abigail dan Vio”, ucap Alika dengan ekspresi sedih.


“Iya honey, kita juga bisa jenguk si kecil Alex putra Abigail yang dirawat di rumah sakit juga. Kita di sana tidak hanya menjenguk, kita bisa memberikan do’a untuk mereka agar segera berakhir penderitaannya juga”, ucap Abigail.


“Iya”, ucap Alika dengan senyum sambil menyuapi Sean makan.


Beberapa lama kemudian Lucas dan Alika berangkat ke rumah sakit menjenguk Vio.

__ADS_1


Mereka berangkat bersama dengan membawa beberapa buah tangan untuk Alex kecil dan untuk Vio. Kali ini Lucas menyetir tanpa di kawal oleh anak buahnya. Lucas ingin perjalanannya nyaman tanpa menjadi pusat perhatian pengguna jalan.


Tak lama kemudian mereka telah sampai di depan rumah sakit. Mereka turun dari mobil menuju ke cassablanca dimana Vio dirawat.


Sampai di depan ruang inap, Alika mengetuk pintu lalu Abigail yang tengah mengerjakan pekerjaan menghentikan dan menyuruh orang yang berada di luar untuk masuk.


"Masuklah!"


Alika dan Lucas masuk setelah mendengar suara Abigail.


"Hai Abigail!", sapa Alika.


"Hai".


"Bagaimana keadaannya?", tanya Alika.


"Cukup baik", jawab Abigail.


"Apakah ada kemajuan bro?", tanya Lucas.


"Ada, terkadang tiba-tiba tangannya bergerak namun kata dokter itu hanya respon sesaat", ucap Abigail.


"Itu berarti dia bisa memiliki harapan tinggi Abigail", ucap Alika.


"Iya, semoga dia cepat pulih dan bisa berkumpul bersama", ucap Abigail.


"Oh ya, ngomong-ngomong baby Alex mana?", tanya Alika.


"Dia masih di rawat khusu di inkubator", ucap Abigail.


"Kapan baby Alex keluar dari inkubator?", tanya Alika dengan mengambil tempat duduk dekat suaminya sambil memangku Sean.


"Dua hari lagi", jawab Abigail.


"Semoga cobaan yang menimpa kalian segera berakhir dan kita bisa bersama juga tertawa lagi", ucap Alika.


Alika mencoba mendekat ke ranjang Vio kembali dengan menatap wajahnya yang begitu damai dalam tidurnya Alika juga mencoba menyentuh dahi Vio dengan senyum hangat.


"Hai Vi", sapa Alika.


"Kita bernasib yang sama hanya bedanya Sean telah terlahir ke dunia sebelum aku terkena efek obat. Semoga kamu kuat dan bisa membuka mata kembali", ucap Alika.

__ADS_1


"Haeun pasti merindukan kamu apalagi Alex lebih membutuhkan kamu", ucap Alika.


"Cepatlah bangun", ucap Alika dengan tulus meski dirinya baru bertemu beberapa kali.


__ADS_2