Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 34


__ADS_3

Aminah saat ini sedang memandang tanaman di belakang rumah sendirian tiba-tiba dikagetkan kepulangan Daniel dan ia memanggil namanya.


“Daniel!”, dengan menatap terkejut


“Hai sweety”, sapa Daniel


“Sejak kapan kamu kembali?”, tanya Aminah.


“Sejak dua jam lalu, aku harus pergi dulu ke kantora terus ke pusat perbelanjaan untuk membelikan camilan buat istriku tercinta”, ucap Daniel dengan senyuman hangat.


“Sejak kapan kamu pintar menggombal?”, tanya Aminah.


“Entahlah, yang terpenting aku suka kamu masih tetap hidup. Jika kamu tidak ada entahlah apa jadinya aku hidup tanpa kamu”, ucap Daniel sambil mendorong kursi roda Aminah.


“Gombal”, ujar Aminah. Daniel yang mendengarkan hanya tersenyum tipis. Daniel membawa Aminah ke ruang tengah lalu menggendongnya ke sofa. Saat sampai di ruang tengah Aminah disuguhkan banyak camilan membuat matanya berbinar-binar.


“Wah, camilan dan susu kocok. Apa kau membeli semua untukku daddy”, ucap Aminah. Daniel yang mendengarkan kata daddy dari bibir istrinya merasa senang dan Daniel tiba-tiba mencium bibir Aminah. Aminah terkejut saat tiba-tiba Daniel mencium bibirnya dan Aminah menikmati ciuman itu yang semakin dalam dengan menutup mata.


Daniel melepaskan ciuman itu karena kehabisan oksigen. Mereka harus menghirup oksigen untuk bernafas. Daniel mengusap bibir ranum Aminah dengan lembut yang ia rindukan. Lalu Daniel mengambilkan camilan keripik dan membukakan kemudian susu kotak diberikan kepadanya. Aminah menikmati semua makanan yang diberikan Daniel.


Aminah membuka suara sambil menelan camilan keripiknya.


“Uncle!”, panggil Aminah dan Daniel mendengarkan kata uncle sedikit sedih karena panggilannya bukan sebutan daddy. Aminah yang menoleh melihat ekspresi Daniel membola karena ia tidak menyebut kata daddy.


“Ya sweetheart”, ucap Daniel dengan mengusap pipi.

__ADS_1


“Melihat ekspresi Daniel seperti itu gara-gara tidak aku panggil daddy membuatku jengah”, batin Aminah dengan menghembuskan nafas, “haah”.


“Daddy”, panggil Aminah dengan menatap ekspresi wajah Daniel yang berubah ceria kembali membuat Aminah membola karena tingkahnya seperti anak kecil.


“Ya”, ucap Daniel.


“Daddy kan pernah berjanji untuk menceritakan tentang kehidupan daddy yang belum aku ketahui dari A sampai Z”, ucap Aminah dengan menyeruput susu kotak.


“Baiklah aku ceritakan”, ucap Daniel dengan mengangkat tubuh Aminah ke dalam pangkuan.


“Kamu kan bisa menceritakan tanpa harus mengangkat tubuhku”, cemberut Aminah.


“Aku ingin menceritakan dengan melihat wajah kamu sweety”, senyum hangat dari Daniel membuat jantung Aminah tiba-tiba bersuara dag dig dug.


“Kala itu aku sedang dinas ke negara Swiss untuk membangkitkan perekonomian perusahaan yang sedang terpuruk. Sebab data yang kami bangun dan rancang bocor ke tangan aliansi hitam. Aku, Lucas, Abraham, dan Damien kewalahan untuk mengembalikan data yang dicuri. Kami memulai dari nol saat itu karena saham turun akibat kebocoran data. Ternyata di perusahaan kami ada yang mencoba mengkhianati yaitu bernama Christoper. Lalu kami menyatakan perang untuk Christoper. Saat itulah keterpurukan terjadi.


Perusahaan kami di Swiss kita tinggalkan dan memberikan pesangon untuk para karyawan yang kami phk. Lalu aku mendapatkan bagian tugas dari hasil rapat kami ke London. Saat itu ada pramugari baru dipesawat pribadi. Kami belum mengenalnya tapi dia mulai genit padaku. Tapi aku tidak menggubrisnya. Kemudian dia dengan liciknya menjebakku seolah aku tidur dengannya”, cerita dari Daniel terpotong dengan suara amarah berasal dari bibir mungil Aminah.


“Dasar wanita j*l*ng”, Daniel yang mendengarkan itu tersenyum dan gemas lalu memberi ciuman dengan menarik kepala Aminah untuk mendekat dengan mendalam. Lalu melepaskan dan Daniel mencium mata sebelah kanan milik Aminah. Aminah bersuara dalama hatinya, “jika aku sembuh total tidak akan jadi seperti ini, dan terlepas dari kemes*man Daniel”.


Lalu Daniel melanjutkan ceritanya “akan aku ceritakan kembali, keesokan harinya dia tiba-tiba mengirim surat dan foto. Suratitu Surat itu berisi ancaman tapi aku tidak peduli. Pada akhirnya ia mempbulikasikan ke media. Para awak media menyuruhku menjelaskan tapi tidak percaya yang aku jelaskan dari pada foto-foto bukti konkrit. Orang yang telah menjebakku pasti sedang tersenyum bahagia namun itu hanya sesaat. Aku meminta bantuan kepada Lucas untuk menangkap wanita pel*cur itu.


Setelah tertangkap aku beri hukuman dan dia memohon ampun, jadi, kuberikan satu kesempatan. Tetapi ia mengkhianati belas kasih dariku dan membuat istriku celaka”, sambil mencium tangan kanan Aminah yang sudah berhenti makan. Aminah kemudian menumpahkan kekesalan pada wanita itu.


Aminah berdecak sambil mengomel, “ck, dasar wanita tidak tahu diuntung. Harusnya,daddy jangan memberinya kendor. Berilah dia hukuman seberat-beratnya...,” suara Aminah mulai lirih di kata terakhirnya saat menyadari Daniel menatap dengan senyuman hangat membuat jantungnya hampir copot.

__ADS_1


Kemudian Aminah bertanya dengan gugup, “a..apa? Kenapa ekspresimu jadi be...begitu”, sambil membuang muka.


Daniel terkekeh melihat ekspresi Aminah saat marah menjadikan Daniel merasa gemas. Lalu ia tidak bisa menahan diri dengan mengangkat tubuh Aminah seperti koala dan membawanya ke kamar. Aminah sejujurnya ingin melarikan diri, tapi apalah daya dengan tubuhnya yang sekarang lumpuh.


Daniel memulai aksinya untuk melepaskan pertahanan. Dia mencium Aminah mendalam dan membantu melepaskan helaian kain lalu Daniel dan Aminah beraksi. Di kamar bagaikan pertempuran dua sejoli yang hanya dinikmati mereka dan didengar oleh mereka saja sampai terlelap.


Sementara Alika dan Raina sedang pergi bermain ke pusat perbelanjaan untuk menghilangkan penat setelah membantu untuk pensi hari perpisahan kelulusannya.


Saat melewati pusat baju bayi Alika menarik lengan Raina.


“Lik, kenapa ke sini?”, tanya Raina tetapi tidak digubris oleh Alika malah mengalihkan pertanyaan dengan memuji baju mungil bayi.


“Rain, lihatlah bajunya mungil dan lucu”, ucap Alika dengan menarik lengan Raina.


“Lihatlah sepatu mungil ini”, ucap Alika kembali.


“Lik, tunggu sebentar deh.., kenapa kamu begitu antusias memilih baju bayi.., jangan bilang kamu hamil!”, ucap Raina dengan suara keras di kalimat terakhir terus Alika menutup mulut Raina, “ussst, jangan keras-keras”, bisik Alika.


“Jadi benar!”, ucap keras Raina kembali dan Alika membekap lagi.


“Jadi benar”, bisik Raina dengan diangguki oleh Alika lalu mata Raina membelalak,”o my god”, sambil menutup bibirnya.


“Iya”, ucap Alika, “sudah berapa bulan?”, tanya Raina dengan megang-megang baju bayi, “ baru satu setengah bulan”, Raina yang mendengarkan terkejut, “selamat”, bisiknya kembali.


Raina minta penjelasan pada Alika kemudian Alika menjelaskan bahwa dirinya menikah dengan dipaksa tapi pada akhirnya ia mencintai suaminya itu. Raina yang mendengarkan cerita dari Alika tadinya sedikit terkejut lalu mengatakan jika Lucas sangat romantis cara yang dilakukan dalam suatu hubungan yang posesive itu. Alika menggeleng kepala, padahal dipaksa itu tidak enak sampai-sampai Alika mengatakan dalam batin jika Raina lebih gesrek dari pada Aminah.

__ADS_1


__ADS_2