Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 25


__ADS_3

Saat ini Lucas berada di rumah sakit menunggu Alika terbangun dari pingsan. Ia terus mengecup tangan istrinya sambil meminta maaf.


“Alika bangunlah, maafkan aku telah melibatkan situasi yang tidak kamu ketahui. Jika nanti kamu bangun aku akan menceritakan semuanya sweety”, ucap Lucas.


Sedangkan Abraham dan Liana menunggu di luar dengan rasa khawatir keadaan Alika.


“Sayang tenanglah dia tidak apa-apa kata dokter tadi dia hanya syok dan kelelahan”, ucap Abraham menenangkan istrinya yang terus meremas tangannya karena khawatir.


“Aku sudah menganggap Alika seperti putriku sendiri sayang. Jadi aku khawatir itu karena dia anakku Abraham”, ucap Liana


“Iya aku tahu sayang, aku juga menganggap dia putriku seperti kamu menganggap Alika anak”, ucap Abraham dengan mengecup kening istrinya yang bersandar di dada bidangnya.


Ketika tangan Alika dalam genggamannya tiba-tiba bergerak dan Lucas beranjak sambil mencium keningnya dengan menyebut namanya, “Alika! Alika! Sweetheart”, panggil Lucas.


Alika masih menyesuaikan mata dengan terangnya lampu sambil memegang kepalanya yang sakit, “auch, kepalaku pusing sekali”, rintih Alika dengan lirih.


“Lucas, ini ada di mana?”, tanya Alika


“Sayang kamu di rumah sakit tadi di pusat perbelanjaan kamu pinsan”, jawab Lucas


“Are you ok?”, tanya Lucas dan di jawab oleh Alika dengan menganggukan kepala


“Biar aku panggil dokter dulu”, ucap Lucas yang langsung bergegas memanggil dokter. Lalu dokter datang memeriksa keadaan janin dan Alika. Setelah itu dokter tersebut menyampaikan keadaan setelah ia bangun.


“Dia baik-baik saja dan janinnya juga sudah membaik. Tolong jaga janinnya karena hamil muda biasanya banyak ringkihnya dan nanti saya akan beri resep untuk janin dan ibunya”, ucap dokter tersebut lalu meninggalkan mereka.


Lalu Liana menghampiri dan mengecup keningnya.


“Sayang apa ada yang masih sakit?”, tanya Liana


“Sudah tidak ada yang sakit”, ucap Alika


“Kalau begitu syukurlah nak, uncle sama aunty sangat khawatir dengan keadaan kamu”, ucap Abraham dengan mengusap kepala Alika dan memberi senyuman hangat.


“Sayang ayo kita pergi dahulu. Biarkan Alika istirahat”, ajak Abraham dan diangguki Liana dengan beranjak.


“Sayang beristirahatlah dan jangan pikirkan apapun”, ucap Liana dan berlalu bersama suaminya meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Setelah kepergian Abraham dan Liana, Lucas memulai membuka percakapan.


“Alika!”,panggilnya dengan hangat, “apa kamu perlu sesuatu sayang?”, tanya Lucas di sampingnya.


“Aku tidak perlu sesuatu tetapi aku ingin penjelasan uncle”, ucap Alika.


“Baiklah akan aku jelaskan hingga tuntas”, ucap Lucas dengan mengusap tangannya.


“Jawablah yang ingin aku tanyakan uncle”, ucap Alika


“It’s ok sweety”


“Kenapa uncle menyembunyikan masalah kehamilanku?”


“Maaf sweety, aku menyembunyikan sebab takutnya kamu tidak siap sweety. Aku akan memberitahu kamu setelah ujian selesai agar kamu tidak terguncang”, ucap Lucas


“Aku memang belum siap, tetapi ini anugerah Tuhan yang tidak bisa aku pungkiri uncle”, sambil mengusap perut ratanya.


Lucas lalu mencium kening istrinya karena bersyukur dia menerima janin dalam perutnya.


“Terus wanita bule itu siapa?”


“Berarti jika aku tidur dengan banyak pria berarti uncle tidak akan menyentuhku”


“No sweety, aku tetap mencintai kamu dalam keadaan apapun”


“Tadi uncle bilang tidak ingin menyentuh wanita yang sudah banyak di jamah oleh banyak pria dan takut menular penyakit kelamin”


“Itu beda sayang, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu karena aku percaya kamu gadis yang baik”


“Jangan-jangan uncle mencari info tentang aku dan memata matai aku”


“ehmmm..,”


“Uncle curang”, ucap Alika dengan memukul dada Lucas.


“Sweety”, panggil sayang dari Lucas sambil menggegam tangannya lalu mencium kening dan bibir. Setelah lepas dari ciuman, pipi Alika merah merona. Dia menutupi dengan berbaring membelakangi Lucas. Lucas yang melihat tingkah istrinya menggemaskan lalu ia ikut berbaring dengan memeluk pinggang istrinya dan mencium bau harum ceruk tengkuk istrinya dengan tersenyum.

__ADS_1


Sementara Axel yang bertepuk sebelah tangan cintanya dia mulai menjauhkan diri dari sahabat-sahabat Alika. Ia memfokuskan diri untuk menyelesaikan ujian sekolah. Akhir-akhir ini Axel menyibukkan diri di perpustakaan agar pikirannya tidak terganggu dengan hubungan Alika bersama pria lain. Tetapi apalah daya, hatinya masih terasa nyeri saat bayangan tentang Alika yang mengandung dari pria lain dan memeluknya. Membuat pikiran dan hatinya kalut. Saat ini yang dibutuhkan Axel hanya menyendiri dan butuh waktu untuk menerima segala kenyataan. Gilang sebagai sahabatnya hanya dapat mendukung Axel apa pun yang dia lakukan saat mengetahui kenyataan bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan. Gilang hanya berharap dia bisa melupakan Alika.


Anisa mengambil kesempatan saat Axel sedang patah hati. Ia mulai mendekatinya.


"Axel, kamu sedang membaca apa?", tanya Anisa tetapi Axel tetap diam.


"Axel jawab dong, masa patah hati kamu menjadikan dirimu mengurungkan diri. Tidak baik loh Axel", ucap Anisa


"Bukannya saya sedang mengurungkan diri tetapi aku malas mengobrol dengan siapa pun karena aku sedang fokus belajar. Kamu menyingkirlah jangan menggangguku", ucap Axel


"Belajar boleh serius tetapi adakalanya mengobrol Axel", ucap Anisa.


Axel mulai marah dengan beranjak pergi meninggalkan Anisa dengan membawa buku latihannya. Ketika sedang berjalan di koridor tiba-tiba Alika memanggil, "Axel! Axel! Axel!", dia pun tidak menoleh dan terus berjalan.


Alika merasa sedih dan bersalah dengannya. Aminah dan Raina melihat ekspresi wajah sedih Alika lalu mereka menghiburnya.


"Lik, biarkan dia menyendiri, dia butuh waktu untuk menerima kenyataan. Jadi tunggulah saat dia siap untuk menemui kamu dan berbicara denganmu", ucap Raina


"Benar kata Rain, nanti kami akan meminta bantuan pada Gilang, semoga saja kalian cepat menyelesaikan masalah ini", ucap Aminah dengan menyeruput susu kotaknya.


"Yuk kita ke kantin lapar nih, dari pagi aku belum sarapan", ajak Aminah dengan merengek.


"Dari tadi makan mulu, lihatlah bibir kamu penuh dengan keripik yang kamu bawa", ucap Raina


"Ayolah", ajak Aminah


"Baiklah kita ke kantin sebelum waktu ustirahat habis", ucap Alika menggandeng dua lengan sahabatnya.


Saat ini ujian kedua setelah istirahat dimulai para siswa fokus mengerjakan soal yang diberikan oleh pengawas dengan keadaan tenang.


Beberapa lama kemudian akhirnya ujian selesai dan semua siswa merasa lega. Gilang yang berada dibelakang Axel mengajaknya untuk nongkrong namun ia menolak.


"Axel yuk kita nongkrong", ajak Gilang


"Malas ah, aku mau pulang fokus ujian biar nilainya baik",ucap Axel dengan beranjak berdiri dan langsung melesat bersama mogenya yang ia kendarai.


Aminah, Alika, dan Raina menunggu Gilang di koridor. Berselang beberapa menit akhirnya Gilang muncul dan menghampiri mereka.

__ADS_1


"Gaes sorry, sepertinya dia butuh waktu dulu. Mungkin setelah ujian akhir selesai baru bisa kita mengajaknya mengobrol, dan Alika kamu tidak perlu khawatir dia pasti menerimanya", ucap Gilang menenangkan ekspresi sedih Alika. Lalu dia mengangguk dengan senyuman.


__ADS_2