
Di pagi hari Aminah sedang merenggangkan otot di halaman belakang rumah dan ditemani susu hangat buatan sendiri.
Saat sedang melakukan perenggangan area tubuh yang kaku tiba-tiba ada sosok pria yang memeluk tubuhnya dengan berbisik, “kamu sungguh cantik sekali di pagi hari ini”, dengan mencium tengkuk lehernya.
“Hentikanlah Daniel, aku tidak menyukai kamu. Pergilah, biarkan pagi ini aku refreshing sejenak untuk melupakan kekesalanku terhadapmu”, ucap Aminah yang tangannya masih direntangkan ke atas.
“Aku memelukmu bukan hanya untukmu...”,ucap Daniel berpindah posisi menghadap perut mulus milik Aminah dengan berjongkok sambil mengusap perutnya.
“Aku ingin menyapa anakku di dalam perutmu”, ucap Daniel kembali dengan memberi ciuman membuat Aminah merasa geli. Aminah merasa jengkel dengan mengatakan, “kamu! Jangan banyak alasan!”, sambil mendengus kesal.
“Aku tidak memiliki waktu untuk banyak alasan sweety. Aku benar-benar merindukan anakku yang kembar di dalam perut kamu”, ucap Daniel dengan menggodanya.
“Daniel! Itu sangat geli. Hentikan tangan kamu”,marah Aminah dengan menjatuhkan bokongnya ke bangku putih sambil minum susu.
“Sweety, aku hanya merindukan anakku dalam perutmu. Oh ya, aku punya ide untuk melepaskan rinduku”, ucap Daniel dengan berkacak pinggang di depan mata Aminah.
“Kamu jangan mulai lagi!”, sungut Aminah.
“Aku gak mulai apa-apa sweety. Aku kan ingin menjenguk anakku di dalam perutmu”, ucap Daniel.
Aminah membola mendengar dengan ucapan Daniel yang otaknya sudah kelewatan.
Daniel menghembuskan nafas panjang sambil mengambil kesempatan untuk membawa tubuh Aminah dalam gendongannya.
Saat Aminah lengah, Daniel langsung gesit memindahkan tubuh Aminah dalam gendongannya. Aminah berteriak keras sambil memukul dada bidang Daniel namun Daniel tidak perduli. Daniel membawa Aminah ke dalam kamar dan Daniel langsung memberikan berbagai kecupan di bagian tubuh. Kemudian Daniel mulai aksinya entah sampai dia lelah atau hanya melewati satu kali.
Sementara Lucas masih berjaga di samping ranjang Alika dengan mengecup tangannya. Lucas tidak tahu harus berbuat apa untuk menghentikan mimpi buruk itu.
Sea dan Saddam yang sedang merawat cucunya di mansion juga ikut khawatir dengan keadaan mantunya.
“Honey, bagaimana keadaan mantu kita ya? Lucas tak kunjung menghubungiku”, ucap Sea.
“Entahlah, kita hanya dapat menunggu Lucas memberi kabar”, ucap Saddam dengan mengusap wajahnya yang tiba-tiba terasa gatal ketika mengingat kekejaman masa lalu yang seperti dialami Lucas. Dada Saddam terasa sesak memikirkan semua itu.
Lalu Saddam pergi ke ruang kerja untuk menghubungi bawahannya yang sudah di percaya puluhan tahun. Sea yang sedang duduk melamun karena memikirkan nasib Lucas sebagai anaknya.
__ADS_1
Lucas kenapa kamu begitu lama menghubungi momy. Momy begitu khawatir dengan keadaan kamu dan istrimu nak.
Orang yang dikhawatirkan saat ini sedang melacak pria misterius itu di ruang kantor di balik lemari. Lucas kini mencari keberadaan pria itu sendirian sebab dia mengingat pesan peringatan dari anonim. Lucas tidak dapat mempercayai orang-orang di sekitar setalah berulang kali kecolongan. Lucas juga memikirkan pekhianat di dalam mansion ataupun di sekitar dirinya.
Ketika sedang melamun tiba-tiba ada yang mengirim pesan notif dari anonim mengenai data Raina teman dari Alika.
Lucas membaca data tersebut tentang rencana kejahatannya bersama atasannya. Di sana tertulis percakapan antara Raina dan pria bernama bos besar.
Bos Besar :
Rain laksanakan misi kita dengan mendekati teman kamu yang berada di sekeliling keluarga Saddam.
Raina :
Baik bos.
Bos besar :
Tolong ambilkan obat itu ke rumah sakit yang sudah ku pesan darinya. Kamu tinggal mengambil darinya di restoran terdekat dari hotel kamu.
Raina:
Bos Besar :
Jangan lupa misi kamu awal yaitu mencelakai orang terdekat Lucas dan kamu harus menculik dari salah satu wanita dari mereka. Skenario ini tidak boleh bocor kemana-mana.
Raina :
Iya bos.
Setelah membaca dua interaksi mereka, Lucas mengumpat kasar, “sh*t”, dengan menggebrak meja.
Jadi permainan kalian seperti ini. Awas saja, aku akan ikuti permainan kalian sampai mencekik lehermu.
Kepalan tangan Lucas begitu erat sampai darahnya begitu mendidih setelah membaca data pesan dan mata-mata orang kantor.
__ADS_1
Malam hari Vio beraksi menyelinap ke rumah Abigail untuk menemui anaknya yang telah lama ditinggalkan. Vio mencoba melewati sorotan CCTV di mansion Abigail dengan bantuan Alam dari seberang sana.
Vio mengendap-endap memakai jaket hoodie hitam, topi hitam, dan masker hitam. Ia kini mencoba melompat pagar lalu langsung mengambil tempat persembunyian.
Vio menyuruh Alam untuk membuat CCTV itu tidak menyoroti dirinya dan Alam dari seberang sana meminta Vio bersabar dengan memberikan waktu lima menit. Vio menunggu dengan jantung bertalu sebab dirinya baru pertama menyelinap sampai ke dalam mansion.
Vio melihat jam tangannya dengan bersedekap sambil menggerutu, “kenapa Alam lama banget sih?”
Sedangkan Abigail yang baru saja turun dari mobil melihat sosok penyusup. Lalu Abigail menyuruh mereka untuk berdiam dan Abigail mengendap-endap dengan langkah pelan. Saat akan menangkap penyusup itu, dia lari tanpa menoleh ke belakang menuju ke dalam mansionnya dan Abigail mengikuti kemudian langsung menangkap penyusup itu.
Jantung Vio berdebar ketika mencium bau wangi yang menyeruak meski hidungnya tertutupi oleh masker. Vio mengambil tindakan sebelum Abigail menyadari dengan menginjak kakinya namu Abigail masih tertahan dengan rasa sakit. Abigail mencoba membuka topi dan penutup wajahnya terus membalikkan tubuhnya. Lalu Abigail terkejut melihat sosok di depan mata dengan tubuh menegang dan tidak percaya jika Vio masih hidup.
Vio mengambil kesempatan untuk kabur di saat Abigail melamun dengan menendang betisnya. Tapi Abigail tetap bisa menangkap Vio dan membawanya dalam gendongan. Vio memukul punggung Abigail dengan berbisik, “lepasin aku, sebelum orang lain melihatku”.
“Aku akan melepaskan kamu di rumah mainan itu”, ucap Abigail.
“Jika kamu tidak ingin orang lain mengetahui diamlah”, ucap Abigail kembali.
Vio hanya diam dan besengut karena misinya gagal.
Setelah sampai di rumah mainan yang berdiri kokoh di halaman belakang Abigail menurunkan tubuh Vio dan langsung memeluknya sambil mengatakan, “aku merindukan kamu, sweet girl”.
Lalu Abigail melepaskan pelukan itu dan melihat wajah Vio. Abigail menemukan di bagian mata ada bekas luka jahitan. Abigail mencoba menyentuh dan memberikan kecupan sebagai obat untuknya.
“Apa yang terjadi sweety?”, tanya Abigail dengan sorotan mata yang hangat.
“Ceritanya panjang. Dan aku ke sini mau menengok Haeun”, ucap Vio.
“Baiklah, aku akan bantu kamu menemui Haeun sweety”, ucap Abigail dengan mengusap pipk kanannya Vio. Abigail tidak bisa menahan diri untuk melepaskan rindu. Lalu Abigail mencium Vio secara tiba-tiba dengan menarik pinggang kecilnya. Kemudian membawanya ke dalam gendongan dan melepaskan ciuman hangat itu.
“Kamu sudah mendapatkan, sekarang tolong turunkan aku dari tubuhmu dan bawalah aku untuk menemui Haeun”, ucap Vio.
“Aku akan membawamu bertemu Haeun, sweety”, ucap Abigail yang tidak segera melepaskan Vio dalam gendongan sambil menyingkirkan anak rambut ke belakang.
“Tapi aku ingin menghabiskan waktu dengan kamu. Nanti tengah malam aku akan membawa Haeun ke kamarku jika kamu tidak ingin bertemu dengan mereka”, ucap Abigail.
__ADS_1
“A..aku sebenarnya ingin bertemu mereka namun keadaan yang memaksa untuk tidak bisa bertemu dengan Milka dan lainnya. Terutama dengan kamu, jika kamu tidak memergoki aku secepat ini”, ucap Vio.
Abigail tertawa mendengar kalimat terakhir karena memergokinya secepat itu. Membuat Vio mendengus kesal. Sampai Abigail mengucapkan kata maaf karena telah kelewatan.