
Abigail sedang menginterogasi seorang bandar narkoba di sudut ruang interogasi. Abigail mengenal bandar tersebut. Dia mengajukan pertanyaan mengarah kepada Ozzie dan anak buahnya yang kali ini sulit untuk mereka tangkap.
"Aku membaca profil kamu yang bernama Teuku Emrat Rosydin. Nama yang penuh arti", ucap Abigail duduk di ujung meja.
"Aku tahu kamu sudah bertahun-tahun melakukan transaksi ilegal dengan menelusupkan narkoba dan bekerja sama dengan Ozzie al Faruk", lanjut Abigail dengan tatapan dingin.
Emrat di ujung sana merasa geram dengan mengetatkan giginya dan meremas tangannya di bawah meja.
"Apakah kamu tahu masa tahanan untuk seorang bandar seperti kamu dan menyembunyikan seorang mayat laki-laki? ", tanya Abigail dengan nada rendah sambil beranjak dari tempat duduknya dan mendekat ke tempat Emrat yang saat ini sedang menahan emosi setengah mati.
"Hukuman seperti kamu itu seharusnya seumur hidup", bisik Abigail di telinga kiri Emrat. Lalu melangkah duduk di meja dekat Emrat.
"Tapi yang terpenting sekarang yaitu dimana Ozzie sekarang berbunyi?", tanya Abigail. Emrat menjawab dengan suara teekikik lalu tertawa setelah mendengarkan pertanyaan dari seorang anggota CIA yang memiliki pangkat tertinggi namun tidak tahu keberadaan Ozzie.
Emrat kemudian mengejeknya.
"Apa kamu membuat lelucon dengan sorang b*j*ngan seprtiku? Masa seorang anggota dari CIA tidak ada yang menemukannya"
Abigail tersenyum menyeringai setelah mendengarkan ejekan dari tersangkanya. Namun Abigail kali ini harus menahan emosinya untuk memenangkan permainan kata-kata yang pernah bekerja sama dengan Ozzie.
"Apakah kamu mengejekku?" tanya Abigail dengan melihat dokumen laporan yang dibawanya.
Sementara pengkhianat anggota CIA tersenyum di luar sana yang sedang tengah mendengarkan interogasi Abigail lewat monitor dengan dua anggota lainnya.
Abigail yang berada di dalam sana belum menyadari keberadaan mata-mata CIA di kantornya. Namun Abigail bersama rekan-rekannya sedang menyelidiki orangnya yang telah berganti wajah.
Saat Abigail akan keluar dari ruang interogasi. Dia membisikan lelucon kalimat untuk sang pidana dengan menepuk pundaknya.
"Tenang saja, tanpa bantuan kamu, aku bisa menemukannya. Tapi aku akan lebih kasihan lagi kepada kamu. Sebab kamu tidak perlu mengajukan banding karena sebentar lagi akan ada malaikat yang akan menjemput kamu", bisik Abigail dengan lirih dan melihat CCTV yang terpasang di ruang interogasi dengan senyuman sinis.
__ADS_1
Sementara Daniel tengah di sibukan pekerjaan di mansionnya. Sebab Daniel tidak mau meninggalkan Aminah sendirian di rumah semenjak mengetahui bahwa istrinya mengandung calon anaknya. Sikap Daniel berubah seratus derajat menjadi overprotective dan paranoidnya muncul.
Saat ini Aminah sedang menikmati melihat ikan koi yang terlihat gemuk sambil memberi makan dengan di temani oleh pelayan yang di percaya oleh Daniel. Tidak hanya pelayan saja yang dia kerahkan tetapi seluruh jajaran bawahannya yang biasanya hanya menjaga depan saja, sekarang Daniel mengerahkan seluruh anak buahnya untuk menjaga seluruh lingkaran mansion dan sampai meminjam penjaga dari Lucas.
"Nona, apakah anda lelah?", tanya pelayan wanita yang bernama Erlina.
"Tidak kok, aku lagi senang melihat ikan koi ini. Menjadi suatu pemandangan luar biasa dari pada di dalam yang begitu membosankan", ujar Aminah
"Gimana nyonya pergi ke rumah kaca itu? Di sana ada banyak bunga yang mungkin nyonya sukai gitu", ucap Erlina.
"Kalau begitu kita jalan ke sana", ucap Aminah dengan tanda setuju saran dari pelayan wanita tersebut.
Erlina mendorong kursi roda Aminah menuju ke rumah kaca untuk menikmati bau berbagai bunga yang di suguhkan dalam rumah kaca tersebut.
Tatkala ditengah kebahagiaan Daniel dan Aminah, Alika sedang memberikan kabar kehamilan Aminah kepada Raina lewat ponsel.
Kenapa Raina mengganti nomornya tidak memberi kabar. Aku sudah lama tidak berhubungan dengannya atau dia jangan-jangan marah kepadaku yang sudah lama tidak menghubunginya. Biasanya kami chattingan jika aku lupa menghubunginya. haah.
Ketika Alika sedang melamun tiba-tiba Lucas ada di sampingnya yang sedang memandangnya dengan tatapan khawatir dan alis kanan terangkat seperti meminta jawaban.
"Uncle, sejak kapan di sampingku?", tanya Alika.
"Sejak kamu melamun sweety"
"Apa yang sedang kamu pikirkan?", tanya Lucas dengan mengusap ke dua tangannya.
"Aku tadi menghubungi Raina untuk memberikan kabar kebahagiaan Aminah tetapi nomornya tidak aktif dan sudah berulang kali aku mencobanya dan aku berpikir jika Raina marah dengan ku sebab terlalu lama aku tidak menyapa semenjak aku pindah ke sini setelah Aminah datang", ucap Alika dengan wajah sedih.
"Hei, kamu jangan berpikiran buruk, mungkin Raina sedang sibuk dengan perkuliahan dan membantu kedua orangtuanya mengurus cafe lalu dia lupa memberitahukan nomor barunya kepada kamu", ucap Lucas dengan asyik mencium kedua tangan istrinya yang lembut.
__ADS_1
"Kebetulan besok kita ke rumah Daniel dalam rangka mengadakan syukuran, nah kita bisa tanya-tanya dengan Aminah di sana. Mungkin dia sudah punya nomor baru juga milik Raina", lanjut Lucas
Alika menganggukkan kepala dan menyetujui ucapan suaminya dan ekspresinya berubah kembali dengan senyuman dengan perasaan lega. Lalu Alika dengan inisiatif mencium bibir Lucas dan dia menerima inisiatif istrinya dengan mencium dalam sampai nafas mereka tersendat dan saling memberikan senyuman hangat.
Di tengah malam Abigail baru selesai penyelidikan kasus korupsi di kalangan pembisnis dan tiba dikediamannya. Abigail berjalan dengan gontai karena kelelahan. Saat Abigail akan menunju tangga, Abigail melihat lampu di dapur menyala. Abigail kemudian mengurungkan niatnya manaiki tangga menuju ke kamarnya. Abigail berjalan ke dapur memperlihatkan sosok wanita dengan memakai baju tidur babby dol berlengan pendek berwarna merah muda dengan corak polkadot yang sedang berkutat membuat susu.
Lalu Abigail bersuara.
"Vio! kamu sedang apa?", tanya Abigail dan Vio terkejut sebentar yang tidak terlihat oleh suara berat seseorang sebab Vio yang sejak tadi sendirian tiba-tiba di tengah malam ada suara orang jadinya dia kaget.
Kemudian Vio membalikkan badannya yang telah selesai membuat susu dua botol penuh di genggaman tangannya dan menjawab pertanyaan dari Abigail.
"Aku sedang membuat susu mister Abigail", dengan menunjukkan dua botol berisi susu. Lalu Vio pamit ke kamar duluan dengan berjalan melewati Abigail dengan wajah kusut habis lembur dan tiba-tiba Abigail mencekal lengannya dan menarik dalam pelukannya. Vio dibuat kaget oleh Abigail dengan meronta di dekapan dadanya.
"Lepasin mister, jangan kurang ajar,jangan mentang-mentang kita dekat beberapa hari anda bisa melakukan apa pun", tegas Vio sambil mencoba mendorong tubuhnya yang kuat itu.
"Bisakah aku memohon kepada kamu untuk memberikan kehangatan sebentar dan energi untukku. Biarkan aku memeluk kamu sebentar saja", mohon Abigail
"Apakah anda sedang banyak masalah?", tanya Vio.
Abigail menjawab dengan anggukan di bahu Vio. Lalu Vio mencoba membalas pelukan tersebut sebab dia merasa kasihan kepadanya dan sebagai balas budi perbuatannya yang baik terhadap dirinya ataupun Hauen.
Milka yang akan menghampiri Vio untuk minta segera kembali ke kamarnya karena Haeun terbangun, dia urungkan setelah melihat sebentar adegan Abigail memeluk Vio. Milka kembali ke kamarnya sebelum ketahuan karena sudah memergoki mereka sedang bermesraan. Milka di dalam kamar mencoba menenangkan Haeun dalam gendongan dan memberi susu buatan Vio sambil membisikan kata-kata.
"Sayang tenanglah jangan menangis, nanti kamu tidak dapatkan daddy", bisik Milka di telinga Haeun dalam gendongannya. Lalu Haeun berhenti menangis setelah mendengarkan bisikan dari Milka, seolah mengerti perkataan yang diungkapkan oleh Milka. Milka tersenyum tipis dengan memberikan susu kepada Haeun yang sudah terdiam dan menidurkan Haeun di ranjangnya.
Milka memegang botol Haeun sambil mengusap keningnya dengan berkata, "ternyata kamu ingin miliki daddy ya", lalu memberikan ciuman dan ikut berbaring.
Abigail masih betah memeluknya yang begitj lama sampai Vio memintanya untuk melepaskan namun Abigail beralibi bahwa energinya masih kurang 30% dan Vio hanya membola dan juga pasrah. Abigail tahu jika Vio sedang dalam mode mengalah dan membuatnya senang. Abigail merasa relaks dalam dekapan hangat dan wewangian di tubuh Vio seperti seolah wangian itu adalah candu baginya.
__ADS_1