Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 95


__ADS_3

Usai kejadian kemarin, Lucas lebih ketat menjaga Alika begitupun dengan Saddam sebagai seorang suami yang setia.


Lucas mengerahkan semua petugas untuk menjaga Alika, putrinya juga putranya. Bahkan Lucas memerintahkan anak buahnya untuk berjaga di mansion lebih ketat melebihi seorang persohor kepresidenan. Lucas juga menambahkan tingkat keamanan dengan dengan menambahkan CCTV di setiap sudut ruang dalam maupun di pelataran rumah. Semua yang dilakukannya demi keselamatan istri dan anak-anaknya setelah dua minggu kejadian yang dialami keluarga kecilnya.


Di sisi lain Vio tengah tertidur pulas di sebuah rumah yang cukup jauh dengan pusat perkotaan untuk menghindari orang-orang yang mengenal dirinya. Vio tidak ingin rencana setelah bangun dari kritis gagal akibat pria posesif yang telah berstatus suami. Vio sering kali menyamarkan diri di perkotaan untuk mengawasi para penjahat yang sering kali melukai orang-orang tak bersalah.


Suara alarm berbunyi menunjukkan pukul 11.00 siang. Vio mematikan alarm dan membuang jam beker tersebut ke sudut ruang hingga hancur kesekian kalinya. Vio melenguh dan merenggangkan badannya lalu pergi bergegas membersihkan diri. Setelah membersihkan diri telah usai dan tidak memakan waktu yang lama kini Vio menghangatkan badan dan membuat sarapan untuk mengisi perutnya yang sudah meronta sambil menikmati tayangan video yang disadap.


Vio menikmati kopi instan dengan bermonolog, “ahhh, rasanya nikmat juga kopi ini dan tidak kalah yang ada di cafe”.


Lalu mengambil roti goreng yang diatasnya telah di taburi keju. Vio mengginggit roti buatannya sambil bermonolog kembali.


“Roti keju ini enak juga. Jika aku mendirikan restoran pasti laku keras. Apakah Haeun dan putra bayiku menyukainya”, sambil memantau situasi perkotaan yang dipenuhi oleh orang-orang jahat.


Sebelum bersiap untuk menemui ayahnya yang sedang dinas di negara yang dia tinggali saat ini, Vio melatih otot-ototnya berolahraga diatas treadmil dan mencoba mengangkat bubble lalu mengonsumsi obat yang diberikan dokter langganannya.


Di tempat berbeda, Lucas bersama beberapa sahabatnya tengah membahas kedok pria yang selalu bersama Wily.


“Guys, aku sudah menyelidiki wajah dari musuh kita”, ucap Alam.


Mereka yang tengah mengotak atik sandi milik musuh menghampiri Alam untuk melihat orang yang ingin Lucas ketahui. Daniel langsung menyebut nama pria itu.


“Cristhoper”.


“Ternyata dia belum meninggal. Aku kira dia bakalan menyerah dan bersembunyi di tempat aman”, monolog Abraham di samping Chalvin.


“Kita harus menjebak pria tersebut agar membuka suara soal politik yang dijalankan oleh Wily”, ucap Damien.


“Bingo!”, ucap Abraham dengan suara keras.


“Apa anda memiliki rencana untuk menjebak dia dan mengatur situasi?”, tanya Chalvin. Abraham menjawab dengan senyuman licik.


Di klub malam, di tengah keramaian orang-orang yang tengah berjoget menikmati alunan musik dan minuman yang berkadar alkohol untuk menghilangkan stress, di sana ada seorang wanita yang tengah duduk menunggu tamu yang datang sambil menikmati koktail berkadar rendah.


Alunan musik semakin kencang dan banyak orang yang berdatangan. Vio melihat sosok pria paruh baya yang ia kenal sedang berjalan bersama beberapa pria bule di samping kanan, kiri, dan belakang. Vio beranjak dari tempat duduk mengikuti mereka hingga menemukan sebuah ruang rahasia yang dipesan. Vio tidak bisa memasuki ruangan yang di sewa tersebut. Vio mencari cara agar bisa menyadap tempat pertemuan tersebut. Vio menemukan ide setelah berpikir beberapa detik dengan menjentikan jarinya. Vio berjalan ke arah area ruang ganti pelayan dengan mengendap-endap. Saat arena tersebut sudah sepi, Vio masuk dengan mengganti pakaian milik pelayan dan memasang wig dikepalanya dengan menggunakan bulu mata yang sedikit melambai dan lipstic sexy untuk penyamarannya. Ia juga tidak lupa memberikan tahi lalat di atas bibir dan dahinya. Usai berdandan, Vio keluar dan melaksanakan tugas sebagai pelayan VIP dengan menggunakan name tage yang sudah disiapkan.


Seluruh pelayan mendorong serentak menuju ke ruang VIP yang ditempati oleh para tamu Wily.


Pada saat telah mereka sedang sibuk menata hidangan diatas meja, Vio mencari kesempatan untuk memasang penyadap di saat mereka lengah. Usai semua hidangan tertata di atas meja para pelayan pergi lalu datanglah para wanita penghibur. Vio melirik ke arah Danu dengan senyuman sinis.


“Dasar tua-tua keladi. Lihat saja bagaimana aku akan mempermalukan kamu, bapak Danu”,ucap Vio dalam hati.


Beberapa saat Vio meninggalkan diskotik, tiba-tiba rombongan dari Lucas datang dengan ekspresi dingin termasuk Abigail. Mereka menikmati suasana klub dengan berpisah agar tidak menjadi pusat perhatian dari para pengunjung.

__ADS_1


Mereka mengintai Wily bersama dengan para tamu undangan termasuk pria setengah bertopeng emas.


Lucas duduk santai di lantai atas dengan mengamati situasi di klub malam. Daniel memberikan informasi bahwa mereka akan segera keluar . Lalu Lucas memberikan instruksi kepada Denis untuk mengambil gambar tanpa ketahuan.


Vio yang telah mendapatkan semua bukti tersenyum sambil menikmati camilan keripik dan cokelat yang dibuatnya. Lalu ia merebahkan diri diatas ranjang dengan hembusan nafas kasar sambil bermonolog, “aku akan membawa mereka ke neraka terutama untuk bapak Danu yang telah dengan liciknya membunuh istrinya yang notabenennya ibu kandungku sendiri”.


Esok paginya, Lucas bermesraan dengan Alika di dapur dengan memegang perutnya yang sedikit membuncit setelah melahirkan. Lucas menyuruh Alika untuk bergoyang agar bisa merasakan sensasi namun Alika tidak melakukan sehingga Lucas sendiri yang turun tangan dan membuat wajah Alika memerah seperti tomat karena kegilaan suaminya. Di saat Lucas tengah asyik merasakan itu, tiba-tiba Sean menangis dengan keras di ruang tengah yang ditemani oleh babby sisternya dan mengharuskan Lucas menghentikan aksi tersebut dengan mencibir, “boy, kamu tidak bisa melihat daddy kamu menikmati dan bahagia”. Alika yang mendengar cibiran itu mencubit perut suaminya dan langsung bergegas ke ruang tengah. Alika menenangkan putranya dengan memberikan susu asi dalam botol. Lucas pun ikut menyusul dengan membawa segelas air minum untuk mendinginkan otaknya.


“Boy, kamu harusnya melihat momy dan daddy mesra itu senang. Kamu malah mengganggu kami. Lihatlah adik kamu, dia bahkan tidak mengganggu dan malah asyik di alam mimpi boy”, keluh Lucas.


“Lucas!”, peringatan dari Alika dengan gigi mengetat.


“Baiklah sweety, aku membersihkan diri dulu”, ucap Lucas dengan pergi meninggalkan Alika.


Sementara di tempat yang berbeda, di sebuah gedung pencakar langit, pria setengah bertopeng sedang membuat siasat bersama Christhoper untuk menghancurkan dua komplotan dari Lucas ataupun Wily. Sebenarnya pria setengah bertopeng itu mendekati Wily hanya demi keuntungan belaka saja dan selebihnya dia hanya memanfaatkan untuk melancarkan siasat di dunia bisnis dan politiknya saja.


“Bagaimana kemajuan kerja anak buah kita?”, tanya Pria setengah bertopeng yang duduk bersila sambil menikmati whisky.


“Cukup baik, dan kita harus menambahkan kinerja untuk meningkatkan saham milik aliansi kita jika mau menghancurkan mereka”, ucap Christoper.


“Aku sudah memikirkan itu dan mendapatkan apa yang kita inginkan”, ucap pria itu dengan senyuman penuh arti yang berbisa.


Flashback.


“Hallo Mr. Danu”, sapa pria setengah bertopeng.


“Silahkan duduk tuan”, ucap Danu.


“Saya menghampiri anda untuk mengajak anda bekerja sama untuk meningkatkan harga saham”, ucap pria setengah bertopeng.


Danu yang tengah akan menyesap whisky, dia urungkan setelah mendengar ajakan dari pria itu dengan frontal dan to the point.


“Anda begitu frontal tanpa adanya embel basa basi..”, tawa Danu.


“I know..”, dengan bahu mengedik.


“Bagaimana ya?..”, ucap Danu sambil berfikir tawaran ajakan dari pria setengah bertopeng.


“Saya tahu kalau saya begitu frontal dan tidak sabar, tapi itu kelebihan saya. Aku ingin anda menjawab ya untuk memperluas area bisnis pemasaran”, ucap pria setengah bertopeng.


“Kalau aku menolak?”, tanya Danu.


“Jika kamu menolak, yahhh.., aku begitu kecewa. Aku harus memberitahukan kepada khalayak pemerintah di negara anda bahwa...”, menjeda kalimat dengan menyondongkan badannya ke depan Danu sambil berbisik, “anda menggelapkan paja, membunuh istri pertama anda, menuduh tukang kebun dan menjual obat-obatan terlarang lewat jalur ilegal”.

__ADS_1


Pria setengah bertopeng kembali ke posisi dengan menyandarkan punggungnya di sofa sambil meminum whisky dengan senyuman licik.


Danu mulai menegang dan tenggorokan terasa tercekat setelah pria itu mengancamnya.


“Sial, jati diriku sudah bocor oleh pria bule ini. Tapi, kalau aku kerja sama dengannya, apa yang dia tawarkan untuk keuntunganku?”, ucap Danu dalam hati.


“Baiklah, saya akan bekerja sama dengan anda. Kalau boleh tanya, apa keuntungan yang saya dapatkan dari anda?”


Pria itu tersenyum lalu menjelaskan keuntungan untuknya, “kamu akan mendapatkan keuntungan saham dua kali lipat atas kerjasama kita untuk menjalankan bisnis yang saat ini kita emban bersama. Terlebih aku memiliki sebuah tempat kasino terbesar di tengah perkotaan, itu bisa menguntungkan untukmu”.


“Baiklah, saya terima tawaran anda”, ucap Danu.


“Good”, puji pria itu.


Di sebuah rumah sederhana yang jauh dari perkotaan, ada seorang wanita yang tengah memandang wajah putra dan putrinya dengan perasaan antara sedih dan rindu.


Ketika memandangi foto di bingkai itu cukup lama, tiba-tiba ada seseorang yang menghubungi dirinya untuk menyuruh Vio datang ke apartemen milik pria itu yang sudah menemukan identitas dua pria setengah bertopeng emas. Vio langsung bersiap dan bergegas menuju apartemen milik William.


Vio menancapkan gas dengan kecepatan tinggi tetapi saat di tengah perkotaan jalanan begitu macet. Sehingga Vio harus mengurangi kecepatan laju mobilnya. Ketika sampai di lampu merah tanpa di sadari Vio berhenti sejajar dengan mobil Abigail. Lalu melajukan mobil dengan arah yang sama. Mereka juga menghentikan mobil tersebut di tempat parkir yang sejajar tanpa mereka sadari. Abigail turun dari mobil terlebih dulu bersama Alam dan Daniel. Sedangkan Vio masih berada di dalam mobil karena sabuk pengamannya macet. Sampai punggung Abigail menghilang. Vio menghembuskan nafas lega.


“Ahhh..,akhirnya sabuk pengamannya terlepas. Aku harus segera bergegas melihat dua pria yang sudah terindentifikasi oleh William”, monolog Vio. Vio berlari menuju apartemen milik William.


Vio membuka pintu apartemen milik William dengan kode yang sudah diberitahu olehnya. Vio masuk dan menutup pintu apartemen dengan menghapiri William yang berada di kamarnya.


“Will bagaimana wajahnya?”, tanya Vio.


“Kamu lihat sendiri saja”, kata William.


Vio mendekati komputer tersebut. Vio terkejut melihat wajah pria yang ia kenali dengan mata terbelalak.


“Ternyata ia belum meninggal”, lirih Vio.


“Apakah ada yang kamu kenal dari kedua prua”, tanya William.


“Ya.., aku mengenalnya”, kata Vio.


William pergi mendekati Vio yang duduk dimeja kerjanya. Vio menunjukkan pria yang ia kenal.


“Dia, Christoper yang pernah melakukan kejahatan bersama teman kerjanya dengan berbagai kelicikan untuk merampas hak orang lain. Dia juga pernah dipenjara bersama rekannya. Setelah itu ikut bergabung dengan aliansinya yang selama ini mereka sembunyikan. Rekan dia telah meninggal akibat pertempuran beberapa bulan yang lalu. Mungkin masanya hampir setahun lebih. Aku tidak ingat kejadian itu”, cerita Vio.


“Apa yang akan kamu lakukan setelah ini?”, tanya William.


“Mencari tahu terlebih dahulu dimana mayat Raina yang mereka pernah kuburkan baru mencari kelemahan mereka dan aku juga harus mengungkap takbir kematian ibuku yang dibunuh dan diambil organ dalamnya dipasar gelap oleh suami yang biadab”, jawab Vio tangan kanan mengerat.

__ADS_1


“Kalau begitu berhati-hatilah karena aku membaca identitas mereka yang tidak lazim. Aku akan membantumu sebisa mungkin untuk mengungkap takbir kematian orang terkasih kita”, ucap William dengan menepuk bahu Vio.


“Thanks”, senyum Vio dengan menyandarkan punggungnya di kursi kerja milik William.


__ADS_2