Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 23


__ADS_3

Hari ini Raina berada di sekolah tanpa dua sahabatnya sehingga ia sedih. Apalagi bertemu dengan Anisa bersama dua kruculnya tambah kesal suasana hatinya.


“Ke mana sih mereka kok gak masuk bersamaan, tidak ngabarin lagi”, gumam Raina.


“Rain, sendirian aja?”, tanya Lisa.


“Oh, jangan-jangan kamu dibuang ya sama teman kamu”, ucap Anisa dengan mengibaskan kipas.


“di buang kayak sampah aja sih Nis”, ucap Wendi sambil terkekeh


Raina hanya membola dan malas menanggapi. Saat matanya masih mengarah ke depan, Raina melihat Axel, Gilang, dan Noval lalu ia memanggilnya.


“Axel! “, teriak Raina dan Anisa dengan dua kruculnya menoleh bersamaan. Axel menghampiri mereka bersama Gilang dan Noval.


“Hai Rain, Kenapa kamu kok sendirian?”, tanya Axel


“Iya, dia itu sendirian karena sama temannya dihempas”, sahut Anisa


“duh, duh, duh kasihan”, ucap dua krucul Anisa bersamaan. Namun mereka diabaikan oleh Raina dan tiga pria di samping Raina dan Anisa.


“Yuk, kita pergi ke kantin Rain”, ucap Gilang


“Baiklah”, ucap Raina


Anisa yang merasa diabaikan sama orang yang ia sukai menjadi bersungut dan memanggil namanya dengan meminta di ajak ke kantin.


“Axel!”, panggil Anisa lalu Axel berhenti dan menoleh ke arah panggilan.


“Kenapa kamu tidak ajak aku juga emang tidak sebegitu pentingnya aku dimata kamu”, lirih Anisa yang tadinya suara lantang berubah menciut.


Tetapi Axel tidak memperdulikannya, biar tidak memberikan harapan dengan begitu Axel tidak menyakiti hatinya dan orang lain.


Sedangkan Alika dan Lucas sedang berbunga di salah satu vila dengan mesra.


“Sweety, apa kamu suka pemandangan di vila sini?”, tanya Lucas kemudian diangguki oleh Alika.


“hmm, aku menyukai, apalagi nanti sore kita jalan-jalan sekitar Bali sini”, ucap Alika.


“Ok, kita jalan-jalan namun kita harus berlanjut melakukan hubungan bercinta kembali sambil menunggu sore hari”, ucap Lucas sambil mencium pipi dengan membawa dia meringkuk ke dalam selimut sambil tertawa.


Sore harinya mereka pergi jalan-jalan sekitaran pantai kuta dengan menunggu sunrise datang.

__ADS_1


“Uncle, aku senang deh akhirnya aku merasakan jalan-jalan ke pantai kuta apalagi kemarin kamu ajak jalan aku pergi melihat ikan di bawah laut dan main paralayang. Itu... semua luar biasa...”, ucap Alika dengan bahagia.


“Oh ya, uncle, aku sebentar lagi mau ujian jadi kita tinggal di sini sebentar saja”, ucap Alika.


“Baiklah, sweety”, ucap Lucas sambil memeluknya dari belakang dan mencium pundak Alika sambil menunggu sunrise dan menikmati ombak.


Mereka menghabiskan momen penuh keromantisan.


Sementara Aminah masih cemberut karena Daniel yang bertindak semaunya. Meski ingin kabur Aminah tetap tertangkap oleh penjaga mansion ini. Jika menggunakan alibi dia sudah tidak mempercayainya. Aminah sedang berpikir keras tetapi tetap saja tidak ada yang bisa membuat Daniel percaya. Akhirnya, Aminah hanya bisa mengadu nasib ke dalam sangkar.


Saat ini Raina sedang berjalan dengan tiga pria ke cafe. Axel masih menanyakan Alika dan Aminah. Karena saat ini Axel merindukan Alika dari senyuman hingga tawa dia yang semakin cantik. Membuat Axel tersenyum sendiri seperti orang gila.


“Rain, kamu mau pesan apa?”,tanya Gilang


“Aku mau es serut dan chocochip cake”, ucap Raina.Lalu Gilang memesankan semua menu yang mereka pilih lalu bergabung kembali.


“Ngomong-ngomong mereka kemana ya Rain?”, tanya Axel.


“Tidak tahu Xel, aku sudah hubungi ber kali-kali juga tidak ada yang mengangkat. Semenjak tiga hari mereka meninggalkan aku tiada kabar membuatku marah dan kesal”, sungut Raina.


“Sudahlah, jangan cemberut gitu kamu kayak marmut tahu”, ejek Noval.


“Iya Rain, mereka akan kembali, sebab sebentar lagi ujian”, ucap Gilang.


Lalu Gilang memberantaki rambutnya dan Raina marah karena rambutnya menjadi berantakan. Membuat Gilang terkekeh sebab ia lucu. Axel dan Noval yang melihatnya merespon dalam pikiran masing-masing bahwa Gilang menyukai Raina. Apapun yang terjadi diantara mereka, Axel dan Noval akan mendukungnya.


Pagi hari Raina menghajar dua sahabatnya karena tidak masuk tanpa memberi tahu.


"Kalian coba jelaskan, kenapa kalian tidak masuk tanpa memberi tahuku", ucap Raina dengan ekspresi marah.


"Maaf deh Ran Ran", ucap mereka bersamaan.


"Aku belum bisa maafin kalian, jika kalian belum menjelaskan kepadaku soal tidak masuk empat hari yang lalu. Untung aku selalu di temani tiga pria tampan", kesal Raina dengan bibir manyun.


"Ciee Raina ternyata ditemani empat cogan", ucap Aminah dengan menggoda.


"Kami akan jelasin tapi di kantin nanti sebab kita akan masuk", ucap Alika.


"Aku pegang janji kalian", ucap Raina.


Bel istirahat telah tiba, Raina meminta janji pada mereka. Raina meminta Alika dahuluan untuk menceritakan kenapa empat hari berturut-turut tidak masuk dan tidak bisa dihubungi.

__ADS_1


"Aku mau, Alika dahuluan yang menceritakan. Coba kamu jelasin kenapa tidak masuk empat hari dan tidak bisa dihubungi?", ucap Raina


"uhmmm..begini aku tidak masuk karena Lucas tiba-tiba membawaku pergi ke Bali", ucap Alika.


"What?!", terkejutnya Raina dan Aminah


"Jangan-jangan.., kalian jadian ya Rain", ucap Aminah dengan suara keras.


Alika langsung membawa kepala Aminah menunduk dan berbisik," kamu jangan keras-keras".


"Siapa yang jadian", ucap Axel yang tiba-tiba datang dan mereka terkejut.


"Axel!", panggilan lirih Alika.


"Ooo... eee jadian...", Alika bingung sambil gelagapan.


"Siapa yang jadian?", tanya kembali Axel.


"Yang jadian itu abangnya Aminah, Ya.. abangnya Aminah jadian dengan wanita cantik jadi kami sedang menggosipin itu", ucap Raina sambil menyeruput es teh.


"Min beneran abang kamu jadian?", tanya Gilang ikut menimbrung


"Iya benar, abang aku jadian dengan wanita cantik yang mengalahkan ratu jagat sedunia, dia itu pintar nyanyi, orangnya ceria, dan suka makan", puji Aminah untuk dirinya sendiri. Raina yang berada disebelahnya membola karena ia yang paling tahu tentang Aminah.


"Alika kemarin kok gak pernah masuk? ", tanya Axel


"mmm, aku kemarin diajak berlibur ke Bali oleh keluarganya aunty Liana", ucap Alika dengan bohong sambil mengucapkan mantra maaf dalam hati untuk Axel.


"Wahh asyik dong, kamu harusnya bawakan oleh-oleh untuk kami", kekeh Gilang


"Oh iya, aku lupa", kekeh balik Alika yang menepuk jidat karena lupa.


"Ngomong-ngomong kita nongkrong ke Cafe lagi yuk pasti seru karena kita sudah berkumpul bersama", ucap Gilang


"Itu ide bagus, bagaimana Alika dan Aminah", ucap Raina


"Kalau aku ayo aja", ucap Alika


"Kalau aku, begini.., sebentar lagi kan uji'an, jadi aku tidak diperbolehkan oleh abang aku buat bebas. Dia tidak mau nilai ku jelek.So, dia menyuruhku setelah sekolah selesai aku di suruh pulang. Maaf ya, gaes", ucap Aminah berbohong dengan nada sedih.


"Maaf ya gaes, aku sebenarnya juga mau ikut tetapi dia memaksaku untuk pulang menerima semua hukuman dia. uhhh, jika kalian tahu Daniel itu iblis pasti kalian heboh. Hari ini aku tidak bisa bebas para mata-mata ada di mana-mana yang dikirimkan oleh Daniel. Ironisnya nasib eneng ini", batin Aminah sambil makan bakso dengan kurang selera mengingat empat hari lalu dia terus meminta hak istri.

__ADS_1


"


__ADS_2