
Malamnya mereka beristirahat di kamar masing-masing dengan pasangan yang amat mereka rindukan. Sementara Vio merasakan tidak senang dalam pelukan Abigail yang selalu memaksa dirinya. Vio dalam dekapan memiliki rencana setelah para pria pergi ke Mahattam.
Kali ini aku mengalah kepadamu, tapi saat kamu pergi aku akan lari sejauh mungkin sampai kau tidak menemukan aku. Lihat saja! aku tidak terima perlakuan kamu yang telah mengambil keperawanan aku.
Vio lalu ikut terlelap dalam dekapan Abigail. Setelah Vio terlelap dalam dekapannya, Abigail membuka mata memandang wajah cantik Vio dan mencium kening milik Vio begitu lama sambil mengutarakan isi hatinya.
Aku tidak akan melepaskan kamu, aku tahu apa yang kamu rencanakan dalam hati dan pikiran kamu. Aku akan melindungi kamu dengan caraku sendiri. Aku berharap kamu segera mengandung anakku. Itu jalan satu-satunya untuk menghentikan kamu berbuat buruk. Aku akan selesaikan masalah rumit kamu agar kau terlepas dari belenggung jahat mereka.
Abigail mencium kembali keningnya dan terlelap kembali.
Di pagi yang buta mereka pergi ke Mahattan untuk menangkap Ozzie. Sebelum pergi mereka menitipkan pesan untuk pasangan mereka masing-masing terutama Lucas dan Abigail.
Lucas menitip pesan kepada anak buah kepercayaannya yaitu untuk menjaga istrinya yang sedang hamil tua. Dan Lucas meminta tolong kepada Mark untuk menjaga Alika apabila terjadi sesuatu.
"Mark aku nitip Alika, jika teejadi sesuatu kepadanya tolong selamatkan dia", ucap Lucas.
"Baiklah bro, jangan khawatir", ucap Mark.
"Aku juga titip Vio, tolong sampaikan pada beberapa anak buahku dan Raiden yang masih tidur untuk mengawasi dia dan jangan ada yang meminjamkan barang elektronik apa pun. Ini caraku untuk melindunginya. Juga katakan pada Milka untuk selalu bersama Haeun daripada Vio, agar dia tidak kemana-mana. Sebab jika dia kabur aku tidak bisa melindunginya", ungkap Abigail.
"Tenanglah, aku bisa melaksanakan pesan dari kalian. Kalian tidaklah perlu dikhawatir", ucap Mark.
"Kami percaya dengan kamu, Mr. dokter", senyum Lucas.
Beberapa lama kemudian mereka pergi bergegas ke Mahattam sebelum kesiangan. Mereka membawa berbagai senjata untuk meringkus Ozzie.
Mereka pergi dengan jet di markas area berantara hutan yang telah disediakan lapangan sebagai tempat parkir jet mereka.
Sementara para wanita yang telah terbangun hanya berharap pasangannya selalu dilindungi oleh Tuhan kecuali Vio yang hanya memikirkan cara untuk melarikan diri dari villa milik Lucas dan kawan-kawannya.
Pertama aku harus memegang Haeun dalam pelukkan aku. Kemudian aku malamnya menyelinap keluar dari villa ini dan mengirimkan file penting dalam flasdishk untuk diberikan kepada Raina. Yaa, rencananya harus begitu.
Pukul 09.00 Lucas bersama timnya membahas meringkus Ozzie di markas yang telah ditemukan.
Lucas memimpin jalannya untuk menjalankan aksi malam purnama ini.
__ADS_1
"Kita harus mengepung markasnya terbagi menjadi enam sayap untuk mencegah terjadinya cedera begitu banyak diantara kita. Aku akan berikan pengikut untuk kalian delapan pengawal yang sudah kita kumpulkan. Nanti malam kita beraksi. Sementara Denis, kamu pergilah ke hotel yang biasanya Ozzie dan Christoper ke sana bersama Steve dan enam anak buah yang aku berikan kepada kalian. Sedangkan Adam dan Leon berada di dekat markas Ozzie untuk memonitor kami dalam pengepungan mereka. Apakah kalian mengerti?", ucap Lucas dengan mengakhiri kalimat dengan nada tegas.
"Mengerti!", ucap keras para tim yang telah dipimpin oleh masing-masing kelompok yang dipilih oleh Lucas.
Di Villa puncak milik Lucas, Vio sedang mengelabui pengawal untuk mendapatkan ponsel. Vio melihat situasi yang aman. Setelah situasi yang aman, Vio mencoba mendekati pengawal yang berada di belakang villa dengan mengajak mengobrol.
"Hai mister, bagaimana kabar keadaan kalian berjam-jam berdiri tanpa istirahat", tanya Vio dengan tangan merayap kebelakang untuk mengambil ponsel.
Sang pengawal itu tidak menjawab hanya diam saja. Di belakang Vio, Raiden dan Mark sedang mengintai aksi cerobohnya dengan menyesap anggur dalam gelas.
Mark berbicara dengan Raiden dengan mengatakan, "gadis itu terlalu ceroboh dan bodoh untuk menjadi seorang penjahat. Dia lebih cocok sebagai seorang ibu yang penuh kasih sayang", sambil menghabiskan Whisky dengan tandas dan menaruh gelas diatas meja dapur.
Sedangkan Vio masih melancarkan aksinya.
"Jika mister tidak mau menjawab ya sudah, aku akan cari teman mengobrol", ucap Vio dengan berlalu pergi ke bilik kamar mandi.
Mark dan Raiden mengikuti Vio ke kamar mandi dalam bilik kiri dekat halaman belakang. Mark mencoba membuka dengan kawat yang di dekatnya. Sementara Vio mengetik nomor Jimmy dengan menunggu cukup lama dan tiba-tiba ada tangan yang merebut ponsel milik pengawal tadi yang dia kelabui dengan pura-pura mengajak mengobrol. Dan Vio terkejut disaat Jimmy mengangkat ponselnya dan dimatikan oleh Mark dengan senyum menyeringai.
"Hai sweet girl", sapa Mark.
"Kamu tidak perlu tahu perihal itu dan yang perlu kamu ketahui yaitu rekaman yang kami ambil. Sebab Abigail telah memberikan peringatan untukmu. Jadi, pikirkanlah cara untuk lolos darinya", seringai Mark dengan berlalu pergi bersama Raiden disaat Vio masih mematung dengan tubuh tegangnya.
Lalu setelah kepergian mereka Vio meledak ledak di dalam kamar mandi dengan membasuh wajanya dengan air beberapa kali dengan mengumpat dalam hati.
Br*ngs*k! Kenapa aku tidak bisa memahami situasi tadi sih. Arghhh... Aku benar-benar akan mati jika rekaman itu sampai di tangan pria m*s*m itu. Arghhhh...
Vio kemudian mencoba berpikir untuk kabur sebelum para pria itu kembali.
Vio berpikirlah untuk kabur dari Villa ini. Aku harus menyelesaikan misi ini dan hidup normal kembali. Aku tidak mau berurusan dengan orang-orang yang rumit. Coba kamu pikirkan. Harusnya tadi aku merebut ponsel itu. Tapi aku malah menegang. Bodoh kamu Viooo!!!
Vio pergi ke taman untuk ikut bergabung dengan teman-temannya Milka. Vio melupakan yang terjadi saat dipergoki Raiden dan Mark dengan sikap sewajarnya tanpa dicurigai orang-orang terdekat. Vio menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan dan mengubah mode ekspresi seperti biasanya. Vio melangkah berjalan menghampiri mereka yang sedang bermain.
"Hallo gaes", sapa Vio dengan menampilkan ekspresi wajah senyum.
"Vio, kamu dari mana saja sih. Aku itu tadi nyariin kamu", ucap Milka.
__ADS_1
"Aku dari toilet karena masalah sembelit", ucap Vio dengan menggeser tubuh Haeun dalam pangkuannya.
"Tapi tidak apa-apa kan", khawatir Milka.
"Iya tidak apa-apa", ucap Vio
"Syukurlah",ucap Milka dengan lega.
Malam hari pukul 08.00,Lucas bersama timnya bergegas mempersiapkan diri mengepung Ozzie dan Christhoper. Mereka mempersiapkan peluru, senjata api, bahan peledak, suntikan bius, dan rompi pengaman beserta kaos tangan hitam.
Mereka bergegas menjalankan misi masing-masing dengan menaiki mini bus putih dan hitam.
Mereka saling memberikan support dalam misi kali ini.
"Gaes kita harus kembali dengan selamat demi istri kita ataupun pasangan kita yang sedang jalani. Mari kita selamatkan mereka dengan mengusut sampai tuntas", ucap Daniel.
"Tentu bro", ucap Damien
Lalu Lucas mengajak mereka untuk mengumpulkan tangan sebagai pemberi semangat dengan teriakan, "ha'a!!!", secara bersamaan.
Adam memberika sinyal jalannya pertempuran lewat monitor hasil retas.
Sedangkan di mansion sedang dihebohkan dengan teriakan Alika yang menggema di kamarnya yang akan melahirkan. Saat ini Mark sedang berusaha membantu Alika dalam proses melahirkan dengan di dampingi sahabatnya Aminah dan Arletta.
"Alika cobalah tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan dan tenangkan diri kamu. Kamu mengerti", ucap Mark.
Alika mencoba mengikuti arahan Mark dengan memikirkan Lucas yang sedang bertempur dengan musuh.
Tatkala Alika sedang berjuang mati-matian, Lucas sedang baku tembak dengan anak buah Ozzie dan Christoper dengan mengerahkan seluruh senjata yang dibawa.
Sementara Denis sedang memata matai pusat perhotelan untuk mencari informasi tentang Ozzie dan Christoper yang ternyata mereka sedang dalam markas yang saat ini sedang dikepung oleh Lucas bersama anggota lainnya.
Denis langsung menghubungi Adam dengan mengatakan bahwa Ozzie berada di markas.
Adam dengan menjawab bahwa ia sudah tahu dan menyuruh Denis membantu memonitoring dari area perhotelan yang saat ini dia berada dan di iyakan oleh Denis.
__ADS_1
Pertempuran sengit memakan waktu sampai hampir akan subuh dengan tubuh dilumurin darah.