
Satu bulan kemudian usai rapat mengenai rencana untuk menghancurkan kejahatan Ozzie mereka saat ini beraktivitas seperti biasanya dan berwaspada untuk melindungi keluarga masing-masing dengan mengikuti permainan Ozzie
Saat ini Lucas sedang berada di mansion menemani Alika yang terus-terusan manja dengannya sehingga ia harus mengorbankan pekerjaannya hanya untuk memenuhi keinginan minta ini itu. Sekarang Alika sudah hamil besar lima bulan hingga Lucas harus overprotective yang dilakukan istrinya mulai dari asupan gizi dan berbagai hal lainnya. Sampai Lucas melibatkan ibunya untuk menjaga Alika ketika ia harus memenuhi panggilan dari klien maupun rapat kerja. Meskipun kewalahan memenuhi permintaan namun Lucas tetap melakukan untuk istrinya meski malamnya ia bergadang mengecek banyak dokumen dan email yang masuk.
"Uncle!", panggil Alika yang berada di samping dengan merangkul lengan Lucas yang sedang berkutat dengan tab nya untuk mengecek email yang masuk.
"Uncle aku ingin mangga muda lotis", sambil mengecup lengan Lucas yang dilapisi kain kemeja. Saat mendengarkan permintaan Alika, Lucas menaruh tab nya di meja untuk menghentikan pekerjaannya sebentar dan menatap wajah Alika yang semakin cubby.
"Sweety kemarin sudah makan itu, lebih baik makan mangganya doang tidak pakai sambal", ucap Lucas dengan melepaskan rangkulan tangan istrinya lalu memegang kepala dan mencium singkat bibirnya.
"Tapi aku lagi ingin",protes Alika dengan bibir manyun sambil bersedekap tangannya seperti layaknya anak kecil. Lucas yang melihat tingkah Alika semakin gemas dan terus mengecup bibir manyunnya dengan memegang kepala milik Alika. Sampai Alika protes.
"Ih uncle! jangan mengecup bibir terus. Pokoknya honey harus mengabulkan permintaan aku", seloroh Alika. Lucas yang mendengarkan ucapan dari mulut Alika dengan kata honey membuat hatinya menculas begitu bahagia. Lalu Lucas mengulangi kata honey kepada Alika.
"Sweety, tadi kamu bilang panggilan sayang untukku kah?", tanya Lucas. Alika yang mendapatkan pertanyaan itu langsung salting dan mengubah ekspresi datar untuk pura-pura tidak mengatakan.
"Panggilan sayang dimana? aku aja tidak mengatakan sayang. Aku hanya bilang kabulkan permintaan aku", bantah Alika dan Lucas hanya ber oh ria.
"Aku akan ambilkan mangga saja tidak ada sambal itu lagi. Tidak baik untuk anak kita sweety dan untukmu juga. Jika terlalu banyak makanan yang pedas", ucap Lucas dengan lembut agar Alika tidak memanyunkan bibirnya. Lalu Alika menganggukan kepala setelah menimang perkataan Lucas suaminya.
Selagi Lucas sedang mengupas mangga, Alika menunggu dengan menonton TV melihat kartun. Tidak butuh waktu lama Lucas membawakan potongan mangga yang ada diatas piring untuk istrinya yang sedang asyik menonton Tv dengan jus alpukat kesukaan Alika.
"Sweety, makanlah", tawar Lucas dengan senyum.
"Thank you uncle", ucap Alika yang asyik menonton tanpa mengalihkan pandangannya.
Lucas mencoba menggoda Alika dengan mengatakan, "sweety, apa kamu tidak memanggilku kata honey lagi?", dengan alis kanan terangkat.
Kemudian Alika mengalihkan pandangan karena perkataan Lucas dengan kesal, "apaan sih uncle", dengan memukul lengan Lucas dan ekspresi wajah malu. Lucas yang melihatnya tanpa henti tertawa dan gemas sikap Alika dengan memegang kepalanya lalu mencium bibir ranum tersebut yang menjadi kecanduan baginya tiap kali bibir manyun itu beraksi.
Lucas sudah tidak bisa lagi bertahan. Kali ini Lucas memulai aksinya dengan memindahkan tubuh Alika dipangkuannya dengan ciumannya masih menyatu. Lalu Lucas memposisikan tubuh Alika duduk mengakang dan Alika menerima aksi yang dilakukan Lucas. Kemudian Lucas menyatukan tubuhnya dan terjadilah sesuatu di ruang tengah tanpa harus melepaskan sesuatu yang melekat ditubuhnya. Sebab Alika memakai dress panjang berwarna putih dan itu bisa menutupi semua aksi yang mereka lakukan sampai satu jam lebih dengan berbagi aksinya meski masih siang bolong.
Sementara Daniel dan Aminah sedang double date bersama dengan Damien dan Arletta menunggu malam puncak di kota Berlin meskipun bulan lalu Daniel membatalkan janji kali ini dia memenuhi janji untuk istrinya.
"Sweety, sudah siap jalan-jalan?", tanya Daniel dengan ekspresi bahagia dengan menggendong Aminah. Lalu Aminah menanggapi dengan sebuah kecupan. Daniel sangat senang dan bahagia sebab akhir-akhir ini Aminah selalu bertingkah meminta jatah darinya tanpa Daniel paksa. Semakin hari dunia seperti keruntuhan ikan mas bagi Daniel.
Sesampainya di pelataran mansion, Daniel dibantu oleh sopirnya membukakan pintu mobil samping kemudi untuk mendudukan Aminah. Lalu Daniel meminta kunci tersebut kepada sang sopir dan dia menyerahkannya. Kemudian Daniel mengemudikan mobilnya dengan kecepatan normal sambil bercanda ria.
__ADS_1
"Sweety, kita pergi ke restoran terlebih dahulu untuk bertemu Damien dan Arletta di sana", ucap Daniel.
"Aku akan ajak kamu bermain kemana saja sampai kamu puas", lanjut Daniel sambil mengusap kepalanya dan mengulum senyum hangat kepada Aminah.
Beberapa lama kemudian Daniel dan Aminah tiba di restoran yang dijanjikan kepada Damien. Lalu Daniel turun terlebih dahulu mengambil kursi roda untuk istrinya yang masih terapi berjalan kemudian membuka pintu samping kemudi dan mengangkat tubuh Aminah untuk berpindah ke kursi roda. Selepas mendudukannya lalu Daniel mendorong kursi roda memasuki restoran.
Saat masuk diambang pintu Aminah terpaku dengan keindahan restoran yang klasik namun bergaya modern sampai memuji suasana yang berbalut dekorasi restoran yang begitu unik dan indah.
" Daniel, restorannya bagus banget", puji Aminah dengan mata berbinar. Daniel yang mendengarkan perkataan Aminah begitu puas dengan pilihan yang ia pesan dengan Damien.
Lalu menuju tempat yang telah dipesan dengan mendorong kursi roda Aminah dan disuguhkan Damien yang telah sampai duluan. Kemudian Damien melambaikan tangan.
"Hai bro", sapa Damien
"Hai, apa kalian menunggu kami lama?", tanya Daniel.
"No, kami baru sampai", ucap Damien.
"Hai Aminah", sapa Arletta.
"Bagaimana sebelum kita mengobrol pesan makanan dahulu?", tawar Damien.
"Itu ide bagu honey", ucap Arletta dengan mengulum senyum.
Kamudian Damien memanggil pramusaji", pelayan!", dengan lambai tangan Damien
Pelayan pun datang membawa daftar menu dan menawarkan berbagai hidangan lezat khas negaranya.
"Silahkan tuan di pilih", ucap sang pelayan perempuan dengan sopan dengan mengeluarkan buku catatan menu.
"Di sini menu makanan ada yang baru yaitu Bratwurst spesial. Hidangan ini kami sajikan dengan balutan berbagai macam kartofellsalat yang diciptakan oleh chef handalan kami. Kartofellsalat ini sedikit berbeda biasany menggunakan kentang bahan utama namun chef kami manaruh bahan utamanya menggunakan labu, susu, mayonaise,bawang bombai, susu, telur, dan taburan daging cincang sapi yang dibakar memakai wajan lalu diatasnya diberikan remasan rumput laut kering ", jelas pramusaji itu yang ditawarkan dalam buku menu tersebut.
"Saya pesan Bratwurst spesial, Flasher hase (daging cincang yang dicampur telur dan bawang, dan minumannya orangensaft", ucap Aminah yang duluan memesan sedangkan lainnya masih asyik membola balikan menu untuk di santapnya.
Kemudian Arletta memesan setelah mempertimbangkan makanan yang ingin di santap sebagai menu diet yaitu Kartofellsalat dan minumannya orangensaft.
"Saya Bratwurst biasa, apfelstrudel (makanan penutup yang berbentuk bulat dan pipih yang berbahan dasar apel), dan minumannya samain dengan dua wanita itu saja", ucap Daniel.
__ADS_1
"Saya pesan Bratwurst dan minuman juga sama saja", pinta Damien.
Pramusaji mencatat semua menu dan mengulang menu yang mereka pesan. Setelah mendapatkan anggukan dari para pelanggan pramusaji tersebut pergi dengan sopan.
"Silahkan ditunggu tuan", ucapnya.
sembari menunggu menu makanan datang mereka berbincang untuk kencan selanjutnya untuk di kunjungi.
"Ketika kita sudah selesai menyantap, selanjutnya kita akan pergi kemana?", tanya Arletta.
"Kencan selanjutnya kami memiliki tiket menonton film romance", ucap Daniel dengan melirik Aminah.
"Wau, itu ide bagus", semangat Aminah dan semua tersenyum saat Aminah melontarkan kalimat dengan semangat.
"Daniel, apakah istri kamu jika diajak jalan begitu semangatkah?", tanya Arletta dengan senyum
"Ya, dia selalu semangat berjalan-jalan. Dia menyukai traveling", jawab Daniel.
"Wah itu sangat menyenangkan. Bagaimana kita lakukan traveling bersama untuk berkunjung ke berbagai negara setelah istrimu sembuh?", ucap Arletta.
"Ya, itu ide bagus", ucap Aminah.
Tatkala mereka berbincang-bincang, makanan yang tadi di pesan telah tiba dan pramusaji meletakkan semua hidangan ke meja setelah itu sang pramusaji yang mengatarkan hidangan mempersilahkan mereka menikmati dengan berlalu pergi.
Arletta yang melihat semua hidangan yang banyak di atas meja terkejut.
"Apa kalian makan begitu banyak?", tanya Arletta
Daniel melirik Aminah namun dia tidak melihat karena istrinya langsung menyantap hidangan yang ia makan. Lalu Daniel yang menjawab pertanyaan dari Arletta.
"Ya, kami menyukai makan terutama istriku", ucap Daniel.
Arletta begitu iri dengan Aminah yang tidak menjaga bentuk tubuhnya. Sedangkan Arletta selalu marah-marah jika berat badannya bertambah meskipun hanya sejengkal. Lalu mereka menyusul menyatap hidangan menu dan sesembari berbicara berbagai hal mulai dari ingin memiliki anak sampai bercerita travelling yang pernah mereka kunjungi.
Kali ini Daniel bahagia bisa mengajak Aminah kencan yang selalu tertunda dan akhirnya Daniel bisa melewatkan bersama dengannya yang sedang menikmati santapan di restoran terkenal bersama Damien dan Arletta. Setelah makan mereka pergi ke bioskop dan perjalanan diakhiri melihat keindahan kembang api yang memenuhi langit malam di kota Berlin.
Sedangkan Abigail sedang kewalahan masalah kasus pembunuhan berantai dan bandar narkoba sampai dia melewatkan makan siang.
__ADS_1