
(Flashback off)
“Bagaimana dengan Ellios tuan Saddam?”, tanya Lucas
“Dia meninggal akibat terkontimasi oleh bahan kimia saat Raymon sedang melakukan penelitian membuat obat racun dan obat untuk menetralisir racun”, ucap Saddam.
“Kita tidak perlu bahas lagi masa lalu yang telah ku kubur. Sekarang kita fokus untuk menyerang dan mengepung Raymon”, ucap Saddam.
“Kalau begitu, besok kita pergi ke markas besar untuk mengakhiri drama ini”, ucap Lucas.
Mereka yang berada di ruangan tengah mengangguk kepala.
Sementara saat ini Leon sedang mencoba mengeluarkan istrinya dengan berbagai macam cara untuk mengeluarkan Amanda.
Raymon juga ikut membantu Leon untuk mengeluarkan Amanda dari mansion milik Daniel.
“Tuan kita mengeluarkan istri kamu dari sana dengan membius anak buah dari Daniel”, ucap Raymon.
“Benar tuan, saya sudah masuk menyelusup ke sana. Mereka ternyata sudah merencanakan ini sebelumnya”, ucap Beni.
“Kalau begitu kita ambil ide dari Raymond dan kita mulai malam ini”, ucap Leon dengan ekspresi dingin.
“Baik tuan kami akan laksanakan”, ucap Beni.
Raymond tersenyum menyeringai bahwa misinya yang diubah berhasil untuk mengelabui Leon.
Aku sungguh senang dengan apa yang kurencanakan selalu berhasil dengan mulus. Pria bodoh ini akan menjadi sebuah boomerang untuk istrinya. Aku akan manfaatkan dia sampai akhir dan mendapatkan apa yang ku mau.
Sedangkan Daniel dam Lucas sedang berbicara dengan Amanda untuk mengajaknya kerja sama untuk menyadarkan Leon sebelum terlambat.
“Amanda, kami ingin meminta bantuan darimu”, ucap Daniel.
“Bantuan apa?”, tanya Amanda.
“Kami bukan maksud untuk menculik lalu memisahkan kamu dengan Leon. Tapi, kami melakukan semua ini untuk kebaikan suami kamu yang telah salah mengambil jalan”, ucap Lucas.
“Aku juga berpikir seperti kalian.Aku selalu memperhatikan sikap Leon yang terus aneh dan aku pernah mendapatkan kekerasan saat aku bertanya terus kemana dia pergi?juga ketika aku bercerita mengenai keluarga kalian. Dia selalu marah dan emosi”, ungkap Amanda.
“Aku akan bantu kalian untuk menunjukkan jalan benar untuknya”, ucap Amanda.
“Thanks Amanda”, ucap Lucas.
“Aku yang harusnya berterimakasih dengan kalian”, senyum Amanda.
Malamnya Leon bersama beberapa anak buahnya menyelusup ke mansion Daniel. Mereka berkomunikasi lewat aerphone yang dipasang di telinga.
“Tuan berhati-hatilah untuk menyelinap di mansion milik Daniel. Dia bukan musuh yang mudah kita tumpaskan”, ucap Raymond untuk memperingati Leon.
__ADS_1
“Baiklah, kalian lakukan sesuai rencana kita”, ucap Leon.
“Baik tuan, kami akan melindungi anda dari berbagai sisi agar kamu tetap selamat”, ucap Raymon.
Mereka memulai aksinya dengan mengendap-endap di mansion Daniel. Leon mencoba memanjat tembok yang berada di perkarangan belakang sambil menyodorkan senjata ke arah lawan yang berjaga di sisi mansion Daniel.
Lalu Leon mencoba membuka pintu dengan alat yang dibawanya. Leon berusaha membuka pintu tersebut.Leon mencoba mematikan CCTV di berbagai sudut ruangan di mansionnya.
Leon menemba pelayan yang terkejut melihat Leon yang masuk menyelinap.
“Sh*t”, umpatnya.
“Ada apa tuan?”, tanya anak buahnya bernama Beni.
“Tidak ada apa-apa hanya ada kejutan saja”, ucap Leon.
“Dimana kamar Amanda?”, gumam Leon melihat beberapa ruangan di mansion besar milik Daniel.
Raymon yang berada di luar saat sedang memantau, mendengar suara gumam dari bibir Leon.
“Ada apa tuan?”, tanya Raymon.
“Aku lupa untuk mencari Amanda di sudut ruangan di mansion ini”, ucap Leon.
“Biar aku bantu tuan. Tunggulah sebentar”, ucap Raymon sambil mengambil laptopnya.
“Janganlah lama-lama”, perintah Leon.
Leon yang tengah memanggil Raymond ternyata dia berada di belakangnya. Keberadaannya secara tiba-tiba membuat dirinya terkejut.
“Kamu mengejutkan aku saja”, ucap Leon.
“Maaf tuan”, ucap Raymond.
“Ngapain kamu ikut menyusul?”, tanya Leon.
“Saya kesini ingin membantu tuan mencari keberadaan Amanda di kurung tuan”, ucap Raymond.
“Tadi kamu katanya akan mengirimkan virus untuk komputer keamanan milik Daniel”, ucap Leon.
“Maaf tuan, itu terlalu lama apabila saya menghacker komputer keamanan milik Daniel”, ucap Raymond.
“Yaudah, kalau begitu kita berpencar dan mencari di setiap sudut ruangan mansion ini”, ucap Leon.
“Baik tuan”, ucap Raymond sambil menghubungi Beni untuk membantu mencari keberadaan Amanda yang dikurung dalam mansion itu.
Mereka mencari dengan membuka satu persatu sudut ruangan di dalam mansion milik Daniel.
__ADS_1
Beberapa lama kemudian akhirnya Beni menemukan dimana Amanda di kurung. Beni bergegas menghubungi tuannya.
“Hallo tuan, saya menemukan nyonya ada di lantai dua sebelah kiri ruang buku tuan”, ucap Beni.
“Baiklah, aku akan ke sana”, ucap Leon.
Lalu Leon segera bergegas ke ruangan yang disebutkan oleh Beni. Di sana Leon disuguhkan pemandangan dimana istrinya tertidur terlelap. Sebelum memasuki ruangan itu, Leon dan Beni mencoba menghancurkan CCTV yang berada di pojok kamar. Kemudian Leon masuk dan membangunkan Amanda.
“Amanda!”
“Amanda!”
“Amanda!”
Lalu Amanda terbangun dari alam mimpinya saat mendengar suara panggilan yang menyebut namanya.
Amanda bangun dengan mengusap matanha yang sedikit perih dan melihat siapa orang yang membangunkan dirinya? Amanda terkejut melihat Leon yang duduk di sampingnya.
“Leon!”, panggil Amanda dengan memeluk tubuh suaminya.
“Aku rindu kepadamu Leon”, ucap Amanda.
“Aku juga merindukan kamu. Tapi, kita harus segera pergi dari mansion ini sebelum pemilik mansion ini bangun”, ucap Leon.
“Aku tidak mau keluar dari sini”, ucap Amanda menolak perintah Leon.
“Kamu jangan bercanda. Aku ke sini sudah susah payah menjemput kamu tapi kamu malah tidak ingin pergi dari sini. Maksud kamu apa”, ucap Leon dengan ekspresi kesal sambil mencengkeram dua pipi istrinya.
“Sa..sakit Leon”, rintih Amanda.
“Aku tanya kenapa kamu menolak perintahku? Aku sudah susah sampai di sini untuk membawamu pulang”, geram Leon.
“Karena aku mau tinggal di sini sampai kamu kembali ke jalan lurus seperti Leon yang dahulu”, ucap Amanda.
“Leon dahulu maupun sekarang itu sama. Kamu jangan menguji kesabaran aku”, geramnya.
“Tapi, kamu yang dahulu itu begitu baik dan yang sekarang kamu sering sekali menyakiti orang”, ucap Amanda sambil menahan cengkeraman dari Leon.
“ Aku yang dahulu itu hanya berpura-pura saja dan aku itu masih sama. Jangan menguji kesabaran aku”, geram Leon dengan menghempaskan wajahnya berpaling ke kanan.
Beni yang berada di luar masuk ke kamar dan memberitahukan untuk segera keluar dari mansion milik Daniel.
Leon menghembuskan nafas kasar dan mengangkat tubuh Amanda. Lalu Amanda akan berteriak langsung mendapatkan tatapan tajam yang menghunus sampai ke hatinya.
“Leon, kumohon biarkan aku di sini”, suara Amanda dengan isakan tangis.
Tetapi Leon tidak menggubris perkataan Amanda dan terus berjalan sampai ke pelataran mansion itu.
__ADS_1
Sedangkan Raymond sudah berada di luar menunggu tuannya setelah mendapatkan apa yang di inginkan.
Mereka melajukan mobilnya untuk kembali dan meninggalkan mansion milik Daniel dengan berantakan.