Posesive Uncle Mafia

Posesive Uncle Mafia
Episode 35


__ADS_3

Hari ini merupakan hari bahagia para siswa kelas 3 di SMU N 45 Nusa karena mereka akan menerima ijazah dan diwisuda. Para siswi memakai kebaya sedangkan laki-laki memakai pakaian berdasi seperti orang kantoran.


Mereka berkumpul di aula bersama wali. Alika datang bersama Lucas karena Liana dan Abraham masih sibuk di negara Paman Sam, Amerika. Ia turun dari mobil BMW yang di tumpangi bersamaan dengan Aminah yang baru datang bersama keluarganya. Alika memanggil dan menyapanya.


“Aminah!”, panggil Alika


“Hai Lik”, sapa Aminah.


“Wao kau terlihat cantik Min”, ucap Alika memuji sahabatnya. Aminah menjawab dengan percaya diri, “iya dong, secara aku cantik dari lahir apalagi ditambahi dengan polesan mamah aku satu jam. Bikin aku molor”, Wulan yang mendengarkan anaknya yang terlalu percaya diri dan mengejek langsung memukul kepalanya, “pletak”, lalu Aminah merintih, “auch, sakit mah!”, bentak Aminah dengan menengok kebelakang. Ayah Aminah menengahi antara ibu dan anak, “sudah, sudah, kalian tidak malu berantem di tempat umum, lebih baik kita langsung ke aula”, ucapnya.


“Iya om, kita ke aula sebelum make up luntur karena panas terik matahari”, ucap Alika. Kemudian mereka berjalan beriringan dan Aminah di dorong oleh Wulan. Dan Alika baru menyadari bahwa suami Aminah tidak ikut ke acara wisudanya lalu bertanya pada Aminah.


“Min, Daniel mana?”, tanya Alika.


“Dia nanti menyusul, soalnya dia harus membereskan pekerjaan dan rapat dengan klien dulu”, ucap Aminah dan Alika beroh-ria.


Lalu Alika bertanya kembali, “Min, kamu tidak bersama Raina?”, Aminah menjawab, “tidak, soalnya kan aku tidur di mansion milik Daniel”, dengan memakan kuaci.


“Iya juga”, ucap Alika dengan menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. Mereka masuk dan duduk bersama walinya di aula. Acarapun dimulai dengan pembukaan MC dan disuguhkan beberapa pentas. Dengan dilanjutkan kepala sekolah memberikan petuah untuk anak didiknya yang akan melepaskan atribut sebagai siswa SMU N 45 Nusa. Setelah itu siswa yang mendapatkan predikat rangking terlebih dulu maju dan diberikan suatu kenangan atas prestasinya.


Lucas yang berada di samping Alika berbisik, “sweety, aku kok tidak mendengarkan nama kamu disebut sebagai predikat rangking. Ternyata istriku ini tidak cukup pintar ya”,ejek Lucas dan mendapatkan pukulan kecil di lengannya, “Ihh uncle mulai deh, sudah tahu aku tidak cukup pintar tapi tetap saja uncle memaksa menikahi aku”, cemberut Alika dan Lucas meredakan kekesalan Alika dengan mencium pipi kanannya. Lalu Alika terkejut dengan berbisik, “uncle ini tempat umum, apalagi di sekolah, jangan mulai deh”,tambah manyun bibir milik Alika membuat Lucas semakin gemas melihat tingkah istrinya.

__ADS_1


“Apa kau malu?”, tanya Lucas dengan mengusap tangan Aminah.


“Bukannya malu, aku tidak mau teman-temanku melihat jika aku seperti perempuan penyuka om-om”, ucap Alika dengan cemberut. Lucas yang mendengarkan ucapan Alika tadi sedikit geram namun ia tahan dengan senyuman paksa.


Beberapa lama kemudian mereka mengambil sesi foto bersama di ruang aula lalu saling berpelukan dan keluar menemui orang tua wali. Ketika mereka sedang berjalan, Alika dan Aminah mendengarkan suara teriakan dari Raina lalu mereka menoleh.


“Lik!”


“Min!”


“Alika!!”, teriak berulang kali dari Raina dengan berlari menghampiri mereka.


Raina berlari dengan kebaya sampai ngos ngosan. Alika dan Aminah menunggu Raina menghembuskan nafas dahulu baru berbicara.


“Kita berfoto dulu yuk di halaman parkir untuk kenangan kita sebagai wanita tiga serangkai”, ucap Raina.


“Bisa-bisa ae kamu Rain”, kekeh Aminah.


Kemudian mereka berjalan ke area parkir lalu berfoto dengan meminta bantuan salah satu siswa yang lewat.


“Maaf, apa kamu mau memfotokan kami?”, tanya Raina. Lalu siswa itu mengiyakan dan Raina berterimakasih. Setelah selesai berfoto bertiga kemudian dilanjutkan foto berpasangan. Tatkala mereka sedang berfoto, Daniel datang menghampiri mereka.

__ADS_1


“Hallo gaes, maaf aku baru bisa menyusul”, ucap Daniel sambil bersalaman dengan mertua lalu mencium kening Aminah.


“Kebetulan kamu datang Daniel, cepat ambil posisi biar difotokan sama adik kelas kami”, ucap Raina. Kemudian Daniel mengambil posisi berfoto.


Usai selesai berfoto mereka berpelukan, sementara orang-orang didekat mereka ikut merasakan suasana hangat mereka. Lalu mereka berpisah kembali ke kediaman masing-masing.


Di dalam mobil Alika bersama Lucas hanya berdiam dan bergelut dengan pikiran masing-masing. Saat ini Lucas masih terngiang dengan ucapan Alika. Membuat emosinya sudah tidak tertahankan. Lucas melajukan mobil dengan kecepatan kencang agar sampai di mansion, biar dia dapat menghukum Alika. Sesampainya di pelataran mansion yang belum disadari Alika yang pikirannya masih bergelut dan melayang karena ucapannya kepada Lucas, membuat dia terus terpikirkan.


Lucas turun dari mobil lalu membuka pintu sebelah kiri kemudian menggendong Alika seperti karung beras dan membuat Alika terkejut dengan lamunannya sehingga ia meronta sampai kamar yang tidak dipedulikan oleh Lucas.


Ketika sampai di kamar Lucas memberikan ciuman mendalam dengan begitu kasar membuat Alika kewalahan dan kesakitan. Lucas terus memberikan hukuman sehingga Alika menangis dalam teriakan, “hentikan aku Lucas!”, dengan memukul pundaknya. Lalu Lucas menghentikan dengan mengusap wajahnya sambil berteriak, “arghh”.


Alika lalu beranjak sambil menyelimuti tubuhnya yang sudah hampir setengah telanjang dengan memposisikan duduk dan bersandar di kepala ranjang kemudian dengan suara lirih, “maaf uncle”, dengan menundukan kepala. Lucas yang mendengarkan suara lirih Alika lalu duduk di sampingnya dan memeluknya. Lucas juga mengucapkan permintaan maaf yang telah berbuat kasar kepadanya.


“Maafkan aku sweety, aku telah berbuat kasar kepada kamu”, ucap Lucas dengan menyesal dan Alika menggelengkan kepala dipelukan. Lalu Lucas melepaskan pelukan dengan melihat wajah Alika dan memberikan kecupan di kedua mata Alika.


Kemudian Lucas berkata kembali, “maaf”,Alika menggelengkan kepala dan mengucapkan, “itu bukan salah uncle. Aku pantas mendapatkan hukuman karena aku yang salah. Sebab aku tidak mau mengenalkan uncle dengan bangga sebagai suami Alika. Maaf uncle”, dengan menundukan kepala.


“No, no, itu bukan salah kamu sweety, aku saja yang tidak melihat tempat”, ucap Lucas yang sudah mereda emosinya. Alika kemudian melontarkan kalimat kembali namun dicegah oleh tangan Lucas, “ussttt, kita sekarang tidak perlu menyalahkan”, ucap Lucas lalu mencium bibirnya dengan lembut dan mereka tersenyum kembali dengan mengusap perut rata Alika yang telah dianugerahkan janin yang sehat dengan saling menempelkan dahi.


Sementara Aminah sedang berjalan-jalan bersama Daniel di kebun binatang yang sudah dia janjikan. Mereka menikmati melihat berbagai hewan setelah berganti baju di butik. Daniel kali ini ingin melindungi dan membahagiakan Aminah sebagai istrinya yang ia cintai. Daniel menawarkan Aminah untuk menunggang gajah.

__ADS_1


"Sweety, apa kamu mau naik ke atas gajah?", tawar Daniel dan Aminah mengangguk dengan semangat seperti anak kecil. lalu Daniel menggendong tubuh Aminah dan menitipkan kursi roda pada penjaga di kebun binatang. Aminah terus berteriak dengan riang. Daniel yang berada dibelakangnya menggeleng kepala karena melihat tingkah Aminah yang menggemaskan meski sedikit malu dengan tingkahnya seperti anak kecil.


__ADS_2